Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Abdul Ghoffar Rozin

KH. Abdul Ghoffar Rozin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
  • visibility 533
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. Jamal Makmur

KH. Abdul Ghoffar Rozin yang akrab disapa Gus Rozin adalah buah hati dari KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Hj. Dra. Nafisah Sahal. Sejak kecil ia ditempa dalam keluarga yang mencintai ilmu dan perjuangan. KH MA Sahal Mahfudh adalah tokoh puncak di dua organisasi besar, yaitu NU dan MUI. Ibunya, Hj. Dra. Nafisah Sahal adalah aktivis Muslimat NU Pati, Muslimat NU Jawa Tengah, dan pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Lahir pada 31 Juli 1976, Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung dengan KH MA Sahal Mahfudh, KH Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen. Beliau menyelesaikan studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kebetulan saat Gus Razin (sapaan akrabnya) studi di PIM, banyak sekali anak kiai yang satu periode dengannya, seperti KH Abdullah Umar Fayumi, KH. Tsaqib Purwodadi (putra Ibu Nyai Munawwarah Abdullah Zain Salam-KH. M. Busyro Abdul Lathif), KH. Zulfa Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU sekarang) dan lain-lain.

Setelah menyelesaikan studi di PIM, Gus Razin melanjutkan studi di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, asuhan KH Abdul Hanan. Pondok ini dikenal dengan ngaji kilatan sehingga santri yang studi di pondok ini dalam waktu singkat mampu mengkhatamkan banyak kitab.

Ngaji kilatan di pesantren familier dengan ngaji pasanan, yaitu ngaji pada waktu bulan Ramadan yang mengkhatamkan beberapa kitab dengan target waktu tertentu. Ngaji pasanan ini membutuhkan konsentrasi tinggi karena kiai cenderung memberikan makna dengan cepat dan keterangan yang sangat terbatas. Kelebihan ngaji pasanan adalah seorang santri mampu memfokuskan pikiran dan waktunya untuk mengkaji satu atau beberapa kitab secara tuntas dari awal sampai akhir. Pesantren Kewagean punya keunggulan ini.

Menurut sebuah sumber, ketika di Kewagean ini, Gus Razin mencuri waktu mengambil kursus inggris. Selain itu, ketika di Kewagean ini juga, Gus Razin sudah berlatih berwirausaha, yaitu beternak kambing yang dipasrahkan kepada orang lain. Ketika musim lebaran idul Adha datang, kambing tersebut dijual dan keuntungannya dibagi sesuai kesepakatan.

Setelah belajar 3.5 tahun di Kwagean Kediri, Gus Razin meneruskan studi di Jakarta. Di tengah berbagai kesibukan, beliau berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aqidah Jakarta. Beliau pernah studi di Paramadina yang diinisiasi Prof. Dr. Nurcholis Majid dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sebagai seorang anak tokoh puncak organisasi, pergaulan Gus Razin memang lintas sektoral. Sosoknya yang supel membuatnya mudah bergaul dengan anak-anak muda dari berbagai kalangan. Tempaan keluarga yang ketat dan disiplin membuat karakter Gus Razin menjadi sosok yang kuat dan punya konfidensi tinggi.

Setelah menyelesaikan Studi di Jakarta, Gus Razin melanjutkan studi di Monash University Australia, mengambil jurusan manajemen pendidikan. Ia menyelesaikan studinya di Australia dengan Gelar M.Ed (Master of Education). Kemampuan bahasa inggris yang sudah ditempa di Pare Dan dimatangkan di Jakarta, membuat Gus Razin mampu bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan fasih. Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan terasah dengan baik. Saat menempuh pendidikan di Australia ini, Gus Rozin memutuskan menikah dengan Neng Tutik Nurul Janah, dari pondok pesantren Lirboyo Kediri. Dari pernikahan ini keduanya dikaruniai tiga orang putri.

Kembali ke Kajen
Setelah menyelesaikan Studi di Australia, Gus Razin tinggal di Jakarta, kemudian kembali ke Kajen untuk mengembangkan Pesantren Maslakul Huda. Selain itu, Beliau langsung memegang amanah sebagai Pembantu Direktur Bidang kurikulum di Perguruan Islam Mathali’ul Falah.

Di Pesantren Maslakul Huda, beliau mengembangkan Pesantren ini dengan membuka program khusus anak-anak yang dikenal dengan Maslakul Huda Lil-Mubtadiin yang lokasinya dekat PIM Lil-Banat. Desain pendidikan pesantren yang memisahkan anak yang sudah senior dan anak yang baru berlatih di pesantren yang usianya masih anak-anak adalah model pendidikan yang sesui dengan ilmu modern.

Sosok Inovator Pendidikan
Gelar M.Ed di belakang namanya bukan formalitas saja, tapi benar-benar sesuai dengan kapasitasnya sebagai pemikir dan pembaharu pendidikan. Sebagai Pembantu Direktur Bidang Kurikulum, Gus Razin membuat kelompok diskusi untuk menelaah dan menyempurnakan Kurikulum PIM, khususnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah.
Pada tahun 2008, Gus Razin menginisiasi dan menjadi Ketua/Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) yang pada tahun 2015 berubah menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA).

Di Pesantren Maslakul Huda, Gus Razin merintis takhashshus Ushul Fiqh yang kemudian berkembang menjadi Ma’had Aly Fi Ushul Fiqhi dengan spesifikasi kajian fikih sosial yang dikembangkan Kiai Sahal Mahfudh. Beliau juga merintis Pesantren Maslakul Huda Lil-Mubtadiat (khusus anak-anak putri yang masih pemula). Inovasi lainnya adalah merintis berdirinya Sekolah An-Nishmah yang mempunyai 4 unit pendidikan: Baby Daycare, Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Terpadu.

Untuk melengkapi potensi Dan skills entrepreneurship santri, Gus Razin mendirikan BPRS Artha Mas Abadi dan mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) Pesantren Maslakul Huda. BLK memberikan pelatihan intensif santri tentang pentingnya entrepreneurship.

Karir di NU
Kiprah organisasi Gus Rozin dimulai dengan aktif menjadi pengurus HSM (OSISnya PIM Kajen) dan presidium Pondok Pesantren Maslakul Huda dan aktif terlibat dalam pengembangan Marching Band PIM.

Adapun karirnya di NU dimulai dari tahun 1998 menjadi PP (Pengurus Pusat) IPNU. Tahun 2000 menjadi Pengurus Pusat GP Ansor. Tahun 2010 menjadi Wakil Ketua Pengurus Pusat LP. Ma’arif NU.

Pada tahun 2013, Gus Razin mendapat amanah menjadi Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Jawa Tengah. Beliau kemudian ditunjuk menjadi Ketua RMI PBNU hasil Muktamar Jombang tahun 2015.

Selama memimpin RMI-NU Jateng, banyak sekali terobosan yang beliau lakukan. Salah satunya adalah konsolidasi organisasi pesantren, menggerakkan kemandirian ekonomi dan kebersihan pesantren, dan berkolaborasi dengan pemerintah.
Selama memimpin RMI PBNU sampai sekarang, banyak sekali gebrakan Gus Razin. Liga Santri, Gerakan Ayo Mondok, Kemandirian Pesantren, dan lain-lain menjadi icon RMI yang manfaatnya benar-benar dirasakan pesantren dan warga NU. Sekarang Gus Razin didapuk menjadi salah satu Katib Sysuriyah PBNU dan Mustasyar PCNU Kabupaten Pati bersama tokoh-tokoh yang lain.

Karir Gus Razin lainnya adalah beliau dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Bidang keagamaan tahun 2018 dan anggota Dewan Ketahanan Pangan tahun 2017. Beliau membantu Presiden dalam menata bidang keagamaan di Indonesia. Salah satunya tentang eksistensi Pesantren. Relasi luas dengan tokoh agama dan profesionalitas manajemen menjadi alasan logis Presiden memilih Gus Razin sebagai Staf Khusus yang terbukti efektif.

Sering Membaca Kitab Baru Saat Ramadan
Selain sebagai organisator dan aktivis sosial keagamaan, Gus Razin Selalu memyempatkan waktu mengajar langsung para santri. Salah satu momentumnya adalah saat bulan Ramadan. Hebatnya, ketika bulan Ramadan ini, Gus Razin sering membaca kitab-kitab yang tergolong baru dengan perspektif baru.

Salah satu yang penulis dengar adalah:

  1. Al-Hujah Al-Qath’iyyat karya KH Muhyiddin Abdusshamad Jember yang menjelaskan hujjah amaliyah warga NU.
  2. As-Syamail Al-Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi.
  3. Ar-Rasul Al-Mu’allim
  4. Al-Ta’ashshub li al-Aimmah wa Atsaruhu ala Wahdah al-Ummah karya Dr, Muhammad Ali Karanbah
  5. Tarikh al-Tasyri’ al-Islami

Tentu masih banyak kitab yang dibaca Gus Rozin yang tidak tertulis di sini. Namun, dari kitab yang dibaca tersebut terlihat dinamisme pemikiran Gus Razin dalam konteks hukum Islam. Hukum Islam harus didinamisir supaya mampu merespons problem global yang terus terjadi tanpa henti.

Pemikiran
Banyak sekali pemikiran Gus Razin yang disampaikan di banyak forum. Antara lain:

  1. Kemandirian Pesantren
    Kemandirian pesantren meliputi kemandirian kurikulum, kemandirian budaya, dan kemandirian ekonomi. Tiga kemandirian tersebut sangat dibutuhkan pesantren untuk meneguhkan eksistensi dan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa. Jika pesantren bergantung dengan pihak lain, maka pesantren tidak bisa mandiri dan akhirnya bisa disetir pihak lain.
  2. Integrasi Pesantren dan Perguruan Tinggi
    Pesantren dan perguruan harus terintegrasi, khususnya dalam konteks basis nilai moral dan akademiknya. Keilmuan pesantren tidak boleh stagnant dan perguruan tinggi tidak boleh liberal sekuler. Inilah manfaatnya integrasi pesantren dan perguruan tinggi. Hal ini sesuai kaidah:
    المحافظة علي القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
    Konsisten dengan tradisi lama dan kreatif mengadopsi modernitas yang reformatif
  3. Pentingnya Riset
    Riset adalah jantung kemajuan. Ketika riset berkembang pesat, maka akan lahir banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, jika riset lemah, maka suatu bangsa akan tertinggal dengan bangsa lain yang kreatif dan inovatif. Gus Razin menekankan riset ini supaya generasi muda Islam aktif melakukan riset untuk melakukan inovasi di berbagai aspek kehidupan.
  4. Bonus Demografi
    Indonesia mengalami bonus demografi. Usia produktif yang over menjadi tantangan dan ancaman sekaligus. Jika usia produktif mempunyai kompetensi memadai, maka bonus demografi akan menambah daya saing bangsa. Namun jika bonus demografi tidak diimbangi dengan kompetensi memadai, maka mereka justru menjadi problem yang membebani bangsa. Maka bonus demografi harus diiringi dengan peningkatan kualitas memadai untuk menjemput era persaingan bebas yang hiperkompetitif. Indonesia harus menjadikan bonus demografi sebagai potensi positif dalam memenangkan persaingan.
  5. Peran aktif Pemerintah
    Pemerintah harus hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan pesantren. Undang-Undang Pesantren yang baru disahkan menugaskan pemerintah, baik Pusat, Propinsi, dan Kabupaten untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pesantren sebagai salah satu aset bangsa yang sudah terbukti kontribusinya bagi pembangunan. Di sisi lain, pesantren juga harus meningkatkan kemampuan administrasi dan akuntabilitasnya supaya mampu menjalankan program pemerintah secara transparan, fungsional dan akuntabel.

Terus Berkarya
Usia yang masih muda menjadikan Gus Razin menjadi sosok pemimpin muda yang akan terus berkarya bagi kemajuan bangsa. Kegigihannya dalam menginisiasi dan mengawal program yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas menjadi inspirasi generasi muda dalam berkarya untuk bangsa. Tantangan bangsa yang kompleks di berbagai aspek kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, dan politik, menjadikan bangsa ini harus terus berbenah agar tidak menjadi obyek pembangunan, tapi menjadi subyek pembangunan yang menentukan masa depannya sendiri.

Pengalaman yang panjang di atas menjadikan KH. Abdul Ghaffar Razin sebagai pemimpin yang dinantikan kehadirannya untuk menggerakkan organisasi di semua level. Visi besar, komitmen, dan totalitasnya dalam mengemban amanah menjadi distingsi dalam memajukan organisasi menuju kebangkitannya. Organisasi yang benar-benar berkhidmah untuk masyarakat, bangsa, dan umat manusia.

Semoga KH. Abdul Ghaffar Rozin Selalu diberikan keberkahan, Kesehatan, dan kebijaksanaan dalam memgemban amanah di berbagai lembaga demi menebarkan kemanfaatan secara luas. Amiin.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Sekarang ini sudah umum atau biasa dikalangan masyarakat, apabila ada pengajian yang diisi oleh seorang muballigh, sebelum ia sampai ke tempat untuk berceramah, maka akan disambut dan diiringi dengan bacaan : طلع البدر علينا من ثنيات الوداع وجب الشكر علينا ما دعا لله داع dengan tujuan penghormatan terhadap muballigh tersebut. Padahal dalam […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Audiensi dengan Bupati, Ini Hasilnya

    PC IPNU IPPNU Pati Audiensi dengan Bupati, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Ketua PC IPNU Pati, Moh. Salman (kedua dari kanan) dan Ketua PC IPPNU, Sulistiani ditemani Ketua Panitia OC Konfercab XIII, M. Khoirul Anam (kanan) usai melakukan audiensi dengan Bupati Pati, Haryanto (baju batik) PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati baru saja mengadakan audiensi dengan Bupati Pati, Haryanto di Kantor Bupati, Kamis (19/8). Hadir dalam […]

  • Fakhruddin Karmani Tegaskan Ma'arif Selalu Hadir untuk Pendidikan Inklusi

    Fakhruddin Karmani Tegaskan Ma’arif Selalu Hadir untuk Pendidikan Inklusi

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Semarang – Model pengembangan pendidikan madrasah inklusi atau pendidikan inklusi yang diterapkan Kementerian Agama RI merupakan hasil dari adopsi dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah salahsatunya. “Pengembangan modul madrasah inklusif di Kementerian Agama salah satunya lahir dari modul yang dikembangkan oleh LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah. Lahirnya Forum Pendidik Madrasah Inklusif […]

  • Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan. Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri. Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun […]

  • ‎LAMDIK Beri Rekomendasi Strategis, INISNU Temanggung Siapkan Benchmarking dan Penguatan SDM Pascasesmen Lapangan S1 PAI

    ‎LAMDIK Beri Rekomendasi Strategis, INISNU Temanggung Siapkan Benchmarking dan Penguatan SDM Pascasesmen Lapangan S1 PAI

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.753
    • 0Komentar

    ‎Temanggung – Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi ditutup pada Sabtu (18/7/2026) di ruang rapat BPP INISNU Temanggung. Penutupan diawali dengan penyampaian rekomendasi dari dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bahan evaluasi dan penguatan mutu berkelanjutan bagi program […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Puasa dari Hoaks

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.138
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Pentingkah puasa dari hoax (hoaks)? Jawabannya penting. Mengapa penting? Ya, data hoaks itu ribuan. Pada 8 Januari 2025, Komdigi merillis ada sebanyak 1.923 kontens hoaks yang mengerikan. PPID Dikomdigi Jawa Tengah tahun 2025 juga merillis banyak sekali konten hoaks menyebar ke mana-mana lewat data yang dirillis melalui “Rekap Isu Hoaks & […]

expand_less