Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
  • visibility 721
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Berangkat haji menjadi impian semua muslim. Sebab, ibadah yang satu ini termasuk kategori rukun Islam. Artinya, haji itu wajib bagi yang mampu (istitha’ah).

Kemampuan ini meliputi kompetensi finansial dan fisik. Perjalanan yang aman juga termasuk di dalamnya. Namun timbul satu pertanyaan, apakah kemampuan mental juga masuk kategori istitha’ah?

Sebab, diakui atau tidak, banyak aghniya (orang-orang tajir) yang sehat wal afiyat namun belum berani naik haji akibat kekhawatiran yang berlebih. Betapapun, tanah haramain adalah teritori keramat. 

Penulis tidak ingin menjawab pertanyaan ini, apalagi dengan kacamata fikih, sebab penulis bukan ahli fikih. Hanya saja rasa takut ini acap kali didasari atas perasaan bersalah yang berlebihan. Ini yang jadi topik utama. 

Sifat Tuhan

Terkadang manusia sadar bahwa kebejatannya kelewat batas. Sehingga untuk mendekat dengan Tuhan saja merasa malu. 

Namun, menurut Gus Baha’ ini adalah cara syetan untuk mengusik keharmonisan khaliq-makhluq. Semakin ia menjauh dari Tuhan, artinya semakin kontradiktif pula dunianya yang ‘gelap’ dengan ‘dunia’ ketuhanan yang serba baik. 

Padahal–sebagai alarm saja–Allah telah mendeklarasikan diri sebagai sosok asy Syakur. Gus Mus mengistilahkan, diksi ini berarti Maha Nerimaaken (mudah menerima, asal hamba-Nya mau mendekat). 

Analogi asy Syakur begini: kalau urusan ibadah kita memburu sempurna, maka syurga hanya dihuni para nabi. Sebab Ali bin Abi Thalib yang shalatnya nyaris sempurna pun tak luput dari keberpalingan. 

Apalagi, para hamba amatir macam kita yang shalatnya kadang ingat Tuhan, kadang ingat istri di rumah. Takbiratul ihram khusyu’-nya setengah mati, pas baca iftitah teringat sepatu Nike Air yang lupa kita titipkan ke marbot masjid. 

Untunglah Allah itu as Syakur. Asalkan hambanya mau mendekat, sekotor apapun kita, biarlah Dia yang membersihkan. Intinya jangan sombong dihadapan-Nya. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Kabar. NU. Pati Sabtu 31 Januari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Acara tersebut dimulai dengan launcing Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)  dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN). Dalam kedua acara tersebut, […]

  • RMI NU dan LPDP Launching Program Asistensi Beasiswa Santri, Ini Link-nya

    RMI NU dan LPDP Launching Program Asistensi Beasiswa Santri, Ini Link-nya

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tenaga pendidikan pesantren tak melulu harus anti dunia akademik. Perpaduan antar keduanya justru dapat menciptakan kemajuan dalam dunia pesantren.  Kesadaran inilah yang mendorong Pengurus Besar RMI NU untuk menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengakomodir insan-insan pesantren agar bisa melanjutkan pendidikan formal di universitas-universitas baik dalam maupun luar negeri.  Agenda besar bertajuk […]

  • PWNU Tandaskan Pentingnya Ekspresi Hasil Baca

    PWNU Tandaskan Pentingnya Ekspresi Hasil Baca

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – KH. Muhammad Muzammil, Ketua PW NU Jateng, menegaskan esensi ekspresi baca dihadapan puluhan penulis dan sastrawan, Sabtu (9/9) malam. Hal itu disampaikan dalam agenda Gerakan Literasi Ma’arif bertajuk ‘Bahagia dalam Berliterasi’ yang digelar oleh LP Ma’arif NU Jateng di Hotel Muria, Jalan Dr. Cipto 73,Semarang. “Pertama kita perlu kembangkan minat baca, kemudian mengekspresikan […]

  • PCNU- PATI

    Mak Ngasimah

    • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Aku Maolan bin Margo lahir tanggal 3 September 1942. Tahun dimana penjajahan masih merajalela di Indonesia. Bapakku Margo bin Jasmo desa Asempapan kecamatan Wedarijaksa yang sekarang Trangkil. Emakku Ngasimah Binti Rasmo Sirah dari dukuh Centhong desa Purwodadi kecamatan Margoyoso. Emakku orang bodoh, tidak pernah mengenyam bangku sekolah maupun mengaji. Maka aku […]

  • ​Ubah Sampah Jadi Berkah, Inovasi Sedekah Rongsokan ala LAZISNU Ranting Penggung Ngagel

    ​Ubah Sampah Jadi Berkah, Inovasi Sedekah Rongsokan ala LAZISNU Ranting Penggung Ngagel

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.533
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Penggung, bersama Badan Otonom (Banom) NU seperti Ansor, Banser, Fatayat, serta Muslimat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, tengah gencar menggalakkan gerakan Sedekah Rongsokan. Inisiatif ini dilakukan demi menunjang kemaslahatan umat di wilayah setempat. ​Dengan membawa bronjong (keranjang pengangkut barang) di atas sepeda […]

  • Puisi Ramadan di MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran Temanggung

    Puisi Ramadan di MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran Temanggung

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.430
    • 0Komentar

    ‎Temanggung – Penyair senja Roso Titi Sarkoro membacakan sejumlah sajak bertema Ramadan pada acara penutupan Pesantren Kilat MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran, Temanggung, Sabtu (14/3/2026). Puisi-puisi yang dibacakan seluruhnya mengangkat nuansa spiritual dan refleksi keagamaan yang selaras dengan suasana bulan suci Ramadan. ‎ ‎Kegiatan yang digelar di musala madrasah tersebut berlangsung khidmat dengan nuansa religius […]

expand_less