Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cerita Inspiratif, Polisi Ini Dirikan TPQ Gratis di Pati

Cerita Inspiratif, Polisi Ini Dirikan TPQ Gratis di Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
  • visibility 454
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id, Pati – Kisah Aipda Hartono patut menjadi inspirasi. Anggota Polresta Pati ini mendirikan TPQ gratis di Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Di tengah kesibukannya sebagai personel kepolisian, Aipda Hartono masih menyisihkan sebagian waktunya mengelola dan mendirikan TPQ Arroyyan. Dengan berseragam polisi dan berkopiah kain goni, Aipda Hartono tampak cekatan mengajari anak didiknya melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Dengan sabar, ia menuntun anak-anak usia sekolah dasar untuk membaca Al-Quran. Kegiatan semacam ini sudah dilakukan Aipda Hartono sejak tahun 2019.

Aipda Hartono yang saat ini menjabat sebagai kepala TPQ bercerita. Awalnya, dirinya mendapatkan tanah wakaf dari salah satu warga. Bermodal tanah wakaf dan semangat warga sekitar, Aipda Hartono mulai pembangunan gedung TPQ dan musala.

Gedung TPQ dan musala itu kini menjadi salah satu pusat pembelajaran Quran di Desa Sumbersari. Sebanyak 54 santri aktif belajar di TPQ tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis.

”Saya ingin anak-anak di desa ini memiliki kesempatan yang sama untuk belajar agama dengan baik, tanpa harus terbebani biaya. Pendidikan agama adalah fondasi penting dalam membentuk karakter yang baik, dan saya berharap TPQ ini bisa menjadi tempat yang baik bagi mereka untuk belajar dan berkembang,” ujar Aipda Hartono.

Aipda Hartono menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengaji di TPQ Arroyyan berlangsung enam hari dalam seminggu, dari Sabtu hingga Kamis. Ia sendiri mengajar tiga kali dalam sepekan, menyesuaikan dengan tugas dinasnya di kepolisian.

Ia tidak bekerja sendiri. Dibantu Ustadz Nor Kolis dan Ustadzah Umamah sebagai tenaga pengajar, Aipda Hartono mengajari para santri dari dasar hingga hafalan surat pendek.

Selain mengajar, dirinya juga aktif menjadi donatur sekaligus menjadi penanggungjawab TPQ tersebut. Aipda Hartono mengaku kegiatan ini lahir dari panggilan hati untuk berbagi ilmu dan berbuat kebaikan.

”Saya ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak, agar mereka memiliki bekal ilmu agama yang kuat. Alhamdulillah, hingga saat ini TPQ Arroyyan masih berjalan tanpa biaya sepeser pun bagi santri. Saya percaya, ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutur dia.

Salah satu pengajar di TPQ Arroyyan, Ustadz Nor Kolis mengapresiasi dedikasi Aipda Hartono dalam dunia pendidikan dan sosial. Ia mengaku melihat anggota polisi Pati itu tulis mengabdikan diri untuk masyarakat.

”Meskipun beliau seorang polisi dengan tugas yang padat, beliau tetap meluangkan waktu untuk mengajar dan memastikan santri-santri di TPQ mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, kepeduliannya terhadap masyarakat juga luar biasa. Banyak orang yang terbantu melalui kegiatan sosial yang beliau jalankan,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada pendidikan agama, Aipda Hartono juga aktif dalam kegiatan sosial. Setiap bulan, ia dan timnya rutin mengadakan bakti sosial, menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, uang tunai, serta kebutuhan pokok lainnya.

Bantuan itu ditujukan kepada fakir miskin, lansia jompo, serta masyarakat yang mengalami sakit menahun. Aksi sosial ini bahkan dilakukan secara berkeliling hingga ke berbagai daerah di Kabupaten Pati.

Selain itu, Aipda Hartono juga dikenal sebagai pengurus grup ruqyah di Kabupaten Pati. Bersama timnya, ia sering diminta membantu masyarakat melalui terapi Ruqyah dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Pelayanan ini tidak hanya diberikan di Pati, tetapi juga menjangkau daerah lain seperti Grobogan, Jepara, Rembang, dan Kudus.

”Saya percaya bahwa berbagi kebaikan, sekecil apa pun, akan membawa keberkahan. Melalui Ruqyah, saya dan tim berusaha membantu mereka yang membutuhkan dengan ikhlas,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • fff-png-2

    Bekerja Menjadi WTS

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

      1.       Dizaman sekarang ini banyak sekali yang namanya WTS (wanita tuna susila), diantara alasan wts-wts tersebut adalah  bekerja sebagai WTS guna menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukum menjadi WTS dengan alasan diatas, dan bagaimana jika karena menuruti hawa nafsu ?   Jawaban :Menjadi WTS sudah jelas hukumnya […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Takbiran: Suara Tak Bersuara

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Selama ini, budaya takbiran, takbir keliling di malam hari Lebaran Idulfitri selalu menggema. Namun, teknologi menggesernya. Jika dulu takbirannya adalah suara manusia, anak-anak, ibu dan bapak, kini digantikan dengan suara sound system, bahkan takbiran koplo dengan versi DJ. Ini kan Namanya “suara tak bersuara”. Rodo angel iki. Tradisi takbiran menyambut Lebaran Idulfitri […]

  • Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

    Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

    • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah*   Mari kita lihat hadist pertama dalam kitab Assittin Al-Adliyyah. Hadist pertama ini dari Abi Huroiroh yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menerangkan bahwasanya sesama muslim (laki-laki dan perempuan) adalah saudara. Hadist ini mengajarkan prinsip yang paling dasar didalam Islam yaitu prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan. Artinya jika kita menganggap muslim lain adalah […]

  • Fatayat NU Kayen Kaji Kesetaraan Gender

    Fatayat NU Kayen Kaji Kesetaraan Gender

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    KAYEN-PAC Fatayat NU Kecamatan Kayen menggelar kajian yang tak biasa. Rabu (28/8) pukul 13.00 WIB para Pengurus Ranting Fatayat NU ke Kecamatan Kayen memadati rumah Laili Sulanjari di Desa Sumbersari. Penyampaian materi tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender di depan puluhan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Kayen Kehadiran para pemudi NU ini dalam rangka mengikuti perkumpulan […]

  • Istighoutsah  Pertama di Tahun 2016

    Istighoutsah Pertama di Tahun 2016

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

                Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan MWCNU Se Kabupaten Pati mengadakan Istighoutsah ulama dan umaro di Pendopo Kabupaten Pati sekaligus memperingati maulid nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Sifat Nabi Muhammad sebagai bekal membangun pribadi yang berakhlakul karimah.” Kamis 4/2/2016 kemarin. Sebelum acara inti dimulai yaitu mauidloh khasanah dari KH Syarofudin dari Rembang, maka terlebih […]

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

expand_less