Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
  • visibility 347
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Jika mendiskusikan tradisi Lebaran Idulfitri memang tidak ada habisnya. Tidak ada selesainya. Tidak habis dituliskan di NU Online Pati ini. Sebab, manusia Islam Indonesia sangat kultural, metaforis, dan suka akan hal-hal mistisisme yang oleh orang barat disebut klenik, mistis, dan bahkan orang kanan menyebutnya bidah.

Saya tidak akan membicarakan hal itu. Namun, saya hanya akan membincang tradisi-tradisi Lebaran Idulfitri yang enigmatis dan religius. Lebaran Idulfitri menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Lebaran tidak hanya sekadar perayaan agama, tetapi juga sebuah peristiwa sosial yang menghubungkan individu dengan keluarga, teman, dan masyarakat luas.

Tradisi-tradisi yang mengiringi perayaan ini telah berkembang selama berabad-abad, membentuk bagian integral dari warisan budaya bangsa-bangsa Islam. Namun, di era modern yang terus berubah, pelestarian tradisi Lebaran menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa kekayaan budaya ini tetap hidup dan diteruskan kepada generasi mendatang.

Tradisi-Tradisi Lebaran

Saya membagi tradisi Lebaran Idulfitri ini ke dalam tiga aspek, yaitu sebelum, saat, dan setelah. Sebelum Lebaran Idulfitri, biasanya kita melakukan sejumlah praktik tradisi, dimulai dari nyadran, ziarah kubur ke para waliyullah, orang tua, sanak saudara, dan orang-orang terdekat. Selain itu, biasanya di daerah Pati ada tradisi Nuzulul Quran, pengajian, Lailatul Qadar, megengan, takbiran, takbir keliling, dan bentuk lain.

Selanjutnya ketika Lebaran Idulfitri pastinya ada salat id bersama, kondangan di masjid/musala, ziarah ke keluarga yang sudah meninggal dunia, ziarah ke pendiri desa, sowan atau unjung-unjung ke para kiai, guru, keluarga, sahabat, dalam rangka meminta maaf. Biasanya juga tasyakuran bersama melalui kondangan bersama di masjid/musala, desa, gang-gang RT, dan lain sebagainya.

Setelah Idulfitri, biasanya ada tradisi lomban kupatan, kupatan, atau bodo kupat, reuni, pengajian, dan tradisi lain sesuai pengetahuan lokal (local knowledge), kecerdasan lokal (local genius), dan kearifan lokal (local wisdom) daerahnya masing-masing.

Pelestarian Tradisi Lebaran

Tradisi Lebaran Idulfitri tidak hanya memperkaya kehidupan spiritual dan sosial individu, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Momen ini menjadi waktu untuk memaafkan, berbagi kebahagiaan, serta merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pelestarian tradisi Lebaran adalah upaya untuk mempertahankan identitas budaya yang unik dan mendalam.

Pertama, mengenalkan tradisi kepada generasi muda, pelajar, anak-anak. Generasi muda merupakan kunci utama dalam pelestarian tradisi. Melalui pendidikan yang tepat dan partisipasi aktif dalam perayaan Lebaran Idulfitri, nilai-nilai budaya dan spiritual dapat ditransmisikan kepada mereka.

Kedua, mempraktikkan adab dan etika lebaran. Tradisi Lebaran Idulfitri juga mencakup berbagai adab dan etika yang harus dipraktikkan, seperti meminta maaf kepada orang tua, tetua, dan sesama, serta memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Menghidupkan kembali praktik-praktik ini membantu mempertahankan esensi Lebaran Idulfitri.

Ketiga, penggunaan teknologi dengan bijak. Teknologi modern dapat menjadi alat yang berguna dalam memperluas jangkauan tradisi Lebaran Idulfitri, tetapi juga dapat mengancam keaslian dan keintiman pengalaman tersebut. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam merayakan Lebaran harus dilakukan dengan bijak.

Keempat, mempromosikan keragaman budaya. Setiap daerah memiliki ciri khas dan tradisi unik dalam merayakan Lebaran Idulfitri. Pati dengan Blora, Rembang, Grobogan, Jepara saja pasti berbeda. Pati daerah Utara dengan Pati daerah Selatan juga pasti berbeda meski satu kabupaten. Dengan mempromosikan dan menghargai keragaman budaya ini, kita dapat memperkaya pengalaman Lebaran serta memperkuat ikatan antarwarga negara.

Pelestarian tradisi Lebaran Idulfitri bukanlah sekadar tentang mempertahankan warisan budaya masa lalu, tetapi juga tentang memperkuat identitas kolektif dan mempromosikan harmoni sosial. Di tengah perubahan sosial yang cepat, menjaga tradisi Lebaran Idulfitri mengingatkan kita akan nilai-nilai yang lebih besar dari kehidupan manusia, seperti kasih sayang, toleransi, dan kebersamaan.

Lebaran Idulfitri menjadi waktu untuk bersyukur, memaafkan, dan berbagi. Dengan melestarikan tradisi ini, kita tidak hanya menyelamatkan warisan budaya, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya. Sehingga, mari kita jaga tradisi Lebaran dengan penuh kebanggaan dan komitmen, agar pesan damai dan kasih sayang yang terkandung di dalamnya dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi. Amin.

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 19 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

    Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Kabar. NU Pati. Sabtu 31 Januari 2015 seluruh madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Maarif se-Kabupaten Pati melaksanakan ucapaca bendera dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama Ke-89. Upacara ini dilaksanakan secara serempak atas instruksi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati. Upacara berjalan dengan sangat khidmat dan meriah. Reporter dari PCNU PATI Online […]

  • Bonus Akhir Tahun, MA Salafiyah Kajen Torehkan 531 Prestasi

    Bonus Akhir Tahun, MA Salafiyah Kajen Torehkan 531 Prestasi

    • calendar_month Kam, 30 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

     PATI – Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, meraih peringkat terbaik Madrasah Aliyah se-Kabupaten Pati. Torehan prestasi itu diumumkan langsung oleh Kasi Penmad Kantor kementerian Agama Kabupaten Pati, Ruhani, dalam acara gebyar prestasi madrasah 2021 “The Best Achievement” melalui zoom metting, Kamis (30/12/2021).  Peringkat terbaik Madrasah Aliyah se-Kabupaten Pati ini berkat raihan prestasi guru dan […]

  • Jalan Sehat Ala Santri

    Jalan Sehat Ala Santri

    • calendar_month Ming, 22 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus MWC NU Margoyoso beserta banom-banomnya mangadakal acara” Mlaku – mlaku bareng santri se-Kabupaten Pati. Dari PCNU Pati sendiri memiliki program acara tersebut yang terpusatkan di kecamatan Margoyoso, pada jalan sehat Hari Santri Nasional kali ini dengan mengambil tema Meneguhkan peran santri dalam bela negara, Pancasila, dan NKRI , 20/10. Acara ini dimulai pada […]

  • Siap Sukseskan 1 Abad NU Pati

    Siap Sukseskan 1 Abad NU Pati

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar
  • PCNU-PATI

    PD PGMI Jateng-DIY Kaji Tugas Akhir Skripsi dan Nonskripsi

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Koordinator Wilayah VIII Jawa Tengah dan DIY menggelar Diskusi Pendidikan bertajuk “Tugas Akhir: Skripsi atau Nonskripsi? (Kebijakan, Implementasi, Kelebihan dan Kekurangan)” dengan narasumber dosen PGMI FITK UIN Walisongo Semarang, Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd., pada Selasa (23/4/2024) secara daring. Dalam kesempatan itu, Ketua PD PGMI Korwil […]

  • 25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.431
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Semarang — Semangat kebersamaan dan nuansa hijau khas Nahdlatul Ulama (NU) menyelimuti Stadion Pandanaran, Wujil Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/10/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025, salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Santri yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Sedikitnya 25 ribu peserta […]

expand_less