Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
  • visibility 248
  • comment 0 komentar

PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up).

Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat desa, telah dirancang sejak awal. Hanya saja pada prakteknya masih banyak Pemgurus Ranting NU yang belum menjalankan tugasnya secara maksimal atau bahkan belum terbentuk kepengurusannya.

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati

Fakta ini tentunya sangat merepotkan untuk penyaluran informasi seputar agenda-agenda Ke-NU-an. Hingga tak jarang, pengurus MWC-NU (kecamatan) bahkan PCNU (kabupaten) harus turun langsung ke tingkat desa untuk menyambung silaturrahim dengan warga nahdliyyin yang berada pada akar rumput.

Di Pati sendiri, dari total 21 MWC, terdapat 410 Ramting NU. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 340 ranting yang belum aktif.

“Ranting-ranting yang belum aktif biasanya dihandle oleg pengurus MWC” ungkap K. Yusuf Hasyim, S.Ag., M.Si. Ketua PCNU Pati.

Ajak Kader Penggerak NU

Untuk merespon keadaan ini, diperlukan kesadaran banyak pihak. PCNU sendiri selalu mencoba untuk memberikan dorongan kepada para pengurus MWC untuk membentuk Pengurus Ranting NU demi mempermudah kinerja sekaligus mempererat tali silaturrahim pengurus NU dengan warga Nahdliyyin.

“Kita tau bahwa warga NU banyak yang berada di desa. Oleh sebab itu, fungsi ranting memiliki arti penting dalam rangka koordinasi dan konsolidasi” lanjut K. Yusuf.

Bukan hanya memberi dorongan kepada pengurus MWC, PCNU juga senantiasa mendorong para kader penggerak NU untuk turut serta berperan aktif dalam pembentukan pengurus ranting. Hal ini sangat beralasan, sebab kader penggerak NU lah yang diharapkan mampu memegang estafet kepengurusan NU di masa mendatang.

Dengan memberdayakan kader penggerak NU, diharapkan mereka terlatih secara mental untuk berjuang di NU. Demikian ungkapan K. Yusuf kepada pcnupati.or.id.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saifullah Kembali Pimpin MWC NU Gabus

    Saifullah Kembali Pimpin MWC NU Gabus

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jumat malam 15 Januari 2016, kemarin. Bertempat di Masjid Al-Iman desa Plumbungan Kecamatan Gabus, berlangsung acara pelantikan Pengurus MWC NU Gabus sekaligus maudhoh khasanah dari KH. M Aniq Muhammadun Rois Syuriah PCNU Pati.             “Setelah pelantikan ini, saya sebagai ketua akan berusaha membawa MWC NU menjadi lebih baik dari periode sebelumnya, meskipun periode sebelumnya saya […]

  • Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan. Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa […]

  • Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda. “Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam […]

  • INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.647
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dan Memorandum of Agreement (MoA) atau Nota Kesepakatan dengan Global Interfaith University (GIU) USA serta delapan perguruan tinggi mitra nasional, yaitu AKPER Alkautsar Temanggung, UNUGHA Cilacap, STAI Wali Sembilan Semarang, UNDARIS Semarang, IIM Surakarta, STITMA Yogyakarta, […]

  • Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Semarang – Dalam rangka menyambung Musyawarah Darah (Musda) II, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Pra Musda yang digelar pada Rabu malam (23/10/2024) secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan Pra Musda II ini diawali dengan pembukaan, tahlil, lagu Indonesia Raya dan Hime Pramuka, dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara Pra Musda […]

  • Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender - PCNU PATI

    Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam […]

expand_less