Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.092
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ketua dan Sekretaris PCNU Naik Haji, Siapa PLT-nya? 

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 730
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Tahun ini, Ketua PCNU, KH. Yusuf Hasyim dan Sekretarisnya, Maskan melakukan ibadah haji. Akibat cutinya dua orang penting di PCNU Pati ini, para pengurus NU khususnya yang berada di tingkat MWC pun menanyakan siapa PLT-nya.  Pertanyaan ini sangat beralasan. Sebab, dalam koordinasi dengan Cabang, pihak MWC harus tahu dengan siapa mereka melakukan komunikasi.  […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Maria Ulfah, Ketua PC Muslimat NU Pati 2010-2020 Wafat

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Kabar duka kembali datang dari PC Muslimat NU Pati. Salah satu kader terbaiknya, berpulang ke rahmatullah pada Senin (5/9) pukul tujuh pagi tadi. Dia adalah Hj. Maria Ulfah Mundzir, Ketua PC Muslimat NU Pati 10 tahun, terhitung sejak 2010. Hj. Ulfah mengakhiri masa jabatannya sebagai Nakhoda kaum ibu Nahdliyyin pada 2020 lalu.  Jenazah […]

  • ​Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, LPPNU Pati dan MTs Al Fattah Juwana Edukasi Pembuatan Nitrobakter

    ​Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, LPPNU Pati dan MTs Al Fattah Juwana Edukasi Pembuatan Nitrobakter

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.948
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pati menggelar pelatihan pembuatan pupuk hayati Nitrobakter dan pupuk padat berbasis kotoran hewan (kohe) di MTs Al Fattah Juwana, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk membekali para siswa dan civitas akademika dengan keterampilan pertanian ramah lingkungan. ​Dalam pelatihan tersebut, LPPNU Pati menerjunkan empat narasumber teknis, yakni Ali […]

  • PCNU-PATI Photo by anaterate

    Wacana

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin disaat hujan rintik dan panas terik, pada sebuah group WhatsApp ada sebuah wacana menarik dan unik untuk dibahas, perihal fasilitas, perihal komunitas dan perihal sesuatu yang belum tuntas. Sebenarnya sederhana saja, tentu saya dan Anda pernah mendengar istilah logika tanpa logistik tak pernah jalan. Saya mengamini akan hal itu, […]

  • PCNU-PATI

    Satu Abad NU : Muhasabah Sego Berkat

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin*  Tahun ini, NU telah mencapai yuswa satu abad menurut hijriyah version. Mampu survive ditengah goncangan selama seratus tahun saja sudah merupakan prestasi, apalagi bisa memberi dampak bagi ummat.  Diiyakan ataupun diingkari, kontribusi NU untuk bangsa memang sudah tak terhitung, dan memang banyak peneliti, pengamat dan penulis yang analisa ihwal  tersebut. […]

  • Liga Santri Piala Kasad 2022 di Kabupaten Pati Dibuka, 3 Pesantren Turut Meramaikan

    Liga Santri Piala Kasad 2022 di Kabupaten Pati Dibuka, 3 Pesantren Turut Meramaikan

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    PATI – Liga Santri Piala Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) digelar tahun ini. Sebanyak tiga pesantren di Kabupaten Pati turut meramaikannya.  Adapun ketiga tim tersebut adalah Bahrul Ulum FC Kecamatan Gabus, Mathali’ul Falah FC Kajen Kecamatan Margoyoso dan PSYQ Ponpes Yanbu’ul Qur’an kecamatan Wedarijaksa. Seluruh pertandingan digelar di Stadion Joyokusumo Pati.  Piala Kasad tahun 2022 ini […]

expand_less