Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
  • visibility 626
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Depok, Senin 4/9/2023,-  Puisi yang ditulis oleh Syarifuddin Arifin dalam buku antologi puisi tunggal ke-6 berjudul “Iga, Rindu Tanah Plasenta” sebagai puisi-puisi  romantik atau romantisme.

” Penyair belajar sejarah, romantik ‘kan sejarah, enggak dicari-cari atau terserok kemana-mana,” ujar Prof.Dr.Wahyu Wibowo kepada penulis usai mengikuti perbincangan diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ke-6 karya Penyair Syarifuddin Arifin berjudul ” Iga, Rindu Tanah Plasenta” di kolong jembatan layang (flyover) Jln.Arief Rahman Hakim, Depok Baru,Jawa Barat, Minggu sore (3/9/2023).

Dikatakannya lagi, dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal penyair romantik Angkatan Pujangga Lama seperti Amir Hamzah, Sanusi Pane, atau Sutan Takdir Alisjahbana.

” Kembali saja ke sejarah.Buku antologi puisi karya Syarifuddin Arifin ini meskipun tema bervariasi, tetapi lebih banyak kepada romantik.Dalam seni lukis romantik itu dikenal juga karya pelukis Raden Saleh atau Affandi.Teruskan gaya anda ini,” pesan Prof.Dr.Wahyu Wibowo yang hadir sebagai pembanding dalam peluncuran buku antologi puisi tersebut.

Sementara Arief Joko Wicaksono sebagai pemantik- atas pertanyaan Sam Mukhtar Chaniago-  buku antologi 70 puisi ini sebetulnya temanya arah kemana, apa hanya satu tema.

” Keberagaman tema.Sebab sebuah buku antologi puisi tunggal tidak dibatasi dengan tema-tema tertentu terutama kiprah penyair dalam bersastra.Buku puisi antologi tunggal bertema apa saja, tak perlu dibatasi, enggak ada batas,” tegasnya.

Menurut Arief Joko Wicaksono, dalam buku kumpulan puisi “Iga, Rindu Tanah Plasenta” karya Syarifuddin Arifin ini kreatifitas selalu mencari.

“Merambah ke wilayah-wilayah baru, majas dan diksi harus mencari hal-hal segar dari pendahulunya,” katanya lagi seraya memberikan sedikit rekam jejak Syarufuddin Arifin pada sekitar tahun 1980 aktif sebagai anggota “Bengkel Sastra Ibukota” bersama Prof.Dr.Wahyu Wibowo dan juga dikenal sebagai penyair tingkat ASEAN.

Sebelum tanya jawab dengan peserta-sebagian adalah para penyair yang sudah dikenal-  moderator Jimmy S Johansyah mengatakan pembanding Prof.Dr.Wahyu Wibowo dalam hal ini mencoba  untuk ‘spesifikasi’ bahwa buku antologi puisi tunggal karya Syarifuddin Arifin  sebagai abad romantisme.

Dalam buku ini secara garis besar menurut Mas Wahyu Wibowo , Syarifuddin Arifin menulis puisi romantik dengan beberapa faktor pengaitnya.Apa itu persoalan emosi, imaji, atau intuisi.Juga sempat disinggung penyair-penyair angkatan lama.seperti Amir Hamzah, Sanusi Pane, dan Sutan Takdir Alisjahbana.

” Saya sendiri tidak tahu apa tanda yang ingin disampaikan oleh Mas Wahyu Wibowo khususnya kepada kita semua tentang pandangan tersebut.

Saya coba lemparkan ke para peserta forum diskusi ini.Terserah apa ada yang ingin menampik, menambahkan ataupun akan setuju kepada pendapat pemantik dan pembanding ini,” ucap Jimmy S.Johansyah.

Syarifuddin Arifin penulis buku antologi puisi ” Iga, Rindu Tanah Plasenta” dalam wawancara dengan penulis di kolong flyover, Minggu malam (3/9/2023) mengatakan sangat mengapresiasi acara sastra sederhana di sebuah kolong jembatan layang (flyover) Jln.Arief Rahman Hakim, Depok Baru, Jawa Barat.

” Bagus, saya apresiasi acara di kolong flyover ini.Sangat apresiatif, karena seniman atau anak-anak muda satu bulan sekali bisa tampilkan pentas seni, apalagi hari ini ada diskusi yang menghadirkan seorang profesor ahli sastra,” ucap Uda If ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemko Depok bida cepat tanggap melihat kegiatan kesenian ini.Maksud saya harus mendapat perhatian khusus dari Pemko Depok karena nantinya tempat ini bisa jadi salah satu pusat sentral kesenian di Indonesia, apalagi kawan-kawan seniman dan penyair dari Taman Ismail Marzuki akan datang ke sini,” kata mantan wartawan Harian Umum ANALISA (Medan) dan Harian Umum PELITA (Jakarta) yang baru sembuh dari sakit ini.

“Penampilan baca puisi teman-teman penyair sangat beragam.Ada yang baca puisi dengan vokal keras, tinggi, atau melankolis sesuai dengan tuntutan.Secara kualitas baca puisi sangat baik,” tambahnya.

Puluhan Penyair Baca Puisi

Peluncuran buku antologi puisi “Iga, Rindu Plasenta” karya Syarifuddin Arifin di kolong jembatan layang (flyover) Depok Baru- sebagai “base camp” Komunitas Sastra Koloni Seniman Ngopi Semeja ini- juga disemarakkan dengan baca puisi sejumlah seniman dan penyair seperti Remmy Novaris DM, Sihar Ramses Simatupang, Fanny Jonathans P, Boyke Sulaiman, Widodo Arumdono, Logo Situmorang, Tatan Daniel, Pulo Lasman Simanjuntak, Octavianus Masheka, Heryus Saputro, Muhammad Ibrahim Ilyas, Guntoro Sulung, Nanang R Supriyatin, 

Dyah Kencono Puspito Dewi, Sam Mukhtar Chaniago, Wahyu Toveng, Marlin Dinamikanto, Uki Bayu Sejati, Herman Syahara, dan masih banyak lagi.

Acara diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ini merupakan hasil kerjasama ‘bareng’  antara Komunitas Sastra Koloni Seniman Ngopi Semeja dengan Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISi).

” Saya sukacita bisa hadir acara sastra koloni ke-12 ini.Bersastra ria, suprise untuk kegiatan budaya yang sangat dahsyat ini.Kita bantu dan support  gerakan sastra sederhana ini.Bagi saya Abang Syarifuddin Arifin bukan orang baru.Sejak usia remaja di Kota Padang atau persisnya di Taman Budaya Padang saya sdh kenal.Acara peluncuran buku antologi puisi ini kupersembahkan kepadamu Abang Syarifuddin,” ucap Moktavianus Masheka, Ketua TISI dengan suara lirih.

Sedangkan Jimmy S

Johansyah dari Koloni Seniman Ngopi Semeja mengemukakan kami punya motto sederhana bahwa gerakan sederhana ini untuk.mencapai esensi, tidak untuk mencapai sensasional.

“Acara digelar apa adanya, pakai gerobak dan alat pengeras suara yang juga sederhana di tengah hiruk pikuk arus lalu lintas dan tempat anak-anak bermain.Ini forum kecil ngobrol dan ngopi semeja dua kali sebulan

Syarifuddin Arifin datang dengan buku antologi puisinya dan kita inisiasi untuk diluncurkan di kolong jembatan layang ini,” pungkasnya. (**)

Kontributor :  Lasman Simanjuntak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Resiko Menikah Dini

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu kota Pati dihebohkan dengan berita viral bayi hilang. Selang dua hari berikutnya, terungkap fakta bahwa bayi tersebut dibunuh dan dibuang oleh ayahnya sendiri. Mengutip dari banyak media, motif sang ayah adalah karena merasa kesal dengan tangisan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ayah dari anak ini […]

  • PCNU-PATI

    RMI Pati Berangkatkan 95 Santri Lirboyo Kembali ke Pondok Pesantren

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id- PATI – Himpunan Santri Lirboyo (HIMASAL) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati mengawal santri Lirboyo kembali ke pondok pesantren, Minggu (7/5). Pemberangkatan santri dipimpin oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang diwakili oleh Jamal Makmur. Ketua RMI PCNU Kabupaten Pati Liwa’udin mengatakan, pengawalan pemberangkatan santri Lirboyo rutin dilakukan setiap tahunnya. […]

  • PCNU-PATI Photo by Hunter So

    Ramadan Bagaikan Samudra Mutiara

    • calendar_month Sab, 1 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183) Ramadan sebagaimana kita pahami adalah bulan yang penuh mulia, berkah, rahmat, maghfiroh, dan penuh ampunan. Ramadan juga merupakan bulan di mana aneka ragam kebesaran bersemayam. Dan Ramadan pun dapat diartikan sebagai cakrawala […]

  • NU dan Pemkab Pati,Lakukan Safari Ramadhan

    NU dan Pemkab Pati,Lakukan Safari Ramadhan

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Pati.  Bertempat Masjid Sirojul Anam Pasucen Trangkil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Kabupaten beserta SKPD nya mengadakan Tarling bersama, Jumat 10 Juni 2016 kemarin. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang di adakan oleh PCNU dengan Pemerintah kabupaten untuk Tarling (Tarawih Keliling) bersama di setiap kecamatan kabupaten Pati. “Melalui safari Ramadhan ini, kita bisa mempererat […]

  • PCNU - PATI

    Kimia Kebahagiaan

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Dalam filsafat Islam, tujuan tertinggi perjuangan manusia adalah kebahagiaan, iaitu transformasi manusia kepada pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Ini akan menghasilkan kebahagiaan tertinggi. Ini yang diajarkan oleh Imam Al Ghazali [1-3]. Kebahagiaan yang tertinggi akan didapat jika manusia menuju pada sifat-sifat malaikat melalui peningkatan pengetahuan akan Tuhan. Untuk sampai pada ini, manusia mesti mengetahui dirinya (knowing […]

  • Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Darul Hadlanah mengadakan bedah buku rutin setiap tiga bulan sekali, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan daya kritis para santrinya dan  menumbuhkan minat baca para santri,  bertempat di aula, pada Senin, 7/8 kemarin Bedah buku yang berjudul Zero To Hero dengan tema Mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa” ini menjelasakan bahwa menjadi orang pintar, […]

expand_less