Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Geneologi Nahdlatul Ulama

Geneologi Nahdlatul Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara.

Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di Indonesia dicirikan dalam bentuk pemikiran keagamaan (fiqh) yang mengikuti garis pemikiran mazhab Syafi’i, sedangkan pemikiran teologis mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari, dan pemikiran tasawuf yang mengikuti Imam Abdul Qadir  al-Jailani, dan Imam Abu Hasan as-Syadzili.

Dari triologi pemikiran keagamaan di atas melahirkan suatu pola keislmanan khas Islam Nusantara yang kemudian ditandai dengan tradisi ziarah kubur, tawassul, tahlil, manaqib, tawassul dengan orang-orang salih (baik masih hidup atau sudah mati), mendoakan mayit (slametan), mencintai ahlul bait, salawatan, mujahadah dan lain sebainya. Itu semua merupakan ciri khas tradisi warga NU.

Oleh karena itu, sebelum NU berdiri secara formal untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi-tradisi di atas, para kiai sudah mengawalinya dengan mendirikan tiga organisasi yang kita kenal Nahdlatul Wathan (1914), Nahdlatut Tujjar (1918), dan Tashwirul Afkar (1918).

Geneologi Nahdlatul Ulama

Pertama, Nahdlatul Wathan merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan Islam yang fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Istilah Nahdlatul Wathan sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Nahdlah yang artinya kebangkitan, pergerakan, dan pembangunan. Sedangkan Wathan yang berarti tanah air atau negara. Sehingga Nahdlatul Wathan bisa diartikan sebagai  kebangkitan tanah air, pembangunan negara, dan membangun negara.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan sebuah bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta yang mampu mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehingga secara matematis banyak anak banyak yangdicerdaskan melalui lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.

Kedua, Nahdlatut Tujjar (NT), dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalam bidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian umat Islam yang pada waktu itu mengalami penindasan yang dilakukan oleh penjajah atau yang kita kenal kolonialisme Belanda.  Karena pada abad ke 20 Indonesia masih dalam kekangan kolonialisme, sehingga masyarakat secara perekonomian sangat tereksploitasi. Disamping itu juga Belanda menerapkan sistem politik etis atau yang disebut politik balas budi agar rakyat patuh dan nurut dari kehendak kolonialisme.

Maka, dari situlah rakyat berharap betul dengan adanya NT perekonomian kembali stabil dan masyarakat secara perekonomian terangkat, akan tetapi harapan rakyat hanya sebatas harapan saja. Karena Belanda sangat cerdik dan tidak bisa diakali begitu saja. Oleh karena itu dari kejadian tersebut, organisasi NT ini lahir tidak lepas dari politik etis yang digawangi oleh Belanda. Sehingga , NT ini lahir untuk menggerakkan masyarakat supaya sadar akan Sumber Daya Alam yang kita miliki bisa digunakan dan  dimanfaatkan dengan baik agar Belanda tidak menguasai secara terus menerus.

Ketiga, Tashwirul Afkar sendiri merupakan sebuah forum diskusi untuk merespon berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. Khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Karena pada waktu itu, Wahabi lagi genjar-genjarnya melakukan gerakan anti-mazhab bid’ah, syirik, khurafat terhadap praktek-prakteh keagamaan ahlussunnah waljamaah di masyarakat yang sudah berlaku jauh sebelum wahabi masuk di Indonesia.

Sehingga dari situ, Tashwirul Afkar sesuai namanya , di dalamforum tersebut berkumpul para kiai pondok pesantren baik dari kalangan tua maupun muda bersatu-padu saling bahu-membahu untuk menghalau dan melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak ajaran ahlussunnah waljamaah.

Oleh karena itu, pada tahun 1926 ketiga organisasi di atas dilebur menjadi organisasi baru yang kita kenal dengan sebutan Nahdlatul Ulama yang hingga sekarang tercatat sebagai ormas terbesar di jagad dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Wonosobo – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, seni, pertunjukan Seni Warok Lengger dan Tari Topeng, Porsema Bersholawat, tetapi juga diramaikan dengan ekspo dan bazar yang berpusat di Alun-Alun Wonosobo. Tahun ini, Porsema XIII diikuti oleh 5.577 peserta, 1.794 official, serta lebih dari 4.000 partisipan dari […]

  • PCNU- PATI Photo by Maurits Bausenhart

    Ngumbah Godhong Gedang

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits.  Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum […]

  • Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Warta Fatayat. Pengurus Cabang Fatayat NU Kab. Pati pada hari ini (Sabtu, 21 Maret 2015) menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bertempat di Aula PCNU Kab. Pati. Latihan Kader Lanjutan yang diikuti oleh kader-kader pilihan sebanyak 100 kader utusan dari 20 Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kab. Pati kali ini mengambil tema :”Bersama Fatayat NU […]

  • Dukung Kegiatan IPNU IPPNU, Ini Pesan Camat Dukuhseti

    Dukung Kegiatan IPNU IPPNU, Ini Pesan Camat Dukuhseti

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Camat Dukuhseti, Agus Sunarko memberikan pesan kepada kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU IPPNU) Kecamatan Dukuhseti, bahwa adab lebih utama daripada ilmu. Hal ini disampaikainnya saat mengisi Latihan Kader Muda (Lakmud) PAC IPNU IPPNU Dukuhseti, belum lama ini. Ia mengatakan dalam menuntut ilmu para […]

  • Cerita Aku dan Kau

    Cerita Aku dan Kau

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

      27 Juli 2011 Wisudawan berkumpul dan berbaris memasuki sidang senat terbuka. Hari itu dia kan menyandang gelar sarjana S1 nya. Genap 8 semester dia tempuh pendidikan. Dan aku tak bisa berbuat apa – apa melihatnya akan pergi. Seperti semuanya yang memiliki keinginan dan kemauan. Mencari yang terbaik untuk masa depan dirinya. Entah mengapa egoku […]

  • Sepakat, MWC NU Bersama Forkopimcam Tambakromo Larang Penggunaan Sound Horeg Saat Malam Takbir

    Sepakat, MWC NU Bersama Forkopimcam Tambakromo Larang Penggunaan Sound Horeg Saat Malam Takbir

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

      Pati, pcnu.pati.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Tambakromo bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tambakromo sepakat untuk melakukan pelarang penggunaan sound jenis horeg pada malam takbir 1446 Hijriyah mendatang. Pelarangan tersebut dipertegas melalui surat edaran yang ditandatangani jajaran Forkopimcam Tambakromo. Dimana diantaranya yakni Camat, Kapolsek, Danramil, Ketua KUA, Ketua Pasopati se-Kecamatan Tambakromo […]

expand_less