Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar dari Gus Dur

Belajar dari Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
  • visibility 572
  • comment 0 komentar

 

“Dengan lelucon, kita sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”

Kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Honoris Causa” itu sudah biasa.  Sedangkan kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Humoris causa” itu baru luar biasa. Kira-kira itulah gelar yang pas untuk disematkan kepada KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, seorang tokoh nasionalis yang humanis dan humoris.

Sebagai seorang tokoh nasional, Gus Dur dikenal sebagai kiai humor. Beberapakali, guyonan, lawakan, joke, anekdot, dan beragam selorohan mewarnai komentar, ungkapan, ceramah, bahkan pidato sekalipun. Sehingga agak sulit untuk membedakan antara keseriusan dan guyonan Gus Dur.

Gus duru memiliki rasa humor yang luar biasa, yang memang dia asah sejak kanak-kanak, sehingga dia bisa menggunakannya secara spontan dalam situai apa pun dan ketika bertemu siapa pun. Dia tahu kekuatan humor dan tahu cara membawakannya dan sering juga menggunakannya untuk meledek dirinya sendiri. Dalam pengantar buku kumpulan lelucon Mati Ketawa Cara Rusia, 1986, Gus Dur menyampaikan pentingnya kemampuan menertawakan diri sendii. Di situ dia menulis; “orang harus mengenal diri sendiri sebelum mampu melihat yang aneh-aneh dalam perilaku diri sendiri itu.” Hlm (50)

Gus Dur sendiri, seperti yang kita ketahui, selain sebagai orang yang berlatar belakang pesantren, sebuh dunia santri yang kaya dengan humor, serta alegori-alegori kearifan humor yang khas. Beliau juga adalah alumnus sebuah Universitas di Mesir (al-Azhar), yakni sebuah negara yang ditempa oleh pengalaman eksistensial yang panjang sekaligus menyimpan kekayaan humor-humor cerdas yang menyegarkan.

Dari latar belakang inilah yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa Gus Dur memiliki kecerdasan tingkat dewa dalam intellectual chains serta humor-humor yang mencerdaskan nan menyegarkan terus mengalir hingga kini.

Gus Dur berfikir dan beraksi -sendiri

Yang istimewa dari Gus Dur adalah dia tidak sekadar bergelut dengan gagasan, tetapi juga bergulat, berupaya sangat keras, untuk mencari jalan agar gagasan-gagasannya membumi dan menjadi solusi bagi realitas. Gus Dur bergulat di semua level masyarakat; dia bergulat di dalam budaya, di dalam gerakan sosial, di dalam politik-di semua level, karena memang masalahnya multidemensional, sebab jika tidak ketuntutan, jadinya ya kemelut yang kronis seperti hari ini.

Sayangnya, kapasistas energi Gus Dur ternyata tidak mencukupi untuk menangani semuannya seorang diri, tetapi dia telah melakukan kerja besar. Dia selamanya akan menjadi inspirasi.

Menghidupkan Gus Dur adalah mengoperasikan gagasan-gagasan yang Gus Dur tawarkan sebagai solusi dan sekaligus memperjuangkan keterwujudannya, sebagaimana Gus Dur dulu melakukannya, nyaris seorang diri. Ia belum sempat membangun konstruksi struktural, dan itu menjadikan daya jangkau upayanya lebih terbatas.

Adapun yang perlu kita lakukan sekarang adalah melipatgandakan energi Gus Dur dengan cara membangun konstruksi struktural. Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Kita masih memerlukan konstruksi struktural di berbagai sektor lain, termasuk di arena internasional. Hlm (143).

Dengan demikian, menghidupkan Gus Dur adalah melaksanakan gagasan-gagasan Gus Dur serta gagasan-gagasan yang menjadi solusi bagi realitas kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa.

Mari kita bangun bangsa dan hindari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

 

Judul Buku      : Judul Buku      : Menghidupkan Gus Dur; Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf

Penulis             : AS Laksana

Penerbit           : LBBooks

Tahun Terbit   : 2021

Tebal               : 158

Peresensi         : Siswanto (Penikmat Buku)

 

  

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turba Perdana PCNU; MWC Harus menata Ranting sebagai Ujung Tombak Jam’iyyah.

    Turba Perdana PCNU; MWC Harus menata Ranting sebagai Ujung Tombak Jam’iyyah.

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Dukuhseti, NU News. Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi  tanggal 25 Agustus 2019 bersama MWCNU se-Kab Pati dan lembaga-lembaga PCNU maka pada Ahad (8/9/2019) bertempat di Gedung Haji Kecamatan Dukuhseti dilaksanakan acara Silaturahim dan Konsolidasi PCNU bersama MWCNU dan ranting Nahdlatul Ulama se-eks Kawedanan Tayu. Silaturahim ini merupakan Turba perdana yang rencananya akan dilaksanakan di lima eks-kawedanan. Hadir […]

  • Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Agus Sukari (tengah), ketua Yayadan Wahid Hasyim Pati didampingi Hj. Hartami (kanan), kepala MTs Wahid Hasyim bersama para Santri yatim Wahid Hasyim usai penyerahan paket bantuan dalam acara ‘Jumat Berkah’ (10/9) PATI – ‘Jumat Berkah’, program rintisan Yayasan Wahid Hasyim Pati ini kembali melakukan kegiatan bhakti sosial, Jumat (10/9). Hal ini dinyatakan oleh Agus Sukari, […]

  • PCNU - PATI Photo by Alwi Hafizh A.

    Pesona Selebgram

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Perjalanan selama tujuh jam cukup membuat punggung dan pantat Farhan pegal. Untung Agus adalah supir handal dan berpengalaman, jadi mereka bisa tiba tepat waktu tanpa bingung bertanya kesana kemari. Agus sudah selalu kontak dengan Liasion Officer yang disediakan khusus untuk Farhan selama perjalanan. Juga ketika mereka sampai di gapura bertulisan “Selamat datang di Wonosobo Asri.” […]

  • Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah ada orang yang saat memandikan jenazah sambil membaca asma’ul husna, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain.Apakah hal itu diperbolehkan syara`? Jawaban :Syeikh isma’il zain al-yamaniy al-makkiymenyebutkan dalam kitab kumpulan fatwanya ;Qurrotul ‘Ain : Bahwa membaca tahlil, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain saat memandikan jenazah dan prosesi tajhiz yang lain ( seperti […]

  • Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

      Pati – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar dan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Madrasah Salafiyah, Ikatan Kelauarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara ini juga dirangkaikan dengan telaah dan bedah kitab Nihayatul Bidayah fil Akhlaqil Mardliyyah karya KH. […]

  • Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar tasyakuran harlah ke-102 tahun NU pada Jumat, (31/1/2025). Berbagai harapan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dibawah calon bupati terpilih. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung PCNU Pati tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, KH Yusuf Hasyim menyinggung perihal tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) […]

expand_less