Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
  • visibility 1.142
  • comment 0 komentar

Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang penting. Begitu banyak kasih sayang yang dicontohkan oleh  Rasulullah yang dapat dijadikan panutan.

Peneladanan ini menjadi penting karena makin kesini kecenderungan hilangnya kasih sayang terasa semakin menguat. Padahal kasih sayang adalah inti kemanusiaan kita. Bila ini hilang, maka posisi manusia akan terjatuh ke titik terendah yang oleh Al Qur’an disebut lebih buruk dari ternak. Anis menyebut salah satu contoh terburuk hilangnya kemanusiaan adalah tragedi di Palestina.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan bahkan jutaan alasan pembenaran untuk melakukan kejahatan. Padahal jika mau ditanyakan ke hati nurani tentu akan menyadari kesalahan itu. Namun kepekaan itu kini telah banyak yang hilang,” sentilnya membuka diskusi.

Budayawan asal Pati itu kemudian mencoba memetakan faktor utama yang membuat manusia dapat kehilangan sifat dasar kemanusiaannya tersebut.

“Pada dasarnya ada dua kategori manusia, yaitu manusia penetap dan manusia penyinggah. Manusia penetap merasa keberadaannya di bumi ini bersifat tetap dan final. Sementara manusia penyinggah memposisikan dirinya sebagai pejalan, dan memosisikan bumi sekadar sebagai tempat singgah belaka,” ujarnya.

Dua sudut pandang tersebut menurut Anis akan berdampak besar pada penyikapan manusia terhadap dunia. Jika bumi hanya dianggap sebagai tempat singgah, maka manusia tidak akan bersikap gila-gilaan untuk mendapatkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.

“Namun ketika menganggap keberadaannya sebagai penetap, yang muncul pertama kali adalah ego, yang akan menempatkan dirinya sebagai pusat dan pemilik semua yang ada di bumi. Segalanya harus dimiliki. Jika ini tidak terpenuhi maka akan muncul kebencian, permusuhan. Baik dalam ranah individual, sosial, ataupun bernegara,” imbuhnya.

Anis melanjutkan, banyaknya penentangan di era nabi-nabi terdahulu juga dilatari oleh ketakutan akan hilangnya posisi dan pengusaan sosial yang bisa dipastikan muncul dari kesadaran penetap.

Anis lantas memberi contoh saat Nabi Isa mendapat perlawanan dari para pemuka agama Yahudi.

“Mereka (pemuka agama,red) takut, jika menerima nabi Isa maka posisi sosialnya sebagai ulama akan hancur, sehingga mereka meminta pejabat Romawi untuk menghukum nabi Isa. Demikian juga Kanjeng Nabi Muhammad. Beliau ditentang oleh elite Quraisy, termasuk paman-pamannya sendiri, yang khawatir posisi sosialnya akan ambrol jika mempercayai Nabi,” tambahnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya. Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” imbuhnya.

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial. Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan. Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tambahnya.

Anis juga mengungkap keheranannya, bagaimana bisa rakyat Indonesia selama ini dikenal karena keramahannya, bisa tiba-tiba muncul dengan wajah bengis di media sosial.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang.  Kalau bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat tersebut sudah kita abaikan. Bila ini diteruskan, kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun kedepan?” tambahnya.

Tema itu rupanya mampu mengantarkan ratusan jamaah terlarut dalam diskusi yang digelar secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia serta disiarkan online melalui berbagai media sosial. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin tampak memeriahkan jalannya diskusi tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelantikan, Musyawarah Kerja dan Halal Bi Halal, bertempat di Kampus IPMAFA Margoyoso Pati, Ahad 7 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut Rois Syuriah KH. M. Aniq Muhammad memberi pengarahan terhadap pengurus baru, baik lembaga, atau pun banomnya. ” Kita harus bersaing dengan organisasi lain, harus […]

  • Belajar dari Jenderal Nobunaga

    Belajar dari Jenderal Nobunaga

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu. Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya: […]

  • PCNU-PATI Photo by iqbalnuril

    4 Tips Agar Kamu Nggak Diremehin 

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id – Hal yang paling menyebalkan adalah ketika kita diremehin oleh orang lain. Padahal, kita sudah melakukan sesuatu sesuai dengan porsinya, sudah berusaha memberikan yang terbaik ketika menyelesaikan suatu pekerjaan. Hanya saja, masih ada orang yang melihat kita sebelah mata. Lantas, apakah kita harus bersikap sama dengan mereka?, membalas apa yang telah […]

  • Menimbun Minyak Tanah

    Menimbun Minyak Tanah

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang, kita tahu bahwa seluruh dunia mengalami krisis globalisasi ( termasuk negara kita Indonesia ), sehingga berdampak pada kelangkaan minyak tanah. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya, jika ada seorang yang kaya raya memborong minyak tanah di kota itu dengan harga yang sangat murah, lalu orang kaya tersebut menjual minyak tanah kepada orang lain dengan […]

  • Awali Puasa dengan Puasa

    Awali Puasa dengan Puasa

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan […]

  • PCNU-PATI

    MA Walisongo Pecangaan Bekali Siswa Wawasan Studi Lanjut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara membekali peserta didik kelas XII dengan wawasan studi lanjut dan jenjang karir yang berlangsung di Laboratorium Multimedia, Ahad (21/1). Hadir dalam kegiatan Kepala MA Walisongo Ainun Najib, Direktur Eksekutif Yayasan Walisongo Adib Khoiruz Zaman, dan narasumber alumnus UGM Achmad Widiatmoko. Juga 37 peserta didik jurusan IPA […]

expand_less