Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
  • visibility 841
  • comment 0 komentar

KH Muhammadun Abdul Hadi adalah salah satu kiai di Kajen Pati. Putra dari Mbah Abdul Hadi ini terkenal dengan kecintaannya pada ilmu, tawadu‘, sekaligus aktivis bahtsul masail dan Nahdlatul Ulama. Kiai yang pernah menjabat sebagai hakim Pengadilan Agama ini bahkan diakui Mbah Abdul Hamid Pasuruan sebagai waliyullah yang zahid dan wara‘. Berikut ini ulasan mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi yang dituliskan oleh Dr. Jamal Makmur, MA, salah satu Wakil Ketua PCNU Kab. Pati.

KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen
KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

KH Muhammadun Abdul Hadi lahir di Kajen, Pati, dan wafat di Madinah. Beliau dimakamkan di Baqi’, di samping makam Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Salam. Makam beliau dekat makam Imam Malik bin Anas, guru Imam Syafii.

Selasa, 26 Dzulhijjah 1440 / 27 Agustus 2019 pagi hari, Penulis diberi anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa ziarah di pemakaman Baqi’ dengan tujuan ke makam KH Muhammadun Abdul Hadi dan Imam Malik.

Beliau adalah guru kiai penulis. KH Ahmad Fayumi Munji adalah kiai penulis sejak belajar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen. KH Muhammadun Abdul Hadi adalah guru spesial KH Ahmad Fayumi. Bahkan menurut KH Ismail Fayumi, beliau adalah guru ilman wa ma’isyatan (dalam konteks karir ilmu dan ekonomi).

KH Ahmad Fayumi ngangsu kaweruh (thalabul ilmi) kepada para kiai Kajen, khususnya kepada KH Muhammadun Abdul Hadi yang dikenal dengan ulama ahli fiqh yang zuhud dan wirai.

Beliau adalah putra Mbah Abdul Hadi. Beliau pernah mondok di Kulon Banon sehingga dijodohkan dengan putri kiainya, yaitu Hj. Hamnah binti KH Nawawi.

Hj. Hamnah Nawawi adalah sosok pemimpin perempuan dari rahim pesantren. Beliau muballighah (juru dakwah) dan aktivis Fatayat NU yang aktif memberikan pelatihan kepada ibu-ibu Fatayat. Sebuah lompatan cara berpikir dan bertindak di era yang saat itu masih tradisional.

Beliau pernah mengenyam pendidikan di Tebuireng di bawah asuhan Hadlratussyaikh M. Hasyim Asy’ari. Beliau juga pernah ngaji kepada KH Mahfudh Salam, ayahanda KH MA Sahal Mahfudh.

KH Mahfudh Salam ini merupakan kiai spesial bagi KH Muhammadun Abdul Hadi. Banyak kitab yang dikaji Kiai Muhammadun bersama KH Mahfudh Salam. Salah satunya adalah Jam’ul Jawami’ . Kiai Muhammadun diajak berdebat oleh Kiai Mahfudh tentang kandungan kitab dua jilid ini sehingga hingga belia pernah membaca (muthalaah) kitab ini sampai tuntas dalam satu majlis, dalam satu waktu. Subhanallah.

Cinta Muthalaah Kitab

Cinta ilmu, cinta muthalaah inilah sifat utama KH Muhammadun Abdul Hadi. Muthalaah bukan karena bisa. Muthalaah karena thalabul ilmi karena dalam setiap muthalaah selalu ada ilmu baru yang didapat. Demikian kesan KH Ahmad Nafi’ Abdillah terhadap sosok KH Muhammadun Abdul Hadi.

Selama mengasuh di PP APIK Kajen, Kitab yang dibaca KH Muhammadun Abdul Hadi tergolong kitab yang besar-besar. Seperti Syarah Ibnu Aqil, Kifayatul Akhyar, Ihya’ Ulumiddin, Jam’ul Jawami’, dan lain-lain.

Meskipun sudah tabahhur ilmunya, tapi jadwal mengaji dan muthalaahnya tetap sampai larut malam. Ini karena bagi beliau, aktivitas tersebut sudah layaknya bagian hidup yang tak terpisahkan. Beliau mencintai muthalaah dan mengaji kepada santri.

Tawadlu’

KH Muhammadun Abdul Hadi adalah sosok yang rendah hati. Beliau sebenarnya yang mendapat wasiat dari KH Mahfudh Salam untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) pasca KH Mahfudh Salam.

Namun, KH Muhammadun Abdul Hadi tidak berkenan. Beliau malah menyerahkan estafet kepemimpinan tersebut kepada KH Abdullah Zain Salam. KH Muhammadun siap membantu lahir batin demi suksesnya PIM dengan segenap jiwa dan raga.

Hal ini beliau buktikan sebagai pendamping KH Abdullah Salam dalam mengelola PIM. Bahkan beliau pernah menjabat sebagai Mudir (Direktur) PIM.

Setelah beliau pensiun dari hakim, beliau kembali aktif di PIM, khususnya dalam mengajar guru-guru PIM di pondok APIK.

Menjadi Hakim

KH Muhammadun Abdul Hadi pernah menjalani karir sebagai hakim Pengadilan Agama. Sebuah karir yang tidak dicari, tapi diminta karena kedalaman ilmu dan keluhuran budi. Hakim seperti inilah yang diharapkan bisa memutus perkara dengan adil dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kalau itu, KH Ahmad Fayumi Munji yang meminta KH Muhammadun Abdul Hadi meneruskan karirnya menjadi hakim. Agar ada orang ahli agama dan mampu membaca kitab yang menjadi hakim.

Kredibilitas moral KH Muhammadun Abdul Hadi tidak diragukan dalam konteks profesinya sebagai hakim. Hal inilah yang kemudian diteladani KH Ahmad Fayumi Munji. Sehingga dalam memutus suatu perkara, dapat benar-benar dari hati nurani, bukan karena korupsi dan sejenisnya.

Aktivis Bahtsul Masail

Sebagai seorang faqih-ushuli (pakar fiqih dan ushul fiqh sekaligus), KH Muhammadun tampil sebagai kiai yang vokal. Mampu menyampaikan argumentasi agama dengan jelas dan kokoh.

Dalam Bahtsul Masail, beliau kerap berposisi sebagai moderator (pemimpin) yang menampung pendapat anggota, merumuskan, dan menawarkan kesimpulan. Tentunya juga menetapkan jawaban sesuai ibarat yang shahih berdasarkan pandangan peserta Bahtsul Masail.

KH Abdul Hadi Kurdi berkisah, pada suatu ketika para ulama sibuk berebat dan belum mendapatkan dalil terhadap suatu masalah dalam forum Bahtsul Masail yang diselenggarakan di Kudus. KH Muhammadun akhirnya menyampaikan ; لكل فراش عدة setiap perempuan yang bersuami pasti Punya iddah. Akhirnya masalah selesai dengan dawuh KH Muhammadun tersebut.

Aktivis NU

Sebagai santri KH Mahfudh Salam dan Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari, maka wajar jika KH Muhammadun aktif di Nahdlatul Ulama, khususnya di jajaran syuriyah bersama santri-santri Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, seperti KH A Suyuthi Abdul Qadir Guyangan dan KH Abdullah Zain Salam.

KH Muhammadun Abdul Hadi menempati posisi sebagai Wakil Rais Syuriyah bersama KH Abdullah Salam dengan KH Suyuthi Abdul Qadir sebagai Rais Syuriyah.

Selain itu, kepakaran fiqh KH Muhammadun Abdul Hadi juga menempatkan beliau sebagai A’wan Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Makam KH Muhammadun Abdul Hadi
Penulis saat ziarah ke Makam KH Muhammadun Abdul Hadi di Komplek Pemakaman Baqi’ Madinah

Zahid – Wara’

Dengan kedalaman ilmu fiqhnya, KH Muhammadun Abdul Hadi dikenal sebagai sosok yang zuhud dan wirai. Beliau pernah akan dibonceng seseorang tapi khawatir jika pemilik sepeda motornya tidak ridla akhirya beliau tidak berkenan. Kedalaman ilmu fiqh menjadikan seseorang hati-hati sehingga menghindari hal-hal haram dan syubhat.

Dalam keseharian, waktu beliau habiskan untuk thalabul Ilmi, mengajar, dan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Waktu seperti tidak ada yang sia-sia. Semua waktu bernilai ilmu, ibadah, dan mengajar. Maka wajar jika beliau mendapat anugerah dari Allah sebagai orang alim yang dicintai santri-santrinya.

Waliyullah

Kewalian KH Muhammadun Abdul Hadi diakui KH Abdul Hamid Pasuruan yang dikenal waliyullah. Bersama KH Abdullah Zain Salam, KH Muhammadun Abdul Hadi sering sowan KH Abdullah Hamid Pasuruan.

Status waliyullah ini tidak lepas dari konsistensi KH Muhammadun Abdul Hadi dalam muthalaah kitab, mengajar, berkhidmah di PIM, serta menjalankan amanah dengan baik sebagai hakim. Pun tentunya lantaran mendamarbaktikan ilmunya untuk masyarakat melalui organisasi Nahdlatul Ulama.

Istiqamah memang menjadi amaliah waliyullah. Istiqamah dalam iman dan takwa kepada Allah sampai akhir hayat.

Inspirasi Santri

Cinta muthalaah, cinta bahtsul masail, dan cinta berorganisasi adalah teladan dan Inspirasi KH Muhammadun Abdul Hadi kepada para santri milineal sekarang ini.

Jangan sampai para santri bermalas-malasan dalam mengaji, muthalaah, bahtsul masail, dan aktif di NU. Meneladani ulama-ulama besar seperti KH Muhammadun Abdul Hadi adalah keharusan bagi santri sebagai jalan meniti keberkahan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat, Amiin Yaa Rabbal Alamiin.

الي روح شيخنا وشيخ مشايخنا العالم العلامة الحاج محمد عبد الهادي الحاجيني المكي وزوجته ومشايخه الفاتحة … امين يا رب العالمين

Madinah, Selasa, 26 Dzulhijjah 1440 / 27 Agustus 2019

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Pati Buka 3 Posko Mudik

    GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di 3 Lokasi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ansor Banser Pati membuka Posko Mudik menjelang hari raya Idulfitri 1444 H ini. Posko itu dibuka langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muadz Thohir, Minggu (16/4) malam.  Pembukaan secara simbolis Posko Mudik Ansor Banser Pati dilakukan di Posko Margorejo, tepatnya di depan Plaza Pragola. Hadir dalam kesempatan itu Kapolresta […]

  • Bupati Pati Janji Berikan Dana Hibah Rp 1 Miliar untuk Muslimat NU

    Bupati Pati Janji Berikan Dana Hibah Rp 1 Miliar untuk Muslimat NU

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

      Bupati Pati Sudewo berjanji untuk memberikan kenaikan dana hibah sepuluh kali lipat dari sebelumnya ke Muslimat NU Kabupaten Pati. Jika sebelumnya Muslimat NU hanya memperoleh Rp 100 juta, kini Bupati menjanjikan Rp 1 miliar. Hal itu disampaikan Bupati Pati Sudewo saat menghadiri acara Khotmil Qur’an dan Istighosah dalam rangka Harlah Muslimat NU ke-79 dan […]

  • ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.710
    • 0Komentar

      PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, […]

  • Photo by Mufid Majnun

    NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Seringkali orang berseloroh bahwa politik itu kotor, hanya untuk memperjuangkan perolehan suara. Selain itu juga, politik sering melanggar asa kepatutan dan kebenaran. Sehingga stigma semacam ini menjadikan sebagian warga masyarakat merasa alergi dengan segala sesuatu yang berbau politik. Dalam perspektif Islam, panggung politik telah lama ada dan bahkan Rasul sendiri adalah […]

  • PCNU-PATI Photo by Martin Marek

    Tonjolisasi

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban malam. Menjelang rehat, rumah saya selalu didatangi teman-teman baik dari tetangga, kolega kerja, bahkan orang yang baru saja bertutur sapa pun bisa rehat, istirahat di rumah. Semuanya dengan maksud dan tujuan berbeda-beda. Ada yang sekadar ngopi saja dengan jangongan ngalor ngidul ngetan ngulon tanpa tentu arah. Saya hanya menjadi […]

  • Gong Cik: Seni Tradisi Pati yang Menyulam Silat, Seni, dan Filosofi Hidup

    Gong Cik: Seni Tradisi Pati yang Menyulam Silat, Seni, dan Filosofi Hidup

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni […]

expand_less