Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Jalan-Jalan (Berlubang)

Jalan-Jalan (Berlubang)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa hari ini hujan terus berdatangan. Tanpa bilang-bilang, akan tetapi meninggalkan sebuah kenangan yaitu banyak jalan yang berlubang. Jalan berlubang sebab curah hujan yang berharian; bukan sebab tikus berdasi yang melubangi jalan. Kondisi tersebut tentu sangat tak mengenakkan bagi penghuni jalan—termasuk saya dan Anda. Tapi bagaimana lagi saya dan Anda hanya bisa menggerutu ketika mendapati Jeglongan atau pun ban kepes saat kena lubang dan lain sebagaimanya. Mau protes bagaimana, tak bersuara bagaimana lagi. Hal tersebut sudah menjadi lumrah ataupun biarlah.

Perihal tentang jalan-jalan berlubang; teman saya yang nota bene sebagai aktivis media, berusaha bersuara, membuat berita tentang kondisi-kondisi jalan penghubung antar desa, pembatas antar kecamatan. Bahkan lebih dari itu perantara antar kota pun sama, yaitu berlubang.

“Itulah kearifan lokal kita mas, kalau jalan kita tak berlubang, mulus nanti kita kaget, ini bener di Indonesia atau bukan ya?”

Saat lagi serius-seriusnya diskusi tanpa solusi teman saya nyeletuk dengan sekenannya. Perihal proyek abadi perbaikan jalan dengan tambal sana, tambal sini, sana sini saling tambal tak karuan. Setelah tambalan selesai hujan semalam hilang semua apa yang ditambal.

“Lha bagaimana lagi mas, yang penting kan sudah berusaha untuk memperbaikan jalan yang rusak jalan yang berlubang. Dan apabila ada hujan kan menjadi bencana alam to? Toh manusia hanya bisa berusaha, berikhtiar semampunya dan soal hasil itu kan menjadi urusan ke sekian.”

Benar apa yang dikatakan teman saya tersebut; manusia mampu berusaha. Soal hasilnya akan dipikirkan belakangan. Orang-orang yang memperbaiki jalan hanya memperbaiki jalan. Jadi tak ada anggaran untuk mengeruk atau membuat gorong-gorong dipinggir jalan untuk air mengalir.

“Jalan rusak ditambal—diperbaiki, diaspal tapi tempat mengalirnya air tak dibikin tak diperbaiki kan sama saja, air hujan yang deras akan mengalir ditengah jalan hal tersebut akan merusak jalan yang sudah diperbaiki, “

“Soal tersebut bukan menjadi urusan saya mas., plus saya tak punya suara untuk mengatakan hal tersebut, yang penting saya bisa bekerja dan bekerja memperbaiki jalan yang berlubang”

Beginilah, begitulah; bagaimana pun ini adalah bentuk kearifan lokal yang ada di negara tercinta kita. Jika dulu kita berjuang melawah penjajah, sekarang saya dan Anda harus berjuang melewati jalan yang berlubang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTN NU PATI DAMPINGI PESANTREN MEMBUAT BLOG

    LTN NU PATI DAMPINGI PESANTREN MEMBUAT BLOG

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Margoyoso- (04/11/15) Pasca Kegiatan Diskusi Jihad Cyber dan pelatihan pembuatan blog di SMK Cordova Margoyoso yang diadakan LTN NU dan Lakpesdam. Tim dari LTN NU Pati melakukan pendampingan terhadap pesantren-pesantren yang serius menindaklanjutinya. Salah satunya adalah pesantren An-Nur Sucen Terangkil, Pesantren Mabdaul Huda Buludana Maroyoso, dan Pesantren Ar-Raudoh Kajen, dan Ponpes Shofa Azzahro Gembong. Menurut […]

  • Bukan Sekadar Ujian Kertas, Mts Dan Sma Joyo Kusumo Sulap Ujian Jadi Laboratorium Karakter Digital

    Bukan Sekadar Ujian Kertas, Mts Dan Sma Joyo Kusumo Sulap Ujian Jadi Laboratorium Karakter Digital

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.505
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Di tengah kekhawatiran publik tentang dampak negatif gawai terhadap generasi muda, Yayasan Joyo Kusumo mengambil langkah berbeda. Lembaga pendidikan yang menaungi MTs dan SMA ini justru menjadikan teknologi sebagai mitra dalam membentuk karakter siswa. Pada Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung 2-9 Maret 2026, yayasan tidak hanya […]

  • RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    MARGOYOSA-RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) NU kabupaten Pati, hari ini, Sabtu (10/8) mengadakan Silaturrahmi Pengasuh Pesantren untuk mendiskusikan program-program pemerintah yang berkaitan dengan pesantren. Suasana silaturrahim pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pati di Ponpes Raudla at Thohiriyah, Kajen Acara yang berlangsung di Pesantren Raudlah At-Thohiriyah tersebut dihadiri sedikitnya 140 pengasuh pesantren se-kabupaten Pati. Turut hadir ketua Forum […]

  • PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

    PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Bertempat di Pondok Pesantren Al Fakhry Hadiwijaya Kajen Margoyoso, Kemarin (Jum’at, 10/09/2021) PAC Fatayat NU menggelar Pelantikan Pengurus.  Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Margoyoso KH. Samu’in Wage, PC Fatayat NU Pati yang diwakili oleh Nining Sugiharti, Ketua PAC Muslimat Margoyoso Dr. Munifah, dan perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Margoyoso. Ketua […]

  • Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.252
    • 0Komentar

      Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman. Hal itu terungk‎ap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.220
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

expand_less