Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
  • visibility 500
  • comment 0 komentar

Oleh : Irna Maifatur Rohmah

Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang ada di dalam diri anak.

Dalam suatu teori, untuk membentuk kebiasaan seseorang harus melakukan hal yang sama selama 40 hari. Hal tersebut dilakukan terus menerus dalam waktu yang sama. Hal itu juga salah satu konsep disiplin. Bagaimana bisa disiplin ditolak dalam pendidikan?

Disiplin bertujuan untuk membiasakan. Disiplin merupakan pola pendidikan yang dilakukan di beberapa dekade ke belakang. Tidak ada protes dan kesepakatan antara guru dan wali murid akan penegasan dengan disiplin. Nyatanya hasil yang dicapai tidaklah buruk untuk ukuran di jaman terdahulu. Belakangan ini, pola pendisiplinan ditafsirkan berbeda oleh anak-anak masa kini. Pendisiplinan memberatkan bagi siswa yang pada dasarnya tidak mau menanggung sedikit kepayahan untuk hasil yang diinginkan orang tua, bangsa dan tujuan pendidikan itu sendiri. Pembiasaan melalui pendisiplinan tidak diterima secara menyeluruh oleh wali murid. Ada saja yang tidak terima ketika anak mendapat teguran karena tidak disiplin. Padahal tujuan guru hanya untuk membiasakan siswa melakukan hal yang baik.

Disiplin untuk membentuk bukan untuk menyiksa. Dari beberapa kasus, pendisiplinan dilakukan guna membentuk anak agar bisa menyesuaikan lingkungan dan kebiasaan yang baru. Proses adaptasi tidak membutuhkan proses yang sebentar. Perlu konsistensi dari pendamping, dalam hal ini yakni guru. Sebab itulah guru harus mengarahkan anak, bukan untuk menyiksa. Tujuan awalnya yakni membentuk dan mengarahkan. Namun disalahterka oleh anak atau orang tua dengan tindakan penyiksaan. Padahal tidak demikian.

Disiplin untuk melatih konsistensi anak. Yang namanya anak, selalu perlu bimbingan dari orang yang lebih tua. Anak perlu dilatih terus menerus agar dapat tercapai tujuan yang diharapkan. Konsistensi yang dilakukan baik oleh guru atau anak sangat perlu dilakukan. Sebab konsistensi akan menghasilkan apa yang diharapkan. Tanpanya tujuan awal atau yang dilakukan belum tentu terwujud.

Disiplin untuk membentuk karakter ke depan, bukan perusak. Marak di era sekarang, keras terhadap anak dapat merusak anak sekara psikis. Namun perlu diterka kembali, apakah dengan disiplin akan merusak anak? Rasanya tidak, disiplin bukan perusak anak. Namun lebih ke membentuk anak demi masa depan yang lebih baik. Dengan disiplin anak bisa menerka mana yang baik dan bisa mengambil sikap dengan segera ketika terpepet.

Disiplin memang menyakitkan di awal. Keras sering dilaksanakan untuk mengawali proses pendisiplinan. Rasanya untuk semua hal yang baru dimulai terasa menyakitkan. Namun kita perlu bersabar untuk mendapatkan hal yang menyenangkan bukan?  Sama halnya dengan disiplin. Di awal seringkali terlihat menyakitkan dan berat. Namun jika menerka dan melihat ketika sudah diakhir, terkaan awal memang salah dan tidak terbutki. Lihat saja bagaimana air dapat melubangi atau membentuk alur di batu. Semua itu sebab konsistensi dan disiplin dalam meneteskan air. Kurang lebihnya seperti itu.

Disiplin memang tidaklah mudah. Namun tidak sulit juga ketika dengan hati yang lapang mau menerima dan bersabar dalam menjalani prosesnya. Sebab di dunia ini, jika bukan anak raja dan keturunan penguasa, proses yang tidak mudah mesti dilakukan. Salah satunya dengan pendisiplinan diri itu sendiri.

Irna Maifatur Rohmah, UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto, Pondok Pesantren Nurul Iman Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.115
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. ​Sebelum bertolak ke […]

  • Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

    Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Madrasah Damai menggelar Pelatihan “Sosial Media sebagai Ruang Dialog” di Aula Lantai 3 The Safin Hotel Pati. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Jumat sampai dengan Minggu 14-16 Oktober 2022. Adapun yang menjadi pesertanya adalah para kawula muda. Komunitas sekaligus lembaga pelatihan, penelitian, dan pendidikan perdamaian berbasis santri dari Desa Waturoyo, […]

  • PCNU-PATI

    Sejarah Tuhan

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Karen Amstrong terkenal sebagai penulis dunia yang banyak menghasilkan banyak buku laris tentang agama. Buku berjudul ‘Sejarah Tuhan’ menjadi salah satu buku Karen yang menjadi buku terlaris berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada buku ini ia menuliskan tentang sejarah tiga agama besar, Islam, Kristen dan Yahudi (Yudaisme). Layaknya sebuah ensiklopedia, tiap-tiap agama dipaparkan Karen dengan sudut […]

  • Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Kendal – Setelah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024) lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) yang akan dimulai Sabtu (11/1/2025) di Kabupaten Kendal. “Kita resmi kick off atau memulai Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Maarif NU PWNU Jawa […]

  • Guru MI dan RA LP. Ma'arif se kec Bendosari GELAR PELATIHAN KBC UNTUK TINGKATKAN KOMPETENSI GURU

    Guru MI dan RA LP. Ma’arif se kec Bendosari GELAR PELATIHAN KBC UNTUK TINGKATKAN KOMPETENSI GURU

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.101
    • 0Komentar

    Sukoharjo, 25 Juli 2026 – Guru MI dan RA LP. Ma’arif Se Kec.Bendosari sukses menyelenggarakan Pelatihan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 di MI Walisongo Kalangan ,Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru MI dan RA LP. Ma’arif Se Kec. Bendosari dengan tujuan memperkuat pendekatan pembelajaran yang humanis dan berkarakter. Pelatihan […]

  • PCNU-PATI

    Jelang Konferensi, PK IPNU IPPNU IPMAFA Sowan Rektor

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Menjelang Konferensi Komisariat (Konferkom) 2022, Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PK IPNU IPPNU) IPMAFA melakukan konsolidasi dengan Rektor IPMAFA pada Rabu (12/10). Rangkaian kegiatan Konferkom PK IPNU IPPNU IPMAFA bakal digelar mulai 22-30 Oktober mendatang. Kegiatan meliputi Kemah Pelajar, Seminar dan Bedah Buku,  Launching Majalah Diksi […]

expand_less