Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 5 Des 2023
  • visibility 324
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 3/12/2023,- Ketika memilih ruang puisi, sepenuhnya ia sadar bahwa dirinya telah masuk ke dalam ruang yang begitu sunyi.

“Puisi yang telah saya pilih, yang telah anda pilih, yang telah teman-teman semua pilih, yang telah kita semua pilih, adalah sebuah keniscayaan dari hati paling sepi, langkah paling sunyi dan kata tanpa suara paling hakiki. Namun begitu puisi memberi keriuhan pada pikiran-pikiran saya serupa aksara-aksara yang bebas berterbangan di kepala dan saling bertubrukan lincah menciptakan serangkaian paragraf-paragraf yang memiliki kekuatan metafisis dan memberi kesadaran baru menggugah hati dan jiwa saya,” ujar Penyair Perempuan Berbakat, Nuyang Jaimee ketika menjawab pertanyaan dari beberapa peserta yang hadir dalam peluncuran dan bedah buku antologi puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya di PDS.HB.Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Jumat (1/12/2023)

Pada peluncuran buku antologi puisi tersebut, juga diadakan diskusi sastra dengan nara sumber Prof.Dr.Wahyu Wibowo dan Tatan Daniel, moderator Rita Sri Hastuti.Sedangkan MC Santined dan Nanang R Supriyatin.

Dikatakan lagi oleh Nuyang Jaimee -penyair kelahiran Jakarta 31 Maret 1977 ini- menulis puisi bukan sekedar mengenai proses mengungkapkan pikiran dan isi kepala saja.

“Tetapi juga menjadi tempat untuk bicara semua kegelisahan dan pergolakan bathin yang dalam, di mana semua ekspresi bebas keluar tanpa batas. Saya bisa teriak, melolong, menangis, tertawa, marah, protes tanpa mengumpat dan memaki semua kecamuk dalam hati dan pikiran, tempat di mana saya menemukan makna dan kebijaksanaan yang menghantarkan saya dalam perenungan yang lebih mengerucut pada sebuah pemahaman yang lebih universal,” kata penyair yang mulai menekuni dunia teater dan sastra sejak awal tahun 2000-an.

Seperti sebuah kesadaran kosmik yang teramat dalam, seperti ruang kedap suara yang steril yang membersihkan kotoran-kotoran pemikiran, energi negatif dan daya-daya rendah di luar kosmiknya, puisi tetap mampu menembus semua hal di alam semesta manusia dan seluruh isinya karena sifatnya yang tak terbatas menyentuh apa saja di sekeliling dirinya.

Karena sifatnya yang mampu mensterilisasi tersebut sehingga bagi saya puisi menjadi sebuah ruang tempat tumpahnya seluruh perasaan, imajinasi, sekaligus pemikiran yang teramat sakral.

Dan karena puisi adalah sebuah kesadaran yang senantiasa bergerak dinamis, berputar dengan sendirinya sesuai kesadaran diri manusia, itu yang menjadikan keberadaan puisi menjadi sangat khas dan tidak bisa digantikan oleh karya sastra jenis lainnya.

Buku kumpulan puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya ini sebenarnya bukan kumpulan puisi pertama.

“Sebelumnya kumpulan puisi saya berjudul “Surat” sudah pernah hampir saya terbitkan, berisi hampir lebih dari tujuh puluh puisi pilihan. Namun karena beberapa faktor, takdir mengantarkan buku puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya  yang berisi dua puluh puisi pilihan ini menjadi puisi pertama yang saya terbitkan. Beberapa puisi di dalam buku ini, sudah dimuat di beberapa media sastra offline dan online atau kumpulan antologi puisi bersama,” ucap Nuyang Jaimee yang pada tahun 2004 pentas teater keliling ke-13 kota di Jawa dan berakhir di Bali dalam event Jakarta Art Festival 2004.

 

Puisi-puisi dalam buku ini sebagian besar ditulisnya dari hasil pergulatan dirinya di Forum Seniman Peduli TIM (FSP-TIM), dengan gerakan bernama #SaveTIM di akhir tahun 2019 sampai sekarang, meski selebihnya diambil dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tadinya saya ingin berbangga diri dengan puisi-puisi perlawanan diri kepada kawan-kawan seperjuangan bahwa saya tetap berjuang tidak dengan senjata atau maju di garis depan menjadi tokoh-tokoh perlawanan, tapi saya berjuang dengan karya, dengan puisi ruang kesunyian yang sangat subtil dan mampu menohok bathin lebih tajam dari ribuan pedang perang apapun. Dengan tulisan dan raungan perih yang akan terus tercatat dalam sejarah, ia tetap hiudp tak akan mati sampai kapanpun meski saya sudah pergi berkalang bumi, tapi sepertinya keperihan saya menjadi berlipat ganda, karna kelahiran puisi ini sungguh, tidak dalam kebahagiaan yang sesungguhnya sebab ada yang saya rindukan dari Forum Seniman Peduli TIM dan proses perjuangan #SaveTIM ini adalah sebuah kebersamaan dan cinta kasih yang hilang,” kilah Nuyang Jaimee yang pada tahun 2005 mulai menjadi kontributor berita untuk seni dan budaya pada Harian Umum MADINA, dan majalah bulanan Bulettin WARTA PDS.HB.Jassin.

Namun begitu dirinya patut berbangga hati bahwa hari ini  (Jumat, 1 Desember 2023) sejak awal proses kreatif karya ini Nuyang selalu di damping oleh abangda , guru pergerakan , “Puitic Resistance”  yang selalu mensupport  dalam terus berjuang dan berkarya.

” Dengan segala hormat saya, dia adalah Bapak Tatan Daniel dan Bapak Mujib Hermani.Pada akhirnya, Proses kreatif  terhadap Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya ini menuntun  pada pemahaman tentang arti sebuah perjuangan dan keikhlasan dengan cara yang begitu sangat sederhana.Ketika saya serahkan puisi-puisi ini ke para guru-guru saya yang kini duduk di tengah-tengah kita sebagai pembicara, hati saya berdebar-debar, seperti sebuah ujian kelulusan dimana saya akan dibantai dalam persidangan tesis S2. Saya sadar semua energi yang dikeluarkan dalam menulis puisi-puisi ini hanyalah sebagian kecil saja yang dicuri dari mereka secara diam-diam yang menurut saya satu-satunya kasus pencurian yang dihalalkan, namun demikian tetap tak sanggup saya melampaui kebajikan dan kebijaksanaan mereka. Karnanya dengan berpura-pura merelakan diri dalam “pembantaian kreatif” pada hari ini saya bersyukur apapun dan bagaimanapun puisi ini sudah dilahirkan dan sejak saat ini dia sudah memiliki takdirnya sendiri di ruang public _”Para Pecinta Kesunyian dan Puitic Perlawanan”,” ucap Nuyang yang pada Juli 2004 mendirikan lembaga Cakra Budaya Indonesia (CBI) dan pada April 2017 menggagas gerakan komunitas Keluarga Besar Penyair Seksih (KBPS), dan September 2019 mendirikan Kelompok Teaterikal Puisi Penyair Seksih (KTPPS).Selanjutnya Juli 2020 mendirikan Teater Cakra, dan Januari 2023 membentuk Komunitas Kampung Seni Jakarta (KSJ).

Sejak Srptember 2019 hingga sekarang, Nuyang Jaimee ikut dalam gerakan #SaveTIM, bersama kawan-kawan seniman Taman Ismail Marzuki lainnya terkait Revitalisasi TIM.

“Semoga buku kumpulan puisi ini bisa memberi sumbangsih dan peranan penting dalam mewarnai khazanah perpuisian di Indonesia khususnya dan perjalanan Kesusasteraan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (***)

Kontributor : Lasman Simanjuntak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 22 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 4 “Suami?” “Iya, dengar, Shanaya. Aku ….” “Stop! Jangan berani mendekat!” Kepala Shanaya tetiba terasa berdenyar. Tangannya terkulai lemas bagai pelepah daun pisang yang layu. Kakinya terasa meleot seperti karet gelang dan jantungnya menggelosor sampai ke ujung kaki. Wajahnya yang sepucat kapas masih beradu dengan wajah kusut dan kaku di […]

  • Siapkan Kader Desa, PC PMII Gelar Sekolah Kader Pemerdayaan Desa

    Siapkan Kader Desa, PC PMII Gelar Sekolah Kader Pemerdayaan Desa

    • calendar_month Sab, 9 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    PATI – Bertempat di SMK NU Pati, PC MII Kabupaten Pati menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Pemberdayaan Desa yang dilaksanakan mulai hari ini sampai besok pagi  (09 -10/01/2021). Ketua PC PMII Pati, Shoimul Mubarok mengatakan dengan digelarnya kegiatan tersebut diharapkan melahirkan orang-orang yang mampu menggerakkan pembangunan didesa. “Meski outputnya besar, tapi untuk peserta kami batasi. Kami […]

  • PCNU - PATI

    PCNU Pati Donasi Uang Tunai Rp. 300 Juta Korban Semeru 

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    PCNU Kabupaten Pati berkunjung ke PCNU Kabupaten Lumajang pada sabtu (16/7) lalu. Maksud kunjungan ini adalah untuk menyerahkan donasi bagi warga yang terdampak erupsi Semeru akhir tahun 2021.  Pihak PCNU Kabupaten Pati terdiri dari Dr. Choiron selaku wakil ketua, Maskan selaku sekretaris, Dr. Qosim selaku ketua LKNU dan ketua NU Peduli Pati, serta perwakilan LAZISNU […]

  • Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Pati. Setiap orang dalam menikah tentu sangat berbahagia. Sebab pernikahan adalah momen sakral yang di harapkan seumur hidup sekali saja. Maka dari itu, untuk menentukan calon pendamping harus, se iman, seidiologi dan seperjuangan yang mampu di ajak berdakwah dalam menjalankan panji-panji islam ahlus sunah waljma’ah.             Sebagai kader penggerak Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong, dalam pernikahan […]

  • PCNU-PATI

    Hasil-Hasil Munas Alim Ulama Konbes NU 2017

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Buku ini merupakan kumpulan Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada pada tanggal 23-25 November 2017 di NusaTenggara Barat. Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama merupakan Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama yang membahas masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah)

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menulis Kegiatan Menyenangkan.. Photo by lilartsy on Unsplash.

    Menulis, Kegiatan mengasyikkan

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Saya sedang menjajaki dunia tulis menulis. Menulis kisah dan cerita yang  familiar terjadi disekitar kita. Meski terlihat lucu dan aneh. Namun tak apa, saya berusaha menuangkan apa yang terlintas dipikiran. Apa yang terdengar dan terlihat; supaya tak mengganjal dalam akal. Meskipun sederhana dan alakadarnya. Saya sangat menyadari karena memang tak ada basic disitu awalnya. Bisa […]

expand_less