Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
  • visibility 570
  • comment 0 komentar

Oleh : Irna Maifatur Rohmah

Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang ada di dalam diri anak.

Dalam suatu teori, untuk membentuk kebiasaan seseorang harus melakukan hal yang sama selama 40 hari. Hal tersebut dilakukan terus menerus dalam waktu yang sama. Hal itu juga salah satu konsep disiplin. Bagaimana bisa disiplin ditolak dalam pendidikan?

Disiplin bertujuan untuk membiasakan. Disiplin merupakan pola pendidikan yang dilakukan di beberapa dekade ke belakang. Tidak ada protes dan kesepakatan antara guru dan wali murid akan penegasan dengan disiplin. Nyatanya hasil yang dicapai tidaklah buruk untuk ukuran di jaman terdahulu. Belakangan ini, pola pendisiplinan ditafsirkan berbeda oleh anak-anak masa kini. Pendisiplinan memberatkan bagi siswa yang pada dasarnya tidak mau menanggung sedikit kepayahan untuk hasil yang diinginkan orang tua, bangsa dan tujuan pendidikan itu sendiri. Pembiasaan melalui pendisiplinan tidak diterima secara menyeluruh oleh wali murid. Ada saja yang tidak terima ketika anak mendapat teguran karena tidak disiplin. Padahal tujuan guru hanya untuk membiasakan siswa melakukan hal yang baik.

Disiplin untuk membentuk bukan untuk menyiksa. Dari beberapa kasus, pendisiplinan dilakukan guna membentuk anak agar bisa menyesuaikan lingkungan dan kebiasaan yang baru. Proses adaptasi tidak membutuhkan proses yang sebentar. Perlu konsistensi dari pendamping, dalam hal ini yakni guru. Sebab itulah guru harus mengarahkan anak, bukan untuk menyiksa. Tujuan awalnya yakni membentuk dan mengarahkan. Namun disalahterka oleh anak atau orang tua dengan tindakan penyiksaan. Padahal tidak demikian.

Disiplin untuk melatih konsistensi anak. Yang namanya anak, selalu perlu bimbingan dari orang yang lebih tua. Anak perlu dilatih terus menerus agar dapat tercapai tujuan yang diharapkan. Konsistensi yang dilakukan baik oleh guru atau anak sangat perlu dilakukan. Sebab konsistensi akan menghasilkan apa yang diharapkan. Tanpanya tujuan awal atau yang dilakukan belum tentu terwujud.

Disiplin untuk membentuk karakter ke depan, bukan perusak. Marak di era sekarang, keras terhadap anak dapat merusak anak sekara psikis. Namun perlu diterka kembali, apakah dengan disiplin akan merusak anak? Rasanya tidak, disiplin bukan perusak anak. Namun lebih ke membentuk anak demi masa depan yang lebih baik. Dengan disiplin anak bisa menerka mana yang baik dan bisa mengambil sikap dengan segera ketika terpepet.

Disiplin memang menyakitkan di awal. Keras sering dilaksanakan untuk mengawali proses pendisiplinan. Rasanya untuk semua hal yang baru dimulai terasa menyakitkan. Namun kita perlu bersabar untuk mendapatkan hal yang menyenangkan bukan?  Sama halnya dengan disiplin. Di awal seringkali terlihat menyakitkan dan berat. Namun jika menerka dan melihat ketika sudah diakhir, terkaan awal memang salah dan tidak terbutki. Lihat saja bagaimana air dapat melubangi atau membentuk alur di batu. Semua itu sebab konsistensi dan disiplin dalam meneteskan air. Kurang lebihnya seperti itu.

Disiplin memang tidaklah mudah. Namun tidak sulit juga ketika dengan hati yang lapang mau menerima dan bersabar dalam menjalani prosesnya. Sebab di dunia ini, jika bukan anak raja dan keturunan penguasa, proses yang tidak mudah mesti dilakukan. Salah satunya dengan pendisiplinan diri itu sendiri.

Irna Maifatur Rohmah, UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto, Pondok Pesantren Nurul Iman Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Bukan hanya PAC, Tambakromo Adakan Pelantikan 12 Ranting Serempak

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id TAMBAKROMO – PAC Fatayat NU Tambakromo menggelar agenda wajib, Pelantikan. Bukan hanya Anak Cabang, 12 Pimpinan Ranting Fatayat di kecamatan tersebut juga dilantik. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Haji Tambakromo pada Ahad (12/3) mulai pagi hingga pukul 11.00 WIB. Dalam hal ini, MWC NU Tambakromo merespon positif agenda tersebut. Bahkan pengurus MWC di tingkat […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Puasa dan Kopling Ibadah

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.294
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.   Pada konteks ini, puasa hadir […]

  • Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    TAYU-Agenda Konferensi pengurus NU merupakan kegiatan wajib yang dijalankan lima tahun sekali oleh pengurus NU di betbagai tingkatan. Kali ini, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tayu Menggelar konferensinya untuk memilih pimpinan baru. Para pengurus baru MWC NU Tayu berpose bersama pengurus PCNU Pati usai konferensi.  “Tertib mrlakukan reotganisasi adalah bukti bahwa organisasi masih […]

  • Fatayat Pati Awasi Pelaksanaan JKN-KIS

    Fatayat Pati Awasi Pelaksanaan JKN-KIS

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto, memberikan sambutan dalam acara peresmian program Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (27/9).  PATI – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam pelaksanaannya akan mendapatkan pengawasan dari Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati. Bagian salah satu ormas terbesar di Indonesia itu mengaku siap mengawasi pelaksanaan […]

  • Pendaftaran Porseni IPNU IPPNU Pati Sudah Dibuka, Ini Juknisnya

    Pendaftaran Porseni IPNU IPPNU Pati Sudah Dibuka, Ini Juknisnya

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    KOTA-Pendaftaran Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) IPNU dan IPPNU Cabang Pati tahun 2021 sudah dibuka mulai Jumat (2/6) kemarin. Seluruh pelajar yang aktif dalam organisasi tersebut bisa mengikuti lomba yang diselenggarakan hingga tanggal 25 Juli 2021. “Pendaftarannya sudah kami buka, untuk lombanya hingga tanggal 25 Juli, kecuali cabang duta pelajar NU sampai 2 Agustus […]

  • PCNU-PATI

    MA Salafiyah Kajen Gelar Unjuk Kinerja dan Kreativitas Peserta Didik

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Peserta didik MA Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, gelar unjuk kinerja dan kreativitas dengan menampilkan silat Pagar Nusa, Karya Ilmiah, riset, bahasa Arab, bahasa Inggris, baca Kitab, tata boga, tahfiz, pramuka, dan puisi.  Kegiatan dilaksanakan setelah Penilai Akhir Tahun (PAT) semester genap tahun ajaran 2022/2023 selama sembilan hari mulai tanggal 12-21 Juni 2023 […]

expand_less