Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.097
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTNNU Pati Salurkan Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

    LTNNU Pati Salurkan Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.083
    • 0Komentar

      ​Pcnupati or.id – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pati menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan sejumlah paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Pati Kota, Selasa (27/1/2026). Aksi sosial ini digelar dalam rangka menyongsong Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang jatuh pada 31 Januari mendatang. ​Ketua LTNNU Pati, Angga Saputra, menjelaskan […]

  • PCNU-PATI

    Bentuk Kader Militan, PAC Fatayat Trangkil Gelar LKD

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Trangkil mengadakan Latihan Kader Dasar (LKD), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Jumat (30/12/2022). Kegiatan yang mengangkat tema “Pengkaderan Sebagai Sarana Membentuk Kader yang Militan, Berkarakter dan Berbudaya dalam Bingkai Ahlusunah Waljamaah Annahdhiyah” ini diikuti oleh perwakilan Anak Ranting dan Ranting Fatayat se-Kecamatan […]

  • RMI NU Pati Berangkatkan 95 Santri ke Pesantren Lirboyo 

    RMI NU Pati Berangkatkan 95 Santri ke Pesantren Lirboyo 

    • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebanyak 95 santri Lirboyo yang berasal dari Kabupaten Pati kembali ke pondok pesantren, Selasa (15/4/2025) pagi. Puluhan santri itu diberangkatkan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pati. Para santri ini diberangkatkan menggunakan dua armada bus, dengan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pati. Ketua […]

  • LP Ma’arif NU Banyumas Gelar Workshop Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

    LP Ma’arif NU Banyumas Gelar Workshop Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

      Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Banyumas menggelar Workshop Optimalisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Asesmen Pembelajaran bagi guru MTs Ma’arif NU se-Kabupaten Banyumas. Workshop yang diikuti oleh 64 guru perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran ini digelar di Purwokerto, Senin-Selasa, 4-5 Agustus 2025. Ketua LP Ma’arif NU PCNU Banyumas, Edi Sungkowo menjelaskan workshop ini untuk […]

  • Anam dan Refani Jadi Nahkoda Baru PAC IPNU IPPNU Gabus

    Anam dan Refani Jadi Nahkoda Baru PAC IPNU IPPNU Gabus

    • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

      Serah terima jabatan secara simbolis menggunakan bendera kebesaran IPNU GABUS – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Gabus sukses menggelar Konferancab IX di SMA Islam Tuan Sokolangu, Mojolawaran, Selasa (19/10/2021). Dalam Konferancab tersebut, M. Khoirul Anam H. dan Refani Febriosa terpilih sebagai nahkoda baru PAC IPNU IPPNU Kecamatan Gabus. Mengusung tema “Regenerasi Perwujudan […]

  • Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    REMBANG-Kabar duka muncul dari keluarga besar Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang. Putra ke tiga KH. Maimoen Zubair, KH. Majid Kamil Maimoen atau Gus Kamil dikabarkan meninggal dunia Minggu (12/7) pukul 19.55 WIB malam ini. Foto Gus Kamil (kiri) disejajarkan dengan sang ayah, KH. Maimoen Zubair Kakak kandung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin ini […]

expand_less