Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Abdul Ghoffar Rozin

KH. Abdul Ghoffar Rozin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
  • visibility 374
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. Jamal Makmur

KH. Abdul Ghoffar Rozin yang akrab disapa Gus Rozin adalah buah hati dari KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Hj. Dra. Nafisah Sahal. Sejak kecil ia ditempa dalam keluarga yang mencintai ilmu dan perjuangan. KH MA Sahal Mahfudh adalah tokoh puncak di dua organisasi besar, yaitu NU dan MUI. Ibunya, Hj. Dra. Nafisah Sahal adalah aktivis Muslimat NU Pati, Muslimat NU Jawa Tengah, dan pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Lahir pada 31 Juli 1976, Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung dengan KH MA Sahal Mahfudh, KH Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen. Beliau menyelesaikan studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kebetulan saat Gus Razin (sapaan akrabnya) studi di PIM, banyak sekali anak kiai yang satu periode dengannya, seperti KH Abdullah Umar Fayumi, KH. Tsaqib Purwodadi (putra Ibu Nyai Munawwarah Abdullah Zain Salam-KH. M. Busyro Abdul Lathif), KH. Zulfa Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU sekarang) dan lain-lain.

Setelah menyelesaikan studi di PIM, Gus Razin melanjutkan studi di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, asuhan KH Abdul Hanan. Pondok ini dikenal dengan ngaji kilatan sehingga santri yang studi di pondok ini dalam waktu singkat mampu mengkhatamkan banyak kitab.

Ngaji kilatan di pesantren familier dengan ngaji pasanan, yaitu ngaji pada waktu bulan Ramadan yang mengkhatamkan beberapa kitab dengan target waktu tertentu. Ngaji pasanan ini membutuhkan konsentrasi tinggi karena kiai cenderung memberikan makna dengan cepat dan keterangan yang sangat terbatas. Kelebihan ngaji pasanan adalah seorang santri mampu memfokuskan pikiran dan waktunya untuk mengkaji satu atau beberapa kitab secara tuntas dari awal sampai akhir. Pesantren Kewagean punya keunggulan ini.

Menurut sebuah sumber, ketika di Kewagean ini, Gus Razin mencuri waktu mengambil kursus inggris. Selain itu, ketika di Kewagean ini juga, Gus Razin sudah berlatih berwirausaha, yaitu beternak kambing yang dipasrahkan kepada orang lain. Ketika musim lebaran idul Adha datang, kambing tersebut dijual dan keuntungannya dibagi sesuai kesepakatan.

Setelah belajar 3.5 tahun di Kwagean Kediri, Gus Razin meneruskan studi di Jakarta. Di tengah berbagai kesibukan, beliau berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aqidah Jakarta. Beliau pernah studi di Paramadina yang diinisiasi Prof. Dr. Nurcholis Majid dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sebagai seorang anak tokoh puncak organisasi, pergaulan Gus Razin memang lintas sektoral. Sosoknya yang supel membuatnya mudah bergaul dengan anak-anak muda dari berbagai kalangan. Tempaan keluarga yang ketat dan disiplin membuat karakter Gus Razin menjadi sosok yang kuat dan punya konfidensi tinggi.

Setelah menyelesaikan Studi di Jakarta, Gus Razin melanjutkan studi di Monash University Australia, mengambil jurusan manajemen pendidikan. Ia menyelesaikan studinya di Australia dengan Gelar M.Ed (Master of Education). Kemampuan bahasa inggris yang sudah ditempa di Pare Dan dimatangkan di Jakarta, membuat Gus Razin mampu bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan fasih. Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan terasah dengan baik. Saat menempuh pendidikan di Australia ini, Gus Rozin memutuskan menikah dengan Neng Tutik Nurul Janah, dari pondok pesantren Lirboyo Kediri. Dari pernikahan ini keduanya dikaruniai tiga orang putri.

Kembali ke Kajen
Setelah menyelesaikan Studi di Australia, Gus Razin tinggal di Jakarta, kemudian kembali ke Kajen untuk mengembangkan Pesantren Maslakul Huda. Selain itu, Beliau langsung memegang amanah sebagai Pembantu Direktur Bidang kurikulum di Perguruan Islam Mathali’ul Falah.

Di Pesantren Maslakul Huda, beliau mengembangkan Pesantren ini dengan membuka program khusus anak-anak yang dikenal dengan Maslakul Huda Lil-Mubtadiin yang lokasinya dekat PIM Lil-Banat. Desain pendidikan pesantren yang memisahkan anak yang sudah senior dan anak yang baru berlatih di pesantren yang usianya masih anak-anak adalah model pendidikan yang sesui dengan ilmu modern.

Sosok Inovator Pendidikan
Gelar M.Ed di belakang namanya bukan formalitas saja, tapi benar-benar sesuai dengan kapasitasnya sebagai pemikir dan pembaharu pendidikan. Sebagai Pembantu Direktur Bidang Kurikulum, Gus Razin membuat kelompok diskusi untuk menelaah dan menyempurnakan Kurikulum PIM, khususnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah.
Pada tahun 2008, Gus Razin menginisiasi dan menjadi Ketua/Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) yang pada tahun 2015 berubah menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA).

Di Pesantren Maslakul Huda, Gus Razin merintis takhashshus Ushul Fiqh yang kemudian berkembang menjadi Ma’had Aly Fi Ushul Fiqhi dengan spesifikasi kajian fikih sosial yang dikembangkan Kiai Sahal Mahfudh. Beliau juga merintis Pesantren Maslakul Huda Lil-Mubtadiat (khusus anak-anak putri yang masih pemula). Inovasi lainnya adalah merintis berdirinya Sekolah An-Nishmah yang mempunyai 4 unit pendidikan: Baby Daycare, Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Terpadu.

Untuk melengkapi potensi Dan skills entrepreneurship santri, Gus Razin mendirikan BPRS Artha Mas Abadi dan mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) Pesantren Maslakul Huda. BLK memberikan pelatihan intensif santri tentang pentingnya entrepreneurship.

Karir di NU
Kiprah organisasi Gus Rozin dimulai dengan aktif menjadi pengurus HSM (OSISnya PIM Kajen) dan presidium Pondok Pesantren Maslakul Huda dan aktif terlibat dalam pengembangan Marching Band PIM.

Adapun karirnya di NU dimulai dari tahun 1998 menjadi PP (Pengurus Pusat) IPNU. Tahun 2000 menjadi Pengurus Pusat GP Ansor. Tahun 2010 menjadi Wakil Ketua Pengurus Pusat LP. Ma’arif NU.

Pada tahun 2013, Gus Razin mendapat amanah menjadi Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Jawa Tengah. Beliau kemudian ditunjuk menjadi Ketua RMI PBNU hasil Muktamar Jombang tahun 2015.

Selama memimpin RMI-NU Jateng, banyak sekali terobosan yang beliau lakukan. Salah satunya adalah konsolidasi organisasi pesantren, menggerakkan kemandirian ekonomi dan kebersihan pesantren, dan berkolaborasi dengan pemerintah.
Selama memimpin RMI PBNU sampai sekarang, banyak sekali gebrakan Gus Razin. Liga Santri, Gerakan Ayo Mondok, Kemandirian Pesantren, dan lain-lain menjadi icon RMI yang manfaatnya benar-benar dirasakan pesantren dan warga NU. Sekarang Gus Razin didapuk menjadi salah satu Katib Sysuriyah PBNU dan Mustasyar PCNU Kabupaten Pati bersama tokoh-tokoh yang lain.

Karir Gus Razin lainnya adalah beliau dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang keagamaan tahun 2018 dan anggota Dewan Ketahanan Pangan tahun 2017. Beliau membantu Presiden dalam menata bidang keagamaan di Indonesia. Salah satunya tentang eksistensi Pesantren. Relasi luas dengan tokoh agama dan profesionalitas manajemen menjadi alasan logis Presiden memilih Gus Razin sebagai Staf Khusus yang terbukti efektif.

Sering Membaca Kitab Baru Saat Ramadan
Selain sebagai organisator dan aktivis sosial keagamaan, Gus Razin Selalu memyempatkan waktu mengajar langsung para santri. Salah satu momentumnya adalah saat bulan Ramadan. Hebatnya, ketika bulan Ramadan ini, Gus Razin sering membaca kitab-kitab yang tergolong baru dengan perspektif baru.

Salah satu yang penulis dengar adalah:

  1. Al-Hujah Al-Qath’iyyat karya KH Muhyiddin Abdusshamad Jember yang menjelaskan hujjah amaliyah warga NU.
  2. As-Syamail Al-Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi.
  3. Ar-Rasul Al-Mu’allim
  4. Al-Ta’ashshub li al-Aimmah wa Atsaruhu ala Wahdah al-Ummah karya Dr, Muhammad Ali Karanbah
  5. Tarikh al-Tasyri’ al-Islami

Tentu masih banyak kitab yang dibaca Gus Rozin yang tidak tertulis di sini. Namun, dari kitab yang dibaca tersebut terlihat dinamisme pemikiran Gus Razin dalam konteks hukum Islam. Hukum Islam harus didinamisir supaya mampu merespons problem global yang terus terjadi tanpa henti.

Pemikiran
Banyak sekali pemikiran Gus Razin yang disampaikan di banyak forum. Antara lain:

  1. Kemandirian Pesantren
    Kemandirian pesantren meliputi kemandirian kurikulum, kemandirian budaya, dan kemandirian ekonomi. Tiga kemandirian tersebut sangat dibutuhkan pesantren untuk meneguhkan eksistensi dan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa. Jika pesantren bergantung dengan pihak lain, maka pesantren tidak bisa mandiri dan akhirnya bisa disetir pihak lain.
  2. Integrasi Pesantren dan Perguruan Tinggi
    Pesantren dan perguruan harus terintegrasi, khususnya dalam konteks basis nilai moral dan akademiknya. Keilmuan pesantren tidak boleh stagnant dan perguruan tinggi tidak boleh liberal sekuler. Inilah manfaatnya integrasi pesantren dan perguruan tinggi. Hal ini sesuai kaidah:
    المحافظة علي القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
    Konsisten dengan tradisi lama dan kreatif mengadopsi modernitas yang reformatif
  3. Pentingnya Riset
    Riset adalah jantung kemajuan. Ketika riset berkembang pesat, maka akan lahir banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, jika riset lemah, maka suatu bangsa akan tertinggal dengan bangsa lain yang kreatif dan inovatif. Gus Razin menekankan riset ini supaya generasi muda Islam aktif melakukan riset untuk melakukan inovasi di berbagai aspek kehidupan.
  4. Bonus Demografi
    Indonesia mengalami bonus demografi. Usia produktif yang over menjadi tantangan dan ancaman sekaligus. Jika usia produktif mempunyai kompetensi memadai, maka bonus demografi akan menambah daya saing bangsa. Namun jika bonus demografi tidak diimbangi dengan kompetensi memadai, maka mereka justru menjadi problem yang membebani bangsa. Maka bonus demografi harus diiringi dengan peningkatan kualitas memadai untuk menjemput era persaingan bebas yang hiperkompetitif. Indonesia harus menjadikan bonus demografi sebagai potensi positif dalam memenangkan persaingan.
  5. Peran aktif Pemerintah
    Pemerintah harus hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan pesantren. Undang-Undang Pesantren yang baru disahkan menugaskan pemerintah, baik Pusat, Propinsi, dan Kabupaten untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pesantren sebagai salah satu aset bangsa yang sudah terbukti kontribusinya bagi pembangunan. Di sisi lain, pesantren juga harus meningkatkan kemampuan administrasi dan akuntabilitasnya supaya mampu menjalankan program pemerintah secara transparan, fungsional dan akuntabel.

Terus Berkarya
Usia yang masih muda menjadikan Gus Razin menjadi sosok pemimpin muda yang akan terus berkarya bagi kemajuan bangsa. Kegigihannya dalam menginisiasi dan mengawal program yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas menjadi inspirasi generasi muda dalam berkarya untuk bangsa. Tantangan bangsa yang kompleks di berbagai aspek kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, dan politik, menjadikan bangsa ini harus terus berbenah agar tidak menjadi obyek pembangunan, tapi menjadi subyek pembangunan yang menentukan masa depannya sendiri.

Pengalaman yang panjang di atas menjadikan KH. Abdul Ghaffar Razin sebagai pemimpin yang dinantikan kehadirannya untuk menggerakkan organisasi di semua level. Visi besar, komitmen, dan totalitasnya dalam mengemban amanah menjadi distingsi dalam memajukan organisasi menuju kebangkitannya. Organisasi yang benar-benar berkhidmah untuk masyarakat, bangsa, dan umat manusia.

Semoga KH. Abdul Ghaffar Rozin Selalu diberikan keberkahan, Kesehatan, dan kebijaksanaan dalam memgemban amanah di berbagai lembaga demi menebarkan kemanfaatan secara luas. Amiin.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

    Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Islam itu memudahkan, bukannya malah mempersulit dan merepotkan. Karena pada prinsipnya Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, sehingga tidak akan terasa sulit apalagi merepotkan manusia itu sendiri. Namun seiring perkembangan zaman, tidak sedikit pihak yang justru mempraktekkan hal sebaliknya. Terkait dengan hal ini, KH. Bahauddin Nursalim, salah satu kyai muda ahli tafsir Indonesia, […]

  • Photo by Ankit Rathore

    Membaca Sekitar

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Millatul A. Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Sukses Adakan Diklat Persidangan di 18 Kecamatan

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Pati melalui Departemen Organisasi sukses mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) persidangan kepada 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada di Kabupaten Pati, Selasa (12/7/2022). Kerja keras Departemen Organisasi PC berbuah positif. Sejak pembukaan, Minggu (29/5) hingga penutupan, (12/7), rangkain acara berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. […]

  • LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati (ke dua dari kanan) menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah dan Ormas yang telah berusaha keras merealisasikan perobohan LI PATI – Penantian selama 23 tahun akhirnya terwujud. Lokalisasi terbesar Kabupaten Pati, Lorok Indah telah berhasil dirobohkan, Kamis (3/4) tadi.  Perobohan bangunan ini merupakan kerja keras beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) yang […]

  • Aktivis Sejati! Biar Sukses Tetap Ingat IPPNU-nya

    Aktivis Sejati! Biar Sukses Tetap Ingat IPPNU-nya

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Muhimmatul Aliyah dan suami, sosok pengusaha sekaligus aktifis yang inspiratif.  JEPARA-Pandemi Global yang melanda dunia termasuk Indonesia pada awal tahun 2020 sangat berdampak pada segala sektor, terutama sektor ekonomi. Bisnis yang pada mulanya berjalan lancar tanpa hambatan, kini harus menanggung imbas dari aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tentunya, peraturan dari pemangku kebijakan tersebut bertujuan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran adalah Awal!

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.342
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Banyak orang beranggapan Lebaran Idulfitri adalah Hari Kemenangan dan akhir dari Ramadan. Nah, ini sih pandangan umum, padahal sing bener dudu ngunu kuwi. Bahkan, Lebaran dan Idulfitri itu berbeda. Apa perbedaannya? Lebaran bisa didapatkan semua orang termasuk orang yang tak berpuasa, ini wilayahnya adalah budaya dan sosial. Jika Idulfitri, tak […]

expand_less