Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
  • visibility 372
  • comment 0 komentar

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Seminar Hasil Riset Dosen pada Kamis (15/8). Bertempat di Ruang Meeting Rektorat IPMAFA, acara tersebut diikuti oleh penerima Hibah Peningkatan Mutu Penelitian LPPM IPMAFA Tahun 2019 dan civitas akademika lainnya.

Presentasi hasil riset dosen IPMAFA di ruang meeting IPMAFA Kamis (15/8)

Hadir sebagai reviewer ialah Dr. A. Dimyati, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan Dr. Ali Subhan, M.A, Wakil Rektor Bidang Administrasi, Sarana prasarana, dan Keuangan. Acara tersebut dipandu langsung oleh Ketua LPPM IPMAFA, M. Sofyan Alnashr.

Hasil riset yang diseminarkan merupakan penelitian dosen IPMAFA dari berbagai bidang keilmuan. Setidaknya riset tahun 2019 mewakili tiga Fakultas yang ada di IPMAFA, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, dan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

Sofyan menjelaskan kegiatan riset merupakan program yang sejalan dengan visi kampus menjadi Perguruan Tinggi Riset yang Berbasis pada Nilai-nilai Pesantren. “Hal ini menjadi kewajiban dosen yang terangkum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Jadi dosen tidak mengajar saja namun juga harus meneliti dan mengabdi”, jelasnya.

Riset mendorong dosen untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. Hasil riset diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat atau menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat untuk kehidupan sosial. Dalam hal ini, riset juga menjadi sarana mengembangkan pendidikan Islam terutama dunia pesantren. Tindak lanjut dari riset ini ialah publikasi hasil penelitian melalui jurnal ilmiah, baik cetak maupun daring atau online.

“Tanpa publikasi, hasil riset hanya akan menumpuk tak terbaca. Melalui jurnal ilmiah, hasil riset dosen bisa dijadikan kajian pustaka untuk riset-riset lain yang akan datang”, imbuh Sofyan.

Mengajar, mendidik, meneliti, dan mengabdi adalah tugas sekaligus tanggung jawab seorang dosen. Maka dalam pembelajaran, dosen sebisa mungkin melakukan kontekstualisasi antara teori dengan kenyataan, antara konsep dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian dosen akan lebih bermakna.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking

    Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.529
    • 0Komentar

      WONOSOBO – Ramadan di Pondok Pesantren Al-Qur’an (PPQ) Safiinatunnaja Kalibeber Wonosobo tahun ini terasa lebih berwarna. Selain diisi dengan ibadah mahdhah dan ngaji pasanan (ngaji kitab kuning), sebanyak 40 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) bersama para pengurus pesantren mengikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking pada Rabu (4/3/2026) di Pendopo pesantren. Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan […]

  • KH. M. Imamuddin : Guru Agama Harus Bersanad Sampai Rosulullah

    KH. M. Imamuddin : Guru Agama Harus Bersanad Sampai Rosulullah

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    CLUWAK-Ancaman generasi muda sekarang adalah narkoba dan radikalisme. Indonesia telah menjadi pasar terbesar narkoba di Asia Tenggara. Di sisi lain Radikalisme kini menyebar dengan massif, menembus batas sosial dan usia. Massifnya penyebaran ini dikarenakan kemajuan teknologi informasi sehingga siapapun termasuk generasi muda NU bisa mengakses segala informasi. KH. M. Imamuddin sedang menyampaikan pengajian dalam rangka […]

  • PCNU-PATI Photo by Gabor Kozmon

    Ketika Ernest Hemingway “Berpuasa”

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Setiap tahun kaum muslim melakukan ibadah puasa wajib satu bulan penuh di bulan ramadhan. Bulan ramadhan memang bulan yang istimewa, bulan yang suasananya begitu berbeda. Kebersamaan dalam keluarga, kebersamaan dalam masyarakat begitu melekat. Misalnya, buka puasa bersama, tarawih bersama, dan sahur bersama. Dan, bulan puasa juga diawali dengan rame-rame hiruk-pikuk […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi THR. Photo by Christian Dubovan on Unsplash.

    THR

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Minggu terakhir menuju hari kemenangan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, pada hati dan nurani juga saya tanyai. Mengapa setiap orang ketika akan datang hari kemenangan setelah satu bulan full di kekang. Selalu sibuk dan ributnya minta ampun, ada yang minta bagi bagi THR, ada pula yang berbagi rejeki, ada pula yang masih berfikir […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.217
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

  • Catcalling

    Catcalling

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Senja kala itu, saat perjalanan pulang dari bekerja. Saya mendapati hal yang tak seharusnya terjadi. Saya naik motor dengan pelan karena melewati jalan persawahan yang tak seberapa lebar. Maklum desa saya dikelilingi oleh banyak sawah. Barangkali jika dilihat dari atas terlihat seperti pulau. Waktu itu saya mengenakan helm, masker, jilbab, jaket, dan celana panjang. Saat […]

expand_less