Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
  • visibility 306
  • comment 0 komentar

PATI – Dalam membina masyarakat perlu adanya kerjasama yang baik antara umara dan ulama. Demikian disampaikan oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pati, KH. M. Aniq Muhammadun, saat memberikan tausyiah dalam acara Gema Pati Bersholawat 2019. Acara Gema Pati Bersholawat 2019 Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf sendiri digelar di komplek Alun-Alun Pati pada Selasa malam, 3 September 2019. Baca: Ribuan Warga Pati Bersholawat Bersama Habib Syech

K. Aniq Muhammadun
K. Aniq Muhammadun bersama Habib Syech saat memberikan tausiyah dalam Gema Pati Bersholawat 2019 (3/9)

Masih menurut Mbah Aniq (panggilan KH. M. Aniq Muhammadun), Rasulullah pernah bersabda yang artinya, bahwa diantara umatku ada dua kelompok yang jika mereka baik, akan baik seluruh manusia, dan jika mereka rusak, akan rusaklah seluruh manusia. Mereka adalah ulama dan umara.

Ulama adalah pewaris para nabi dan penyambung lidah mereka. Merupakan orang berpengetahuan, ahli ilmu, dan orang yang pandai dalam agama Islam. Sedang umara adalah pemimpin atau penguasa. Keduanya harus baik.

Di Pati, menurut Mbah Aniq Muhammadun, jamiyah Nahdlatul Ulama, sebagai kumpulan para ulama mampu bersama-sama pemerintah daerah, terutama Bupati, dalam melaksanakan tugas untuk membina masyarakat Pati. Bersama-sama membina masyarakat Pati menjadi masyarakat yang baik, bermartabat, dan bisa melaksanakan kegiatan yang diridloi Allah SWT.

Sebagai bukti kerjasama antara ulama dan umara adalah digelarnya majlis Pati Bersholawat. Membaca sholawat merupakan salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dengan melaksanakan sholawat bersama-sama, diharapkan Kabupaten Pati menjadi daerah yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur.

“Semoga Kota Pati ini menjadi kota yang kondusif. Masyarakat Pati menjadi masyarakat yang kondusif,” tambah beliau.

KH. M. Aniq Muhammadun juga menekankan, suasana yang telah kondusif tersebut jangan sampai terpengaruh oleh kelompok-kelompok menyebarkan ketidakpercayaan kepada pemerintah yang sah.

Acara Gema Pati Bersholawat 2019 sendiri berlangsung dengan meriah. Ribuan Syecher Mania dari Pati dan sekitarnya memadati komplek Alun-Alun Pati. Terlihat antusias bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. (munir/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Tirakatan PPSA Berlangsung Sakral

    Malam Tirakatan PPSA Berlangsung Sakral

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Ustadz Asmu’in (tengah) sedang membaca manaqib Syaikh Abdul Qodir al Jilani di dampingi Gus Faiz Aminuddin (pegang mic) dalam acara malam tirakatan 17 Agustus 2021 di Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong-Pati GEMBONG-Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong, Senin (16/8) malam ini menyelenggarakan malam tirakatan 17 Agustus 2021. Ini merupakan agenda puncak dari rangkaian acara […]

  • Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.668
    • 0Komentar

      LASEM – Sebanyak 123 karya fotografi dipamerkan di Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem), Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, pada 18-25 Oktober 2025. Pameran foto jurnalistik bertajuk Santri Volume 2 ini digelar oleh Perum LKBN Antara yang berkolaborasi dengan Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Museum Islam Nusantara, […]

  • cooked platter

    Madrasah di Pati Ramai-ramai Tolak MBG saat Puasa, Salafiyah Kajen: Bikin Mokel

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.809
    • 0Komentar

      Pati – Madrasah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah ramai-ramai menolak pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan alias bulan puasa. Alasannya, pembagian MBG berpotensi membuat siswa mokel atau membatalkan puasa. Waktu pembagian MBG selama Ramadan ini sama dengan hari-hari biasanya, mulai pagi hingga menjelang adzan dzuhur. Namun menu yang dibagikan berbeda. Bila […]

  • Hari Guru; SMA Negeri 1 Tayu di Meriahkan dengan Ragam Kegiatan Kreatif

    Hari Guru; SMA Negeri 1 Tayu di Meriahkan dengan Ragam Kegiatan Kreatif

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Tayu,  SMA Negeri 1 Tayu memperingati Hari Guru Nasional dengan penuh semangat melalui rangkaian acara menarik yang melibatkan seluruh warga sekolah. Acara yang diadakan pada hari Jumat pagi dimulai pukul 07.00 WIB 22 November 2024 kemarin Pada kegiatan kali ini mengusung tema kebersamaan dan penghormatan terhadap guru, dengan acara pembuka berupa menghias tumpeng hasil bumi […]

  • LDNU-JAMMU Produksi Beras Kemasan

    LDNU-JAMMU Produksi Beras Kemasan

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Ratusan pack beras yang hendak di packing oleh LDNU dan JAMMU  PATI-Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau yang lebih akrab dengan istilah LDNU Kabupaten Pati kembali membuat kejutan. Lembaga yang dikenal sebagai tempat para da’i NU tersebut menjalankan program diluar konteks. LDNU menggandeng JAMMU (Jam’iyyah Muballighin Pati) memperoduksi beras kemasan 2,5 kg guna menyambut Bulan Suci […]

  • Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren. Pertama, aktif mengaji Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur’an-hadis yang ada dalam […]

expand_less