Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Jalan-Jalan (Berlubang)

Jalan-Jalan (Berlubang)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa hari ini hujan terus berdatangan. Tanpa bilang-bilang, akan tetapi meninggalkan sebuah kenangan yaitu banyak jalan yang berlubang. Jalan berlubang sebab curah hujan yang berharian; bukan sebab tikus berdasi yang melubangi jalan. Kondisi tersebut tentu sangat tak mengenakkan bagi penghuni jalan—termasuk saya dan Anda. Tapi bagaimana lagi saya dan Anda hanya bisa menggerutu ketika mendapati Jeglongan atau pun ban kepes saat kena lubang dan lain sebagaimanya. Mau protes bagaimana, tak bersuara bagaimana lagi. Hal tersebut sudah menjadi lumrah ataupun biarlah.

Perihal tentang jalan-jalan berlubang; teman saya yang nota bene sebagai aktivis media, berusaha bersuara, membuat berita tentang kondisi-kondisi jalan penghubung antar desa, pembatas antar kecamatan. Bahkan lebih dari itu perantara antar kota pun sama, yaitu berlubang.

“Itulah kearifan lokal kita mas, kalau jalan kita tak berlubang, mulus nanti kita kaget, ini bener di Indonesia atau bukan ya?”

Saat lagi serius-seriusnya diskusi tanpa solusi teman saya nyeletuk dengan sekenannya. Perihal proyek abadi perbaikan jalan dengan tambal sana, tambal sini, sana sini saling tambal tak karuan. Setelah tambalan selesai hujan semalam hilang semua apa yang ditambal.

“Lha bagaimana lagi mas, yang penting kan sudah berusaha untuk memperbaikan jalan yang rusak jalan yang berlubang. Dan apabila ada hujan kan menjadi bencana alam to? Toh manusia hanya bisa berusaha, berikhtiar semampunya dan soal hasil itu kan menjadi urusan ke sekian.”

Benar apa yang dikatakan teman saya tersebut; manusia mampu berusaha. Soal hasilnya akan dipikirkan belakangan. Orang-orang yang memperbaiki jalan hanya memperbaiki jalan. Jadi tak ada anggaran untuk mengeruk atau membuat gorong-gorong dipinggir jalan untuk air mengalir.

“Jalan rusak ditambal—diperbaiki, diaspal tapi tempat mengalirnya air tak dibikin tak diperbaiki kan sama saja, air hujan yang deras akan mengalir ditengah jalan hal tersebut akan merusak jalan yang sudah diperbaiki, “

“Soal tersebut bukan menjadi urusan saya mas., plus saya tak punya suara untuk mengatakan hal tersebut, yang penting saya bisa bekerja dan bekerja memperbaiki jalan yang berlubang”

Beginilah, begitulah; bagaimana pun ini adalah bentuk kearifan lokal yang ada di negara tercinta kita. Jika dulu kita berjuang melawah penjajah, sekarang saya dan Anda harus berjuang melewati jalan yang berlubang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU- PATI

    SMPIT Al Masyhur Kayen Pati, Gelar LDK

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    OSIS Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Masyhur Kayen Pati, Bertempat di Mushola Sekolah tersebut menggelar LDK kepada Seluruh Pengurus OSIS. Sabtu (27/08/2022) kemarin. Kepala SMPIT Al Masyhur Kayen, Luluk Alfiatin, S.Pd mengatakan, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk pengurus OSIS tersebut agar para pengurus OSIS memiliki Sifat Kepemimpinan dan mampu menggerakan roda organisasi OSIS. […]

  • Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Penyaluran santunan ke rumah salah satu yatim oleh Para Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Gembong, Kamis (19/8) GEMBONG – Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Kecamatan Gembong berkeliling desa Kamis (19/8) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyantuni anak-yatim yang berasa di desa ini.  “Karena luasnya desa, jadi kami cicil. Santunan yatama ini merupakan gelombang ke dua,” terang […]

  • Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu […]

  • PCNU-PATI

    Dialog Interaktif RMI Cabang Pati Bersama Pengasuh Pon Pes Se Kab Pati

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerjasama dengan BRI Cabang Pati dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional mengadakan dialog Interaktir dengan tema Pentingnya Digitalisasi Dalam Memujudkan Pesantren Yang Tertib Administrasi bertempat di Gendung PCNU Lantai 3 Ahad, 24 September 2023 Harapan kami pesantren harus berbenah diri untuk mengikuti perkembangan zaman. 50 pesantren akan menjadi […]

  • water droplets on glass window

    Rangkaian Hujan

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Aku sangat menyukai momen ini, saat kecil.  Hujan. Adalah momen bahagiaku untuk bermain di setiap rintik-rintiknya. Entah sambil berlari-lari atau hanya sekadar berguyur di bawah deraiannya. Lain halnya dengan sekarang, paling tidak suka dengan hujan. Bukan, lebih tepatnya kehujanan,. Aku tak pernah menyalahkan Tuhan yang menurunkan hujan. Hanya saja aku tak menyukai kehujanan. Itu saja. […]

  • a close up of a book with writing on it

    Kitab Kuning Zamani

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.368
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.* Identitas utama pesantren adalah pengajian kitab kuning. “Jika tidak ada pengajian kitab kuning, maka esensi pesantren hilang”, tegas Jamal Ma’mur Asmani, Pengamat Kepesantrenan dan penulis sejumlah buku dalam Talkshow Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan tema “Kitab Kuning Sebagai Identitas Utama Santri” yang diadakan Masjid Sirojul Anam Wonokerto […]

expand_less