Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar dari Gus Dur

Belajar dari Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
  • visibility 598
  • comment 0 komentar

 

“Dengan lelucon, kita sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”

Kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Honoris Causa” itu sudah biasa.  Sedangkan kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Humoris causa” itu baru luar biasa. Kira-kira itulah gelar yang pas untuk disematkan kepada KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, seorang tokoh nasionalis yang humanis dan humoris.

Sebagai seorang tokoh nasional, Gus Dur dikenal sebagai kiai humor. Beberapakali, guyonan, lawakan, joke, anekdot, dan beragam selorohan mewarnai komentar, ungkapan, ceramah, bahkan pidato sekalipun. Sehingga agak sulit untuk membedakan antara keseriusan dan guyonan Gus Dur.

Gus duru memiliki rasa humor yang luar biasa, yang memang dia asah sejak kanak-kanak, sehingga dia bisa menggunakannya secara spontan dalam situai apa pun dan ketika bertemu siapa pun. Dia tahu kekuatan humor dan tahu cara membawakannya dan sering juga menggunakannya untuk meledek dirinya sendiri. Dalam pengantar buku kumpulan lelucon Mati Ketawa Cara Rusia, 1986, Gus Dur menyampaikan pentingnya kemampuan menertawakan diri sendii. Di situ dia menulis; “orang harus mengenal diri sendiri sebelum mampu melihat yang aneh-aneh dalam perilaku diri sendiri itu.” Hlm (50)

Gus Dur sendiri, seperti yang kita ketahui, selain sebagai orang yang berlatar belakang pesantren, sebuh dunia santri yang kaya dengan humor, serta alegori-alegori kearifan humor yang khas. Beliau juga adalah alumnus sebuah Universitas di Mesir (al-Azhar), yakni sebuah negara yang ditempa oleh pengalaman eksistensial yang panjang sekaligus menyimpan kekayaan humor-humor cerdas yang menyegarkan.

Dari latar belakang inilah yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa Gus Dur memiliki kecerdasan tingkat dewa dalam intellectual chains serta humor-humor yang mencerdaskan nan menyegarkan terus mengalir hingga kini.

Gus Dur berfikir dan beraksi -sendiri

Yang istimewa dari Gus Dur adalah dia tidak sekadar bergelut dengan gagasan, tetapi juga bergulat, berupaya sangat keras, untuk mencari jalan agar gagasan-gagasannya membumi dan menjadi solusi bagi realitas. Gus Dur bergulat di semua level masyarakat; dia bergulat di dalam budaya, di dalam gerakan sosial, di dalam politik-di semua level, karena memang masalahnya multidemensional, sebab jika tidak ketuntutan, jadinya ya kemelut yang kronis seperti hari ini.

Sayangnya, kapasistas energi Gus Dur ternyata tidak mencukupi untuk menangani semuannya seorang diri, tetapi dia telah melakukan kerja besar. Dia selamanya akan menjadi inspirasi.

Menghidupkan Gus Dur adalah mengoperasikan gagasan-gagasan yang Gus Dur tawarkan sebagai solusi dan sekaligus memperjuangkan keterwujudannya, sebagaimana Gus Dur dulu melakukannya, nyaris seorang diri. Ia belum sempat membangun konstruksi struktural, dan itu menjadikan daya jangkau upayanya lebih terbatas.

Adapun yang perlu kita lakukan sekarang adalah melipatgandakan energi Gus Dur dengan cara membangun konstruksi struktural. Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Kita masih memerlukan konstruksi struktural di berbagai sektor lain, termasuk di arena internasional. Hlm (143).

Dengan demikian, menghidupkan Gus Dur adalah melaksanakan gagasan-gagasan Gus Dur serta gagasan-gagasan yang menjadi solusi bagi realitas kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa.

Mari kita bangun bangsa dan hindari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

 

Judul Buku      : Judul Buku      : Menghidupkan Gus Dur; Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf

Penulis             : AS Laksana

Penerbit           : LBBooks

Tahun Terbit   : 2021

Tebal               : 158

Peresensi         : Siswanto (Penikmat Buku)

 

  

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Pati Tahun 2026 Tembus 1.387 Porsi

    Jemaah Haji Pati Tahun 2026 Tembus 1.387 Porsi

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.093
    • 0Komentar

      Pati – Jumlah jemaah haji Kabupaten Pati tahun 2026 diprediksi tembus 1.387 porsi. Saat ini, mereka tengah membuat paspor dan melakukan pelunasan biaya haji. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Pati Umi Istianah mengaku tidak ada kuota jemaah haji tingkat kabupaten/kota. Kuota jemaah haji terfokus di tingkat provinsi. Kuota jemaah haji reguler […]

  • Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Sedikitnya lima puluh mahasiswa baru Jurusan Tarbiyah Stai Pati mengikuti Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) 2019 di Ponpes al Akrom, Banyuurip, Margorejo. Mereka adalah para mahasiswa yang terdaftar dalam organisasi kemahasiswaan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Mapaba yang digawangi oleh pengurus PMII Rayon Tarbiyah Stai Pati ini kiranya akan berlangsung selama tiga hari. Hari ini, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Membersihkan Kanopi Makna Puasa

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.099
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda   Dalam arti sederhana, KBBI (2026) menyebut kanopi sebagai tirai atau langit-langit dari terpal, kain, logam dan sebagainya. Lalu, apa relevansi kanopi dengan makna puasa? Ya, mari kira kaji satu persatu, Mas Bro!   Dalam Islam, puasa bukan soal ngeleh dan ngorong saja. La terus apa? Tak sekadar itu, puasa merupakan proses spiritual yang di […]

  • NU dan Pemkab Pati,Lakukan Safari Ramadhan

    NU dan Pemkab Pati,Lakukan Safari Ramadhan

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Pati.  Bertempat Masjid Sirojul Anam Pasucen Trangkil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Kabupaten beserta SKPD nya mengadakan Tarling bersama, Jumat 10 Juni 2016 kemarin. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang di adakan oleh PCNU dengan Pemerintah kabupaten untuk Tarling (Tarawih Keliling) bersama di setiap kecamatan kabupaten Pati. “Melalui safari Ramadhan ini, kita bisa mempererat […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi 500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati. Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash

    500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    PATI – Para perantau dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak pulang ke Pati, rencananya akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Mereka rencananya difasilitas mudik gratis menggunakan 10 bus. Kabag Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, Abdul Kharis menjelaskan, mudik gratis ini diperuntukkan bagi 500 perantau.  “Rencanannya tanggal 27 April bus sudah […]

  • Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

    Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Jum, 10 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

      KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Kiai Sahal sapaan […]

expand_less