Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
  • visibility 658
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Berangkat haji menjadi impian semua muslim. Sebab, ibadah yang satu ini termasuk kategori rukun Islam. Artinya, haji itu wajib bagi yang mampu (istitha’ah).

Kemampuan ini meliputi kompetensi finansial dan fisik. Perjalanan yang aman juga termasuk di dalamnya. Namun timbul satu pertanyaan, apakah kemampuan mental juga masuk kategori istitha’ah?

Sebab, diakui atau tidak, banyak aghniya (orang-orang tajir) yang sehat wal afiyat namun belum berani naik haji akibat kekhawatiran yang berlebih. Betapapun, tanah haramain adalah teritori keramat. 

Penulis tidak ingin menjawab pertanyaan ini, apalagi dengan kacamata fikih, sebab penulis bukan ahli fikih. Hanya saja rasa takut ini acap kali didasari atas perasaan bersalah yang berlebihan. Ini yang jadi topik utama. 

Sifat Tuhan

Terkadang manusia sadar bahwa kebejatannya kelewat batas. Sehingga untuk mendekat dengan Tuhan saja merasa malu. 

Namun, menurut Gus Baha’ ini adalah cara syetan untuk mengusik keharmonisan khaliq-makhluq. Semakin ia menjauh dari Tuhan, artinya semakin kontradiktif pula dunianya yang ‘gelap’ dengan ‘dunia’ ketuhanan yang serba baik. 

Padahal–sebagai alarm saja–Allah telah mendeklarasikan diri sebagai sosok asy Syakur. Gus Mus mengistilahkan, diksi ini berarti Maha Nerimaaken (mudah menerima, asal hamba-Nya mau mendekat). 

Analogi asy Syakur begini: kalau urusan ibadah kita memburu sempurna, maka syurga hanya dihuni para nabi. Sebab Ali bin Abi Thalib yang shalatnya nyaris sempurna pun tak luput dari keberpalingan. 

Apalagi, para hamba amatir macam kita yang shalatnya kadang ingat Tuhan, kadang ingat istri di rumah. Takbiratul ihram khusyu’-nya setengah mati, pas baca iftitah teringat sepatu Nike Air yang lupa kita titipkan ke marbot masjid. 

Untunglah Allah itu as Syakur. Asalkan hambanya mau mendekat, sekotor apapun kita, biarlah Dia yang membersihkan. Intinya jangan sombong dihadapan-Nya. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman ‘MataAirMata Merdeka’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (16/8).

    Sangkan Paran Kemerdekaan

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke- 164 yang digelar pada Sabtu (16/8) menjadi salah satu momen spesial. Pada momen yang bertepatan dengan malam tirakatan itu, masyarakat diajak memaknai kembali arti kemerdekaan. Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut banyak pengertian kemerdekaan yang harus dimaknai ulang. Terlebih setelah memasuki usia ke 80 Republik Indonesia. “Seperti kita […]

  • PCNU-PATI

    Garda Fatayat NU Pati, Jalani Tugas Perdana di Kongres Ulama Perempuan

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Garfa (Garda Fatayat NU) Kabupaten Pati telah jalani Diklat beberapa waktu lalu di Jollong, Gembong. Usai kegiatan tersebut, Garfa segera tancap gas menyusun agenda kerja dan kegiatan.  Sejak Kamis (24/11) hingga Sabtu (26/11) hari ini, Garfa Pati menjalani tugas perdana mengawal Kongres KUPI Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Jepara.  Dalam acara tersebut, Fatayat NU […]

  • Jual-Beli Ide antara Kader GPSA Fatayat NU ‘VS’ Aggota DPRD

    Jual-Beli Ide antara Kader GPSA Fatayat NU ‘VS’ Aggota DPRD

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    PATI – Monitoring, Evaluasi dan Pembelajaran atau Monev Kader Global Partnership for Social Accountability (GPSA) Fatayat NU Pati telah usai dan menelurkan banyak komitmen. Salah satunya, diskusi yang dilaksanakan pada hari ke tiga di segmen pertama, Jumat (10/6) lalu. Secara keseluruhan, ada dua segmen pada detik-detik terakhir Monev. Pada segmen perdana, Jumat Pagi, dihadiri oleh […]

  • ​Iduladha, Yayasan PIM Mujahidin Bageng Bagikan Daging Kurban untuk Ratusan Siswa dan Guru

    ​Iduladha, Yayasan PIM Mujahidin Bageng Bagikan Daging Kurban untuk Ratusan Siswa dan Guru

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.461
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id — Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menggelar penyembelihan hewan dan pembagian daging kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yang religius sekaligus penuh kebersamaan ini dilaksanakan pada hari tasyrik pertama (11 Dzulhijjah), yakni Kamis (28/5/2026), bertempat di halaman Madrasah Aliyah (MA) PIM Mujahidin. Pada […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Bulan Tata-tata

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Iki arep ning omahe mbahe, awakmu wes tata-tata durung, Nduk? Ya, saya ingat almarhum mertua saya ketika tanya kepada istriku. “Ini mau pergi ke rumah si mbah, kamu sudah siap-siap belum, Nduk?” Ya, begitu artinya. Kata “tata” sesuai KBBI (2024) berarti aturan, hukum, kaidah, susunan, cara menyusun, sistem. Kalau dalam bahasa Jawa, […]

expand_less