Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

Mengenal Tadarling, Tradisi Menyambut Ramadan di Desa Asempapan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
  • visibility 185
  • comment 0 komentar

 

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menyambut bulan suci Ramadan. Sehingga, tak heran banyak tradisi yang muncul di bulan Ramadan.

Masing-masing daerah di Indonesia punya tradisinya masing-masing dalam menyambut Ramadan. Salah satunya di Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, yang memiliki Tradisi Tadarus Keliling atau yang lebih dikenal “Tadarling”.

Ketua Ikatan Jamaah Masjid Warosatul Ambiya’ (Ijma’) Desa Asempapan M. Aqib Abdul Jalil mengatakan Tradisi Tadarling sudah ada lebih dari 20 tahun lalu. Hingga kini masih tetus dilestarikan dan diadakan setiap bulan Ramadan.

“Sempat terhenti saat pandemi Covid-19, karena dilarang mengadakan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang. Namun setelah pandemi mereda Tadarling kembali diadakan lagi,” katanya, Selasa (26/3/2024).

Aqib menjelaskan bahwa Tadarling adalah kegiatan di mana Masjid dan Musala se-Desa Asempapan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti tadarus bersama di Musala atau Masjid sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Terdapat 13 Musala dan dua Masjid yang akan ditempati oleh perwakilan masing-masing Musala dan Masjid secara bergantian. Pada Ramadan kali ini dimulai pada malam 4 Ramadan dan berakhir pada malam ke 20 Ramadan,” katanya.

Menurutnya, tradisi ini sangat penting untuk terus dipertahankan sebagai bagian dari kaderisasi pemuda Islam di Desa Asempapan. Apalagi, mengingat era digital sekarang yang dinilai makin memprihatinkan, karena dapat merusak akhlak para generasi penerus Islam.

“Kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi antarpemuda sekaligus syiar Islam yang harus ditanamkan pada genenasi sekarang yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sekaligus harapannya menjadi kegiatan penyeimbang terhadap pengaruh pemakaian gadjet pada anak-anak zaman sekarang,” paparnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Asempapan, sehingga tradisi ini masih bisa terus bertahan hingga sekarang.

“Harapan besar tentunya dari kegiatan Tadarling ini, para kader Musala dan Masjid di Desa Asempapan akan menjadi kader Islami yang mampu mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam yang diawali dengan cinta akan al-Quran dengan mambaca atau tadarus al-Qur’an. Bahkan kegiatan yang dinilai positif ini, mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa di sekitarnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Belajar Merdeka

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Rutinitas setiap malam  tanggal 17 Agustus adalah tirakatan, perayaan, memeriyahkan, sebagai wujud kebahagiaan, atas terlepasnya penjajahan dan memperingati para pejuang yang rela berkorban, jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negara kita, Indonesia. Apabila di tahun ini saya dan Anda telah merayakan kemerdekaan ke 77 tahun, usia yang tak lagi muda, […]

  • Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah ada orang yang saat memandikan jenazah sambil membaca asma’ul husna, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain.Apakah hal itu diperbolehkan syara`? Jawaban :Syeikh isma’il zain al-yamaniy al-makkiymenyebutkan dalam kitab kumpulan fatwanya ;Qurrotul ‘Ain : Bahwa membaca tahlil, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain saat memandikan jenazah dan prosesi tajhiz yang lain ( seperti […]

  • Hak Perempuan dalam Islam

    Hak Perempuan dalam Islam

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Islam adalah agama rohmatan lil’alamin, semuanya sudah ada tata cara dan ketentuan untuk menjadi panduan kita dalam beragama. Ada banyak aspek yang dibahas didalam Islam, salah satunya mengenai perempuan. Saya mencoba mengulas kitab Assittin Al-Adliyyah semampu saya, dan sesuai dengan pemahaman saya. Dalam kitab tersebut terdiri dari 60 hadist yang bisa menjadi rujukan bagaimana […]

  • Tak Mau Petani Jadi Korban Premanisme, PCNU Pati Kawal Kasus Pundenrejo

    Tak Mau Petani Jadi Korban Premanisme, PCNU Pati Kawal Kasus Pundenrejo

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

      PCNUPati, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati tidak mau para petani Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu kembali menjadi korban aksi premanisme. Mereka pun ikut mengawal kasus sengketa lahan tersebut. Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengaku beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan keluhan dan aspirasi dari petani Pundenrejo Pati usai aksi premanisme terjadi yang […]

  • Salah seorang demonstran berorasi di depan Kantor Bupati, Pati. Sebelumnya, mereka juga berunjuk rasa di depan Kantor DPRD

    PMII Cabang Pati Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    PATI-  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati lakukan aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (11/4). Para mahasiswa mulai datang sekira pukul 10.00 WIB dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan bentuk protes terhadap kenaikan harga-harga. Mulanya, puluhan mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD […]

  • Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal  di Perpustakaan Mutamakkin

    Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Dalam rangka menggali pemikiran dan memperdalam keilmuan Almaghfurlah KH Sahal Mahfudh atau akrab dipnggil Mbah Sahal, pengurus Perpustakaan Mutamakkin menggadakan bedah buku  karya Dr. Jamal makmur, MA “Elaborasi Lima Ciri Pokok Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh”, kemarin. Menurut Jamal Makmur selaku narasumber dan penulis kebesaran KH MA Sahal Mahfudh tidak diragukan lagi di kalangan Nahdlatul […]

expand_less