Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
  • visibility 760
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Berangkat haji menjadi impian semua muslim. Sebab, ibadah yang satu ini termasuk kategori rukun Islam. Artinya, haji itu wajib bagi yang mampu (istitha’ah).

Kemampuan ini meliputi kompetensi finansial dan fisik. Perjalanan yang aman juga termasuk di dalamnya. Namun timbul satu pertanyaan, apakah kemampuan mental juga masuk kategori istitha’ah?

Sebab, diakui atau tidak, banyak aghniya (orang-orang tajir) yang sehat wal afiyat namun belum berani naik haji akibat kekhawatiran yang berlebih. Betapapun, tanah haramain adalah teritori keramat. 

Penulis tidak ingin menjawab pertanyaan ini, apalagi dengan kacamata fikih, sebab penulis bukan ahli fikih. Hanya saja rasa takut ini acap kali didasari atas perasaan bersalah yang berlebihan. Ini yang jadi topik utama. 

Sifat Tuhan

Terkadang manusia sadar bahwa kebejatannya kelewat batas. Sehingga untuk mendekat dengan Tuhan saja merasa malu. 

Namun, menurut Gus Baha’ ini adalah cara syetan untuk mengusik keharmonisan khaliq-makhluq. Semakin ia menjauh dari Tuhan, artinya semakin kontradiktif pula dunianya yang ‘gelap’ dengan ‘dunia’ ketuhanan yang serba baik. 

Padahal–sebagai alarm saja–Allah telah mendeklarasikan diri sebagai sosok asy Syakur. Gus Mus mengistilahkan, diksi ini berarti Maha Nerimaaken (mudah menerima, asal hamba-Nya mau mendekat). 

Analogi asy Syakur begini: kalau urusan ibadah kita memburu sempurna, maka syurga hanya dihuni para nabi. Sebab Ali bin Abi Thalib yang shalatnya nyaris sempurna pun tak luput dari keberpalingan. 

Apalagi, para hamba amatir macam kita yang shalatnya kadang ingat Tuhan, kadang ingat istri di rumah. Takbiratul ihram khusyu’-nya setengah mati, pas baca iftitah teringat sepatu Nike Air yang lupa kita titipkan ke marbot masjid. 

Untunglah Allah itu as Syakur. Asalkan hambanya mau mendekat, sekotor apapun kita, biarlah Dia yang membersihkan. Intinya jangan sombong dihadapan-Nya. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Tape Manis Mbak-Mbak Fatayat

    Cerita Tape Manis Mbak-Mbak Fatayat

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Yeni Munifah bersama ribuan besek Tape Gembong yang siap didistribusikan  Menjadi aktivis Fatayat NU, tak menghalangi semangat Yeni Munifah untuk berdagang. Justru menurutnya, ia akan merasa bangga jika dirinya berhasil mentasyarufkan sebagian hartanya untuk organisasi.  “Prinsipnya kalau kita bisa jangan cari hidup di NU, tapi bagaimana kita menghidupkan NU itu sendiri,” satirnya.  Wanita yang akrab […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Warung Kopi sebagai Sarana Bertukar Informasi.. Photo by Rod Long on Usnplash.

    Warung Kopi sebagai Sarana Bertukar Informasi

    • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Di era saat ini, tempat paling tepat untuk melakukan diskusi dan kongkow adalah warung kopi. Kenapa harus warung kopi? Menurut hemat penulis, warung kopi sekarang ini sudah menjadi tempat terbaik bagi kalangan mahaiswa untuk tempat diskusi dan mengerjakan sebuah tugas.  Selain itu, banyak dari mahasiswa yang menghabiskan waktunya di warung kopi hanya sekedar untuk diskusi. […]

  • Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.873
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, kemarin dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat layak Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional karena pemikiran dan perjuangannya yang luar biasa. Dalam konteks pemikiran, banyak sekali gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur. Antara lain: Pertama, pribumisasi Islam. Islam adalah doktrin […]

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • PCNU - PATI

    Ayo Berdonasi Lewat LAZISNU Pati

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pati- NU Care Lazisnu Pati terhitung mulai hari ini Kamis (14/7) melakukan penggalangan donasi untuk para korban banjir yang ada di beberapa wilayah kabupaten Pati. Intensitas hujan yang begitu deras membuat beberapa wilayah di kabupaten Pati terendam banjir. Banyak kerugian materiil maupun non materiil akibat banjir ini. Akses jalan tertutup dan bahkan ada beberapa rumah […]

  • PCNU-PATI Photo by sam sul

    Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi […]

expand_less