Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
  • visibility 420
  • comment 0 komentar

KH. Masyhuri Malik, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII

JAKARTA-wabah corona yang menimpa seluruh bangsa di dunia ini harus dihadapi dengan bijak. Sikap ini harus ditanamkan kepada masyarakat dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi.

Menurut KH. Masyhuri Malik ada tiga sikap pokok yang harus dimiliki masyarakat untuk menghadapi wabah. Pesan ini disampaikan dalam acara Doa Bersama yang digelar oleh PB PMII dan TVNU, Rabu (7/7). 

“Pertama, sikap keseriusan berdoa kepada Allah. Termasuk memohon perlindungan kepada Allah, dengan segala keyakinan dan sekuat tenaga agar bencana ini dihilangkan,” ungkapnya. 

Kedua, setelah memohon perlindungan, menurut Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII ini, masyarakat juga harus sabar. Sebab, tidak ada yang tau pasti kapan pandemi ini akan berakhir. 

Menurut dia, sikap sabar penting dimiliki. Dengan sikap ini, akan melahirkan rasa syukur. 

“Sikap sabar juga akan membuat kita bersyukur,” terang Kiai Masyhuri. 

Sikap ke tiga yang harus dimiliki selama pandemi adalah berprasangka baik kepada Allah. Meskipun sebesar apapun wabah yang terjadi, khusnudhon kepada Allah penting dilakukan, karena menurut santri Mbah Ma’shum Lasem ini, pandemi merupakan salah satu cara Allah untuk mengangkat derajat manusia. 

Sikap Disiplin

KH. Masyhuri, dalam pidatonya memgajak masyarakat untuk disiplin menaati imbauan pemerintah. Menurutnya, konsep PPKM sudah ada sejak zaman Rasulullah. 

“Sebenarnya yang kita kenal dengan karantina, isolasi mandiri, lockdown, itu sudah ada pada zaman Rasulullah SAW. Sudah ada arahan langsung zaman dahulu, sehingga semestinya kita disiplin dalam menyikapi pandemi ini,” tegasnya. 

Dengan kata lain Pimpinan Yayasan Perguruan ar Raudlah Bekasi ini hendak menyatakan bahwa, Imbauan ulama juga perlu dipedomani. Tentunya selain anjuran dari pemerintah dan tenaga kesehatan. 

Menurutnya, pembahasan mengenai PPKM, penutupan sementara tempat ibadah dan penundaan pemberangkatan haji, sudah tidak layak lagi diperdebatkan. Sebab pandemi sudah ada sejak zaman dahulu dan langkah-langkah antisipasinya juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. 

“Kasihan masyarakat awam yang disuguhi tontonan dan pembahasan yang sebenarnya sudah ada pada zaman dahulu. Jadi, ini tidak layak diperdebatkan lagi,” pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fidyah Aneh (1)

    Fidyah Aneh (1)

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Sebagaimana yang telah berlaku didesa – desa, cara melakukan fidyahberbeda – beda. Ada yang caranya sebagai berikut : Ahli waris mengundang 10 orang misalnya, kemudian setelah berkumpul, Salah seorang ahli waris menyerahkan beras untuk fidyah kepada salah seorang diantara 10 orang tersebut, Setelah itu sebagian atau semua  beras diputarkan diantara orang – orang tersebut dengan […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf. […]

  • Jejak Ulama: Panduan Hidup untuk Kebaikan Umat

    Teladani Ulama

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.255
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.* “Ulama adalah sumber nilai, ilmu, dan etika yang harus diteladani dalam mengarungi kehidupan ini”, demikian tegas Jamal Ma’mur Asmani, dalam seminar “Cara Menulis Produktif” yang diadakan oleh santri-santri Putri Pondok Pesantren Al-Hikmah Kajen Pati pada hari jum’at, 31 Oktober 2025 di Aula Lantai 2. Acara ini diadakan dalam […]

  • Lazisnu Targetkan Semua Kecamatan Bisa Donasi Sembako Gratis

    Lazisnu Targetkan Semua Kecamatan Bisa Donasi Sembako Gratis

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Mobil layanan umat Lazisnu Pati bersiap mengantarkan paket sembako Minggu (12/4) pukul 05.00 WIB. pagi.  PATI-Lazisnu Kabupaten Pati disibukkan dengan agenda bagi-bagi sembako untuk warga terdampak covid 19. Bantuan tersebut disalutkan melalui Lazisnu tingkat MWC di masing-masing kecamatan. “Yang dimaksud terdampak itu bukan hanya ODP dan PDP, tapi juga warga yang terdampak secara ekonomi.” Papar […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Literasi Digital Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.263
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Masih pentingkah literasi digital saat bulan Ramadan? Ya, penting lah. Jawaban singkat ini saya jawab sendiri dari pertanyaan yang saya buat sendiri. Meski bulan suci Ramadan selalu datang membawa jeda, koma, waktu rehat sejenak, atau sebutan lain. Apa maksudnya? Jeda dari tradisi makan dan tradisi minum, dari marah, dari kesibukan dunia, […]

  • PCNU-PATI

    Misteri Lailatul Qadar

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Sejak 2008, saya rajin menulis artikel tentang Lailatul Qadar. Seingat saya di Koran Pagi Wawasan, Radar Lampung, Radar Tegal, NU Online, Alif.id, sejumlah koran cetak lain yang tidak terlacak termasuk di NU Online Pati (pcnupati.or.id) ini. Dari tulisan-tulisan itu, saya pribadi belum merasa pernah menemukan Lailatul Qadar. Mbuh ngopo. Hemat saya ini […]

expand_less