Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MA Manahijul Huda Luncurkan Buku

MA Manahijul Huda Luncurkan Buku

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 19 Des 2017
  • visibility 287
  • comment 0 komentar

Pati,  MA Manahijul Huda Luncurkan buku perdana yang bertajuk kumpulan puisi dengan judul  “Negeri Puisi”  yang kemarin  dilauncing dan dibedah di Aula  sekolah setempat dengan mendatangkan  Niam At-Majha dan Sahrozi (12/12/ kemarin
Buku antalogi puisi yang berisi karya pelajar, alumni dan guru MA Manahijul Huda Ngagel itu adalah buku perdana yang terbit dari penerbit Pilar Nusantara Semarang. Tujuan diterbitkannya buku itu adalah untuk mewadahi karya para peserta dan pelengkap dari adanya kegiatan lomba menulis dan deklamasi puisi tahun lalu.
Acara yang dihadiri oleh peserta didik, alumni, guru, dan beberapa tamu undangan ini juga menampilkan pembacaan puisi dari peserta didik yaitu Innarotul Laila dengan Nur Lailatin Nisfah dan paduan suara dari Harmoni Mahida.
Alfiriz Nadhira selaku penanggung jawab acara ini juga menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini dia berharap agar di tahun berikutnya akan ada lagi kegiatan semacam ini “Iya, semoga saja di tahun berikutnya MA Manahijul Huda akan memiliki buku terbitan lagi agar dapat memotivasi para peserta didik agar semakin bersemangat belajar dalam dunia literasi.” katanya usai acara saat ditemui redaksi LPS Cendekia Mahida.
Pembedah buku pertama dalam acara ini, yaitu Sahrozi. S.Pd selaku guru di MTs Manahijul Huda Ngagel dan pegiat di teater Trisma ini menjelaskan bahwa masih banyak koreksi yang harus dilakukan dalam buku antalogi tersebut. Terlebih dibagian tatanan kata satu dengan lainnya yang kebanyakan tidak dipisah dan acak-acakkan “Semoga saja jika nanti akan ada antologi atau terbitan buku dari karya pelajar MA Manahijul Huda lagi, penyunting bisa lebih teliti pada tatanan katanya. Karena saya melihat masih banyak dibeberapa puisi ada kata satu dengan seterusnya yang harus diberi sepasi malah tidak. Agar pembaca tidak bingung dan memudahkan pembacanya. Namun meski begitu saya merasa bahwa buku ini adalah buku keren. Hebat.” paparnya.
Sedangkan melalui penjelasan pembedah kedua, yaitu Khoirun Ni’am atau yang lebih terkenal dengan Ni’am At-Majha juga memaparkan hal serupa dengan pembedah pertama. Beliau juga menambahi jika diksi yang digunakan masih banyak yang kurang tepat “Jika ingin menguasai diksi untuk menulis puisi dengan baik, banyak-banyaklah membaca. Membaca buku sastra atau buku puisi. Karena dengan begitu akan lebih mudah mendapatkan diksi yang tepat dan juga baik.” pungkasnya
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.271
    • 0Komentar

    ‎ ‎Magelang – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Joni, M.Pd.BI., Wakil Rektor IV Eko Sariyekti, M.S.I., Ketua Pusat Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Moh. Syafi’, M.Hum., dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Yenny Aulia Rachman, […]

  • PCNU-PATI Photo by ronymichaud

    Air Doa

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Masaru Emoto, profesor air asal Jepang pada tahun 1990-an mealukan uji coba memukau. Pak Prof ini memasukkan air ke dalam beberapa botol dan melabelinya dengan pesan positif dan negatif, lalu ia memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Botol air yang ditempel dengan pesan positif (terimakasih, cinta, wa akhowatiha) kristalnya menjadi lebih indah […]

  • PCNU- PATI

    Mak Ngasimah

    • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Aku Maolan bin Margo lahir tanggal 3 September 1942. Tahun dimana penjajahan masih merajalela di Indonesia. Bapakku Margo bin Jasmo desa Asempapan kecamatan Wedarijaksa yang sekarang Trangkil. Emakku Ngasimah Binti Rasmo Sirah dari dukuh Centhong desa Purwodadi kecamatan Margoyoso. Emakku orang bodoh, tidak pernah mengenyam bangku sekolah maupun mengaji. Maka aku […]

  • Merenungi Hakikat Aswaja dan Tanggung Jawab Generasi Muda

    Merenungi Hakikat Aswaja dan Tanggung Jawab Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini muncul kegelisahan dari masyarakat Aswaja. Kekewatiran tersebut berkaitan dengan banyaknya muncul gerakan radikalisme, ekstrimisme dan anarkisme dalam mendakwahkan Islam. Salah satu sasaran dakwahnya adalah kader pemuda yang masih lugu dan sedikit memiliki pengalaman keagamaan. Ajakan untuk bergabung dalam aliran tersebut biasanya melalui kampus, organisasi, di desa-desa dan dengan memberi berbagai iming-imingmateri yang menggiurkan. […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Bulumanis Kidul yang Kebanjiran

    Siswa MA Salafiyah Kajen Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Bulumanis Kidul yang Kebanjiran

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.786
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Puluhan siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, turun langsung membantu membersihkan rumah dan lingkungan warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, yang terdampak banjir. Aksi gotong royong ini menjadi wujud kepedulian pelajar terhadap masyarakat yang mengalami bencana banjir. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Ahad (11/1/2026) dengan pendampingan beberapa guru. Para siswa […]

  • Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id. – Seorang santri asal Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, yakni Muhammad Aufal Maromi (23) menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan orang di Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (23/10/2024) malam. Aufal merupakan seorang santri Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Jogja. Kejadian pengeroyokan itu bermula saat Aufal bersama dengan seorang temannya yakni Shafiq Faskha (19), warga Rembang, tengah membeli sate sekira […]

expand_less