Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
  • visibility 883
  • comment 0 komentar

KH Muhammadun Abdul Hadi adalah salah satu kiai di Kajen Pati. Putra dari Mbah Abdul Hadi ini terkenal dengan kecintaannya pada ilmu, tawadu‘, sekaligus aktivis bahtsul masail dan Nahdlatul Ulama. Kiai yang pernah menjabat sebagai hakim Pengadilan Agama ini bahkan diakui Mbah Abdul Hamid Pasuruan sebagai waliyullah yang zahid dan wara‘. Berikut ini ulasan mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi yang dituliskan oleh Dr. Jamal Makmur, MA, salah satu Wakil Ketua PCNU Kab. Pati.

KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen
KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

KH Muhammadun Abdul Hadi lahir di Kajen, Pati, dan wafat di Madinah. Beliau dimakamkan di Baqi’, di samping makam Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Salam. Makam beliau dekat makam Imam Malik bin Anas, guru Imam Syafii.

Selasa, 26 Dzulhijjah 1440 / 27 Agustus 2019 pagi hari, Penulis diberi anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa ziarah di pemakaman Baqi’ dengan tujuan ke makam KH Muhammadun Abdul Hadi dan Imam Malik.

Beliau adalah guru kiai penulis. KH Ahmad Fayumi Munji adalah kiai penulis sejak belajar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen. KH Muhammadun Abdul Hadi adalah guru spesial KH Ahmad Fayumi. Bahkan menurut KH Ismail Fayumi, beliau adalah guru ilman wa ma’isyatan (dalam konteks karir ilmu dan ekonomi).

KH Ahmad Fayumi ngangsu kaweruh (thalabul ilmi) kepada para kiai Kajen, khususnya kepada KH Muhammadun Abdul Hadi yang dikenal dengan ulama ahli fiqh yang zuhud dan wirai.

Beliau adalah putra Mbah Abdul Hadi. Beliau pernah mondok di Kulon Banon sehingga dijodohkan dengan putri kiainya, yaitu Hj. Hamnah binti KH Nawawi.

Hj. Hamnah Nawawi adalah sosok pemimpin perempuan dari rahim pesantren. Beliau muballighah (juru dakwah) dan aktivis Fatayat NU yang aktif memberikan pelatihan kepada ibu-ibu Fatayat. Sebuah lompatan cara berpikir dan bertindak di era yang saat itu masih tradisional.

Beliau pernah mengenyam pendidikan di Tebuireng di bawah asuhan Hadlratussyaikh M. Hasyim Asy’ari. Beliau juga pernah ngaji kepada KH Mahfudh Salam, ayahanda KH MA Sahal Mahfudh.

KH Mahfudh Salam ini merupakan kiai spesial bagi KH Muhammadun Abdul Hadi. Banyak kitab yang dikaji Kiai Muhammadun bersama KH Mahfudh Salam. Salah satunya adalah Jam’ul Jawami’ . Kiai Muhammadun diajak berdebat oleh Kiai Mahfudh tentang kandungan kitab dua jilid ini sehingga hingga belia pernah membaca (muthalaah) kitab ini sampai tuntas dalam satu majlis, dalam satu waktu. Subhanallah.

Cinta Muthalaah Kitab

Cinta ilmu, cinta muthalaah inilah sifat utama KH Muhammadun Abdul Hadi. Muthalaah bukan karena bisa. Muthalaah karena thalabul ilmi karena dalam setiap muthalaah selalu ada ilmu baru yang didapat. Demikian kesan KH Ahmad Nafi’ Abdillah terhadap sosok KH Muhammadun Abdul Hadi.

Selama mengasuh di PP APIK Kajen, Kitab yang dibaca KH Muhammadun Abdul Hadi tergolong kitab yang besar-besar. Seperti Syarah Ibnu Aqil, Kifayatul Akhyar, Ihya’ Ulumiddin, Jam’ul Jawami’, dan lain-lain.

Meskipun sudah tabahhur ilmunya, tapi jadwal mengaji dan muthalaahnya tetap sampai larut malam. Ini karena bagi beliau, aktivitas tersebut sudah layaknya bagian hidup yang tak terpisahkan. Beliau mencintai muthalaah dan mengaji kepada santri.

Tawadlu’

KH Muhammadun Abdul Hadi adalah sosok yang rendah hati. Beliau sebenarnya yang mendapat wasiat dari KH Mahfudh Salam untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) pasca KH Mahfudh Salam.

Namun, KH Muhammadun Abdul Hadi tidak berkenan. Beliau malah menyerahkan estafet kepemimpinan tersebut kepada KH Abdullah Zain Salam. KH Muhammadun siap membantu lahir batin demi suksesnya PIM dengan segenap jiwa dan raga.

Hal ini beliau buktikan sebagai pendamping KH Abdullah Salam dalam mengelola PIM. Bahkan beliau pernah menjabat sebagai Mudir (Direktur) PIM.

Setelah beliau pensiun dari hakim, beliau kembali aktif di PIM, khususnya dalam mengajar guru-guru PIM di pondok APIK.

Menjadi Hakim

KH Muhammadun Abdul Hadi pernah menjalani karir sebagai hakim Pengadilan Agama. Sebuah karir yang tidak dicari, tapi diminta karena kedalaman ilmu dan keluhuran budi. Hakim seperti inilah yang diharapkan bisa memutus perkara dengan adil dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kalau itu, KH Ahmad Fayumi Munji yang meminta KH Muhammadun Abdul Hadi meneruskan karirnya menjadi hakim. Agar ada orang ahli agama dan mampu membaca kitab yang menjadi hakim.

Kredibilitas moral KH Muhammadun Abdul Hadi tidak diragukan dalam konteks profesinya sebagai hakim. Hal inilah yang kemudian diteladani KH Ahmad Fayumi Munji. Sehingga dalam memutus suatu perkara, dapat benar-benar dari hati nurani, bukan karena korupsi dan sejenisnya.

Aktivis Bahtsul Masail

Sebagai seorang faqih-ushuli (pakar fiqih dan ushul fiqh sekaligus), KH Muhammadun tampil sebagai kiai yang vokal. Mampu menyampaikan argumentasi agama dengan jelas dan kokoh.

Dalam Bahtsul Masail, beliau kerap berposisi sebagai moderator (pemimpin) yang menampung pendapat anggota, merumuskan, dan menawarkan kesimpulan. Tentunya juga menetapkan jawaban sesuai ibarat yang shahih berdasarkan pandangan peserta Bahtsul Masail.

KH Abdul Hadi Kurdi berkisah, pada suatu ketika para ulama sibuk berebat dan belum mendapatkan dalil terhadap suatu masalah dalam forum Bahtsul Masail yang diselenggarakan di Kudus. KH Muhammadun akhirnya menyampaikan ; لكل فراش عدة setiap perempuan yang bersuami pasti Punya iddah. Akhirnya masalah selesai dengan dawuh KH Muhammadun tersebut.

Aktivis NU

Sebagai santri KH Mahfudh Salam dan Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari, maka wajar jika KH Muhammadun aktif di Nahdlatul Ulama, khususnya di jajaran syuriyah bersama santri-santri Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, seperti KH A Suyuthi Abdul Qadir Guyangan dan KH Abdullah Zain Salam.

KH Muhammadun Abdul Hadi menempati posisi sebagai Wakil Rais Syuriyah bersama KH Abdullah Salam dengan KH Suyuthi Abdul Qadir sebagai Rais Syuriyah.

Selain itu, kepakaran fiqh KH Muhammadun Abdul Hadi juga menempatkan beliau sebagai A’wan Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Makam KH Muhammadun Abdul Hadi
Penulis saat ziarah ke Makam KH Muhammadun Abdul Hadi di Komplek Pemakaman Baqi’ Madinah

Zahid – Wara’

Dengan kedalaman ilmu fiqhnya, KH Muhammadun Abdul Hadi dikenal sebagai sosok yang zuhud dan wirai. Beliau pernah akan dibonceng seseorang tapi khawatir jika pemilik sepeda motornya tidak ridla akhirya beliau tidak berkenan. Kedalaman ilmu fiqh menjadikan seseorang hati-hati sehingga menghindari hal-hal haram dan syubhat.

Dalam keseharian, waktu beliau habiskan untuk thalabul Ilmi, mengajar, dan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Waktu seperti tidak ada yang sia-sia. Semua waktu bernilai ilmu, ibadah, dan mengajar. Maka wajar jika beliau mendapat anugerah dari Allah sebagai orang alim yang dicintai santri-santrinya.

Waliyullah

Kewalian KH Muhammadun Abdul Hadi diakui KH Abdul Hamid Pasuruan yang dikenal waliyullah. Bersama KH Abdullah Zain Salam, KH Muhammadun Abdul Hadi sering sowan KH Abdullah Hamid Pasuruan.

Status waliyullah ini tidak lepas dari konsistensi KH Muhammadun Abdul Hadi dalam muthalaah kitab, mengajar, berkhidmah di PIM, serta menjalankan amanah dengan baik sebagai hakim. Pun tentunya lantaran mendamarbaktikan ilmunya untuk masyarakat melalui organisasi Nahdlatul Ulama.

Istiqamah memang menjadi amaliah waliyullah. Istiqamah dalam iman dan takwa kepada Allah sampai akhir hayat.

Inspirasi Santri

Cinta muthalaah, cinta bahtsul masail, dan cinta berorganisasi adalah teladan dan Inspirasi KH Muhammadun Abdul Hadi kepada para santri milineal sekarang ini.

Jangan sampai para santri bermalas-malasan dalam mengaji, muthalaah, bahtsul masail, dan aktif di NU. Meneladani ulama-ulama besar seperti KH Muhammadun Abdul Hadi adalah keharusan bagi santri sebagai jalan meniti keberkahan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat, Amiin Yaa Rabbal Alamiin.

الي روح شيخنا وشيخ مشايخنا العالم العلامة الحاج محمد عبد الهادي الحاجيني المكي وزوجته ومشايخه الفاتحة … امين يا رب العالمين

Madinah, Selasa, 26 Dzulhijjah 1440 / 27 Agustus 2019

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lailatulqadar dalam Teori Habituasi

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.957
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Lailatulqadar ( لَيْلَةِ الْقَدْرِ) atau biasa ditulis Lailatul Qadar sudah sering saya tulis. Saya mendata yaitu Lailatul Qadar: Momentum Perubahan (Koran Wawasan, 2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (Alif.id, 2018), Misteri Lailatul Qadar (Pcnupati.or.id, 2024), Kapan Terjadinya Lailatul Qadar? (2025), Ramadan: Bulan Matematika dan Cinta (Inisnu.ac.id, 2016). Dari tulisan-tulisan ini, sudah banyak perspektif yang saya ketik sejak […]

  • Photo by Jubéo Hernandez

    Ketika Cinta Dipertanyakan

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Namaku Gami. Aku tinggal di desa paling utara Kabupaten Gresik. Kota sebelum ibukota jawa timur ini tak lebih besar dan tak kurang maju dari Surabaya. Dari lahir hingga kini sudah beranjak dewasa. Aku punya dua sahabat. Namanya Kristal dan Banu. Mereka juga lahir dan tinggal di sini. Kami bersahabat sejak kecil. […]

  • Memecah Kebisuan

    Memecah Kebisuan

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Tulisan berikut ini merupakan liputan hasil kegiatan bedah buku karya Dr. Nur Rofi’ah yang berjudul “Memecah Kebisuan (Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan): Respon NU” (2010). Buku yang memaparkan suara-suara perempuan yang mengalami kekerasan ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Rofiah, pembahas Maman Abdurrahman, dan dimoderatori oleh Ulfah Mutiah Hizma. Dalam kegiatan kali ini, […]

  • Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 772
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Gedung WTC Kampus 2 UNWAHAS Semarang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda menjadi narasumber Training of Trainers (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah […]

  • Foto: Polisi inspiratif, Aipda Hartono mengajar para santri di TPQ gratis. (PCNU Pati/Polresta Pati)

    Cerita Inspiratif, Polisi Ini Dirikan TPQ Gratis di Pati

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 634
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id, Pati – Kisah Aipda Hartono patut menjadi inspirasi. Anggota Polresta Pati ini mendirikan TPQ gratis di Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Di tengah kesibukannya sebagai personel kepolisian, Aipda Hartono masih menyisihkan sebagian waktunya mengelola dan mendirikan TPQ Arroyyan. Dengan berseragam polisi dan berkopiah kain goni, Aipda Hartono tampak cekatan mengajari anak didiknya […]

  • PCNU Pati Sambut Kapolres Baru, Ini Hasil Perbincangannya

    PCNU Pati Sambut Kapolres Baru, Ini Hasil Perbincangannya

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI-Polres Pati Datangi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Rabu (1/4) kemarin. Kedatangan Kapolres baru beserta beberapa anggotanya tersebut masih berkaitan dengan penanganan covid 19 di Kabupaten Pati. Para Pemgurus NU dan Polres Pati menyepakati kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Pati. Dalam hal ini, mereka fokus pada tindakan lanjutan penyebaran virus […]

expand_less