Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Haul KH. Muhammad Karim, Pakar Sejarah : Santri Jangan Minder

Haul KH. Muhammad Karim, Pakar Sejarah : Santri Jangan Minder

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
  • visibility 325
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati sedang menyampaikan materi dalam Talk Show Ilmiah dalam rangka memperingati haul ke-37 KH. Muhammad Karim

GEMBONG – Rangkaian Haul KH. Muhammad Karim ke-37 yang berlangsung sejak Kamis (14/10) akhirnya pungkas Minggu (24/10) pagi kemarin di aula Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong, Pati. Penutupan haul diisi dengan talk show ilmiyah dengan undangan peserta sebanyak 150 orang. 

“Kami sengaja membatasi peserta yang hadir langsung tapi kami menyajikannya juga lewat google meet dan Youtube Ponpes Shofa Az Zahro,” tutur Gus Anang Alfan Ro’is, ketua panitia.

Peserta undangan tersebut terdiri dari beragam elemen, diantaranya PMII, IPNU dan IPPNU, delegasi pelajar SLTA se-Kecamatan Gembong serta Santri Ponpes Shofa Az Zahro.

Talk show ilmiah dengan tema besar ‘Membedah Perjuangan Kiai Lokal’ tersebut menghadirkan dua narasumber yang memang mebidangi materi diskusi. Keduanya adalah K. Yusif Hasyim (ketua PCNU Pati) dan Gus Nanal Ainal Fauz (pakar sejarah ulama Nusantara).

Diskusi semakin menarik karena di Pandu oleh salah satu jajaran pengasuh PPSA, Gus Faiz Aminuddin yang juga memiliki ketertarikan dengan sejarah, terutama ulama lokal. 

Dalam pengantarnya, Gus Faiz memaparkan tentang perjuangan KH. Muhammad Karim dalam berbagai aspek. Di antaranya, aspek pendidikan, spiritual, nasionalisme hingga aspek politik. 

“Mbah Karim itu santri yang kemudian berada di tempat yang tepat untuk mengaplikasikan ilmunya. Perjuangannya sangat kompleks. Namun tempat yang tepat saja tidak cukup, harus ada tekad untuk berjuang li i’laa’i kalimatillah,” tuturnya.

Sementara itu, K. Yusif Hasyim yang pertama kali menyampaikan materinya mengamini apa yanh disebut Gus Faiz sebagai kiai komplek. Ia menukil dari Maulana Habib Luthfi bahwa ada lima jenis kiai, yaitu kiai tandur, kiai tutur, kiai sembur, kiai catur dan kiai wuwur.

“Setelah sekilas membaca Manaqib KH. Muhammad Karim, saya menyimpulkan bahwa beliau sosok kiai yang kompleks. Bahkan kalau boleh saya menambahkan, beliau termasuk tipe kiai yang ke enam, kiai muharrik atau penggerak,” tuturnya. 

Pembahsan semakin seru ketika Gus Nanal yang merupakan pakar dalam dunia ulama nusantara menyajikan data yang sangat memotovasi para santri. Dia menyebut, para ulama terdahulu sudah mampu memiliki karya dalam usia belia. Namun di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa ada ulama besar yang baru mempelajari agama di atas usia 40 tahun. 

“Maka, kita para santri jangan minder, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Belajar, belajar dan belajar sampai menjadi ahli dalam satu bidang keilmuan,” tandas Pengasuh Ponpes Manbaus Sa’adah ini. 

Dalam akhir perjumpaan, baik K. Yisif dan Gus Nanal berpesan agar santri bisa memanfaatkan teknologi. Disamping itu, mereka juga memberi wejangan kepada para santri untuk terus belajar meskipun sudah tidak tinggal di pondok.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPMAFA Bersholawat: Habib Bidin Ajak Para Jamaah Cinta Rasul

    IPMAFA Bersholawat: Habib Bidin Ajak Para Jamaah Cinta Rasul

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    “Monggo, sholawat sing banter. Ojo nonton sholawat, tapi sareng-sareng nderek maos sholawat sing banter. Insya Allah sing paling banter, utange ndang lunas (Mari berselawat yang keras. Jangan menonton selawat, tapi bersama-samalah membaca selawat yang keras. Insya Allah yang paling keras bacaannya, hutangnya segera lunas).” Demikian disampaikan Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf sesaat sebelum […]

  • Tiga Kabupaten Ikuti Rakerdin Ma’arif Jateng Zona 5

    Tiga Kabupaten Ikuti Rakerdin Ma’arif Jateng Zona 5

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Purwokerto – Bertempat di Aula Kampus UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 5 yaitu dengan peserta LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Banyumas, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Purbalingga, dan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten […]

  • Fatayat NU Pati Gelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan

    Fatayat NU Pati Gelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pati, 18/02/2020. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pati kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2K) menyelenggarakan Seminar Pendidikan Politik Perempuan bertempat di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pati. Ketua PC Fatayat NU Kab. Pati Asmonah, M. Pd menjelaskan tujuan diadakan seminar adalah memberikan pemahaman yang benar tentang pendidikan politik  […]

  • Photo by fotoblend

    Perseteruan Menjelang Pernikahan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, […]

  • Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

    Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme. Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ini Puasa dari Scroll

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.683
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Coba Anda Googling. Khususnya di Google Terjemah. Kata Scroll artinya menggulir. Scrolling berarti “bergulir”. Scroll Down bermakna “gulir ke bawah”. Scroll Up adalah “gulir ke atas. Mengapa harus mencari dan memastikan? Ya, jelas agar ada pengalaman empiris tentang mengapa kita harus puasa dari scroll, baik itu media sosial (Facebook, Tiktok, Instagram), […]

expand_less