Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.057
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎LAMDIK Beri Rekomendasi Strategis, INISNU Temanggung Siapkan Benchmarking dan Penguatan SDM Pascasesmen Lapangan S1 PAI

    ‎LAMDIK Beri Rekomendasi Strategis, INISNU Temanggung Siapkan Benchmarking dan Penguatan SDM Pascasesmen Lapangan S1 PAI

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.875
    • 0Komentar

    ‎Temanggung – Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi ditutup pada Sabtu (18/7/2026) di ruang rapat BPP INISNU Temanggung. Penutupan diawali dengan penyampaian rekomendasi dari dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bahan evaluasi dan penguatan mutu berkelanjutan bagi program […]

  • Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.674
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026). Banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial. […]

  • Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

      IPNU IPPNU Triguno dan peserta KKN UIN Walisongo Semarang bersama dengan para peserta lomba PUCAKWANGI – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN), Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 107 bersama IPNU IPPNU Triguno mengadakan sejumlah lomba pada Rabu (20/10). Lomba tersebut, diantaranya lomba adzan, menulis huruf hijaiyah, hafalan asmaul […]

  • PCNU-PATI

    Puluhan Pelajar Dukung Palestina dengan Ikut Lomba Gambar Semangka

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Konflik Palestina dan Israel menimbulkan beragam reaksi. Di Indonesia sendiri, aksi pro Palestine diwujudkan dalam berbagai bentuk.  Salah satunya adalah yang dilakukan oleh siswa-siswa MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong pada Senin (6/11). Mereka melakukan aksi protes dalam bentuk seni rupa.  Kompetisi Menggambar semangka yang diadakan oleh pihak madrasah, memperoleh antusiasme tinggi dari para […]

  • 1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Sebanyak 1.442 calon jemaah haji asal Kabupaten Pati mulai mengikuti manasik haji di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/2/2025). Mereka tampak khidmat mendengarkan arahan dan pembekalan dari para petugas. Wabup Pati, Risma Ardhi Chandra membuka secara resmi kegiatan Manasik Haji 2025 di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa kegiatan manasik […]

  • PCNU-PATI

    MTs Sultan Agung Sukolilo Ngaji Ramadhan bersama Santri Lirboyo

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pati –  Dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan juga pendidikan karakter Ramadhan tahun ini MTs Sultan Agung Sukolilo menggandeng santri Lirboyo Kediri yang saat ini mengadakan safari Ramadhan di ranting NU 02 Sukolilo. Pada saat pembukaan safari Ramadhan (29/3) di Masjid At-Taqwa Sanggrahan Sukolilo Ahmad Rifa’i ketua himasal […]

expand_less