Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 5 Des 2023
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 3/12/2023,- Ketika memilih ruang puisi, sepenuhnya ia sadar bahwa dirinya telah masuk ke dalam ruang yang begitu sunyi.

“Puisi yang telah saya pilih, yang telah anda pilih, yang telah teman-teman semua pilih, yang telah kita semua pilih, adalah sebuah keniscayaan dari hati paling sepi, langkah paling sunyi dan kata tanpa suara paling hakiki. Namun begitu puisi memberi keriuhan pada pikiran-pikiran saya serupa aksara-aksara yang bebas berterbangan di kepala dan saling bertubrukan lincah menciptakan serangkaian paragraf-paragraf yang memiliki kekuatan metafisis dan memberi kesadaran baru menggugah hati dan jiwa saya,” ujar Penyair Perempuan Berbakat, Nuyang Jaimee ketika menjawab pertanyaan dari beberapa peserta yang hadir dalam peluncuran dan bedah buku antologi puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya di PDS.HB.Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Jumat (1/12/2023)

Pada peluncuran buku antologi puisi tersebut, juga diadakan diskusi sastra dengan nara sumber Prof.Dr.Wahyu Wibowo dan Tatan Daniel, moderator Rita Sri Hastuti.Sedangkan MC Santined dan Nanang R Supriyatin.

Dikatakan lagi oleh Nuyang Jaimee -penyair kelahiran Jakarta 31 Maret 1977 ini- menulis puisi bukan sekedar mengenai proses mengungkapkan pikiran dan isi kepala saja.

“Tetapi juga menjadi tempat untuk bicara semua kegelisahan dan pergolakan bathin yang dalam, di mana semua ekspresi bebas keluar tanpa batas. Saya bisa teriak, melolong, menangis, tertawa, marah, protes tanpa mengumpat dan memaki semua kecamuk dalam hati dan pikiran, tempat di mana saya menemukan makna dan kebijaksanaan yang menghantarkan saya dalam perenungan yang lebih mengerucut pada sebuah pemahaman yang lebih universal,” kata penyair yang mulai menekuni dunia teater dan sastra sejak awal tahun 2000-an.

Seperti sebuah kesadaran kosmik yang teramat dalam, seperti ruang kedap suara yang steril yang membersihkan kotoran-kotoran pemikiran, energi negatif dan daya-daya rendah di luar kosmiknya, puisi tetap mampu menembus semua hal di alam semesta manusia dan seluruh isinya karena sifatnya yang tak terbatas menyentuh apa saja di sekeliling dirinya.

Karena sifatnya yang mampu mensterilisasi tersebut sehingga bagi saya puisi menjadi sebuah ruang tempat tumpahnya seluruh perasaan, imajinasi, sekaligus pemikiran yang teramat sakral.

Dan karena puisi adalah sebuah kesadaran yang senantiasa bergerak dinamis, berputar dengan sendirinya sesuai kesadaran diri manusia, itu yang menjadikan keberadaan puisi menjadi sangat khas dan tidak bisa digantikan oleh karya sastra jenis lainnya.

Buku kumpulan puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya ini sebenarnya bukan kumpulan puisi pertama.

“Sebelumnya kumpulan puisi saya berjudul “Surat” sudah pernah hampir saya terbitkan, berisi hampir lebih dari tujuh puluh puisi pilihan. Namun karena beberapa faktor, takdir mengantarkan buku puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya  yang berisi dua puluh puisi pilihan ini menjadi puisi pertama yang saya terbitkan. Beberapa puisi di dalam buku ini, sudah dimuat di beberapa media sastra offline dan online atau kumpulan antologi puisi bersama,” ucap Nuyang Jaimee yang pada tahun 2004 pentas teater keliling ke-13 kota di Jawa dan berakhir di Bali dalam event Jakarta Art Festival 2004.

 

Puisi-puisi dalam buku ini sebagian besar ditulisnya dari hasil pergulatan dirinya di Forum Seniman Peduli TIM (FSP-TIM), dengan gerakan bernama #SaveTIM di akhir tahun 2019 sampai sekarang, meski selebihnya diambil dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tadinya saya ingin berbangga diri dengan puisi-puisi perlawanan diri kepada kawan-kawan seperjuangan bahwa saya tetap berjuang tidak dengan senjata atau maju di garis depan menjadi tokoh-tokoh perlawanan, tapi saya berjuang dengan karya, dengan puisi ruang kesunyian yang sangat subtil dan mampu menohok bathin lebih tajam dari ribuan pedang perang apapun. Dengan tulisan dan raungan perih yang akan terus tercatat dalam sejarah, ia tetap hiudp tak akan mati sampai kapanpun meski saya sudah pergi berkalang bumi, tapi sepertinya keperihan saya menjadi berlipat ganda, karna kelahiran puisi ini sungguh, tidak dalam kebahagiaan yang sesungguhnya sebab ada yang saya rindukan dari Forum Seniman Peduli TIM dan proses perjuangan #SaveTIM ini adalah sebuah kebersamaan dan cinta kasih yang hilang,” kilah Nuyang Jaimee yang pada tahun 2005 mulai menjadi kontributor berita untuk seni dan budaya pada Harian Umum MADINA, dan majalah bulanan Bulettin WARTA PDS.HB.Jassin.

Namun begitu dirinya patut berbangga hati bahwa hari ini  (Jumat, 1 Desember 2023) sejak awal proses kreatif karya ini Nuyang selalu di damping oleh abangda , guru pergerakan , “Puitic Resistance”  yang selalu mensupport  dalam terus berjuang dan berkarya.

” Dengan segala hormat saya, dia adalah Bapak Tatan Daniel dan Bapak Mujib Hermani.Pada akhirnya, Proses kreatif  terhadap Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya ini menuntun  pada pemahaman tentang arti sebuah perjuangan dan keikhlasan dengan cara yang begitu sangat sederhana.Ketika saya serahkan puisi-puisi ini ke para guru-guru saya yang kini duduk di tengah-tengah kita sebagai pembicara, hati saya berdebar-debar, seperti sebuah ujian kelulusan dimana saya akan dibantai dalam persidangan tesis S2. Saya sadar semua energi yang dikeluarkan dalam menulis puisi-puisi ini hanyalah sebagian kecil saja yang dicuri dari mereka secara diam-diam yang menurut saya satu-satunya kasus pencurian yang dihalalkan, namun demikian tetap tak sanggup saya melampaui kebajikan dan kebijaksanaan mereka. Karnanya dengan berpura-pura merelakan diri dalam “pembantaian kreatif” pada hari ini saya bersyukur apapun dan bagaimanapun puisi ini sudah dilahirkan dan sejak saat ini dia sudah memiliki takdirnya sendiri di ruang public _”Para Pecinta Kesunyian dan Puitic Perlawanan”,” ucap Nuyang yang pada Juli 2004 mendirikan lembaga Cakra Budaya Indonesia (CBI) dan pada April 2017 menggagas gerakan komunitas Keluarga Besar Penyair Seksih (KBPS), dan September 2019 mendirikan Kelompok Teaterikal Puisi Penyair Seksih (KTPPS).Selanjutnya Juli 2020 mendirikan Teater Cakra, dan Januari 2023 membentuk Komunitas Kampung Seni Jakarta (KSJ).

Sejak Srptember 2019 hingga sekarang, Nuyang Jaimee ikut dalam gerakan #SaveTIM, bersama kawan-kawan seniman Taman Ismail Marzuki lainnya terkait Revitalisasi TIM.

“Semoga buku kumpulan puisi ini bisa memberi sumbangsih dan peranan penting dalam mewarnai khazanah perpuisian di Indonesia khususnya dan perjalanan Kesusasteraan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (***)

Kontributor : Lasman Simanjuntak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Single.Earth

    Keheningan

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami “Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.” — Susanna Tamaro Perjalanan terkadang membosankan. Apalagi menempuh perjalanan jauh. Berjam-jam duduk di kendaraan, semisal bis ekonomi, banyak orang tersiksa. Kebosanan itu ditambah pula oleh hiruk-pikuknya pedagang asongan dan pengamen. Para […]

  • PCNU-PATI

    Antara Istiqlal dan Katedral

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Salihin* Narasi toleransi yang berkaitan dengan Istiqlal dan Katedral telah banyak dipaparkan para penulis. Awalnya pun saya sangat kagum, dan kekaguman itu membawa saya pada fakta sejarah, dimana Nabi Muhammad SAW. pernah melakukan hal yang lebih fantastik dari pada “pelaminan” Katedral-Istiqlal. Kekaguman itu pun berangsur ‘surut’. Saat itu, rombongan Nasrani Najran mengunjungi […]

  • Belasan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polresta Pati, PCNU Beri Apresiasi

    Belasan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polresta Pati, PCNU Beri Apresiasi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Belasan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polresta Pati, PCNU Beri Apresiasi pcnupati.or.id- Jelang Idulfitri 1444 H, belasan ribu botol minuman keras (miras) dimusnahkan di halaman Mapolresta Pati, Senin (17/4/2023) siang.  Miras-miras itu didapatkan oleh Polresta Pati dalam operasi yang digelar selama Bulan Ramadan ini.  Turut hadir dalam pemusnahan itu, Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro beserta […]

  • NU dan Pemkab Pati,Lakukan Safari Ramadhan

    NU dan Pemkab Pati,Lakukan Safari Ramadhan

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pati.  Bertempat Masjid Sirojul Anam Pasucen Trangkil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Kabupaten beserta SKPD nya mengadakan Tarling bersama, Jumat 10 Juni 2016 kemarin. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang di adakan oleh PCNU dengan Pemerintah kabupaten untuk Tarling (Tarawih Keliling) bersama di setiap kecamatan kabupaten Pati. “Melalui safari Ramadhan ini, kita bisa mempererat […]

  • Semua Sekolah/Madrasah Ma`arif NU Jawa Tengah Diwajibkan Inklusif

    Semua Sekolah/Madrasah Ma`arif NU Jawa Tengah Diwajibkan Inklusif

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah melalui Pengawas Penggerak Maarif NU ingin mematikan bahwa semua Lembaga Pendidikan dibawah naungan Maarif baik Sekolah dan Madrasah tidak boleh menolak calon Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Hal itu disampaikan oleh Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah, R Andi Irawan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Penggerak Maarif […]

  • Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

    Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

    • calendar_month Sab, 16 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 10/12/2023 Perkembangan dan berbagai aktivitas kegiatan sastra ke depan-terutama sambut tahun 2024 mendatang- akan dapat ‘ditularkan’ kepada generasi muda milenial, bahkan ke tingkat siswa dan siswi sekolah dasar (SD). Demikian permintaan langsung  H.Firmansyah, S.Pd,M.Pd, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta ketika membuka acara GEBYAR SENJA BERPUISI yang terakhir tahun 2023 […]

expand_less