Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 935
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

    KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    KH Asmui Sadzali dipanggil Yang Mahakuasa, Selasa, 24 September 2019/ 25 Muharram 1441 di Pati Jawa Tengah. Baca: KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat Kiai Asmui adalah sosok organisator yang malang melintang di NU Pati. Ketika Penulis masih studi di PP Raudlatul Ulum Kajen, asuhan KH Ahmad Fayumi Munji, Penulis sering melihat […]

  • LP Ma’arif NU dan Kemnaker Buka Seleksi Nasional Magang Jepang di Pekalongan

    LP Ma’arif NU dan Kemnaker Buka Seleksi Nasional Magang Jepang di Pekalongan

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.815
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Seleksi Nasional Magang Jepang, kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan IM Japan, resmi dilaksanakan pada 10–13 Agustus 2026 di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan. Sebanyak 234 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi ini. Kegiatan dibuka secara langsung oleh perwakilan Direktorat […]

  • black and gray atm machine

    ATM

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

      Oleh : Niam At Majha   Sore kemarin sebelum pulang kerumah saya sempatkan untuk mampir pada sebuah ATM untuk menarik uang tunai. Ternyata di tempat tersebut antriannya cukup banyak, untung saja pihak bank telah menyediakan kursi untuk menunggu. Meskipun dalam sebuah penungguan tentu ada rasa sebal dan menyebalkan, akan tetapi hal itu saya anggap […]

  • Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.790
    • 0Komentar

      PATI — Memperingati Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-92, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pati sukses menggelar Turnamen Futsal Antar-Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pati. Kompetisi yang berlangsung di GOR Pesantenan pada 28–30 April 2026 ini menjadi ajang unjuk sportivitas sekaligus penguat solidaritas kader. ​Turnamen ini diikuti oleh perwakilan PAC dari berbagai […]

  • Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, beberapa waktu yang lalu. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, […]

  • PCNU-PATI

    Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

    • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari lalu, setelah kenaikan harga bahan bakar yang notabene memberatkan masyarakat menurut sebagian orang. Kini kantor pos dan balai desa ramai oleh orang orang yang mengantri untuk mengambil bantuan dari dampak BBM di paksa naik. Saya hanya mengamati, melihat hiruk pikuk tersebut, ada yang saling desak berdesakan, ada pula saling […]

expand_less