Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menangkap Cahaya Rayyan

Menangkap Cahaya Rayyan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
  • visibility 298
  • comment 0 komentar

Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya…. Maka jika orang-orang yang berpuasa telah memasukinya, maka (Pintu Rayyan) akan ditutup dan taka da seorangpun lagi yang memasukinya.”
Begitu spesialnya ibadah puasa, hingga diabadikan dalam banyak hadits. Salah satunya adalah ujaran Nabi mengenai Bab ar Rayyan (Pintu Rayyan)—seperti disebutkan sebelumnya. Berbicara mengenai ar-Rayyan  yang secara lughawi berarti puas (tidak haus lagi) tersirat makna tentang sebuah nilai final dari sebuah kebahagiaan. Jika dianalogikan dengan the law of diminishing return theory, maka nilai kepuasan pahala puasa adalah poin klimaks. Gambaran ini bukan hanya sekadar dugaan imajinatif, namun lebih pada hasil analisis berdasarkan aspek-aspek yang saling terkoneksi.
Ditinjau dari aspek nilai ibadah, puasa memiliki strata yang unggul dibandingan dengan jenis peribadatan syar’iyah lainnya. Dari aspek reward, ibadah puasa juga sangat dikhususkan. Janji akan adanya pintu Rayyan adalah satu di antaranya. Menurut aspek praktis pun demikian. Puasa secara terminologi praktikal memiliki makna (kurang lebih) menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam konteks praktis ini, ibadah puasa ditutup dengan buka puasa.
Ramadhan : Gerbang ar Rayyan
Ramadhan memiliki posisi strategis bagi umat islam. Dalam konteks masa kekinian, posisi strategis Ramadhan bukan hanya karena karamah (kemuliaan) yang digelontorkan oleh Allah SWT dalam bulan penuh berkah ini. Namun ditinjau dari kaca mata apapun, Ramadhan juga menjadi komoditas paling menarik sebagai ladang investasi. Baik itu investasi ilahiyah (spiritual ketuhanan), basyariyah (social-kemanusiaan) maupun yang bersifat iqtishodiyah—‘fulusiyah’—(ekonomis).
Dari sisi ilahiyah, Ramadhan membawa semangat baru sekaligus momentum emas bagi mereka yang memiliki i’tikad untuk ‘hijrah’. Banyak orang merasa malu untuk memperbaiki diri, akan tetapi dengan mediasi Ramadhan, seseorang tidak rikuh lagi untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik yang belum pernah dialakukan sebelumnya. Hal ini menjadikan Ramadhan sebagai pintu perubahan menuju masa depan spiritual gemilang. Di kalangan budayawan, fenomena ini lebih familiar dengan istilah mendadak religius.
Ditinjau dari kacamata sosial, Ramadhan juga menjadi gerbang hati. Ada korelasi positif antara keterbukaan hati dengan suasana religi saat Ramadhan dan proses berpuasa. Pertama, nuansa yang dibangun selama Ramadhan sangat mendukung bagi umat muslim untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Hal ini ditunjang dengan ‘promosi’ yang dilakukan oleh para da’i akan besarnya pahala ibadah di bulan penuh berkah ini. Selain itu, peningkatan spiritualitas umat juga  menjadi motor dalam memacu kesalehan sosial selama Ramadhan.
Kedua, dahaga yang melilit sha’im selama puasa secara psikologis meningkatkan tenggang rasa antar sesama. Situasi ‘kelaparan’ yang melanda seseorang membuatnya lebih mudah berempati serta meningkatkan rasa peduli. Lagi-lagi, ini menjadi gerbang yang terbuka lebar bagi jalan kebaikan. Misalnya orang akan lebih mudah bersedekah atau bagi-bagi takjil selama bulan puasa.
Dari sisi ekonomis, Bulan Ramadhan menjadi pintu ar-Rayyan bagi banyak elemen masyarakat. Mulai pedagang dadakan yang menawarkan berbagai menu khas  Ramadhan menjelang buka, hingga para pemilik usaha toko dan supermarket yang kian laris khususnya menjelang lebaran. Bahkan yang lebih ekstreme lagi, beberapa kalangan seperti elit politik dan perusahaan-perusahaan besar juga tak ketinggalan memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai media memperoleh pengakuan, pencitraan  dan legitimasi eksistensi dari khalayak. Semua kalangan masyarakat mendapatkan Rayyan-nya masing-masing di selama Ramadhan.
Sisi Sufistik
Pintu Rayyan yang didengung-dengungkan sejak awal merupakan simbol kebahagiaan yang termat mendasar. Rayyan memangkas jarak antara ranah ukhrawi dan duniawi. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa akhirat memiliki dimesnsi yang jauh berbeda dari dunia. Gambaran altar akhrirat yang sangat suci, begitu kontradiktif dengan hingar bingar dunia yang tercemar oleh ‘polusi’ dan ‘birahi’ kekuasaan, harta serta kepentingan manusiawi lainnya.
Hampir semua kalangan sepakat bahwa Ramadhan merupakan salah satu jalan suci untuk berbenah diri menuju kebahagiaan ukhrawi begitu juga duniawi. Pintu Rayyan yang disebutkan sebagai ganjaran bagi kaum sha’immerupakan manifestasi kecintaan Sang Khaliqterhadap makhluq. Dengan cara me-Ramadhan-kan makhluk-Nya, Allah mencoba menjalin komunikasi virtual dengan manusia untuk menggiring mereka menuju surga melalui Rayyan.
Hanya saja, ada satu aspek yang perlu dimafhumi adalah bahwa pintu Rayyan bukan sekadar gambaran ‘abstrak’ surga akhirat seperti yang selama dimengerti oleh mayoritas. Rayyan—sebagai diskripsi dari puncak kebahagian—juga dapat diraih di bumi ini. Dalam konteks shiyam¸ Rayyan yang sesungguhnya adalah Ramadhan itu sendiri. Bagaimana orang merasa sangat bahagia menyambut bulan suci ini.
Kebahagiaan yang tulus tentu bukan karena adanya janji surgawi dari Tuhan atau iming-iming laba ekonomi. Namun secara lebih mendasar, kebahagiaan ini muncul karena datangnya bulan sakral yang di setiap langkah kebaikan dilipatgandakan skor kebaikannya.
(Maulana L. Karim Penulis merupakan Ketua Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Kec. Gembong dan Pimpinan Redaksi Majalah Pribumi Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Wonosobo – Bertempat di Ruang Sinensis, Tambi Tea Resort Wonosobo, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 bersama Ketua dan Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024). Dalam sesi pemaparan program kerja, dipimpin Wakil Sekretaris LP. Ma’arif NU PWNU […]

  • Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum melaksanakan harlah ke-34 serta Wisuda Kelas XII MA NU Luthful Ulum Wonokerto Pasucen Trangkil Pati,29/5 kemarin. Bupati Pati, H. Haryanto, SH., MM., M.S.I dalam sambutannya, menekankan kepada kader-kader muda Indonesia untuk menguatkan pendidikan karakter supaya tidak jatuh dalam godaan-godaan amoral yang berhembus kencang di era liberalisasi informasi sekarang ini, […]

  • GP Ansor Gembong Dilantik, Ketua Beberkan Urgensi Pelantikan

    GP Ansor Gembong Dilantik, Ketua Beberkan Urgensi Pelantikan

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gembong menjalani pelantikan Ahad (25/5) malam. Acara sakral itu dilaksanakan di Aula Kecamatan Gembong. Selain dihadiri Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Pati Muammar, pelantikan tersebut bertambah spesial lantara kedatangan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo. Tokoh-tokoh lain juga memadati barisan depan tamu undangan. […]

  • Profil Pon Pes Shofa Azahro’ Gembong-Pati

    Profil Pon Pes Shofa Azahro’ Gembong-Pati

    • calendar_month Jum, 11 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Pondok Pesantren Shofa Azzahro’ (PPSA) merupakan Ponpes putra-putri Modern yang terletak di Desa Gembong, Kec. Gembong, Kabupaten Pati, didirikan oleh KH. Imam Shofwan dan Hj. Fatimah Azzahro’. Pendirian pesantren ini, pada hakikatnya dilandasi oleh tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat untuk membina dan mendidik generasi muda dalam mempelajari, memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang lurus. […]

  • Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jalan Raya Pati Gembong Km. 13 Ngembes mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan ratusan orang turun ke jalan utama yang menghubungkan Pati, Gembong dan Muria tersebut. Beberapa kendaraan terpaksa berjalan pelan mengikuti alur masyarakat yang tumplek blek di jalan. Bahkan saking padatnya, beberapa personil kepolisian juga diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Peserta takbir keliling mini Dukuh […]

  • Konsolidasi Kegiatan Silaturrahim dan Turba MWC NU Wedarijaksa

    Konsolidasi Kegiatan Silaturrahim dan Turba MWC NU Wedarijaksa

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    KH. Munadi (Rois Syuriah) memberikan pengarahan terkait persiapan kegiatan. Dok: Mubarok Wedarijaksa – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kec. Wedarijaksa sore ini (19/7) mengadakan rapat konsolidasi persiapan kegiatan besar di Kantor MWC NU Wedarijaksa. Rapat yang dipimpin langsung oleh M. Nabhan Ulin Nuha selaku ketua Tanfidziyah itu mengagendakan jadwal kegiatan Silaturrahim dan Turba ke […]

expand_less