INISNU Resmi Teken MoU dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8.969
- comment 0 komentar

INISNU Resmi Teken MoU dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II
Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II pada Jumat (27/2/2026). Penandatanganan dilaksanakan di Aula Lantai II INISNU Temanggung sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pendidikan tinggi dan otoritas perpajakan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Tengah II Herlin Sulismiyarti, S.H., M.H., Kepala Seksi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Waruno Suryohadi, Kepala KPP Pratama Temanggung Christijanto Wahju Purwoistijoko, S.E., M.Tax., serta Kepala Seksi Pengawasan II KPP Pratama Temanggung Soelistijo. Kerja sama ini menandai komitmen bersama dalam penguatan literasi dan edukasi perpajakan di lingkungan kampus.
Rektor INISNU, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa konsep perpajakan bukanlah hal asing dalam tradisi Islam. Ia merujuk pada karya klasik Kitab al-Kharaj yang ditulis oleh Abu Yusuf atas permintaan Khalifah Harun al-Rashid pada masa Kekhalifahan Abbasiyah.
“Dalam Kitab al-Kharaj, pajak dibahas secara sistematis sebagai instrumen keadilan fiskal dan tata kelola negara. Artinya, kesadaran pajak memiliki akar kuat dalam khazanah peradaban Islam,” ujar Ibda.
Ia juga menjelaskan bahwa praktik perpajakan telah dikenal jauh sebelum era modern. Pajak tercatat dalam bentuk tablet tanah liat di Sumeria (Mesopotamia) dan papirus di Mesir Kuno. Ibda mengutip karya Samuel Noah Kramer berjudul The Sumerians: Their History, Culture, and Character yang menjelaskan bahwa masyarakat Sumeria sekitar 2500 SM telah mengenal pungutan yang disebut burden (beban), dengan catatan pembayaran berupa ternak kepada kuil dan raja.
Menurutnya, perspektif historis ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari peradaban dan tanggung jawab sosial.
Dengan adanya Tax Center INISNU Temanggung, Rektor berharap bisa menjadi media untuk edukasi, penelitian, dan literasi perpajakan bagi masyarakat utamanya lewat peran Relawan Pajak.
Sementara itu, Herlin Sulismiyarti menyampaikan apresiasi atas inisiatif INISNU yang menjadi pelopor pembentukan Tax Center di Kabupaten Temanggung. Ia menegaskan bahwa keberadaan Tax Center di perguruan tinggi sangat strategis sebagai jembatan edukasi antara DJP dan masyarakat.
“Tax Center INISNU akan menjadi tangan panjang pemerintah dalam menyukseskan program perpajakan melalui edukasi, sosialisasi, dan pendampingan,” ujarnya.
MoU ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut pada program konkret seperti kuliah umum perpajakan, relawan pajak mahasiswa, riset bersama, serta penguatan kurikulum berbasis literasi fiskal. (*)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar