Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Jika mendiskusikan tradisi Lebaran Idulfitri memang tidak ada habisnya. Tidak ada selesainya. Tidak habis dituliskan di NU Online Pati ini. Sebab, manusia Islam Indonesia sangat kultural, metaforis, dan suka akan hal-hal mistisisme yang oleh orang barat disebut klenik, mistis, dan bahkan orang kanan menyebutnya bidah.

Saya tidak akan membicarakan hal itu. Namun, saya hanya akan membincang tradisi-tradisi Lebaran Idulfitri yang enigmatis dan religius. Lebaran Idulfitri menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Lebaran tidak hanya sekadar perayaan agama, tetapi juga sebuah peristiwa sosial yang menghubungkan individu dengan keluarga, teman, dan masyarakat luas.

Tradisi-tradisi yang mengiringi perayaan ini telah berkembang selama berabad-abad, membentuk bagian integral dari warisan budaya bangsa-bangsa Islam. Namun, di era modern yang terus berubah, pelestarian tradisi Lebaran menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa kekayaan budaya ini tetap hidup dan diteruskan kepada generasi mendatang.

Tradisi-Tradisi Lebaran

Saya membagi tradisi Lebaran Idulfitri ini ke dalam tiga aspek, yaitu sebelum, saat, dan setelah. Sebelum Lebaran Idulfitri, biasanya kita melakukan sejumlah praktik tradisi, dimulai dari nyadran, ziarah kubur ke para waliyullah, orang tua, sanak saudara, dan orang-orang terdekat. Selain itu, biasanya di daerah Pati ada tradisi Nuzulul Quran, pengajian, Lailatul Qadar, megengan, takbiran, takbir keliling, dan bentuk lain.

Selanjutnya ketika Lebaran Idulfitri pastinya ada salat id bersama, kondangan di masjid/musala, ziarah ke keluarga yang sudah meninggal dunia, ziarah ke pendiri desa, sowan atau unjung-unjung ke para kiai, guru, keluarga, sahabat, dalam rangka meminta maaf. Biasanya juga tasyakuran bersama melalui kondangan bersama di masjid/musala, desa, gang-gang RT, dan lain sebagainya.

Setelah Idulfitri, biasanya ada tradisi lomban kupatan, kupatan, atau bodo kupat, reuni, pengajian, dan tradisi lain sesuai pengetahuan lokal (local knowledge), kecerdasan lokal (local genius), dan kearifan lokal (local wisdom) daerahnya masing-masing.

Pelestarian Tradisi Lebaran

Tradisi Lebaran Idulfitri tidak hanya memperkaya kehidupan spiritual dan sosial individu, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Momen ini menjadi waktu untuk memaafkan, berbagi kebahagiaan, serta merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pelestarian tradisi Lebaran adalah upaya untuk mempertahankan identitas budaya yang unik dan mendalam.

Pertama, mengenalkan tradisi kepada generasi muda, pelajar, anak-anak. Generasi muda merupakan kunci utama dalam pelestarian tradisi. Melalui pendidikan yang tepat dan partisipasi aktif dalam perayaan Lebaran Idulfitri, nilai-nilai budaya dan spiritual dapat ditransmisikan kepada mereka.

Kedua, mempraktikkan adab dan etika lebaran. Tradisi Lebaran Idulfitri juga mencakup berbagai adab dan etika yang harus dipraktikkan, seperti meminta maaf kepada orang tua, tetua, dan sesama, serta memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Menghidupkan kembali praktik-praktik ini membantu mempertahankan esensi Lebaran Idulfitri.

Ketiga, penggunaan teknologi dengan bijak. Teknologi modern dapat menjadi alat yang berguna dalam memperluas jangkauan tradisi Lebaran Idulfitri, tetapi juga dapat mengancam keaslian dan keintiman pengalaman tersebut. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam merayakan Lebaran harus dilakukan dengan bijak.

Keempat, mempromosikan keragaman budaya. Setiap daerah memiliki ciri khas dan tradisi unik dalam merayakan Lebaran Idulfitri. Pati dengan Blora, Rembang, Grobogan, Jepara saja pasti berbeda. Pati daerah Utara dengan Pati daerah Selatan juga pasti berbeda meski satu kabupaten. Dengan mempromosikan dan menghargai keragaman budaya ini, kita dapat memperkaya pengalaman Lebaran serta memperkuat ikatan antarwarga negara.

Pelestarian tradisi Lebaran Idulfitri bukanlah sekadar tentang mempertahankan warisan budaya masa lalu, tetapi juga tentang memperkuat identitas kolektif dan mempromosikan harmoni sosial. Di tengah perubahan sosial yang cepat, menjaga tradisi Lebaran Idulfitri mengingatkan kita akan nilai-nilai yang lebih besar dari kehidupan manusia, seperti kasih sayang, toleransi, dan kebersamaan.

Lebaran Idulfitri menjadi waktu untuk bersyukur, memaafkan, dan berbagi. Dengan melestarikan tradisi ini, kita tidak hanya menyelamatkan warisan budaya, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya. Sehingga, mari kita jaga tradisi Lebaran dengan penuh kebanggaan dan komitmen, agar pesan damai dan kasih sayang yang terkandung di dalamnya dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi. Amin.

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 19 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pagar Nusa Gabus Kunjungi Tokoh NU, K. Khusairi : Kami Punya Tujuan Khusus

    Pagar Nusa Gabus Kunjungi Tokoh NU, K. Khusairi : Kami Punya Tujuan Khusus

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    GABUS-Pengurus Anak Cabang Pencak Silat Pagar Nusa Kecamatan Gabus melakukan kunjungan ke beberapa tokoh di Kabupaten Pati. Orang-orang yang dikunjungi merupakan para pejuang babad alas Pagar Nusa (PN) di Pati serta tokoh-tokoh yang memiliki andil bagi eksistensi PN. K. Khusairi ketua PAC Pagar Nusa Gabus menegaskan acara sowan tersebut terselenggara berkat ide dari kawan-kawan PN […]

  • PCNU Sebut Lazisnu Bakal Jadi Bank Sentral NU

    PCNU Sebut Lazisnu Bakal Jadi Bank Sentral NU

    • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati (kiri) berpose dengan ketua PC Lazisnu usai acara Rakercab PC Lazisnu Pati PATI – PC Lazisnu Pati adakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Room Meeting Hotel Safin. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (1/2) lalu.  Dalam Rakercab tersebut, NU Care Lazinu Kabupaten Pati mantab mengusung tema ‘Menuju Lazisnu Pati MANTAP (Modern, Akuntable, Transparan, […]

  • PCNU - PATI

    Ber (Kurban)

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Minggu kemarin adalah hari raya idul adha. Hari raya makan daging. Hari raya nyate bersama, hari raya berharap dapat daging dari yang berkurban, baik dari masjid, mushola atau kolega yang kita kenal. Berharap dan penuh harap, dapat lebih banyak dari pada yang lain. Serentak pada hari itu story Whatshapp, status media sosial baik Facebook dan […]

  • Luar Biasa! LP Maarif Magelang Bekali Guru SD dengan Pelatihan Coding dan AI

    Luar Biasa! LP Maarif Magelang Bekali Guru SD dengan Pelatihan Coding dan AI

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id Kabupaten Magelang – Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU PCNU Kabupaten Magelang saat ini baru mengadakan pelatihan koding dan Artificial Intelligence (AI) bagi wakil guru SD se-Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Pelatihan yang berlangsung mulai Senin,28 Juli sd Jumat,1 Agustus 2025 ini diikuti oleh […]

  • IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengurus Cabang IPNU/IPPBU melakukan kegiatan sambung silaturrohim alumni. Acara ini dimaksudkan agar hubungan antara pengurus dengan para alumni IPNU/IPPNU senantiasa terhubung. Foto bersama PC IPNU/IPPNU Pati dengan Ummi Nadziroh, salah satu alumni IPPNU Hal ini sangat penting untuk memahami jejak pergerakan organisasi dari masa ke masa. Selain itu, agenda ini bertujuan agar para kader IPNU/IPPNU […]

  • Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tren pencitraan, sekadar membuat konten telah menjamur di masyarakat kita. Saking jengkelnya ketika ada orang melakukan apapun “halah itu cuma konten”. Apatisme inilah yang harus diperhatikan di bulan Ramadan. Sebab, Ramadan seharusnya membawa berkah dan semangat untuk meningkatkan ibadah. Namun, di era media sosial ini, Ramadan juga menjadi panggung bagi berbagai fenomena, […]

expand_less