Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PAC IPNU IPPNU Dukuhseti: Wujudkan Generasi Progesif dalam RAPIMANCAB I

PAC IPNU IPPNU Dukuhseti: Wujudkan Generasi Progesif dalam RAPIMANCAB I

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 292
  • comment 0 komentar

 

DUKUHSETI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhseti menggelar acara Rapat Pimpinan Anak Cabang (RAPIMANCAB) I di Aula Kecamatan Dukuhseti pada Jum’at (25/3).

 

Acara ini turut dihadiri oleh  Imam Rifa’i, S.STP.MM selaku Camat Dukuhseti, para pengurus PAC, Ketua Pimpinan Ranting (PR), Ketua Pimpinan Anak Ranting (PAR), dan Ketua Komisariat (PK) se-Kecamatan Dukuhseti. 

 

Dalam kesempatan ini, Pimpinan Anak Cabang menyampaikan kebijakan dari masing-masing departemen yang ditujukan kepada seluruh Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Ranting (PAR) dan Pimpinan komisariat (PK).

 

M. Lailun Najih, Ketua PAC IPNU Dukuhseti menyampaikan bahwa kegiatan RAPIMANCAB I ini merupakan ajang penentuan kebijakan sebagai pedoman program kerja yang dijalankan sekaligus sebagai evaluasi dari beberapa kegiatan sebelumnya. Peningkatan kinerja kader dalam mencapai target maksimal program.

 

“Setelah RAPIMANCAB I ini nanti, kedepannya bisa menjadi roda organisasi yang lebih baik. Saya berharap semua Pimpinan Ranting maupun Anak Ranting dapat melaksanakan program kerja dan pengelolaan administrasi yang baik,” jelas rekan Najih.

 

Lebih lanjut, dalam acara itu rekan Najih juga menjelaskan kebijakan-kebijakan baru yang kemudian diterapkan di setiap Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Ranting (PAR) dan juga Pimpinan komisariat (PK). 

 

“Banyak ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan dalam berkegiatan. Misalnya, dalam mengajukan Surat Permohonan kepada PAC maupun PC,” ujarnya.

 

Sementara itu  Imam Rifa’i, dalam sambutannya mengatakan, bahwa manfaat ikut organisasi itu sangat banyak. Menurutnya, ikut organisasi dapat menjadi bekal untuk aktif berperan di masyarakat.

 

“Ingat pesan saya! Dalam berorganisasi ingat tiga hal ini : Organisasi itu akan terkelola dengan baik jika administrasinya tersusun rapi. Organisasi akan berhasil jika pemimpinnya baik. Kepemimpinan baik jika cermat dalam mengambil keputusan. Saya sangat mengapresiasi dan turut bangga kepada seluruh Pimpinan Ranting/Pimpinan Anak Ranting IPNU IPPNU se-Kecamatan Dukuhseti,” katanya.(iam)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KH. Sahal Mahfudh, ulama karismatik asal Kajen Pati ini pada akhir tahun 80an pernah menulis sebuah makalah yang dengan eksplisit menunjuk pesantren sebagai tempat membina (mengajar dan mendidik) para santri agar peduli terhadap lingkungan. Kiai Sahal optimis pesantren dapat melakukan pembinaan lingkungan hidup agar tidak menyulitkan generasi masa depan. Saat ini, bencana alam yang melanda […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • KH. MUSLIH, KEMBALI MEMIMPIN MWC.NU MARGOYOSO

    KH. MUSLIH, KEMBALI MEMIMPIN MWC.NU MARGOYOSO

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2014
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pcnupati.online. Konferensi MWC NU Kec. Margoyoso Kab. Pati periode 2008-2013 baru saja dilaksanakan Hari Jum’at, 21 Nopember 2014 bertempat di Pondok Pesantren Darunnajah Margoyoso Pati. Acara konferensi MWC NU Margoyoso yang rencana awalnya akan dilaksanakan di Gedung MWC.NU Margoyoso yang baru jadi, tetapi mengingat masih terbatasnya fasilitas, maka dipindahkan ke pondok pesantren Darunnajah (Rumah KH. […]

  • MI Tarbiyatul Banin Winong Raih 43 Medali Nasional

    MI Tarbiyatul Banin Winong Raih 43 Medali Nasional

    • calendar_month Sab, 4 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Kabar prestasi kembali datang dari Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati ini. Kali ini tidak tangung-tanggung dalam satu even berhasil memboyong 43 medali beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 27 Nopember 2021 dalam ajang Olimpiade Sains dan PAI Nasional (OSPN) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Edupreneur Global Indonesia. “Pertama tentu Alhamdulillah atas karunia Allah ini. […]

  • KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan musyawarah pengurus MWC NU Gembong untuk menentukan pengisian jabatan beberapa pengurus yang wafat dalam masa jabatan GEMBONG – Sejumlah ulama Kecamatan Gembong berkumpul di Aula MTs Al Ma’arif Gembong, Jumat (8/10) siang. Mereka adalah jajaran Syuriyah dan pengurus harian MWC NU Kecamatan Gembong.  Para kiai tersebut sedang bermusyawarah untuk mengisi posisi kepengurusan NU […]

  • Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung […]

expand_less