Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
  • visibility 233
  • comment 0 komentar

KH. Maimoen Zubair merupakan sosok kiai yang ‘alim, faqih, relegius, dan pemersatu bangsa. Kiai Maimoen Zubair juga merupakan mata air keteladanan. Ulama karismatik ini membaktikan seluruh hidupnya untuk santri dan pesantren. Mbah Maimoen, demikian sapaan akrabnya beliau, begitu telaten dalam mendidik santri-santri yang datang dari berbagai penjuru negeri. Ia tak sekedar mengajar, tetapi juga menjadi mata air keteladanan yang menyejukkan batin para santri atau siapa saja yang datang untuk tabarrukan kepadanya.

Bagi Mbah Maimoen, mengajar di pesantren adalah komitmen tarekat seorang kiai. Semua jadwal ngajinya dijalani dengan penuh istiqomah. Padahal, sebagai ulama besar, ia memiliki jadwal pengajian yang cukup padat di luar. Namun, menurut sejumlah santrinya, ia selalu mempertimbangkan ngajinya di pondok agar tak terganggu. Ia sering menyampaikan perbedaan antara ngaji dan pengajian. Menurut Mbah Maimoen, pengajian adalah orasi umum di ruang-ruang terbuka, sedangkan ngaji adalah membaca kitab kuning di depan para santri. Pengajian selamanya taka akan mencetak para ulama.

Mencintai Ilmu

Mbah Maimoen adalah sosok yang mencintai ilmu sepenuh hati, jiwa raga. Cinta ilmu menjadikan KH. Maimoen Zubair mengabdikan seluruh umur dan waktunya untuk ilmu, baik dengan membaca, mengajar, dan menyampaikan ilmu kepada masyarakat sepanjang hayat masih di kandung badan. Karena ilmu adalah kunci utama kebangkitan Islam. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad saw bersabda;

Bergegaslah menjadi orang yang punya ilmu (mengajar), atau orang yang belajar, atau orang yang mendengar, atau orang yang mencintai ilmu, dan jangan jadi orang yang kelima, maka engkau akan binasa.” (HR. Baihaqi).

Salah satu bukti kecintaan mendalam Mbah Maimoen terhadap ilmu adalah aktivitas beliau dalam membaca dan menulis. Kedua aktivitas ini menjadi kunci seorang ilmuan dalam mengembangkan ilmu. Mbah Maimoen selalu muthalaah kitab (membaca kitab) dan meluangkan waktu untuk menulis karya-karya yang berkualitas. Hlm (55-56).

Teladan Istiqomah

Mbah Maimoen tidak hanya aktiv mengaji kitab dan ceramah di tengah masyarakat. Tetapi beliau juga mempraktikkan  pentingnya istiqomah dalam kebaikan. Salah satu indikator istiqomah Mbah Maimoen adalah selalu mengaji kepada santri dan masyarakat meskipun baru saja datang dari acara luar yang menyita banyak waktu dan tenaga. Mbah Maimoen juga mengajarkan pentingnya istiqomah sebagai akhlak para ulama yang harus diteladani sebagai wasilah meraih keberkahan dan kesuksesan hidup. 

Urgensi istiqomah dalam mendidik santri dijelaskan oleh KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen. Menurut pengalaman putra Mbah Maimoen itu, saat beliau sering pergi untuk memenuhi acara, sehingga santri di pondoknya terbengkalai, maka mengharapkan santri-santrinya memahami agama secara mendalam sungguh sulit. Namun, sejak KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen tidak banyak meninggalkan santri, tetapi mendidik dan mengajar mereka dengan istiqomah, maka kualitas dan akhlak santri semakin baik. Ini menunjukkan bahwa keistiqomahan Mbah maimoen menjadi inspirasi anak-anaknya ketika mengasih santri. Tentunya istiqomah berkaitan dengan intensitas dan ekstensitas kiai dalam mendidik santri secara lahir dan batin.

Sehingga istiqomah menjadi sesuatu yang sangat penting karena di dalamnya ada loyalitas, totalitas, dan kapabilitas dalam melakukan sesuatu dengan kemampuan terbaik dalam rangka menggapai ridla Allah Subhanahu wa Ta’ala. (156).

Keteladanan KH. Maimoen Zubair dalam Mendidik Santri

Dalam mendidik santri, Mbah Maimoen selalu mengedepankan aspek spritualitas. Ini termasuk cara tingkat tinggi. Kedalaman spritualitas Mbah Maimoen membuat beliau selalu mendekatkan diri kepada Allah di mana pun dan kapan pun. Zikir kepada Allah terus dilantunkan, khususnya dalam hati, sehingga dalam setiap ucapan dan perbuatannya selalu menyebut nama Allah. Mendidik yang berangkat dari aspek spritual akan diterima dengan hati. Hati membawa proses penyadaran dan akhirnya melahirkan komitmen menjadi orang baik yang berusaha patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengikuti petunjuk dan teladan para ulama yang dekat dengan-Nya.

Mendidik dengan hati pasti tidak banyak memberikan perintah dan aturan. Keteladanan menjadi kunci. Oleh karena itu, setiap gerakan Mbah maimoen menjadi sumber nilai bagi santri yang membekas dalam jiwanya. Hati santri menjadi tenang, tentram, dan dekat dengan Allah. Begitulah rahasia orang alim yang dekat dengan Allah. Memandang wajahnya saja sudah merasakan keteduhan, ketenangan, dan kebahagiaan batin yang luar biasa. Akhirnya dawuh-dawuh Mbah Maimoen menjadi ilmu yang tertancap kuat dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai karakter yang tertanam kokh dalam kepribadian. Hlm. (167).

Buku ini, selain memotren keteladanan Mbah Maimoen dalam mendidik santri, juga mengurai corak pemikiran dan dakwah kebangsaan ulama asal sarang ini.

Judul Buku      : KH. Maimoen Zubai Sang Maha Guru

Penulis             : Dr. Jamal Ma’mur, M.A.

Penerbit           : DIVA Press

Tahun Terbit   : Oktoer 2021

Tebal Halaman: 218

ISBN               : 978-623-293-531-0

Peresensi         : Siswanto

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Ansor Juwana Gelar Konferensi

    PAC Ansor Juwana Gelar Konferensi

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pengurus Anak Cabang Ansor Juwana terpilih berpose bersama pengurus PC Ansor Pati JUWANA-Gerakan Pemuda Ansor merupakan salah satu Banom (Badan Otonom) NU yang mewadahi generasi muda untuk turut memperjuangkan NU. Dengan kata lain, Ansor adalah harapan bagi NU di masa yang akan datang. Baik buruk NU memang tidak sepenuhnya bergantung kapada Ansor. Namun setidaknya Ansor […]

  • PCNU-PATI

    Antara Istiqlal dan Katedral

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Salihin* Narasi toleransi yang berkaitan dengan Istiqlal dan Katedral telah banyak dipaparkan para penulis. Awalnya pun saya sangat kagum, dan kekaguman itu membawa saya pada fakta sejarah, dimana Nabi Muhammad SAW. pernah melakukan hal yang lebih fantastik dari pada “pelaminan” Katedral-Istiqlal. Kekaguman itu pun berangsur ‘surut’. Saat itu, rombongan Nasrani Najran mengunjungi […]

  • Pelajar NU untuk Bangsa

    Pelajar NU untuk Bangsa

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU mengadakan Pendidikan dan Latihan sebagai salah satu faktor penting dalam kehidupan dan jalannya roda regenerasi dalam sebuah Organisasi. Yang mana dalam DIKLAT tersebut terjadinya proses regenerasi dan transfer ilmu pengetahuan serta doktrin awal tentang organisasi. Tidak terkecuali Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) yang merupakan […]

  • NU Sukolilo Pilih Ketua Baru

    NU Sukolilo Pilih Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Suasana konferensi MWC NU Sukolilo  SUKOLILO – MWC NU Kecamatan Sukolilo menggelar konferensi pada Minggu (28/11) lalu. Kegiatan yang dihelat di Gedung MWC NU tersebut berbarengan dengan Konferensi Anak Cabang Ansor dan Muslimat NU.  Agenda sakral ini diselenggarakan dalam rangka menentukan nakhoda NU Sukolilo lima tahun ke depan. Beberapa nama muncul ke permukaan, namun konferensi […]

  • PCNU-PATI

    RMI Pati Berangkatkan 95 Santri Lirboyo Kembali ke Pondok Pesantren

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id- PATI – Himpunan Santri Lirboyo (HIMASAL) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati mengawal santri Lirboyo kembali ke pondok pesantren, Minggu (7/5). Pemberangkatan santri dipimpin oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang diwakili oleh Jamal Makmur. Ketua RMI PCNU Kabupaten Pati Liwa’udin mengatakan, pengawalan pemberangkatan santri Lirboyo rutin dilakukan setiap tahunnya. […]

  • Takmir dan Irmas Masjid Jami’ Baitussalam Desa Godo Gelar Reorganisasi Pengurus

    Takmir dan Irmas Masjid Jami’ Baitussalam Desa Godo Gelar Reorganisasi Pengurus

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    WINONG, Setelah Sholat Selesai, Pengurus Takmir dan IRMAS Masjid Jami’ Baitussalam Desa Godo Kecamatan Winong Meggelar Musyawarah untuk memilih pengurus baru periode 2019-2024 yang dihadiri oleh pemerintah desa dan perangkat serta seluruh jamaah dan tokoh masyarakat, pemuda, pengurus musholla se-Desa Godo. Dalam sambutannya, Suwondo, kepala Desa Godo menyampaikan bahwa sekarang ini takmir masjid dan musholla […]

expand_less