Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Berkebun di Lahan Sempit

Berkebun di Lahan Sempit

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
  • visibility 651
  • comment 0 komentar
Oleh : Sirril Wafa*

Jeruk nipis merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku jeruk-jerukan. Nama lain buah ini di Asia dan Amerika Tengah dikenal sebagai jeruk pecel. 

Menanam pohon jeruk nipis sangat perlu untuk dicoba. Sebab, selain mudah dibudidayakan, buah mungil ini juga punya segudang manfaat. 
Di luar sana, tanaman yang memiliki nama beken Lat Citrus Aurantifolia ini bukan hanya dijadikan sebagai barang konsumsi. Namun, industri medis bahkan kecantikan juga memanfaatkan buah yang satu ini. 
Obat tradisional, parfum, kosmetik, minyak atsiri bahkan penyedap makanan sering kali tidak lepas dari kecutnya jeruk nipis. Hal ini karena jenis jeruk yang satu ini memiliki kandungan vitamin C dan B yang sangat tinggi. Maka tak heran jika banyak kalangan memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan. 

Pohon

Pohon jeruk nipis ini dapat mencapai tinggi 3 sampai 6 meter. Tidak terlalu tinggi memang. Akan tetapi yang perlu diingat adalah cabangnya yang begitu bayak plus  durinya yang agak lebat. 
daun jeruk nipis berwarna hijau pekat jika sudah tua dan berbentuk lonjong. tangkainya memiliki sayap kecil dan tipis menyerupai daun. 
‘Bayi’ jeruk nipis akan muncul dari ketiak daun dalam bentuk bunga kecil. Salah satu yang istimewa dari bunga ini adalah warnanya yang putih dan aromanya yang harum. 
Setelah menjadi buah, jeruk nipis akan berkembang hingga menyerupai bulatnya telur ayam dengan warna hijau. Namun lama kelamaan warna hijau ini akan memudar dan bergradasi menjadi kuning. Inilah saatnya jeruk nipis untuk di panen. 
Dari kulit sampai buahnya dapat dimanfaatkan. Contoh, minyak atsiri yang terkandung dalam kulit buah ini sangat bermanfaat bagi manusia. Dagingnya berwanya putih kehijauan, rasanya sangat asam serta kaya vitamin C dan asam sitrat. Biji buahnya banyak dan kecil-kecil. 

Pengembangbiakan

Di negara Indonesia yang beriklim tropis, jeruk nipis mampu bertahan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Jangkauannya yang begitu luas, membuat penyebaran tanaman ini banyak dijumpai di berbagai tempat. 
Ia tumbuh dan berkembangnya dengan baik di lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Jika tempatnya cocok, Buah jeruk nipis bisa dipanen setiap hari. Tentunya hasilnya juga sangat menggiurkan, bukan?
Cara Menanam jeruk nipis tidak terlalu ribet. Cukup sediakan cangkul, cetok (sendok semen), pupuk kandang untuk menunjang pertumbuhan serta jangan lupa bibit jeruk nipis yang akan ditanam. 
 buatlah lubang tanam berukuran 50 cm × 50 cm × 40cm. Pisahkan tanah bagian atas dan bawah. 
lapisan pertama, masukkan pupuk kompos. Kemudian masukkan bibit dan timbun dengan tanah bagian bawah dahulu baru lapisi dengan timbunan tanah bagian atas. 
Selain itu, Jeruk nipis dapat diperbanyak dengan metode cangkok dan okulasi. Okulasi adalah cara lain yang bisa anda gunakan untuk perbanyak tanaman jeruk nipis. Dalam bahasa sederhana, okulasi sama dengan menempel.
Okulasi jeruk nipis bisa di dilakukan dengan jeruk sitrun, jeruk manis dan jeruk nipis itu sendiri. Penempelan jeruk nipis ini sebagai batang bawah bisa dilakukan setelah tanaman sudah berumur sekitar 16 bulan. 
Mata tunas okulasi hendaknya diambil dari tahan yang sudah berkayu, yang sudah berumur 1 tahun dan tidak berduri. Pengokulasian ini hendaknya dilakukan pada musim kemarau. Jeruk nipis yang busa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. 
Pun bibit yang hendak diokulasikan harus memenuhi beberaapankriteria. Di antaranya, bebas dari penyakit, mirip dengan induknya, subur, berdiameter 2 sampai dengan 3 cm, permukaan batang halus dan akar tunggang berukuran sedang. Lebih mudahnya, serahkan kepada orang telah memiliki sertifikat penangkaran bibit. 
Tanaman jeruk nipis ini akan berbuah pertama kali saat dia sudah berumur 3 tahun, tapi buah yang dihasilkan masih sedikit. Untuk bisa tumbuh maksimal, pohon jeruk nipis harus ditanam di ketinggian  200 m – 1.300 m di atas permukaan air laut, dengan curah hujan tahunan 1.000 mm – 1.500 mm/ tahun, bulan basah (diatas 100mm/ 5 bulan : 5 bulan – 12 bulan, bulan kering atau bulan kemarau (dibawah 60 mm/ bulan : 0 bulan- 6 bulan, kelembapan sedang – tinggi, penyinaran matahari sedang. 
Media tanam tekstur tanah lempung berpasir, lempung dan lempung liat sangat baik baginpertumbuhannya. Namun, lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 72% debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik merupakan kompilasi paling cocok untuk jika ingin menanam jeruk nipis. 
Ditambah lagi, kedalaman air tanah 40 cm – 170 cm dari permukaan tanah. Kedalaman perakanan di bawah 40 cm dari permukaan tanah. Kesuburan sedang sampai tinggi. Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150 – 200 cm dibawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. 
Tanaman jeruk ini menyukai air yang mengandung garam 10%. Dan lebih subur jika di tanam dekat dekat air seperti dekan dengan pembuangan air atau dekat dengan kolam. 

Panen 

Panen adalah langkah penting dalam budidaya jeruk nipis. Buah jeruk nipis sudah mulai berbuah pada saat umur 3 tahun. Pada umur ini buah yang di hasilkan masih sedikit tapi sudah bisa di pakai untuk bumbu di dapur. 
Pada saat berusia 4 sampai 5 tahun tanaman jeruk nipis ini rata – rata sudah menghasilkan 20 kg buah jeruk nipis segar. Sedangkan pada tanaman jeruk nipis dewasa sekitar umur 6 sampai 15 tahun bisa menghasilkan 50 kg perbuah bahkan bisa lebih. Tanaman Jeruk nipis sudah bisa dipanen sekitar usia 7 bulan setelah berbunga. 
Tanda- tanda buah jeruk sudah dapat di petik adalah kulit buahnya sudah berubah dari warna kehijauan menjadi kekuningan, buah jeruk tidak terlalu keras, dan pada buah bagian bawahnya sudah empuk jika di pegang. Setelah proses panen selesai.
Selanjutnya Cuci jeruk nipis dengan air setelah di cuci bersihkan kemudian keringkan dengan lap bersih. Pisahkan buah jeruk nipis ukuran besar sedang kecil. Selanjutnya masukkan jeruk nipis ke dalam keranjang dan jeruk bisa di jual atau di simpan untuk persediaan sendiri. 
*Mahasiswi IPMAFA Pati
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.740
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

  • PCNU Sebut Lazisnu Bakal Jadi Bank Sentral NU

    PCNU Sebut Lazisnu Bakal Jadi Bank Sentral NU

    • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati (kiri) berpose dengan ketua PC Lazisnu usai acara Rakercab PC Lazisnu Pati PATI – PC Lazisnu Pati adakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Room Meeting Hotel Safin. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (1/2) lalu.  Dalam Rakercab tersebut, NU Care Lazinu Kabupaten Pati mantab mengusung tema ‘Menuju Lazisnu Pati MANTAP (Modern, Akuntable, Transparan, […]

  • PCNU-PATI

    Setelah Jepara, Giliran Lazisnu Grobogan Bantu Korban Bencana Pati

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PATI – Di tengah maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat menjadi meningkat. Bahkan sebagian masyarakat tergerak merogoh kocek lebih dalam untuk membantu sesamanya yang menjadi korban bencana.  Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari uang, sembako, pakaian layak pakai. Justru, menurut pantauan Lazisnu Pati, bantuan non-tunai inilah yang dibutuhkan korban yang […]

  • Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.664
    • 0Komentar

      Semarang — Ruang Oval lantai dua Dinas Pendidikan Kota Semarang, Selasa (11/11/2025), menjadi pusat perhatian dunia pendidikan daerah. Di tempat inilah, Dr. Hamidulloh Ibda, Wakil Rektor INISNU Temanggung, tampil sebagai reviewer utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembuatan Buku Numerasi Berbasis EVI MAP (Ethnoscience Village Map) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Semarang bekerja […]

  • Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Dikukuhkan sebagai Pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah

    Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Dikukuhkan sebagai Pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.992
    • 0Komentar

      Semarang – Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, Rohani, resmi dikukuhkan sebagai salah satu pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2030. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Auditorium Jateng Majeng, Semarang. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Dr. H. Saiful Mujab, M.A. selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi […]

  • Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Ruang Rapat lt. 2 Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi perdana pada Kamis sore (17/4/2025). Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa sejak ditetapkan oleh tim formatur pada 26 Juli 2024 lalu, kepengurusan FKPT Jawa Tengah […]

expand_less