Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Haul KH. Muhammad Karim, Pakar Sejarah : Santri Jangan Minder

Haul KH. Muhammad Karim, Pakar Sejarah : Santri Jangan Minder

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati sedang menyampaikan materi dalam Talk Show Ilmiah dalam rangka memperingati haul ke-37 KH. Muhammad Karim

GEMBONG – Rangkaian Haul KH. Muhammad Karim ke-37 yang berlangsung sejak Kamis (14/10) akhirnya pungkas Minggu (24/10) pagi kemarin di aula Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong, Pati. Penutupan haul diisi dengan talk show ilmiyah dengan undangan peserta sebanyak 150 orang. 

“Kami sengaja membatasi peserta yang hadir langsung tapi kami menyajikannya juga lewat google meet dan Youtube Ponpes Shofa Az Zahro,” tutur Gus Anang Alfan Ro’is, ketua panitia.

Peserta undangan tersebut terdiri dari beragam elemen, diantaranya PMII, IPNU dan IPPNU, delegasi pelajar SLTA se-Kecamatan Gembong serta Santri Ponpes Shofa Az Zahro.

Talk show ilmiah dengan tema besar ‘Membedah Perjuangan Kiai Lokal’ tersebut menghadirkan dua narasumber yang memang mebidangi materi diskusi. Keduanya adalah K. Yusif Hasyim (ketua PCNU Pati) dan Gus Nanal Ainal Fauz (pakar sejarah ulama Nusantara).

Diskusi semakin menarik karena di Pandu oleh salah satu jajaran pengasuh PPSA, Gus Faiz Aminuddin yang juga memiliki ketertarikan dengan sejarah, terutama ulama lokal. 

Dalam pengantarnya, Gus Faiz memaparkan tentang perjuangan KH. Muhammad Karim dalam berbagai aspek. Di antaranya, aspek pendidikan, spiritual, nasionalisme hingga aspek politik. 

“Mbah Karim itu santri yang kemudian berada di tempat yang tepat untuk mengaplikasikan ilmunya. Perjuangannya sangat kompleks. Namun tempat yang tepat saja tidak cukup, harus ada tekad untuk berjuang li i’laa’i kalimatillah,” tuturnya.

Sementara itu, K. Yusif Hasyim yang pertama kali menyampaikan materinya mengamini apa yanh disebut Gus Faiz sebagai kiai komplek. Ia menukil dari Maulana Habib Luthfi bahwa ada lima jenis kiai, yaitu kiai tandur, kiai tutur, kiai sembur, kiai catur dan kiai wuwur.

“Setelah sekilas membaca Manaqib KH. Muhammad Karim, saya menyimpulkan bahwa beliau sosok kiai yang kompleks. Bahkan kalau boleh saya menambahkan, beliau termasuk tipe kiai yang ke enam, kiai muharrik atau penggerak,” tuturnya. 

Pembahsan semakin seru ketika Gus Nanal yang merupakan pakar dalam dunia ulama nusantara menyajikan data yang sangat memotovasi para santri. Dia menyebut, para ulama terdahulu sudah mampu memiliki karya dalam usia belia. Namun di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa ada ulama besar yang baru mempelajari agama di atas usia 40 tahun. 

“Maka, kita para santri jangan minder, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Belajar, belajar dan belajar sampai menjadi ahli dalam satu bidang keilmuan,” tandas Pengasuh Ponpes Manbaus Sa’adah ini. 

Dalam akhir perjumpaan, baik K. Yisif dan Gus Nanal berpesan agar santri bisa memanfaatkan teknologi. Disamping itu, mereka juga memberi wejangan kepada para santri untuk terus belajar meskipun sudah tidak tinggal di pondok.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar. Photo by Falaq Lazuardi on Unsplash.

    Pasar

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saya kembali lagi menulis parodi setelah sekian kali berhenti. Kalau di hitung satu bulan lebih saya tak menulis parodi yang menggelitik dan unik. Pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan perihal pasar. Setelah kemarin teman saya bercerita tentang kondisi pasar, yang mana setiap orang berada di dalamnya mempunyai kepentingan berbeda-beda. […]

  • Mendung, Hilal Tak Terlihat di Langit Pati

    Mendung, Hilal Tak Terlihat di Langit Pati

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Pati – Tim Gabungan menggelar rukiyah hilal di area persawahan Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Sayangnya, hilal tak terlihat di langit Pati. Rukyatul hilal ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memastikan awal Ramadan 1446 H berdasarkan metode pengamatan langsung. Namun, kondisi cuaca kurang mendukung. Langit yang berkabut akibat hujan […]

  • Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Beberapa minggu yang lalu, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Peduli Penyelamatan Pati melakukan unjuk rasa di depan kantor Bank Jateng Cabang Pati dan dilanjutkan di Pengadilan Negeri. Mereka menuntut  kepada pihak Bank Jateng untuk mengembalikan sertifikat tanah MWC.NU Wedarijaksa yang dijadikan agunan hutang oleh Sdr. Romli. Sebagaimana keterangan dari pengurus MWC.NU Wedarijaksa bahwa pada […]

  • Dukung Toleransi, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama

    Dukung Toleransi, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama

    • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Ruang Zoom Meeting Webinar dengan tema ‘Menguatkan Kerukunan Beragama di Era Pandemi’ yang diselenggarakan oleh Kelompok 107 KKN RDR 77 UIN Walisongo Semarang PATI – Mahasiswa Kelompok 107 KKN RDR 77 tahun 2021 menyelenggarakan Webinar Moderasi Beragama melalui aplikasi Zoom, Minggu (31/10). Acara dengan tema ‘Menguatkan Kerukunan Beragama di Era Pandemi’ ini dihadiri oleh beberapa […]

  • black and gray atm machine

    ATM

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

      Oleh : Niam At Majha   Sore kemarin sebelum pulang kerumah saya sempatkan untuk mampir pada sebuah ATM untuk menarik uang tunai. Ternyata di tempat tersebut antriannya cukup banyak, untung saja pihak bank telah menyediakan kursi untuk menunggu. Meskipun dalam sebuah penungguan tentu ada rasa sebal dan menyebalkan, akan tetapi hal itu saya anggap […]

  • Wujud Nyata Nasionalisme NU

    Wujud Nyata Nasionalisme NU

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Resensi Buku. NU adalah orgnasasai sosial keagamaan yang secara doktrinal menganut paham Aswaja (Ahlu sl-Sunnah wa al-Jama’ah). Menurut KH. Ahmad Syidiq, hakika Aswaja adalah ajaran Islam murni sebagaimana diajarkan dan diamalkan Rasulallah SAW, dan para sahabat. KH. Ahmad Syidiq melihat Aswaja adalah esensi ajaran Islam. Dalam pemahaman seperti ini, Aswaja merupakan esensi Islam yang bersifat […]

expand_less