Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
  • visibility 405
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA

PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. 

Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya para ulama NU yang terlibat langsung dalam konfrontasi melawan penjajah. 
“Ulama’ NU banyak yang ikut berjuang, mencurahkan fisik, harta dan pemikirannya,” ungkap K. Yusuf dalam Seminar Daring KKN Gembira IPMAFA beberapa waktu lalu. 
Bahkan, dirinya menambahkan, tanpa ulama NU, mungkin Indonesia belum merdeka hingga saat ini. Dalam forum tersebut, ia banyak bercerita tentang pengaruh-pengaruh NU dalam menyongsong kemerdekaan hingga paska merdeka. 
“Dulu waktu perumusan dasar negara, sempat terjadi perdebatan tentang sila pertama, Ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya,” tuturnya. 
Lanjut K. Yusuf, para tokoh nasionalis sekuler di dukung non islam bersikukuh menghilangkan unsur-unsur islam dengan menghapus tujuh kata terakhir dalam sila tersebut. Sementara beberapa tokoh muslim enggan mencopot unsur islam, sebab menurut mereka, bagaimanapun islam adalah mayoritas. 
Pada saat para pendiri bangsa terlibat adu argumen sengit, KH. Wahid Hasyim hadir dengan intelektualitasnya. Akhirnya, berkat pengetahuan luas yang dimiliki oleh putra KH. Hasyim asy’ari ini, semua sepakat agar tujuh kata tersebut dihapuskan. Pastinya, ayah dari Gus Dur tersebut punya argumen luar biasa sehingga para tokoh islam fundamentalis berkenan untuk serujuk.
“Itu satu bagian kecil yang memperlihatkan jasa ulama NU terhadap kemerdekaan,” lanjut K. Yusuf. 

Berfikir Progresif

Pada sesi tanya jawab, seorang jama’ah online, pemilik akun Sulisalika mengirimkan pertanyaan yang cukup masuk akal. Ia heran mengapa para ulama rela berkorban sedalam itu. 
Pertanyaan ini langsung dijawab oleh K. Yusuf dengan jawaban yang cukup menohok. Menurutnya, kerelaan ummat islam untuk menghapus tujuh kata dalam sila pertama Pancasila merupakan buah pemikiran progresif khususnya oleh KH. Wahid Hasyim. 
“Saat itu sangat mungkin untuk mendirikan negara berasas islam. Namun para tokoh islam akhirnya mengikhlaskan karena mereka berfikir panjang di masa mendatang, bukan hanya saat itu saja,” jelasnya. 
K. Yusuf Hasyim memperkirakan seandainya tujuh kata tersebut dipertahankan, maka konflik horizontal pasti akan terjadi di kemudian hari. Dampaknya, lanjutnya, perpecahan tidak akan terelakkan. 
“Indonesia ini banyak suku bangsa dan agama. Jika ulama bersikukuh mendirikan negara islam, bisa dipastikan daerah-daerah yang mayoritas non muslim akan melepaskan diri dari Indonesia. Lagi pula tidak satupun sila dalam Pancasila berseberangan dengan naskah agama islam,” lanjutnya. 
Pada akhir diskusi, K. Yusuf menutup obrolan dengan kata-kata yang cukup manis dan sangat argumentatif untuk tetap menjaga nasionalisme yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
“Kita harus menempatkan nasionalisme dan ajaran islam secara sinergi. Tidak harus selalu mengedepankan label atau simbol-simbol islam. Yang terpenting nilai-nilai islam secara substantif bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya tegas.(karim/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Jika melihat berdirinya NU dari segi sisi ekonomi yaitu bisa dilihat dari lahirnya Nahdatut tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) pada tahun 1918. Gagasan ini berawal dari kecerdasan seorang KH. Wahab Chasbulah karena melihat NU akan bisa maju dan mempunyai kemandirian Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi. Masing-masing bergerak dalam bidang yang berbeda, Nahdlatut Tujjar pada […]

  • Lagi, Pelajar NU Giatkan Pelatihan Public Speaking

    Lagi, Pelajar NU Giatkan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Salah satu sesi pelatihan Public Speaking yang diadakan oleh Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Kadilangu, Trangkil TRANGKIL – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Kadilangu menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking di Aula Madrasah Diniyah Mansyaul Ulum pada Jum’at (17/12). Kegiatan dimulai pada pukul 18.30 WIB.  Setidaknya ada 18 peserta dari anggota IPNU IPPNU Desa Kadilangu yang mengikuti agenda ini. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan: Feels Like Home

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.216
    • 0Komentar

    Ramadan: Feels Like Hom ‎Oleh Hamidulloh Ibda   Saya kirim pesan WhatsApp ke Mas Egi (Virgiawan Listanto) pada Senin 23 Februari 2026. Mas Egi adalah Ketua Panitia Ramadan: Feels Like Home 1447 / 2026 Masjid Baitul Mujahid. Saya tanya”Ramadan Feels Like Home sing menggagas siapa?” Dia menjawab “Saya mas, bagaimana?”   Begini jawaban lengkapnya: Dalam […]

  • WA dan Saluran Menuju Tuhan. Photo by Christian Wiediger on Unsplash.

    WA dan Saluran Menuju Tuhan

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Selasa (25/10) kemarin, sejak pukul 14.00, jejaring sosial WhatsApp atau WA seperti tak bernyawa selama beberapa jam. Khalayak warga WA pun bersedih hati. Kesedihan ini tentu bukan tanpa alasan. Ketergantungan manusia Indonesia terhadap aplikasi ini memang begitu besar. menurut Bussiness of Apps, Pengguna WA di negara +62 mencapai 112 juta kepala. […]

  • Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Apakah kau ingat film The Ten Commandments?”             “Tentu aku ingat. Ada adegan ketika Musa—yang diperankan Charlton Heston—mengangkat tongkatnya, lalu air laut pun terbelah, dan bangsa Israel bisa menyeberang,” ujarnya.             “Padahal di Alkitab tidak demikian,” kata teman saya. “Di Alkitab, Allah berkata kepada Musa, ‘Berbicaralah kepada bangsa Israel dan […]

  • PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

    PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    PCNU Pati Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati masa khidmat 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di pendapa kabupaten, Ahad (27/10/2024) pagi. Sebagai informasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan KH. Yusuf Hasyim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, serta KH. Minanurrohman sebagai Rois Syuriyahnya. “Kami memohon doa restu dan dukungan […]

expand_less