Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menangkap Cahaya Rayyan

Menangkap Cahaya Rayyan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
  • visibility 250
  • comment 0 komentar

Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya…. Maka jika orang-orang yang berpuasa telah memasukinya, maka (Pintu Rayyan) akan ditutup dan taka da seorangpun lagi yang memasukinya.”
Begitu spesialnya ibadah puasa, hingga diabadikan dalam banyak hadits. Salah satunya adalah ujaran Nabi mengenai Bab ar Rayyan (Pintu Rayyan)—seperti disebutkan sebelumnya. Berbicara mengenai ar-Rayyan  yang secara lughawi berarti puas (tidak haus lagi) tersirat makna tentang sebuah nilai final dari sebuah kebahagiaan. Jika dianalogikan dengan the law of diminishing return theory, maka nilai kepuasan pahala puasa adalah poin klimaks. Gambaran ini bukan hanya sekadar dugaan imajinatif, namun lebih pada hasil analisis berdasarkan aspek-aspek yang saling terkoneksi.
Ditinjau dari aspek nilai ibadah, puasa memiliki strata yang unggul dibandingan dengan jenis peribadatan syar’iyah lainnya. Dari aspek reward, ibadah puasa juga sangat dikhususkan. Janji akan adanya pintu Rayyan adalah satu di antaranya. Menurut aspek praktis pun demikian. Puasa secara terminologi praktikal memiliki makna (kurang lebih) menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam konteks praktis ini, ibadah puasa ditutup dengan buka puasa.
Ramadhan : Gerbang ar Rayyan
Ramadhan memiliki posisi strategis bagi umat islam. Dalam konteks masa kekinian, posisi strategis Ramadhan bukan hanya karena karamah (kemuliaan) yang digelontorkan oleh Allah SWT dalam bulan penuh berkah ini. Namun ditinjau dari kaca mata apapun, Ramadhan juga menjadi komoditas paling menarik sebagai ladang investasi. Baik itu investasi ilahiyah (spiritual ketuhanan), basyariyah (social-kemanusiaan) maupun yang bersifat iqtishodiyah—‘fulusiyah’—(ekonomis).
Dari sisi ilahiyah, Ramadhan membawa semangat baru sekaligus momentum emas bagi mereka yang memiliki i’tikad untuk ‘hijrah’. Banyak orang merasa malu untuk memperbaiki diri, akan tetapi dengan mediasi Ramadhan, seseorang tidak rikuh lagi untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik yang belum pernah dialakukan sebelumnya. Hal ini menjadikan Ramadhan sebagai pintu perubahan menuju masa depan spiritual gemilang. Di kalangan budayawan, fenomena ini lebih familiar dengan istilah mendadak religius.
Ditinjau dari kacamata sosial, Ramadhan juga menjadi gerbang hati. Ada korelasi positif antara keterbukaan hati dengan suasana religi saat Ramadhan dan proses berpuasa. Pertama, nuansa yang dibangun selama Ramadhan sangat mendukung bagi umat muslim untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Hal ini ditunjang dengan ‘promosi’ yang dilakukan oleh para da’i akan besarnya pahala ibadah di bulan penuh berkah ini. Selain itu, peningkatan spiritualitas umat juga  menjadi motor dalam memacu kesalehan sosial selama Ramadhan.
Kedua, dahaga yang melilit sha’im selama puasa secara psikologis meningkatkan tenggang rasa antar sesama. Situasi ‘kelaparan’ yang melanda seseorang membuatnya lebih mudah berempati serta meningkatkan rasa peduli. Lagi-lagi, ini menjadi gerbang yang terbuka lebar bagi jalan kebaikan. Misalnya orang akan lebih mudah bersedekah atau bagi-bagi takjil selama bulan puasa.
Dari sisi ekonomis, Bulan Ramadhan menjadi pintu ar-Rayyan bagi banyak elemen masyarakat. Mulai pedagang dadakan yang menawarkan berbagai menu khas  Ramadhan menjelang buka, hingga para pemilik usaha toko dan supermarket yang kian laris khususnya menjelang lebaran. Bahkan yang lebih ekstreme lagi, beberapa kalangan seperti elit politik dan perusahaan-perusahaan besar juga tak ketinggalan memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai media memperoleh pengakuan, pencitraan  dan legitimasi eksistensi dari khalayak. Semua kalangan masyarakat mendapatkan Rayyan-nya masing-masing di selama Ramadhan.
Sisi Sufistik
Pintu Rayyan yang didengung-dengungkan sejak awal merupakan simbol kebahagiaan yang termat mendasar. Rayyan memangkas jarak antara ranah ukhrawi dan duniawi. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa akhirat memiliki dimesnsi yang jauh berbeda dari dunia. Gambaran altar akhrirat yang sangat suci, begitu kontradiktif dengan hingar bingar dunia yang tercemar oleh ‘polusi’ dan ‘birahi’ kekuasaan, harta serta kepentingan manusiawi lainnya.
Hampir semua kalangan sepakat bahwa Ramadhan merupakan salah satu jalan suci untuk berbenah diri menuju kebahagiaan ukhrawi begitu juga duniawi. Pintu Rayyan yang disebutkan sebagai ganjaran bagi kaum sha’immerupakan manifestasi kecintaan Sang Khaliqterhadap makhluq. Dengan cara me-Ramadhan-kan makhluk-Nya, Allah mencoba menjalin komunikasi virtual dengan manusia untuk menggiring mereka menuju surga melalui Rayyan.
Hanya saja, ada satu aspek yang perlu dimafhumi adalah bahwa pintu Rayyan bukan sekadar gambaran ‘abstrak’ surga akhirat seperti yang selama dimengerti oleh mayoritas. Rayyan—sebagai diskripsi dari puncak kebahagian—juga dapat diraih di bumi ini. Dalam konteks shiyam¸ Rayyan yang sesungguhnya adalah Ramadhan itu sendiri. Bagaimana orang merasa sangat bahagia menyambut bulan suci ini.
Kebahagiaan yang tulus tentu bukan karena adanya janji surgawi dari Tuhan atau iming-iming laba ekonomi. Namun secara lebih mendasar, kebahagiaan ini muncul karena datangnya bulan sakral yang di setiap langkah kebaikan dilipatgandakan skor kebaikannya.
(Maulana L. Karim Penulis merupakan Ketua Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Kec. Gembong dan Pimpinan Redaksi Majalah Pribumi Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    MTQ ke-XXX Jawa Tengah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada 25-29 April 2024. Kompetisi MTQ kali ini terdiri atas 9 cabang dengan 24 golongan lomba yang dibagi dalam 12 Majelis. Di antaranya tilawah, hafalan, tafsir Al Qur’an, serta seni kaligrafi. Pembukaan kegiatan yang bertema […]

  • white concrete building during daytime

    Santri dan Literasi

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri. Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Gabriel Goller

    Bapak Hamdi van Holland

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Hari itu adalah musim bunga bermekaran indah di halaman rumah. Keindahannya seolah hendak menyambut kedatangan kami yang tahun 2013 berlebaran di Bojong, Pandeglang. Ah, desa Bojong. Sebuah desa yang penuh dengan memori masa kecil dan remajaku. Kenanganku akan pasar Bojong, sawah Cijakan, dan sungai Cilemer tak lekang ditelan zaman. Di […]

  • Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Apakah kau ingat film The Ten Commandments?”             “Tentu aku ingat. Ada adegan ketika Musa—yang diperankan Charlton Heston—mengangkat tongkatnya, lalu air laut pun terbelah, dan bangsa Israel bisa menyeberang,” ujarnya.             “Padahal di Alkitab tidak demikian,” kata teman saya. “Di Alkitab, Allah berkata kepada Musa, ‘Berbicaralah kepada bangsa Israel dan […]

  • Sumbang Kurungan untuk Ikut Atasi Corona

    Sumbang Kurungan untuk Ikut Atasi Corona

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Kurungan burung sumbangan Imam Muslih untuk warga terdampak corona PATI-Unik, begitu kata yang muncul pertama kali saat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo Pati menerima kiriman tak lazim. Bingkisan tersebut berupa sebuah kurungan burung berukuran 30 cm × 50 cm. Benda tersebut merupakan pemberian dari seorang pengrajin kurungan burung asal Desa Ranggah Metaraman […]

  • Menumbuhkan Literasi di Civitas Akademik - PCNU PATI

    Menumbuhkan Literasi di Civitas Akademik

    • calendar_month Sel, 12 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Dalam rangka menumbuhkan semangat literasi (baca dan tulis) di ranah akademik, segenap civitas akademika Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan workshop kepenulisan. Sabtu, (9/4/2022).Bertempat di Gedung U Kampus UMK. Acara yang diikuti oleh semua civitas akademika dan mengundang pelajar di sekitar Kudus disambut dengan baik dan antusias dari peserta.Muhammad Ilham selaku panitia pelaksana menjelaskan, bahwa “ […]

expand_less