Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.156
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 2

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Nga-ngapunten, Bu Nyai. Maaf, ini santri baru, Bu Nyai. Tolong dimaafkan. Biar nanti saya yang beri hukuman,” ucap lelaki berkacamata terbata—santri senior yang bertugas sebagai pengawas kelompok. Jika tidak salah dengar tadi namanya Kang Awan. Ya, Kang Awan. Dari suaranya, kentara sekali jika dia sedang menahan ketakutan. Sangat berbanding terbalik dengan sikap […]

  • Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 650
    • 0Komentar

      Dua siswi Salafiyah yang membanggakan warga Pati lewat cabang olahraga Petanque  PATI – Dua atlet Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kabupaten Pati berhasil meraih dua medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Non Virtual Jateng 2021. Pertandingan tersebut  berlangsung di lapangan Petanque Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 15 -16 November 2021. […]

  • Orang-Orang Daun Talas. Photo by Rendy Novantino on Unsplash.

    Orang-Orang Daun Talas

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Supporter bola memiliki loyalitas setinggi Burj Khalifa. Berbeda dengan pendukung olahraga lain, karakter fans sepak bola memang unik. Tragedi Heysel, Juventus VS Liverpool hingga yang teranyar, peristiwa Kanjuruhan menjadi saksi betapa setia para supporter cabang olah raga satu ini. Pada level tertentu, fanatisme semacam ini ‘cukup baik’. Seorang teman bercerita, bahwa […]

  • Puasa dari Bokep

    Puasa dari Bokep

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.201
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Bukan hanya dipuasani dalam arti dikurangi dan ditahan, tapi saran saya sebaiknya ditinggalkan. Tidak hanya di bulan Ramadan, menonton film porno/bokep itu merusak mental. Sebenarnya jauh-jauh hari, Kanjeng Nabi Muhammad sudah berpesan.   “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan […]

  • Silaturrahmi Kapolres Pati Ke PCNU Pati

    Silaturrahmi Kapolres Pati Ke PCNU Pati

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    <![endif]–> Kabar NU Pati: Rabu 27 Mei 2015, bertempat di lt 1 kantor  PCNU Pati, mendapat kunjungan dari jajaran Kapolres Pati. Dalam hal ini AKBP R Setijo Nugroho, selaku Kapolres Pati menyampaikan beberapa hal yang sekiranya dapat di kerjasamakan. “ Umaro yang mau bersilaturrahmi ke ulama adalah hal sangat luar biasa”jelas Rois Syuriyah PCNU Pati […]

  • Lagi, PN Salafiyah Ukir Prestasi

    Lagi, PN Salafiyah Ukir Prestasi

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Dua punggawa PN Salafiyah yang sukses meraih juara di tingkat nasional. Mereka adalah M. Rizky Falevi dan Zahwa Ananda Oltavianti MARGOYOSO – Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) MTs Salafiyah Kajen kembali mengharumkan nama baik Kabupaten Pati. Melalui seni bela diri pemcak silat, dua peserta didik MTs yang berada di Desa Kajen tersebut sukses […]

expand_less