Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengakhiri Ramadan dengan Husnul Khatimah

Mengakhiri Ramadan dengan Husnul Khatimah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 9 Apr 2024
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Ramadan tahun ini sebentar lagi berakhir. Tinggal menunggu beberapa jam saja. Pertanyaannya, apakah kita tahun ini mengakhiri Ramadan dengan husnul khatimah? Ini bukan istilah untuk orang meninggal saja lo ya.

Khusnul khotimah atau khusnul khatimah ini terdiri atas dua kata, yaitu “khusnul” dan “khatimah” yang berarti secara bahasa, meninggal dalam keadaan baik. Kebalikannya adalah su’ul khatimah yaitu meninggal dalam keadaan hina.

Kata meninggal bukan bermakna meninggal dunia, tapi yang saya maksud adalah meninggalkan Ramadan untuk kembali ke Ramadan berikutnya. Ya, saya teringat waktu di akhir kepengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2018-2023, ada yang bilang kalau aktif sampai akhir, kita bisa disebut khidmah dengan khusnul khatimah, artinya berhenti, meninggalkan dengan atau dalam keadaan baik.

Mengakhiri Ramadan dengan Sempurna

Setidaknya, khusnul khatimah saya sebut bahwa mengakhiri, atau meninggalkan Ramadan dengan mumtaz, kaffah, sempurna, baik, tanpa jejak buruk. Dalam konteks ini, setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia merayakan akhir dari bulan suci Ramadan dengan penuh haru dan kegembiraan. Sebagai bulan yang penuh berkah dan ibadah, Ramadan mengajarkan banyak pelajaran berharga tentang kesabaran, ketekunan, dan pengendalian diri.

Namun, bagaimana cara kita mengakhiri Ramadan dengan sempurna dan menyongsong Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan kebaikan? Pertama, kita bisa menyempurnakan ibadah. Salah satu cara terpenting untuk mengakhiri Ramadan dengan sempurna adalah dengan menyelesaikan semua ibadah yang telah kita mulai selama bulan suci ini. Ini termasuk menyelesaikan pembacaan Al-Quran, meningkatkan frekuensi dan kualitas ibadah, dan memperbanyak doa dan zikir. Dengan melakukan ini, kita memastikan bahwa kita telah memanfaatkan Ramadan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kedua, memperbanyak sedekah, infak, bagi makanan berbuka/sahur, dan menebar kebaikan. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kebaikan dan berbagi rezeki dengan sesama. Sebagai bagian dari zakat fitrah, kita dapat memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan untuk membantu mereka menikmati Hari Raya Idulfitri dengan lebih layak. Selain itu, kita dapat memperbanyak amalan-amalan kebaikan lainnya seperti memberikan makanan kepada yang lapar, membantu orang-orang yang kesulitan, dan memberikan maaf kepada mereka yang telah menyakiti kita.

Ketiga, merayakan kemenangan, reuni keluarga, teman pondok, teman sekolah, dan teman dolanan. Hari Raya Idulfitri adalah momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani bulan puasa yang penuh tantangan. Ini adalah waktu untuk merayakan keberhasilan kita dalam menahan diri dari hawa nafsu dan untuk bersyukur atas segala berkah yang diberikan Allah SWT. Salah satu tradisi terpenting dalam menyambut Hari Raya Idulfitri adalah berkumpul dengan keluarga dan kerabat untuk saling memaafkan, berbagi kebahagiaan, dan bersatu dalam ikatan kasih sayang.

Keempat, takbiran, takbir keliling, dan salat Idulfitri. Takbiran adalah bagian penting dari perayaan Hari Raya Idulfitri, di mana umat Islam berkumpul untuk bersama-sama mengumandangkan takbir dan memuji kebesaran Allah SWT. Setelah itu, umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri, yang merupakan salah satu ibadah utama dalam perayaan Idulfitri. Dengan melakukan takbiran dan salat Idulfitri, kita mengungkapkan syukur kita kepada Allah SWT atas segala berkah dan rahmat yang Allah berikan kepada kita.

Kelima, mensyukuri berkah Ramadan. Puasa Ramadan adalah kesempatan yang luar biasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan ibadah, dan memperdalam hubungan dengan sesama manusia. Menutup Ramadan dengan penuh hikmah berarti mensyukuri semua berkah yang telah diberikan Allah SWT selama bulan suci ini. Kita bisa mensyukuri kesehatan yang diberikan, kesempatan untuk beribadah, dukungan dari keluarga dan teman-teman, serta segala bentuk rejeki dan berkah lainnya yang telah kita terima.

Keenam, perenungan pembelajaran dari Ramadan. Terakhir, mengakhiri Ramadan dengan sempurna, dengan husnul khatimah juga berarti merenungkan pembelajaran dan pengalaman yang telah kita dapatkan selama bulan suci ini. Kita dapat mengevaluasi diri kita sendiri, memikirkan cara-cara untuk terus meningkatkan diri kita di masa mendatang, dan berkomitmen untuk tetap mempraktikkan nilai-nilai yang telah kita pelajari selama Ramadan.

Menyelesaikan puasa Ramadan dengan penuh hikmah adalah bagian penting dari perjalanan spiritual yang telah dilakukan selama sebulan penuh. Momen ini menjadi waktu untuk merenungkan pencapaian, mensyukuri berkah yang diterima, dan mempersiapkan diri untuk melangkah ke depan dengan kebaikan dan kesadaran yang lebih besar.

Dengan menyelesaikan puasa Ramadan dengan penuh hikmah, kita menghormati dan menghargai bulan suci ini serta mempersiapkan diri untuk melangkah ke depan dengan kebaikan, kesadaran, dan keberkahan yang lebih besar. Semoga Allah SWT menerima semua ibadah kita selama Ramadan dan memberkahi kita dengan kebahagiaan dan kesuksesan di masa mendatang.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kita dapat mengakhiri Ramadan dengan sempurna dan menyongsong Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan, kebaikan, dan kesyukuran. Semoga perayaan kita menjadi berkat bagi kita semua dan membawa kedamaian dan keberkahan kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia. Selamat Hari Raya Idulfitri! Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Minal ‘Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 19 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Pendidikan Muslimat NU Mengadakan Diskusi Bersama

    Yayasan Pendidikan Muslimat NU Mengadakan Diskusi Bersama

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Yayasan Pendidikan Muslimat NU yang membawahi TK, RA, KB dan Satuan  Pendidika Sejenis, telah mengadakan sosialisasi perihal penguatan lembaga, Rabu 3/2/16 kemarin.             “Harapan saya selaku ketua Pengurus YPM agar semua guru dan sekolah yang di bawah naungan YPM agar tidak melupakan jasa-jasa para Muslimat terdahulu, sebab keadaan yang sekarang itu tidak lepas dari campur […]

  • PCNU-PATI

    Jelang Konfercab, PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rapimcab

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Pcnu.pati.or.id-MARGOYOSO – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati mengadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di MA Darunnajah Ngemplak Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (16/6/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati. Dengan mengangkat tema “Eling Kancane, Eling Organisasine, Barokah Uripe”, kegiatan ini sebagai persiapan pelaksanaan Konferinsi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Pati ke-XIV. […]

  • PCNU-PATI

    Rumi

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Oleh: M Iqbal Dawami Mungkin ada yang belum tahu Jalaluddin Rumi. Ia adalah sufi cum penyair yang terkenal. Ia berasal dari Balkh, Afghanistan. ia belajar tasawuf kepada beberapa guru, tapi yang paling mempengaruhinya adalah Syamsuddin al-Tabrizi atau Syamsi Tabriz. Sebelum tampil menjadi ahli tasawuf Rumi adalah seorang guru yang memiliki banyak murid. Sekian lama mengajar, […]

  • Duet K. Alwan – H. Dhofir Pimpin MWC NU Winong

    Duet K. Alwan – H. Dhofir Pimpin MWC NU Winong

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    WINONG – Duet K. Alwan dan H. Dhofir Maqoshid, S.Ag. M.Pd.I akhirnya terpilih memimpin MWC NU Kecamatan Winong untuk masa khidmat 2019-2024. Keduanya terpilih menjadi Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Winong melalui Konferensi yang digelar pada Ahad, 8 September 2019. Seperti diberitakan NU Pati sebelumnya, MWC NU dan PAC Muslimat NU Kecamatan […]

  • Haul Bib Ja'far al Kaff, Gus Kautsar Jelaskan Beda Ulama Dulu dan Sekarang

    Haul Bib Ja’far al Kaff, Gus Kautsar Jelaskan Beda Ulama Dulu dan Sekarang

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KUDUS – Haul ke dua Habib Ja’far al Kaff Kudus dibanjiri ribuan jama’ah. Meski diguyur hujan, mereka tetap semangat mengikuti acara puncak haul yang digelar pada Rabu (28/12) malam. Berlokasi di halaman Ponpes Darul Qur’an Nurul Abidin, Demaan, Kudus, acara haul tersebut dihadiri oleh para ulama besar. Di antaranya, Gus Baha’, Gus Kautsar, Habib Ali […]

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

expand_less