Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
  • visibility 587
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA

PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. 

Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya para ulama NU yang terlibat langsung dalam konfrontasi melawan penjajah. 
“Ulama’ NU banyak yang ikut berjuang, mencurahkan fisik, harta dan pemikirannya,” ungkap K. Yusuf dalam Seminar Daring KKN Gembira IPMAFA beberapa waktu lalu. 
Bahkan, dirinya menambahkan, tanpa ulama NU, mungkin Indonesia belum merdeka hingga saat ini. Dalam forum tersebut, ia banyak bercerita tentang pengaruh-pengaruh NU dalam menyongsong kemerdekaan hingga paska merdeka. 
“Dulu waktu perumusan dasar negara, sempat terjadi perdebatan tentang sila pertama, Ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya,” tuturnya. 
Lanjut K. Yusuf, para tokoh nasionalis sekuler di dukung non islam bersikukuh menghilangkan unsur-unsur islam dengan menghapus tujuh kata terakhir dalam sila tersebut. Sementara beberapa tokoh muslim enggan mencopot unsur islam, sebab menurut mereka, bagaimanapun islam adalah mayoritas. 
Pada saat para pendiri bangsa terlibat adu argumen sengit, KH. Wahid Hasyim hadir dengan intelektualitasnya. Akhirnya, berkat pengetahuan luas yang dimiliki oleh putra KH. Hasyim asy’ari ini, semua sepakat agar tujuh kata tersebut dihapuskan. Pastinya, ayah dari Gus Dur tersebut punya argumen luar biasa sehingga para tokoh islam fundamentalis berkenan untuk serujuk.
“Itu satu bagian kecil yang memperlihatkan jasa ulama NU terhadap kemerdekaan,” lanjut K. Yusuf. 

Berfikir Progresif

Pada sesi tanya jawab, seorang jama’ah online, pemilik akun Sulisalika mengirimkan pertanyaan yang cukup masuk akal. Ia heran mengapa para ulama rela berkorban sedalam itu. 
Pertanyaan ini langsung dijawab oleh K. Yusuf dengan jawaban yang cukup menohok. Menurutnya, kerelaan ummat islam untuk menghapus tujuh kata dalam sila pertama Pancasila merupakan buah pemikiran progresif khususnya oleh KH. Wahid Hasyim. 
“Saat itu sangat mungkin untuk mendirikan negara berasas islam. Namun para tokoh islam akhirnya mengikhlaskan karena mereka berfikir panjang di masa mendatang, bukan hanya saat itu saja,” jelasnya. 
K. Yusuf Hasyim memperkirakan seandainya tujuh kata tersebut dipertahankan, maka konflik horizontal pasti akan terjadi di kemudian hari. Dampaknya, lanjutnya, perpecahan tidak akan terelakkan. 
“Indonesia ini banyak suku bangsa dan agama. Jika ulama bersikukuh mendirikan negara islam, bisa dipastikan daerah-daerah yang mayoritas non muslim akan melepaskan diri dari Indonesia. Lagi pula tidak satupun sila dalam Pancasila berseberangan dengan naskah agama islam,” lanjutnya. 
Pada akhir diskusi, K. Yusuf menutup obrolan dengan kata-kata yang cukup manis dan sangat argumentatif untuk tetap menjaga nasionalisme yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
“Kita harus menempatkan nasionalisme dan ajaran islam secara sinergi. Tidak harus selalu mengedepankan label atau simbol-simbol islam. Yang terpenting nilai-nilai islam secara substantif bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya tegas.(karim/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by Pexels

    Perayaan Ulang Tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Dikalangan masyarakat umum (awam), bila bertetapan dengan hari kelahirannya, biasanya diadakan perayaan hari ulang tahun, acaranya pun digelar semeriah mungkin, mulai acara potong tumpeng, ucapan selamat, musik-musikan dan lain-lain. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya merayakan hari ulang tahun sebagaimana yang terjadi selama ini ? Jawaban : Hukumnya bid’ah hasanah, apabila terdapat umûrun hasanatun. Referensi : Mukhtashor […]

  • PCNU-PATI Photo by Ferhat Deniz Fors

    Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Oleh :  Muhammad Rofiq Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara […]

  • Bulan Depan PCNU Pati Turba ke Tiap Kawedanan

    Bulan Depan PCNU Pati Turba ke Tiap Kawedanan

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    PATI – Bulan September besok, PCNU Kab. Pati mengagendakan melakukan turba (turun bawah) ke masing-masing MWC NU di Kabupaten Pati. Meski, untuk efektivitas pelaksanaannya, turba tersebut dilakukan per-eks kawedanan. Kepastian pelaksanaan turba pengurus cabang NU Kabupaten Pati ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara PCNU dengan MWC NU se kabupaten Pati, Ahad (25/08) siang kemarin. Wakil […]

  • Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan […]

  • MODAL SOSIAL NU DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI

    MODAL SOSIAL NU DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    OLEH: FAIZ AMINUDDIN* Tidak ada orang jahat, yang ada adalah orang ‘Alim yang tidak mau mengingatkan orang jahat (KH. Musthofa Bisri). Infeksi HIV/AIDS hingga kini masih menjadi masalah sekaligus ancaman global, meskipun setiap negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya penanggulangannya tetapi tampaknya belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mengingat data yang ada justru menunjukkan penyebaran […]

  • PCNU-PATI

    Pj Bupati Pati Ajak Pelajar NU Teladani Rasulullah

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro berkesempatan menjadi pemateri wawasan kebangsaan pada kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Margoyoso, Selasa (27/12/2022). Acara yang berlangsung di SMK Cordova Kecamatan Margoyoso itu diikuti oleh para palajar NU […]

expand_less