Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
  • visibility 243
  • comment 0 komentar

PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up).

Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat desa, telah dirancang sejak awal. Hanya saja pada prakteknya masih banyak Pemgurus Ranting NU yang belum menjalankan tugasnya secara maksimal atau bahkan belum terbentuk kepengurusannya.

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati

Fakta ini tentunya sangat merepotkan untuk penyaluran informasi seputar agenda-agenda Ke-NU-an. Hingga tak jarang, pengurus MWC-NU (kecamatan) bahkan PCNU (kabupaten) harus turun langsung ke tingkat desa untuk menyambung silaturrahim dengan warga nahdliyyin yang berada pada akar rumput.

Di Pati sendiri, dari total 21 MWC, terdapat 410 Ramting NU. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 340 ranting yang belum aktif.

“Ranting-ranting yang belum aktif biasanya dihandle oleg pengurus MWC” ungkap K. Yusuf Hasyim, S.Ag., M.Si. Ketua PCNU Pati.

Ajak Kader Penggerak NU

Untuk merespon keadaan ini, diperlukan kesadaran banyak pihak. PCNU sendiri selalu mencoba untuk memberikan dorongan kepada para pengurus MWC untuk membentuk Pengurus Ranting NU demi mempermudah kinerja sekaligus mempererat tali silaturrahim pengurus NU dengan warga Nahdliyyin.

“Kita tau bahwa warga NU banyak yang berada di desa. Oleh sebab itu, fungsi ranting memiliki arti penting dalam rangka koordinasi dan konsolidasi” lanjut K. Yusuf.

Bukan hanya memberi dorongan kepada pengurus MWC, PCNU juga senantiasa mendorong para kader penggerak NU untuk turut serta berperan aktif dalam pembentukan pengurus ranting. Hal ini sangat beralasan, sebab kader penggerak NU lah yang diharapkan mampu memegang estafet kepengurusan NU di masa mendatang.

Dengan memberdayakan kader penggerak NU, diharapkan mereka terlatih secara mental untuk berjuang di NU. Demikian ungkapan K. Yusuf kepada pcnupati.or.id.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual. Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas. Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika […]

  • 63 Orang Dilantik sebagai Panwascam, Salah Satunya Sekretaris PCNU

    63 Orang Dilantik sebagai Panwascam, Salah Satunya Sekretaris PCNU

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Badan Pengawas Pemilu baru saja melaksanakan Pelantikan dan Pembekalan Anggota Panwaslu Kecamatan Pemilu Serentak 2024. Kegiatan ini dilangsungkan pada Jum’at (28/10) pukul 08.00 s.d 17.00 di Hotel New Merdeka Pati. Total, ada 63 Panwascam yang dilantik pada hari itu. Proses seleksi untuk menyaring ke enam puluh tiga nama tersebut berlangsung cukup ketat. Sedikitnya, […]

  • PCNU - PATI

    Sayangkan Wacana Kebijakan Peremajaan Usia

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ketua PAC IPNU Dukuhseti M. Lailun Najih tak mempermasalahkan, jika IPNU IPPNU fokus mengembangkan kaderisasi di sekolah. Namun, ia menyayangkan terkait wacana kebijakan peremajaan usia. Sehingga, membuat kader yang berusia mahasiswa kehilangan ruang di IPNU IPPNU, akibat kebijakan pemangkasan usia tersebut. “Saya sangat menyayangkan isu tersebut, sekarang lihat saja kader-kader senior yang sudah […]

  • Supervisor KemenSos RI Lakukan Visitasi Akreditasi di LKSA Darul Hadlanah

    Supervisor KemenSos RI Lakukan Visitasi Akreditasi di LKSA Darul Hadlanah

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Pati – Supervisor dari jakarta, yaitu Bapak Harimurtejo disambut oleh sejumlah pengurus LKSA Darul Hadlanah YKM NU Pati dalam rangka pelaksanaan visitasi akreditasi LKSA. Kehadiran supervisor tersebut merupakan tindak lanjut dari pengajuan akreditasi yang telah diajukan empat bulan lalu. Kedatangannya didampingi oleh ketua forum Kudus dan ketua forum Pati.Visitasi ini merupakan tahap kedua setelah visitasi […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

    Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

                                                      KH. Abdullah Zain Salam  KH Abdullah Zain Salam dikenal dengan panggilan Mbah Dullah Salam memiliki teladan-teladan yang mulia. Mulai dari kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan, memiliki kebiasaan mengembara demi mencari ilmu pengetahuan, dan keteladanan lain. Penulis buku ‘Keteladanan […]

expand_less