Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.073
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Jelang Konfercab, PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rapimcab

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Pcnu.pati.or.id-MARGOYOSO – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati mengadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di MA Darunnajah Ngemplak Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (16/6/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati. Dengan mengangkat tema “Eling Kancane, Eling Organisasine, Barokah Uripe”, kegiatan ini sebagai persiapan pelaksanaan Konferinsi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Pati ke-XIV. […]

  • LP Maarif Purbalingga Lantil 7 Kepala MI dan 2 Kepala Mts

    LP Maarif Purbalingga Lantik 7 Kepala MI dan 2 Kepala Mts

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 763
    • 0Komentar

      Purbalingga, kamis, 9 Januari 2025 ketua PC.LP. Maarif NU PCNU Purbalingga H. Torik Jahidin, S.Pd.I., M.Pd.I melantik 7 Kepala MI dan 2 Kepala MTs. Dilaksankan di Gedung Dekopinda Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini kali pertama dilaksanakan pada masa khidamah awal pengurus LP. Maarif NU Purbalingga masa khidmah 2024-2029. Berahirnya masa khidmah Kepala menjadi dasar Pengurus […]

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

  • Adzan Dengan Pengeras Suara

    Adzan Dengan Pengeras Suara

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang banyak kita jumpai di masjid-masjid yang adzannya menggunakan pengeras suara .padahal ada hadis yang seperti tertera di bawah ini : أن النبى صلى الله عليه وسلم : اهتمّ للصلاة كيف يجمع لها الناس فذكر له البوق فلم يعجبه ذلك أى ام يحتسنه ولم يرضه بل يكرهه وينكره . Nabi SAW.  Pernah memikirkan […]

  • PR IPNU IPPNU Kadilang Ajak Anggota Untuk Berlatih Public Speaking

    PR IPNU IPPNU Kadilang Ajak Anggota Untuk Berlatih Public Speaking

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    PR IPNU IPPNU Kadilang Ajak Anggota Untuk Berlatih Public Speaking Pati, 13 Maret 2021 PR IPNU IPPNU gelar pelatihan Public Speaking guna untuk menambah mental dan wawasan anggota. Kegiatan yang di gelar pada 12 Maret 2021 berlangsung selama 1 jam. Berlokasi di Madrasah Mansyaul Ulum Kadilangu melibatkan kurang lebi 30 anggota sebagi peserta kegiatan. dengan […]

  • Tim KKN IAIN Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Es Krim Sayuran

    Tim KKN IAIN Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Es Krim Sayuran

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Tiga mahasiswi IAIN Kudus sedang mensimulasikan pembuatan es krim sayuran di hadapan warga WEDARIJAKSA – Tim KKN IAIN Kudus di Kecamatan Wedarijaksa mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan es krim sayuran pada hari Sabtu, (2/10) di Balai Desa Jetak. Kegiatan yang bertajuk “Inovasi Pembuatan Ice Cream dari Sayuran,” tersebut diikuti oleh seluruh anggota PKK Desa Jetak.  Matsna […]

expand_less