Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

Jelang Ruqyah Massal di Gembong, MWC Tepis Asumsi Negatif Warga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
  • visibility 461
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) dan Tim Jolosutro Pati akan menggelar rukyah massal dalam waktu dekat. hal ini disampaikan oleh salah satu praktisi rukyah JRA, Fahruddin.

“Sudah Kami agendakan untuk menggelar ruqyah massal di Gembong minggu ini” tuturnya singkat.

Flyer Ruqyah Aswaja di SMK NU Gembong, Minggu (10/11) esok

Dikonfirmasi dari panitia Ruqyah Massal Gembong, M. Syaifuddin, kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan di Aula SMK-NU Gembong pada hari Minggu (10/11) mendatang. Pria yang akrab disapa Udin ini menandaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara JRA, MWC NU Gembong dan PAC IPNU-IPPNU Gembong.

“Insya allah akan diselenggarakan di Yayasan Al Ma’arif Gembong, tepatnya di aula SMK NU, Minggu tanggal 10 (November) besok, dimulai jam 08.00 WIB pagi.” tutur Syaifuddin.

Ia melanjutkan bahwa ruqyah massal kali ini bersifat umum. Pesertanya bisa dari berbagai kalangan. Dengan kata lain, masyarakat umum diperbolehkan mengikuti ruqyah ini dan hanya memberikan infak seikhlasnya saja.

Salah Kaprah

Di kalangan Masyarakat Indonesia, banyak yang salah mengartikan bahwa Ruqyah hanya untuk menyembukan penyakit-penyakit psikologis, gangguan mental dan kerasukan makhluk astral. ini merupakan anggapan yang tidak sepenuhnya keliru, namun juga tidak bisa dibenarkan seluruhnya.

Ruqyah merupakan metode pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat al qur’an sebagai media penyembuhan. Pengobatan dengan metode ini bukan hanya menyembuhkan penyakit-penyakit mental, namun juga mampu menyembuhkan penyakit medis lainnya, seperti maag, vertigo, asam lambung, kanker, insomnia, stroke dan lain sebagainya. Selain itu, ruqyah juga mampu meredakan zat-zat adiktif seperti rokok, narkoba dan minum-minuman keras bahkan kecanduan game.

“Masyarakat kita masih banyak yang salah mengartikan kalau ruqyah itu hanya untuk menyembuhkan penyakit mental. Padahal tidak begitu. Ruqyah juga bisa membantu menyembuhkan penyakit non mental, seperti penyakit-penyakit dalam dan kecanduan.” Jelas Fahruddin

Menurutnya, anggapan masyarakat mengenai ruqyah perlu diluruskan, sebab ini sangat berbahaya. Para penderita penyakit dalam biasanya akan malu mengikuti ruqyah dikarenakan asumsi ini.

“Kami mohon dibantu meluruskan, bahwa ruqyah bisa digunakan untuk penyembuhan beragam penyakit, bukan hanya menyembuhkan orang stres” lanjut Fahruddin dengan kelakar.

Sementara itu, ditemui di kediamannya, K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong, sebagai pihak yang digandeng oleh JRA menegaskan bahwa ruqyah merupakan metode pengobatan yang baik. Ia bahkan mengajak seluruh masyarakat yang merasa memiliki gangguan dalam tubuhnya, baik medis maupun non medis untuk menghadiri kegiatan rukyah massal, Munggu (10/11) medatang.

“(Masyarakat) yang punya penyakit medis tidak perlu malu untuk datang. Jangan termakan asumsi sesat bahwa ruqyah hanya untuk mengobati orang kesurupan. Dengan Izin Allah, Insya Allah berbagai penyakit bisa disembuhkan dengan ruqyah. Maka dari itu, saya mempersilakan saudara-saudara semua untuk mengikuti agenda JRA ini. mumpung ada, dan cukup beri infak se-ikhlasnya. Sekali lagi, kalau memang punya riwayat penyakit, jangan malu untuk ikut (ruqyah)” tuturnya.

Sejalan dengan MWC, Syaifuddin selaku panitia juga turut mengundang masyarakat untuk ikut agenda ruqyah ini. Menurutnya, Ruqyah merupakan salah satu pengobatan paling islami karena menggunakan ayat-ayat al qur’an dalam penyembuhannya.

“Nantinya bukan hanya ruqyah, tapi juga ada bekam (cantuk), gurah dan totok kecanduan” tutup Syaifuddin (karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

      CBP merupakan singkatan dari Corp Brigade Pembangunan, sementara KPP merupakan singkatan dari Korps Pelajar Putri. Keduanya merupakan lembaga otonom di bawah naungan IPNU IPPNU yang berfungsi sebagai keamanan internal organisasi dan sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya paham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi Aswaja An-Nahdliyah dan menjaga keutuhan […]

  • Jelang Harlah, PBNU Instruksikan Pasang 102 Juta Bendera NU

    Jelang Harlah, PBNU Instruksikan Pasang 102 Juta Bendera NU

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU semakin delat. Menurut kalender hijriyah, tepat 16 Rajab 1446 H. atau bertepatan dengan 16 Januari 2025 M., Nahdlatul Ulama genap berusia 102 tahun. Untuk memperingati usia ke-102 ini, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk memasang bendera NU. Targetnya, ada 102 juta bendera NU […]

  • PCNU-PATI

    Sah ! IPMAFA Buka Program S2 Tahun Ini

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Setelah sukses menyelenggarakan Program Sarjana (S1), kini Institut Pesantren Mathali’ul Falah secara resmi membuka Program Studi (Prodi) Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Tahun Akademik 2023/2024 mendatang. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 500 Tahun 2023 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab untuk Program Magister pada Institut Pesantren […]

  • 2000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Bulumanis Kidul

    2000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Bulumanis Kidul

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswa sedang menanam bibit mangrove di bibir antai Bulumanis Kidul PATI-Kabupaten Pati memiliki pantai sepanjang 60 kilometer yang membentang dari wilayah Kecamatan Dukuhseti hingga Batangan. Namun demikian, masih terdapat beberapa titik  lokasi yang perlu diperhatikan karena masih banyak kawasan pesisir yang rusak akibat abrasi serta akresi. Salah satu upaya pelestarian di kawasan yang telah […]

  • Lagi, Putra Margoyoso Ukir Prestasi di Tingkat Asean

    Lagi, Putra Margoyoso Ukir Prestasi di Tingkat Asean

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Miftahul Huda (34), putra asli Margoyoso telah berhasil mengharumkan Indonesia dalam kancah internasional. Bukan hanya Indonesia, ia juga telah berhasil membawa nama baik NU melalui kaligrafi. Dalam ajang Pertandingan Kaligrafi Nusantara (Khat) 2019 yang digelar di Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia tersebut, Huda sukses menyabet gelar juara II dalam kategori Khat Tsuluts dan Nasakh tingkat Asean. […]

  • Relawan NU Peduli Jawa Tengah Bergerak ke Aceh, Menapak Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat

    Relawan NU Peduli Jawa Tengah Bergerak ke Aceh, Menapak Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.939
    • 0Komentar

      Aceh — Relawan NU Peduli Jawa Tengah diberangkatkan ke Aceh untuk membantu pemulihan masyarakat pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Misi kemanusiaan ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menegaskan kembali ikatan sejarah dan emosional antara Jawa dan Aceh yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu. Sejarah mencatat, pada […]

expand_less