Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar dari Gus Dur

Belajar dari Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
  • visibility 660
  • comment 0 komentar

 

“Dengan lelucon, kita sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”

Kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Honoris Causa” itu sudah biasa.  Sedangkan kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Humoris causa” itu baru luar biasa. Kira-kira itulah gelar yang pas untuk disematkan kepada KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, seorang tokoh nasionalis yang humanis dan humoris.

Sebagai seorang tokoh nasional, Gus Dur dikenal sebagai kiai humor. Beberapakali, guyonan, lawakan, joke, anekdot, dan beragam selorohan mewarnai komentar, ungkapan, ceramah, bahkan pidato sekalipun. Sehingga agak sulit untuk membedakan antara keseriusan dan guyonan Gus Dur.

Gus duru memiliki rasa humor yang luar biasa, yang memang dia asah sejak kanak-kanak, sehingga dia bisa menggunakannya secara spontan dalam situai apa pun dan ketika bertemu siapa pun. Dia tahu kekuatan humor dan tahu cara membawakannya dan sering juga menggunakannya untuk meledek dirinya sendiri. Dalam pengantar buku kumpulan lelucon Mati Ketawa Cara Rusia, 1986, Gus Dur menyampaikan pentingnya kemampuan menertawakan diri sendii. Di situ dia menulis; “orang harus mengenal diri sendiri sebelum mampu melihat yang aneh-aneh dalam perilaku diri sendiri itu.” Hlm (50)

Gus Dur sendiri, seperti yang kita ketahui, selain sebagai orang yang berlatar belakang pesantren, sebuh dunia santri yang kaya dengan humor, serta alegori-alegori kearifan humor yang khas. Beliau juga adalah alumnus sebuah Universitas di Mesir (al-Azhar), yakni sebuah negara yang ditempa oleh pengalaman eksistensial yang panjang sekaligus menyimpan kekayaan humor-humor cerdas yang menyegarkan.

Dari latar belakang inilah yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa Gus Dur memiliki kecerdasan tingkat dewa dalam intellectual chains serta humor-humor yang mencerdaskan nan menyegarkan terus mengalir hingga kini.

Gus Dur berfikir dan beraksi -sendiri

Yang istimewa dari Gus Dur adalah dia tidak sekadar bergelut dengan gagasan, tetapi juga bergulat, berupaya sangat keras, untuk mencari jalan agar gagasan-gagasannya membumi dan menjadi solusi bagi realitas. Gus Dur bergulat di semua level masyarakat; dia bergulat di dalam budaya, di dalam gerakan sosial, di dalam politik-di semua level, karena memang masalahnya multidemensional, sebab jika tidak ketuntutan, jadinya ya kemelut yang kronis seperti hari ini.

Sayangnya, kapasistas energi Gus Dur ternyata tidak mencukupi untuk menangani semuannya seorang diri, tetapi dia telah melakukan kerja besar. Dia selamanya akan menjadi inspirasi.

Menghidupkan Gus Dur adalah mengoperasikan gagasan-gagasan yang Gus Dur tawarkan sebagai solusi dan sekaligus memperjuangkan keterwujudannya, sebagaimana Gus Dur dulu melakukannya, nyaris seorang diri. Ia belum sempat membangun konstruksi struktural, dan itu menjadikan daya jangkau upayanya lebih terbatas.

Adapun yang perlu kita lakukan sekarang adalah melipatgandakan energi Gus Dur dengan cara membangun konstruksi struktural. Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Kita masih memerlukan konstruksi struktural di berbagai sektor lain, termasuk di arena internasional. Hlm (143).

Dengan demikian, menghidupkan Gus Dur adalah melaksanakan gagasan-gagasan Gus Dur serta gagasan-gagasan yang menjadi solusi bagi realitas kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa.

Mari kita bangun bangsa dan hindari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

 

Judul Buku      : Judul Buku      : Menghidupkan Gus Dur; Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf

Penulis             : AS Laksana

Penerbit           : LBBooks

Tahun Terbit   : 2021

Tebal               : 158

Peresensi         : Siswanto (Penikmat Buku)

 

  

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Gembong Dilantik, Ketua Beberkan Urgensi Pelantikan

    GP Ansor Gembong Dilantik, Ketua Beberkan Urgensi Pelantikan

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gembong menjalani pelantikan Ahad (25/5) malam. Acara sakral itu dilaksanakan di Aula Kecamatan Gembong. Selain dihadiri Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Pati Muammar, pelantikan tersebut bertambah spesial lantara kedatangan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo. Tokoh-tokoh lain juga memadati barisan depan tamu undangan. […]

  • 7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 747
    • 0Komentar

      Prosesi pelantikan tujuh PAC Pergunu di Pendopo Yayasan Jabalnur, Tlogowungu. PATI – Tujuh kepengurusan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)  di Kabupaten Pati  masa khidmat 2021-2026  resmi dilantik oleh PW Pergunu Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) kemarin. Tujuh PAC yang dilantik pada tahap pertama ini ialah PAC Pergunu Kecamtan Cluwak, Gembong, Gunungwungkal, Pucakwangi, […]

  • MATAMUDA | MTs Ma'arif Nurul Huda Gandeng Polsek Kaloran Edukasi Siswa tentang Kenakalan Remaja dan Bahaya Judi Online

    MATAMUDA | MTs Ma’arif Nurul Huda Gandeng Polsek Kaloran Edukasi Siswa tentang Kenakalan Remaja dan Bahaya Judi Online

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.930
    • 0Komentar

      Kaloran, MTs Ma’arif Nurul Huda bekerja sama dengan Polsek Kaloran menggelar penyuluhan tentang kenakalan remaja dan bahaya judi online bagi seluruh Murid Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali murid dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga perilaku, menaati hukum, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Penyuluhan menghadirkan dua narasumber dari Polsek Kaloran, yaitu Aipda Susanto dan […]

  • Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

    Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Ketika kabar pemecatan Shin Tae-yong mengemuka, publik pecinta sepak bola Indonesia seolah menyaksikan sebuah drama epik di atas panggung yang penuh kejutan. Layaknya kapten kapal yang dipaksa turun di tengah perjalanan, Shin meninggalkan jejak prestasi yang tak bisa disangkal. Ia membawa timnas Indonesia melampaui batas-batas yang selama ini tampak mustahil—menembus babak ketiga kualifikasi […]

  • ‎Gelar FGD Media, Ma’arif Jateng Libatkan Media Massa Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Publikasi

    ‎Gelar FGD Media, Ma’arif Jateng Libatkan Media Massa Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Publikasi

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.819
    • 0Komentar

    SEMARANG – LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Media Ma’arif Kuat, Nusantara Hebat” di Kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). ‎ ‎Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi publikasi bersama media massa dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan satuan pendidikan Ma’arif. ‎ ‎Ketua LP […]

  • Rois Syuriah PCNU Temanggung: Rektor INISNU Harus Kuatkan Komitmen Nilai Mabadi’ Khaira Ummah

    Rois Syuriah PCNU Temanggung: Rektor INISNU Harus Kuatkan Komitmen Nilai Mabadi’ Khaira Ummah

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.100
    • 0Komentar

      pcnupati.com Temanggung— Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung, KH. Muhammad Furqon Masyahuri, menegaskan bahwa pemilihan Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung periode 2026–2029 dari kalangan internal merupakan langkah tepat karena lembaga ini telah memiliki banyak kader dan sumber daya manusia yang mumpuni. “Rektor dipilih dari internal karena sudah banyak kader […]

expand_less