Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Berbukalah yang Manis, Bukan Janji Manis

Berbukalah yang Manis, Bukan Janji Manis

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
  • visibility 288
  • comment 0 komentar

Berbukalah yang Manis, Bukan Janji Manis

Oleh Hamidulloh Ibda

 

Kita bikin kue lapis//bikin puding yang manis//sambil menunggu buka//nyalakan api//air direbus//berbukalah yang manis//bukan janji manis//sambil bikin cemilan//mari siapkan//gorengan tahu.

 

Lagu parodi “Kita Bikin Romantis” yang dibawakan Teuku Mail dari lagu “Kita Bikin Romantis” (2024) karya MALIQ & D’Essentials ini viral di TikTok, Youtube, dan media sosial lain. Lagu ini mengingatkan saya terkait menu berbuka yang manis, hangat, dan seolah menjadikan pengingat bahwa kita harus berbuka yang manis, bukan berbuka dengan janji manis.

 

Berbicara menu berbuka, kita pasti terbayang es teh, es cendol, es kepala muda, es dawet, es jus, es durian, es kolak, dan lainnya memang menggoda “iman” ketika menjelang berbuka puasa. Namun apakah selamanya es-es tersebut baik untuk kesehatan tubuh dan dianjurkan Nabi Muhammad SAW? Tentu tidak.

 

Puasa Ramadan bagi saya menjadi momentum menjaga pola makan. Maksudnya, waktu sahur dan berbuka menjadi rutinis sebulan penuh yang harus mentradisi dan menjadi habituasi dalam pemilihan menu-menu makanan dan minuman. Saya pribadi memang jarang dan kurang suka makanan yang dingin menggunakan es, lebih cenderung yang hangat-hangat baik saat sahur maupun berbuka puasa.

 

Setidaknya, kita bisa menerapkan praktik sahur dengan yang hangat dan berbuka puasa dengan menu yang manis-manis. Ini berangkat dari anjuran Nabi Muhammad SAW dan dalam rangka menjaga pola makan dan minum kita selama berpuasa bahkan di hari-hari biasa.

 

Bersahur dengan yang Hangat

Makanan maupun minuman hangat memiliki beberapa manfaat yang dapat membantu menjaga kesehatan saat berpuasa Ramadan. Saya menyimpulkan dari pendapat ahli gizi FK UI Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc (2018) yang menyebut bahwa selama puasa Ramadan, suhu tubuh kita menurun. Dikhawatirkan bila langsung minum es atau air bersuhu dingin, tubuh kaget. Sebenarnya ini juga berlaku untuk sahur maupun saat berbuka. Ada alasan yang saya simpulkan mengapa kita harus sahur dengan menu makanan dan minuman hangat. Pertama, mengurangi dehidrasi. Konsumsi minuman hangat dapat membantu mengurangi risiko dehidrasi karena sifatnya yang menenangkan pada sistem pencernaan dan meningkatkan penyerapan cairan oleh tubuh.

 

Kedua, menenangkan pikiran dan tubuh. Minuman hangat seperti teh hijau atau chamomile memiliki efek menenangkan pada pikiran dan tubuh, membantu menjaga keseimbangan mental dan emosional selama bulan Ramadan yang padat. Ketiga, meningkatkan konsentrasi. Minuman hangat, terutama yang mengandung kafein dalam jumlah moderat seperti teh hijau, dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, yang penting terutama ketika menjalani rutinitas harian yang berubah selama bulan puasa. Keempat, membantu mengendalikan nafsu makan. Konsumsi minuman hangat seperti sup atau kaldu rendah kalori dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, membantu mengendalikan nafsu makan selama periode puasa.

 

Kelima, menghidrasi tubuh. Konsumsi minuman hangat seperti teh atau air hangat dapat membantu menjaga kadar cairan tubuh selama berpuasa. Meskipun mungkin terdengar kontradiktif, minuman hangat membantu tubuh dalam proses penyerapan cairan lebih cepat daripada minuman dingin. Keenam, memperbaiki pencernaan. Minuman hangat dapat membantu meningkatkan proses pencernaan. Misalnya, teh herbal atau jahe dapat membantu mengurangi masalah pencernaan seperti kembung atau gangguan perut.

 

Namun, penting untuk diingat bahwa makanan dan minuman hangat yang manfaatnya dijelaskan di atas sebaiknya tidak mengandung kafein atau gula tambahan yang berlebihan, karena dapat mengganggu pola tidur dan kesehatan secara keseluruhan. Selalu disarankan untuk memilih minuman hangat alami yang sehat dan menyehatkan, serta memperhatikan kebutuhan cairan tubuh selama periode puasa.

 

Di sisi lain, sahur dengan yang hangat sangat membantu menjaga kadar gula darah. Makanan hangat yang kaya akan karbohidrat kompleks seperti bubur atau roti dapat memberikan energi yang bertahan lama selama hari puasa, membantu menjaga kadar gula darah stabil. Sahur dengan menu yang hangat juga menyediakan kebutuhan energi. Sebab, makanan hangat cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengatasi rasa lapar dan kehausan selama berpuasa. Selain itu makanan-minuman hangat bisa membantu memperbaiki pencernaan. Makanan hangat cenderung lebih mudah dicerna oleh tubuh dibandingkan dengan makanan dingin, membantu menghindari masalah pencernaan saat berpuasa.

 

Buka dengan yang Manis

Rujukan berbuka dengan yang manis sebenarnya masih “kontroversi” karena banyak pendapat dari ulama maupun ahli kesehatan. Akan tetapi, setidaknya terdapat sejumlah alasan yang menjadikan kita menggunakan menu yang manis-manis dalam berbuka puasa selama Ramadan. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud).

 

Banyak yang menafsirkan bahwa kurma basah cenderung manis tapi manisnya alami berbeda dengan menu-menu yang manis buatan dengan gula, seperti es-es yang menggoda. Selain itu Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Minuman yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah yang dingin dan manis.” (HR Ahmad & At Tirmidzi).

 

Pendapat lain, Al Hattab Ar Ru’aini ulama Mazhab Maliki menulis pendapatnya dalam kitab Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil berbunyi: “Syeikh Zarruq berkata dalam syarahnya: Di antara sunah-sunah puasa adalah menyeragakan berbuka, sebagai bentuk kasih sayang kepada orang yang lemah, menyayangi diri dan menjadi pembeda dengan orang yahudi. Dan dengan memakan kurma atau apa yang semakna dari yang manis-manis, agar mengembalikan penglihatan yang berkurang lantaran puasa.”

 

Rujukan-rujukan di atas setidaknya menjadi alasan kita memilih menu berbuka air putih dan kurma. Dalam konteks di Indonesia makanan pokoknya nasi, oke lah kita tetap bisa memakan kurma karena toh sekarang mudah didapatkan. Begitu pula dengan menu yang hangat juga mudah dibuat dan disajikan.

 

Mempraktikkan Sunnah yang Penuh Berkah

Berbuka merupakan momen yang dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia setiap harinya saat bulan Ramadan tiba. Namun, lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh, berbuka memiliki dimensi spiritual yang dalam dalam ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk yang berharga tentang bagaimana kita sebaiknya berbuka, termasuk dalam pemilihan makanan yang manis dan memberkahi.

 

Dalam hadis-hadisnya, Nabi Muhammad SAW memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana kita sebaiknya berbuka. Beliau menganjurkan agar berbuka dengan yang manis. Hal ini tergambar dalam beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad sering kali memulai berbuka dengan memakan beberapa kurma segar atau setidaknya minum segelas air tamar.

 

Pertama, kurma yang menjadi buah pilihan berbuka. Kurma, buah yang diberkahi ini, tidak hanya kaya akan nutrisi, tetapi juga memiliki rasa yang manis alami. Mengonsumsinya saat berbuka memiliki banyak manfaat, baik bagi kesehatan tubuh maupun bagi keselarasan spiritual. Secara fisik, kurma dapat memberikan energi instan setelah seharian menahan lapar dan haus. Selain itu, kurma juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Kedua, berbuka dengan yang manis menjadi simbol spiritual. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan tubuh, berbuka dengan yang manis juga memiliki makna simbolis yang dalam dalam ajaran Islam. Rasa manis yang ada pada kurma atau makanan manis lainnya menjadi peringatan atas rasa manisnya kemenangan yang dirasakan setelah melewati sehari penuh dalam ibadah. Hal ini juga mengajarkan umat Muslim untuk menghargai nikmat yang diberikan Allah SWT, baik yang besar maupun yang kecil.

 

Praktik berbuka dengan yang manis sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar mengikuti tradisi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap ajaran beliau. Melalui praktik ini, umat Muslim dapat merasakan keberkahan yang terkandung dalam mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat ikatan spiritual dengan Rasulullah.

 

Berbuka dengan yang manis sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh, tetapi juga tentang memperkaya dimensi spiritual kita sebagai umat muslim. Mempraktikkan sunnah ini membawa berkah dalam hidup kita, mengingatkan kita akan pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan Allah SWT, dan memberikan kita kesempatan untuk memperkuat ikatan kita dengan Rasulullah. Semoga kita semua dapat terus mengikuti jejak beliau dan meraih keberkahan dalam setiap amalan kita.

 

Buka dengan yang manis dari sisi kesehatan juga memiliki banyak manfaat. Pertama, meningkatkan kadar gula darah. Konsumsi makanan manis setelah berbuka dapat membantu mengembalikan kadar gula darah yang rendah setelah berpuasa seharian. Kedua, memberikan kenikmatan. Makanan manis juga memberikan sensasi kenikmatan dan kelezatan setelah menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari. Ketiga, memulihkan energi. Makanan manis seperti kurma atau buah-buahan memberikan sumber energi cepat setelah seharian berpuasa, membantu memulihkan energi yang hilang dan mengembalikan gula darah ke level yang normal.

 

Meskipun ini adalah praktik umum, tetapi yang terpenting adalah memastikan pola makan yang seimbang dan memperhatikan asupan nutrisi yang mencukupi selama bulan Ramadan untuk menjaga kesehatan tubuh dan energi selama ibadah puasa. Pertanyaannya, apa pilihan menu sahur dan berbuka Anda? Apakah memilih yang hangat dan yang manis atau yang manis-manis? Atau masih terpesona dengan janji manis?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI. Pixabay

    Menjemur Padi di Sebrang Jalan

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sudah menjadi kebiasaan warga desa Sekardadi, ketika musim panen padi tiba mereka menjemur padi hasil panennya di tepian jalan umum (jalan desa) yang mengakibatkan para pengguna jalan melintasi jemuran padi tersebut. Tak jarang perilaku seperti ini menyebabkan pemilik padi dan pennguna jalan merasa dirugikan. NB : Terkadang padi diberi landasan semacam sak yang ukurannya lebar. […]

  • PCNU-PATI Photo by Elliot Voilmy

    Berkesadaran

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pernahkah kalian merasa bahwa apa yang dilakukan orang tua kita justru malah membuat kita semakin tak bahagia? Meski dalilnya itu didasarkan untuk kebaikan kita? Atau pernahkah kalian merasa terbebani dengan permintaan-permintaan orang tua karena menganggap kita sudah dewasa dan seharusnya bisa mengabulkan segala keinginan tersebut? Salah satu yang menurut saya beban […]

  • fff-png-2

    Bekerja Menjadi WTS

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

      1.       Dizaman sekarang ini banyak sekali yang namanya WTS (wanita tuna susila), diantara alasan wts-wts tersebut adalah  bekerja sebagai WTS guna menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukum menjadi WTS dengan alasan diatas, dan bagaimana jika karena menuruti hawa nafsu ?   Jawaban :Menjadi WTS sudah jelas hukumnya […]

  • PCNU-PATI

    Tahlilan Wah Ala Kampung

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Mengejutkan! Kata pertama yang terlontar saat mendengar bahwa ada sebuah desa yang mungkin belum dijamah Google Street View, biaya kematiannya begitu mahal. Bahkan bisa lebih mahal daripada di kota-kota besar.  Cerita ini bermula saat penulis mengantar seorang ustadz untuk mengisi ceramah dalam acara tujuh hari kematian. Tentu cuma orang NU yang […]

  • LTN NU Pati Jalin Koordinasi dengan NU Online Jateng

    LTN NU Pati Jalin Koordinasi dengan NU Online Jateng

    • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati melakukan koordinasi dengan NU Online Jawa Tengah, Kamis (4/5/2023) siang. Kegiatan yang berlangsung di Aula PWNU Jateng tersebut diikuti oleh sejumlah Pengurus LTN NU Pati.  Syamsul Huda, Pimpinan Umum NU Online Jateng yang menemui rombongan dari Pati mebuka diskusi tersebut. Ia menyampaikan peranan krusial NU […]

  • PCNU-PATI Photo by Yusuf Onuk

     Penyabar dan Ringan Tangan, Sosok Kiai Haji Anwar

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Oleh: Umi Nur Hasanah Kyai Haji Anwar merupakan salah satu ulama karismatik yang ada di kawasan Pucakwangi Pati. Ia memiliki perhatian besar pada dakwah Islam di kalangan masyarakat pedesaan. Sosok kyai kelahiran 1871 di Dukuh Nganguk Desa Sidomulyo Kecamatan  Jakenan- Pati tersebut, berpindah ke Dukuh Gragalan Desa Sokopuluhan Pucakwangi karena mengikuti sang Istri, yakni Nyai […]

expand_less