Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
  • visibility 1.313
  • comment 0 komentar

Oleh : Agus Salim*

Potret KH. Abdul Kholiq Mojolawaran

KH. Abdul Kholiq merupakan ulama yang  lahir di Pati Jawa Tengah. Sejarah panjang yang menceritakan tentang gigihnya ulama yang satu ini dalam mendampingi masyarakat pedesaan, untuk memperkenalkan agama Islam. Telah termaktub dalam buku yang ditulis oleh Agus Salim yang berjudul “Berkhidmat Mengarungi dan Menyemai Jejak-Jejak Zaman Biografi KH Abdul Kholiq (1914-1998).”

KH. Abdul Kholiq lahir pada tanggal 9 April 1914 dari pasangan H. Abu Bakar dan Hj. Ngasimah. Tepatnya disalah satu desa Angkatan Kidul di daerah Pati bagian selatan. Nama kecil beliau adalah Suyahman. Beliau tumbuh berkembang di daerah pedesaan pada umumnya, sama dengan anak-anak lain di desa biasa orang jawa menyebutnya “Cah Ndeso” (Anak Desa).

Beliau lahir di keluarga yang agamis. Tingkat ketirakatan keagamaan yang ditunjukan keluarganya memang berbeda, mengingat ayahnya selain ditempatkan masyarakat desa sebagai sosok pemuka agama, juga seorang yang menyandang gelar ‘Haji’. Dapat digambarkan pada masa kolonial jika seseorang yang tinggal di desa dan bergelar haji, otomatis ini menempatkan derajat/status sosial keagamaannya menjadi tinggi.

Perjalanan Intelektual 

KH. Abdul Kholiq menjalani masa pendidikannya pada tahun 1926 pada sekolah yang berada pada pemerintahan kolonial Belanda, atau suatu lembaga pendidikan dasar yang disebut Volksschool dalam bahasa Belanda. Dalam bahasa melayu/ bahasa Indonesia nya adalah sekolah rakyat.

Selama tiga tahun sekolah di sana, beliau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Vervolgschoolen. Karena sifatnya sebagai sambungan, maka kelas yang dijalani oleh murid seperti beliau pada tahun pertama otomatis yang sebelumnya yaitu kelas III Volksschool, untuk itu melanjutkan masuk ke kelas IV Vervolgschoolen.

Setelah menyelesaikan sekolah formal sampai ke jenjang Vervolgschoolen, beliau tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi setingkat sekolah menengah umum. Namun lebih memilih pesantren baik rencana pribadi beliau dan ayahnya H. Abu Bakar.

Pendidikan pesantren pertama yang ia kunjungi bersama orang tuanya pesantren yang berada di Wedarijaksa daerah Pati bagian utara. Yang mana pengasuh pesantren tersebut adalah Kyai Hasyim. Kala itu beliau dan orang tuanya menuju ke sana dengan menggunakan kendaraan tradisional seperti kereta yang ditarik oleh kuda yaitu delman.

Di pesantren Kyai Hasyim diajarkan mengaji ilmu-ilmu agama yang diajarkan di pesantren pada umumnya seperti, Nahwu, Shorof, Fikih, Ushul Fiqh, Hadis, Tafsir dan lain sebagainya. Selain mengaji di Kyai Hasyim beliau juga izin dengan kiainya untuk mengaji individual mandiri kepada Kyai Nawawi di Kajen, yang mana daerah Kajen cukup dekat dengan Wedarijaksa jikalau ditempuh dengan menggunakan delman waktu itu. Selama mondok di Kyai Hasyim ia mengganti namanya dari Suyahman menjadi Syahid (Belum diketahui secara valid nama Syahid merupakan pemberian dari Kyai Hasyim atau inisiatif beliau sendiri).

KH. Abdul Kholiq orang yang suka sekali mengembara ilmu dari kyai satu ke kyai lainnya dengan fokus ilmu yang berbeda. Beliau menjalani perjalanan intelektualnya dengan menyusuri pondok pesantren di beberapa wilayah Jawa. Seperti pesantren Bareng di Kudus yang diasuh oleh KH. Iskandar Yasin. Setelah dari KH. Iskandar Yasin beliau ke arah timur kepada KH. Kholil di daerah Kasingan, Rembang.

Hingga akhirnya beliau mengaji hingga ke Jawa Timur yaitu di Pesantren Termas Pacitan dan mengaji kepada KH. Dimyati. Belum puas dengan pengembaraannya, setelah dari Pacitan beliau kembali ke Utara di daerah Kajen Pati kepada KH. Salam dan KH. Munji. Setelah itu memutuskan untuk berguru di Jombang Jawa Timur yaitu di Pesantren Tebuireng. Karena beliau berfikir bahwa Jombang kala itu merupakan jantungnya Pesantren, karena pendiri Nahdhlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari berada di Jombang.

Merintis Thoriqoh 

Setelah mendalami ilmu agama, beliau kembali ke desanya di Angkatan Kidul untuk mengabdi dan mengajarkan ilmunya kepada warga setempat. Dan akhirnya menikah dengan seorang perempuan penduduk Desa Mojolawaran Gabus Pati. Anak dari seorang Kyai alim penduduk setempat, yaitu H. Abu Hasan. Beliau dijodohkan dengan putrinya Hj. Siti Rohmah.

H. Abu Hasan memiliki Pesantren Al Hasan dan Madrasah Diniyyah Tarbiyatussibyan. KH. Abdul Kholiq akhirnya di beri amanah untuk melanjutkan estafet pengelolaan dan pengasuhan pondok tersebut. Beliau juga memberangkatkan menantunya untuk pergi haji ke tanah suci Makkah Al-Mukarromah. Sepulangnya dari Makkah, beliau mengganti namanya menjadi Abdul Kholiq, hingga sekarang terkenal lah beliau dengan nama KH. Abdul Kholiq Mojolawaran Gabus Pati.

Beliau juga mendalami ngaji Thariqah setelah menikah dengan Hj. Siti Rohmah ke salah satu podok Thariqah di Pondowan Tayu Pati yang diasuh oleh KH. Muhammadun. Dan, kepada KH. Muhammad Mansyur Popongan suatu daerah perbatasan Surakarta dan Klaten.

Hingga akhirnya pada tahun 1972 KH. Abdul Kholiq merintis dan mengembangkan jamaah dan Pesantren Thariqah di Mojolawaran Gabus Pati. Thariqah yang dirintisnya tersebut diberi nama Thariqah Naqsabandiyah Mujadaddiyah Kholidiyyah.

Kiprah beliau pada dunia pendidikan pun sangat luar biasa, yang mana beliau pengasuh serta sekaligus mengelola dua lembaga pendidikan sekaligus yaitu pondok Al Hasan dan Madrasah Tarbiyatussbyan.

Berdirinya MTs Abadiyah

Suatu ketika ada sebuah keresahan muncul dalam benak KH. Abdul Kholiq. Beliau merasakan adanya dikotomi antara pengajaran ilmu umum dan ilmu agama menjadi permasalahan baru. Dimana ketika halnya sistem pendidikan sejak masa Hindia Belanda hingga masa kemerdekaan, seakan adanya sebuah sekat diantara ilmu umum yang menjadi klaim di sekolah umum serta ilmu agama yang hanya diajarkan di madrasah dan pesantren.

Hingga akhirnya beliau diskusikan dengan Musyawarah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gabus. Yang mana berencana untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan berbasis akhlakul karimah yang didasari pada penerapan nilai, pandangan dan sikap islami berdasarkan konsep Ahlusunnah wal Jamaah. Serta menerapkan kedua ilmu tadi, ilmu umum dan ilmu agama. Melalui musyawarah panjang para jajaran MWC NU Gabus. Maka berdirilah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dibawah naungan Nahdlatul Ulama yaitu MTs Abadiyah. Hingga sekarang MTs tersebut berkembang pesat dengan dirintisnya Madrasah Aliyah (MA) juga dan memiliki peserta didik berjumlah ribuan hingga sekarang.

Hari Duka

Abdul Kholiq menapaki usia tua, sekitar tahun 1992. Ada firasat yang disampaikan beliau sebelum wafat. Beliau pernah berkata _“Aku wis entuk keterangan. Aku cerakno karo Kiai Gusti.” (Aku sudah mendapat kejelasan. Aku dekatkan dengan Kiai Gusti (Allah SWT)._ Hal ini ditafsirkan santri dan keluarga beliau mengandung arti tiga hal:

1. Jika wafat agar di dekatkan dengan makam orang saleh.

2. Dekatkan dengan pondok Thariqah.

3. Dekatkan dengan Madrasah Abadiyah.

Hingga kemudian beliau wafat pada tanggal 7 April 1998 yang bertepatan dengan tanggal 11 Dzulhijjah 1419. KH. Abdul Kholiq berpulang ke Rahmatullah dalam usia 84 tahun. Sesuai keinginan beliau, jenazahnya di makamkan di komplek pemakaman Kalangan Tempel, Kuryokalangan. Dekat dengan Madrasah Abadiyah dan Pondok Thariqah.

*Dewan guru di MTs Abadiyah

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 706
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – PCNU Kabupaten Pati kembali berduka. Dalam suasana semangat kepengurusan baru, PCNU harus kehilangan satu tokoh penting dalam jajaran Syuriyah. Ahmad Adib Al Arif, salah satu wakil Ro’is Syuriyah PCNU Pati yang baru saja dilanting 27 Okteber 2024 lalu, dikabarkan telah memghembuskan nafas terakhir pada Rabu (15/1). Kabar wafatnya kiai yang juga menjabat sebagai […]

  • Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelantikan, Musyawarah Kerja dan Halal Bi Halal, bertempat di Kampus IPMAFA Margoyoso Pati, Ahad 7 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut Rois Syuriah KH. M. Aniq Muhammad memberi pengarahan terhadap pengurus baru, baik lembaga, atau pun banomnya. ” Kita harus bersaing dengan organisasi lain, harus […]

  • Ansor Tlogowungu Salurkan Tiga Tangki Air Bersih untuk Warga Cengkalsewu yang Terdampak Kekeringan

    Ansor Tlogowungu Salurkan Tiga Tangki Air Bersih untuk Warga Cengkalsewu yang Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.761
    • 0Komentar

    PATI — Kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Pati, kian meluas dan memicu krisis air bersih bagi puluhan ribu warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat setidaknya 29 desa yang tersebar di 9 kecamatan kini mengalami krisis pasokan air bersih. Adapun kesembilan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pati Kota, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Sukolilo, Jaken, […]

  • PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 614
    • 0Komentar

    PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up). Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung […]

  • LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2017
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Pati. LTN NU Kabupaten Pati bekerjasama dengan KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan BEM IPMAFA (Institut Pesantren Mathali’ul Falah) Pati mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para santri se-Kabupaten Pati. Acara tersebut dilaksanakan di aula Kampus IPMAFA lantai II  Senin (22/05/17) acara tersebut dimulai dari pukul 08.30 WIB itu berakhir pada pukul […]

  • Malam di Bumi Tamiang: Langkah Awal Relawan NU Peduli Menyemai Harapan

    Malam di Bumi Tamiang: Langkah Awal Relawan NU Peduli Menyemai Harapan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.361
    • 0Komentar

      Malam belum sepenuhnya usai ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah akhirnya tiba di Bumi Tamiang pada pukul 20.30 WIB. Wajah-wajah lelah terlihat jelas setelah perjalanan panjang, namun semangat tetap terjaga. Di bawah langit Aceh yang tenang, langkah pertama misi kemanusiaan resmi dimulai. Tanpa banyak jeda, para relawan langsung mempersiapkan perjalanan lanjutan menuju […]

expand_less