Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
  • visibility 603
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Depok, Senin 4/9/2023,-  Puisi yang ditulis oleh Syarifuddin Arifin dalam buku antologi puisi tunggal ke-6 berjudul “Iga, Rindu Tanah Plasenta” sebagai puisi-puisi  romantik atau romantisme.

” Penyair belajar sejarah, romantik ‘kan sejarah, enggak dicari-cari atau terserok kemana-mana,” ujar Prof.Dr.Wahyu Wibowo kepada penulis usai mengikuti perbincangan diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ke-6 karya Penyair Syarifuddin Arifin berjudul ” Iga, Rindu Tanah Plasenta” di kolong jembatan layang (flyover) Jln.Arief Rahman Hakim, Depok Baru,Jawa Barat, Minggu sore (3/9/2023).

Dikatakannya lagi, dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal penyair romantik Angkatan Pujangga Lama seperti Amir Hamzah, Sanusi Pane, atau Sutan Takdir Alisjahbana.

” Kembali saja ke sejarah.Buku antologi puisi karya Syarifuddin Arifin ini meskipun tema bervariasi, tetapi lebih banyak kepada romantik.Dalam seni lukis romantik itu dikenal juga karya pelukis Raden Saleh atau Affandi.Teruskan gaya anda ini,” pesan Prof.Dr.Wahyu Wibowo yang hadir sebagai pembanding dalam peluncuran buku antologi puisi tersebut.

Sementara Arief Joko Wicaksono sebagai pemantik- atas pertanyaan Sam Mukhtar Chaniago-  buku antologi 70 puisi ini sebetulnya temanya arah kemana, apa hanya satu tema.

” Keberagaman tema.Sebab sebuah buku antologi puisi tunggal tidak dibatasi dengan tema-tema tertentu terutama kiprah penyair dalam bersastra.Buku puisi antologi tunggal bertema apa saja, tak perlu dibatasi, enggak ada batas,” tegasnya.

Menurut Arief Joko Wicaksono, dalam buku kumpulan puisi “Iga, Rindu Tanah Plasenta” karya Syarifuddin Arifin ini kreatifitas selalu mencari.

“Merambah ke wilayah-wilayah baru, majas dan diksi harus mencari hal-hal segar dari pendahulunya,” katanya lagi seraya memberikan sedikit rekam jejak Syarufuddin Arifin pada sekitar tahun 1980 aktif sebagai anggota “Bengkel Sastra Ibukota” bersama Prof.Dr.Wahyu Wibowo dan juga dikenal sebagai penyair tingkat ASEAN.

Sebelum tanya jawab dengan peserta-sebagian adalah para penyair yang sudah dikenal-  moderator Jimmy S Johansyah mengatakan pembanding Prof.Dr.Wahyu Wibowo dalam hal ini mencoba  untuk ‘spesifikasi’ bahwa buku antologi puisi tunggal karya Syarifuddin Arifin  sebagai abad romantisme.

Dalam buku ini secara garis besar menurut Mas Wahyu Wibowo , Syarifuddin Arifin menulis puisi romantik dengan beberapa faktor pengaitnya.Apa itu persoalan emosi, imaji, atau intuisi.Juga sempat disinggung penyair-penyair angkatan lama.seperti Amir Hamzah, Sanusi Pane, dan Sutan Takdir Alisjahbana.

” Saya sendiri tidak tahu apa tanda yang ingin disampaikan oleh Mas Wahyu Wibowo khususnya kepada kita semua tentang pandangan tersebut.

Saya coba lemparkan ke para peserta forum diskusi ini.Terserah apa ada yang ingin menampik, menambahkan ataupun akan setuju kepada pendapat pemantik dan pembanding ini,” ucap Jimmy S.Johansyah.

Syarifuddin Arifin penulis buku antologi puisi ” Iga, Rindu Tanah Plasenta” dalam wawancara dengan penulis di kolong flyover, Minggu malam (3/9/2023) mengatakan sangat mengapresiasi acara sastra sederhana di sebuah kolong jembatan layang (flyover) Jln.Arief Rahman Hakim, Depok Baru, Jawa Barat.

” Bagus, saya apresiasi acara di kolong flyover ini.Sangat apresiatif, karena seniman atau anak-anak muda satu bulan sekali bisa tampilkan pentas seni, apalagi hari ini ada diskusi yang menghadirkan seorang profesor ahli sastra,” ucap Uda If ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemko Depok bida cepat tanggap melihat kegiatan kesenian ini.Maksud saya harus mendapat perhatian khusus dari Pemko Depok karena nantinya tempat ini bisa jadi salah satu pusat sentral kesenian di Indonesia, apalagi kawan-kawan seniman dan penyair dari Taman Ismail Marzuki akan datang ke sini,” kata mantan wartawan Harian Umum ANALISA (Medan) dan Harian Umum PELITA (Jakarta) yang baru sembuh dari sakit ini.

“Penampilan baca puisi teman-teman penyair sangat beragam.Ada yang baca puisi dengan vokal keras, tinggi, atau melankolis sesuai dengan tuntutan.Secara kualitas baca puisi sangat baik,” tambahnya.

Puluhan Penyair Baca Puisi

Peluncuran buku antologi puisi “Iga, Rindu Plasenta” karya Syarifuddin Arifin di kolong jembatan layang (flyover) Depok Baru- sebagai “base camp” Komunitas Sastra Koloni Seniman Ngopi Semeja ini- juga disemarakkan dengan baca puisi sejumlah seniman dan penyair seperti Remmy Novaris DM, Sihar Ramses Simatupang, Fanny Jonathans P, Boyke Sulaiman, Widodo Arumdono, Logo Situmorang, Tatan Daniel, Pulo Lasman Simanjuntak, Octavianus Masheka, Heryus Saputro, Muhammad Ibrahim Ilyas, Guntoro Sulung, Nanang R Supriyatin, 

Dyah Kencono Puspito Dewi, Sam Mukhtar Chaniago, Wahyu Toveng, Marlin Dinamikanto, Uki Bayu Sejati, Herman Syahara, dan masih banyak lagi.

Acara diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ini merupakan hasil kerjasama ‘bareng’  antara Komunitas Sastra Koloni Seniman Ngopi Semeja dengan Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISi).

” Saya sukacita bisa hadir acara sastra koloni ke-12 ini.Bersastra ria, suprise untuk kegiatan budaya yang sangat dahsyat ini.Kita bantu dan support  gerakan sastra sederhana ini.Bagi saya Abang Syarifuddin Arifin bukan orang baru.Sejak usia remaja di Kota Padang atau persisnya di Taman Budaya Padang saya sdh kenal.Acara peluncuran buku antologi puisi ini kupersembahkan kepadamu Abang Syarifuddin,” ucap Moktavianus Masheka, Ketua TISI dengan suara lirih.

Sedangkan Jimmy S

Johansyah dari Koloni Seniman Ngopi Semeja mengemukakan kami punya motto sederhana bahwa gerakan sederhana ini untuk.mencapai esensi, tidak untuk mencapai sensasional.

“Acara digelar apa adanya, pakai gerobak dan alat pengeras suara yang juga sederhana di tengah hiruk pikuk arus lalu lintas dan tempat anak-anak bermain.Ini forum kecil ngobrol dan ngopi semeja dua kali sebulan

Syarifuddin Arifin datang dengan buku antologi puisinya dan kita inisiasi untuk diluncurkan di kolong jembatan layang ini,” pungkasnya. (**)

Kontributor :  Lasman Simanjuntak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Pati-Segenap mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diadakan di Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jaken, Pati. Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Mendukung Program Kementerian Pertanian”. Rabu (6/11/24) Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Bapak Agus Hasbianto, selaku Kepala BSIP, menjelaskan […]

  • Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

    CLUWAK-IPNU-IPPNU Ranting Sumur, Cluwak sambut Tahun Baru dengan tahlil dan diba’an. Banyak cara positif yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut Tahun Baru 1441 H. Salah satunya  yang dilakukan Pengurus Ranting IPNU IPPNU desa Sumur, tersebut. Para pengurus IPNU/IPPNU sedang melakukan mahalul qiyam dalam acara tahlil dan diba’an bersama untuk menyambut tahun baru hujriyah  Acara […]

  • Chandra Apresiasi Kontribusi Nyata LAZISNU PCNU

    Chandra Apresiasi Kontribusi Nyata LAZISNU PCNU

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.789
    • 0Komentar

    PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kontribusi nyata LAZISNU PCNU Kabupaten Pati dalam menangani persoalan sosial dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan dana masyarakat yang transparan dan akuntabel. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Laporan Semester 1 LAZISNU PCNU Kabupaten Pati di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Minggu (9/8/2026). Chandra mengatakan, sinergi LAZISNU […]

  • MWC NU Gelar Acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC

    MWC NU Gelar Acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Margoyoso-Pati, 26/10/2022MWC NU Margoyoso menggelar rangkaian acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC di Masjid Ipmafa desa Purworejo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati pada hari Rabu (26/10/2022). Turut hadir Camat Kecamatan Margoyoso, Kapolsek Margoyoso, Danramil Margoyoso. Disamping itu hadir Ketua Tangidziyah MWC NU Margoyoso, Bapak KH. Samu’in Wage, Bapak KH. Suhaili Ya’kub, pengurus […]

  • Birrul Walidain dan Birrul Aulad

    Birrul Walidain dan Birrul Aulad

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

      الحمد لله رب العالمين، الذي يُحمَد على أنه الغنيّ الحميد، إذ له مَحْمدةٌ على كل ما سواه، الغني الكامل غِناه، العالي قبل أن يخلق سَماه، على أن من حكمته خلَقَ الخلق ليعرّفهم على جلاله وجماله وكماله، على مراتبٍ روحية ومراتبٍ عقلية بعموميةٍ وخصوصيةٍ أزلية. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له […]

  • PCNU - PATI Photo by Alwi Hafizh A.

    Pesona Selebgram

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Perjalanan selama tujuh jam cukup membuat punggung dan pantat Farhan pegal. Untung Agus adalah supir handal dan berpengalaman, jadi mereka bisa tiba tepat waktu tanpa bingung bertanya kesana kemari. Agus sudah selalu kontak dengan Liasion Officer yang disediakan khusus untuk Farhan selama perjalanan. Juga ketika mereka sampai di gapura bertulisan “Selamat datang di Wonosobo Asri.” […]

expand_less