Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
  • visibility 881
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati.

PATI-Jargon ‘NKRI Harga Mati’ dan ‘Hubbul Waton Minal Iman‘ (cinta tanah air sebagian dari iman-red) yang sering digaungkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) ternyata bukan hanya sekadar isapan jempol. Makna yang terkandung di dalamnya sangatlah mendasar jika ditelaah lebih jauh.

Motto penyemangat yang dirancang oleh para ulama terdahulu tersebut memiliki tujuan mulia. Tidak lain, agar warga NU mempunyai komitmen kuat terhadap keutuhan bangsa. 

Di era abad 21 saat ini, jargon tersebut memiliki peran yang sangat penting. Selain bisa mempersatukan bangsa, keduanya juga mampu menjadi penangkal maraknya radikalisme dan terorisme di masyarakat.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, K. Yusuf Hasyim, mengatakan meski slogan-slogan tersebut bukan merupakan instruksi, para kader NU secara spontan selalu melafalkannnya dalam berbagai kesempatan. Misalnya dalam pertemuan-pertemuan, rapat organisasi ataupun dalam forum-forum informal.

“Memang disengaja. Itu salah satu upaya ulama agar menjaga NKRI tidak pecah tanpa menambahi label Indonesia Islam,” terang K. Yusuf, Rabu (7/7).

Pria berkacamata itu juga menandaskan bahwa Slogan NKRI Harga mati merupakan pengakuan bahwa NKRI adalah final. Dengan kata lain, Indonesia tidak perlu diubah menjadi negara khilafah, negara Islam, atau sistem-sistem lainnya.

“Saya kira para ulama NU menerima NKRI sesuai dengan ajaran Islam. Umat islam di Indonesia bisa memberikan kedamaian kepada Indonesia yang multikultural.” Imbuhnya.

Sementara, Slogan Hubbul Waton Minal Iman atau yang berarti nasionalisme merupakan persuasi yang coba disusun agar masyarakat mencintai agama dan negara sehingga negara Indonesia bisa berjalan beriringan dengan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945. K. Yusuf mengatakan slogan-slogan tersebut diharapkan akan tertanam di alam bawah sadar warga NU sehingga menambah kecintaan terhadap tanah air.

“Diajarkan kepada kader penerus untuk memegang teguh rasa cinta terhadap negara. Itu sampai dibuat mars oleh mbah Wahab (KH. Wahab Chasbullah-red) sebagai kepedulian ulama NU terhadap nasionalisme. Islam dan nasionalisme itu satu kesatuan.” Terangnya.

Dengan penjelasan ini, K. Yusuf berharap kepada para kader muda islam agar tidak mudah terjerumus dengan faham-faham radikal yang berpotensi memecah belah bangsa. Sebab, tidak ada yang perlu dipertentangkan antara nasionalisme dan islam.(niam/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Mencetak Kader Kiai Sahal; Pusat Fisi Adakan Sekolah Fiqh Sosial

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) kembali menyelenggarakan Sekolah Fiqh Sosial, Kamis (23/04/2023) kemarin. Acara yang telah diadakan untuk ketiga kalinya ini bertempat di aula 2 lantai 2 kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati. Acara ini diikuti oleh 27 peserta, terdiri dari mahasiswa IPMAFA lintas prodi dan beberapa santri dari berbagai pesantren […]

  • Baznas Serahkan 31 Hewan Kurban di Masjid Baiturrahman Tawangharjo Wedarijaksa

    Baznas Serahkan 31 Hewan Kurban di Masjid Baiturrahman Tawangharjo Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Puluhan hewan kurban disembelih oleh Panitia Kurban Masjid Baiturrahman Dukuh Tapen, Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Kamis (29/6/2023) pagi. Panitia kurban menyembelih 2 ekor sapi dan 3 kambing warga setempat. Ditambah pula 31 kambing bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI). Wakil Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Pati, Amari […]

  • Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Ruang Rapat lt. 2 Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi perdana pada Kamis sore (17/4/2025). Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa sejak ditetapkan oleh tim formatur pada 26 Juli 2024 lalu, kepengurusan FKPT Jawa Tengah […]

  • NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Gempolsari, Kec. Gabus

    NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Gempolsari, Kec. Gabus

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.961
    • 0Komentar

      NU Peduli Kabupaten Pati resmi mendirikan Posko Kesehatan di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, sebagai upaya membantu masyarakat terdampak banjir. Pembukaan posko dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di ruko Posko MWCNU Gabus, Desa Gempolsari. Peresmian Posko Kesehatan dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Posko […]

  • a person holding a book with henna on their hands

    Mahakarya Pernikahan

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan. Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama […]

  • QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) sesungguhnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses perkembangan pendidikan terutama pendidikan Islam. Pada dasarnya sejarah pergerakan NU itu sendiri merupakan gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.[1]Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, majlis ta’lim, diniyah atau madrasah yang menjadi basis kultural NU dapat menjadi indikasi gerakan […]

expand_less