Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Abdul Ghoffar Rozin

KH. Abdul Ghoffar Rozin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
  • visibility 702
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. Jamal Makmur

KH. Abdul Ghoffar Rozin yang akrab disapa Gus Rozin adalah buah hati dari KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Hj. Dra. Nafisah Sahal. Sejak kecil ia ditempa dalam keluarga yang mencintai ilmu dan perjuangan. KH MA Sahal Mahfudh adalah tokoh puncak di dua organisasi besar, yaitu NU dan MUI. Ibunya, Hj. Dra. Nafisah Sahal adalah aktivis Muslimat NU Pati, Muslimat NU Jawa Tengah, dan pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Lahir pada 31 Juli 1976, Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung dengan KH MA Sahal Mahfudh, KH Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen. Beliau menyelesaikan studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kebetulan saat Gus Razin (sapaan akrabnya) studi di PIM, banyak sekali anak kiai yang satu periode dengannya, seperti KH Abdullah Umar Fayumi, KH. Tsaqib Purwodadi (putra Ibu Nyai Munawwarah Abdullah Zain Salam-KH. M. Busyro Abdul Lathif), KH. Zulfa Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU sekarang) dan lain-lain.

Setelah menyelesaikan studi di PIM, Gus Razin melanjutkan studi di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, asuhan KH Abdul Hanan. Pondok ini dikenal dengan ngaji kilatan sehingga santri yang studi di pondok ini dalam waktu singkat mampu mengkhatamkan banyak kitab.

Ngaji kilatan di pesantren familier dengan ngaji pasanan, yaitu ngaji pada waktu bulan Ramadan yang mengkhatamkan beberapa kitab dengan target waktu tertentu. Ngaji pasanan ini membutuhkan konsentrasi tinggi karena kiai cenderung memberikan makna dengan cepat dan keterangan yang sangat terbatas. Kelebihan ngaji pasanan adalah seorang santri mampu memfokuskan pikiran dan waktunya untuk mengkaji satu atau beberapa kitab secara tuntas dari awal sampai akhir. Pesantren Kewagean punya keunggulan ini.

Menurut sebuah sumber, ketika di Kewagean ini, Gus Razin mencuri waktu mengambil kursus inggris. Selain itu, ketika di Kewagean ini juga, Gus Razin sudah berlatih berwirausaha, yaitu beternak kambing yang dipasrahkan kepada orang lain. Ketika musim lebaran idul Adha datang, kambing tersebut dijual dan keuntungannya dibagi sesuai kesepakatan.

Setelah belajar 3.5 tahun di Kwagean Kediri, Gus Razin meneruskan studi di Jakarta. Di tengah berbagai kesibukan, beliau berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aqidah Jakarta. Beliau pernah studi di Paramadina yang diinisiasi Prof. Dr. Nurcholis Majid dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sebagai seorang anak tokoh puncak organisasi, pergaulan Gus Razin memang lintas sektoral. Sosoknya yang supel membuatnya mudah bergaul dengan anak-anak muda dari berbagai kalangan. Tempaan keluarga yang ketat dan disiplin membuat karakter Gus Razin menjadi sosok yang kuat dan punya konfidensi tinggi.

Setelah menyelesaikan Studi di Jakarta, Gus Razin melanjutkan studi di Monash University Australia, mengambil jurusan manajemen pendidikan. Ia menyelesaikan studinya di Australia dengan Gelar M.Ed (Master of Education). Kemampuan bahasa inggris yang sudah ditempa di Pare Dan dimatangkan di Jakarta, membuat Gus Razin mampu bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan fasih. Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan terasah dengan baik. Saat menempuh pendidikan di Australia ini, Gus Rozin memutuskan menikah dengan Neng Tutik Nurul Janah, dari pondok pesantren Lirboyo Kediri. Dari pernikahan ini keduanya dikaruniai tiga orang putri.

Kembali ke Kajen
Setelah menyelesaikan Studi di Australia, Gus Razin tinggal di Jakarta, kemudian kembali ke Kajen untuk mengembangkan Pesantren Maslakul Huda. Selain itu, Beliau langsung memegang amanah sebagai Pembantu Direktur Bidang kurikulum di Perguruan Islam Mathali’ul Falah.

Di Pesantren Maslakul Huda, beliau mengembangkan Pesantren ini dengan membuka program khusus anak-anak yang dikenal dengan Maslakul Huda Lil-Mubtadiin yang lokasinya dekat PIM Lil-Banat. Desain pendidikan pesantren yang memisahkan anak yang sudah senior dan anak yang baru berlatih di pesantren yang usianya masih anak-anak adalah model pendidikan yang sesui dengan ilmu modern.

Sosok Inovator Pendidikan
Gelar M.Ed di belakang namanya bukan formalitas saja, tapi benar-benar sesuai dengan kapasitasnya sebagai pemikir dan pembaharu pendidikan. Sebagai Pembantu Direktur Bidang Kurikulum, Gus Razin membuat kelompok diskusi untuk menelaah dan menyempurnakan Kurikulum PIM, khususnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah.
Pada tahun 2008, Gus Razin menginisiasi dan menjadi Ketua/Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) yang pada tahun 2015 berubah menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA).

Di Pesantren Maslakul Huda, Gus Razin merintis takhashshus Ushul Fiqh yang kemudian berkembang menjadi Ma’had Aly Fi Ushul Fiqhi dengan spesifikasi kajian fikih sosial yang dikembangkan Kiai Sahal Mahfudh. Beliau juga merintis Pesantren Maslakul Huda Lil-Mubtadiat (khusus anak-anak putri yang masih pemula). Inovasi lainnya adalah merintis berdirinya Sekolah An-Nishmah yang mempunyai 4 unit pendidikan: Baby Daycare, Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Terpadu.

Untuk melengkapi potensi Dan skills entrepreneurship santri, Gus Razin mendirikan BPRS Artha Mas Abadi dan mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) Pesantren Maslakul Huda. BLK memberikan pelatihan intensif santri tentang pentingnya entrepreneurship.

Karir di NU
Kiprah organisasi Gus Rozin dimulai dengan aktif menjadi pengurus HSM (OSISnya PIM Kajen) dan presidium Pondok Pesantren Maslakul Huda dan aktif terlibat dalam pengembangan Marching Band PIM.

Adapun karirnya di NU dimulai dari tahun 1998 menjadi PP (Pengurus Pusat) IPNU. Tahun 2000 menjadi Pengurus Pusat GP Ansor. Tahun 2010 menjadi Wakil Ketua Pengurus Pusat LP. Ma’arif NU.

Pada tahun 2013, Gus Razin mendapat amanah menjadi Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Jawa Tengah. Beliau kemudian ditunjuk menjadi Ketua RMI PBNU hasil Muktamar Jombang tahun 2015.

Selama memimpin RMI-NU Jateng, banyak sekali terobosan yang beliau lakukan. Salah satunya adalah konsolidasi organisasi pesantren, menggerakkan kemandirian ekonomi dan kebersihan pesantren, dan berkolaborasi dengan pemerintah.
Selama memimpin RMI PBNU sampai sekarang, banyak sekali gebrakan Gus Razin. Liga Santri, Gerakan Ayo Mondok, Kemandirian Pesantren, dan lain-lain menjadi icon RMI yang manfaatnya benar-benar dirasakan pesantren dan warga NU. Sekarang Gus Razin didapuk menjadi salah satu Katib Sysuriyah PBNU dan Mustasyar PCNU Kabupaten Pati bersama tokoh-tokoh yang lain.

Karir Gus Razin lainnya adalah beliau dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang keagamaan tahun 2018 dan anggota Dewan Ketahanan Pangan tahun 2017. Beliau membantu Presiden dalam menata bidang keagamaan di Indonesia. Salah satunya tentang eksistensi Pesantren. Relasi luas dengan tokoh agama dan profesionalitas manajemen menjadi alasan logis Presiden memilih Gus Razin sebagai Staf Khusus yang terbukti efektif.

Sering Membaca Kitab Baru Saat Ramadan
Selain sebagai organisator dan aktivis sosial keagamaan, Gus Razin Selalu memyempatkan waktu mengajar langsung para santri. Salah satu momentumnya adalah saat bulan Ramadan. Hebatnya, ketika bulan Ramadan ini, Gus Razin sering membaca kitab-kitab yang tergolong baru dengan perspektif baru.

Salah satu yang penulis dengar adalah:

  1. Al-Hujah Al-Qath’iyyat karya KH Muhyiddin Abdusshamad Jember yang menjelaskan hujjah amaliyah warga NU.
  2. As-Syamail Al-Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi.
  3. Ar-Rasul Al-Mu’allim
  4. Al-Ta’ashshub li al-Aimmah wa Atsaruhu ala Wahdah al-Ummah karya Dr, Muhammad Ali Karanbah
  5. Tarikh al-Tasyri’ al-Islami

Tentu masih banyak kitab yang dibaca Gus Rozin yang tidak tertulis di sini. Namun, dari kitab yang dibaca tersebut terlihat dinamisme pemikiran Gus Razin dalam konteks hukum Islam. Hukum Islam harus didinamisir supaya mampu merespons problem global yang terus terjadi tanpa henti.

Pemikiran
Banyak sekali pemikiran Gus Razin yang disampaikan di banyak forum. Antara lain:

  1. Kemandirian Pesantren
    Kemandirian pesantren meliputi kemandirian kurikulum, kemandirian budaya, dan kemandirian ekonomi. Tiga kemandirian tersebut sangat dibutuhkan pesantren untuk meneguhkan eksistensi dan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa. Jika pesantren bergantung dengan pihak lain, maka pesantren tidak bisa mandiri dan akhirnya bisa disetir pihak lain.
  2. Integrasi Pesantren dan Perguruan Tinggi
    Pesantren dan perguruan harus terintegrasi, khususnya dalam konteks basis nilai moral dan akademiknya. Keilmuan pesantren tidak boleh stagnant dan perguruan tinggi tidak boleh liberal sekuler. Inilah manfaatnya integrasi pesantren dan perguruan tinggi. Hal ini sesuai kaidah:
    المحافظة علي القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
    Konsisten dengan tradisi lama dan kreatif mengadopsi modernitas yang reformatif
  3. Pentingnya Riset
    Riset adalah jantung kemajuan. Ketika riset berkembang pesat, maka akan lahir banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, jika riset lemah, maka suatu bangsa akan tertinggal dengan bangsa lain yang kreatif dan inovatif. Gus Razin menekankan riset ini supaya generasi muda Islam aktif melakukan riset untuk melakukan inovasi di berbagai aspek kehidupan.
  4. Bonus Demografi
    Indonesia mengalami bonus demografi. Usia produktif yang over menjadi tantangan dan ancaman sekaligus. Jika usia produktif mempunyai kompetensi memadai, maka bonus demografi akan menambah daya saing bangsa. Namun jika bonus demografi tidak diimbangi dengan kompetensi memadai, maka mereka justru menjadi problem yang membebani bangsa. Maka bonus demografi harus diiringi dengan peningkatan kualitas memadai untuk menjemput era persaingan bebas yang hiperkompetitif. Indonesia harus menjadikan bonus demografi sebagai potensi positif dalam memenangkan persaingan.
  5. Peran aktif Pemerintah
    Pemerintah harus hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan pesantren. Undang-Undang Pesantren yang baru disahkan menugaskan pemerintah, baik Pusat, Propinsi, dan Kabupaten untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pesantren sebagai salah satu aset bangsa yang sudah terbukti kontribusinya bagi pembangunan. Di sisi lain, pesantren juga harus meningkatkan kemampuan administrasi dan akuntabilitasnya supaya mampu menjalankan program pemerintah secara transparan, fungsional dan akuntabel.

Terus Berkarya
Usia yang masih muda menjadikan Gus Razin menjadi sosok pemimpin muda yang akan terus berkarya bagi kemajuan bangsa. Kegigihannya dalam menginisiasi dan mengawal program yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas menjadi inspirasi generasi muda dalam berkarya untuk bangsa. Tantangan bangsa yang kompleks di berbagai aspek kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, dan politik, menjadikan bangsa ini harus terus berbenah agar tidak menjadi obyek pembangunan, tapi menjadi subyek pembangunan yang menentukan masa depannya sendiri.

Pengalaman yang panjang di atas menjadikan KH. Abdul Ghaffar Razin sebagai pemimpin yang dinantikan kehadirannya untuk menggerakkan organisasi di semua level. Visi besar, komitmen, dan totalitasnya dalam mengemban amanah menjadi distingsi dalam memajukan organisasi menuju kebangkitannya. Organisasi yang benar-benar berkhidmah untuk masyarakat, bangsa, dan umat manusia.

Semoga KH. Abdul Ghaffar Rozin Selalu diberikan keberkahan, Kesehatan, dan kebijaksanaan dalam memgemban amanah di berbagai lembaga demi menebarkan kemanfaatan secara luas. Amiin.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Hari Santri, MA Manahijul Huda Ngagel Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

    Semarak Hari Santri, MA Manahijul Huda Ngagel Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.784
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, MA Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, menggelar berbagai lomba, salah satunya Lomba Baca Kitab Kuning yang berlangsung pada Rabu (22/10/2025). Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ah. Nasyith, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud karakteristik madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan ilmu agama dan melestarikan tradisi intelektual para […]

  • Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Innalillahi wainnailaihi raiji’un, Mbah Moen, KH. Maimun Zubair wafat di Makkah. Ulama kharismatik asal Sarang Rembang yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dikabarkan wafat disela-sela menunaikan ibadah haji di Makkah. Sebagaimana NU Pati lansir dari situs NU Online, kabar meninggalnya Mbah Moen (panggilan KH. Maimun Zubair) datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah […]

  • PCNU-Pati Photo by Spenser Sembrat

    Sombong

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban ada sesuatu kejadian atau apa yang tersengaja atau tak di sengaja, saya seringkali menerima komentar atas tulisan saya selama ini. Ada yang mengemukakan apabila tulisan parodi yang sedang saya uraikan, banyak yang terindikasi sombong, arogan, sindiran dan kemudian kemudian yang lainnya. Dan pada akhirnya saya kemudian mengevaluasi satu persatu […]

  • Pon Pes Al Roudloh Menyelenggarakan Kajian Ilmiah

    Pon Pes Al Roudloh Menyelenggarakan Kajian Ilmiah

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pondok Pesantrean Al Roudloh menyelenggarkan kajian ilmiah, yang mana kegiatan tersebut di adakan dalam satu tahun tiga kali. Pada kesempatan ini mendatangkan KH. Taufiq Ismail, Penulis buku Amsilati dan Pengasuh Pon Pes Darul Falah Bangsri Jepara. Kegiatan tersebut di pusatkan di gedung serbaguna Margoyoso, 10/12 kemarin. “Mejaga lisan sangat harus dilakukan oleh […]

  • Menjadi Santri Sukses: Belajar dari KH MA Sahal Mahfudh

    Menjadi Santri Sukses: Belajar dari KH MA Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Pati.  Dalam memeriyahkan Hari Santri Nasional Kampus IPMAFA mengadakan bedah buku Biografi Intelektual KH MA Sahal Mahfudh, di Auditorium IPMAFA Pati, Sabtu, 21 Oktober 2017 dalam rangka ikut memeriahkan Hari Santri Nasional 2017. “Tantangan santri sekarang dan di masa depan sangat kompleks, lebih berat dari zaman sekarang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang meluluhlantakan batas […]

  • PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

    PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.291
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati tak sepakat dengan peraturan yang memperbolehkan takbiran keliling menggunakan sound horeg. Mereka menilai hal tersebut sudah melenceng dengan tradisi dan nilai IsIam. PKetua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, menjelaskan esensi takbir keliling di malam Idulfitri yakni mengagungkan asma Allah. Bukan untuk hura-hura atau bersenang-senang di tengah […]

expand_less