Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar dari Gus Dur

Belajar dari Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
  • visibility 666
  • comment 0 komentar

 

“Dengan lelucon, kita sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”

Kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Honoris Causa” itu sudah biasa.  Sedangkan kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Humoris causa” itu baru luar biasa. Kira-kira itulah gelar yang pas untuk disematkan kepada KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, seorang tokoh nasionalis yang humanis dan humoris.

Sebagai seorang tokoh nasional, Gus Dur dikenal sebagai kiai humor. Beberapakali, guyonan, lawakan, joke, anekdot, dan beragam selorohan mewarnai komentar, ungkapan, ceramah, bahkan pidato sekalipun. Sehingga agak sulit untuk membedakan antara keseriusan dan guyonan Gus Dur.

Gus duru memiliki rasa humor yang luar biasa, yang memang dia asah sejak kanak-kanak, sehingga dia bisa menggunakannya secara spontan dalam situai apa pun dan ketika bertemu siapa pun. Dia tahu kekuatan humor dan tahu cara membawakannya dan sering juga menggunakannya untuk meledek dirinya sendiri. Dalam pengantar buku kumpulan lelucon Mati Ketawa Cara Rusia, 1986, Gus Dur menyampaikan pentingnya kemampuan menertawakan diri sendii. Di situ dia menulis; “orang harus mengenal diri sendiri sebelum mampu melihat yang aneh-aneh dalam perilaku diri sendiri itu.” Hlm (50)

Gus Dur sendiri, seperti yang kita ketahui, selain sebagai orang yang berlatar belakang pesantren, sebuh dunia santri yang kaya dengan humor, serta alegori-alegori kearifan humor yang khas. Beliau juga adalah alumnus sebuah Universitas di Mesir (al-Azhar), yakni sebuah negara yang ditempa oleh pengalaman eksistensial yang panjang sekaligus menyimpan kekayaan humor-humor cerdas yang menyegarkan.

Dari latar belakang inilah yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa Gus Dur memiliki kecerdasan tingkat dewa dalam intellectual chains serta humor-humor yang mencerdaskan nan menyegarkan terus mengalir hingga kini.

Gus Dur berfikir dan beraksi -sendiri

Yang istimewa dari Gus Dur adalah dia tidak sekadar bergelut dengan gagasan, tetapi juga bergulat, berupaya sangat keras, untuk mencari jalan agar gagasan-gagasannya membumi dan menjadi solusi bagi realitas. Gus Dur bergulat di semua level masyarakat; dia bergulat di dalam budaya, di dalam gerakan sosial, di dalam politik-di semua level, karena memang masalahnya multidemensional, sebab jika tidak ketuntutan, jadinya ya kemelut yang kronis seperti hari ini.

Sayangnya, kapasistas energi Gus Dur ternyata tidak mencukupi untuk menangani semuannya seorang diri, tetapi dia telah melakukan kerja besar. Dia selamanya akan menjadi inspirasi.

Menghidupkan Gus Dur adalah mengoperasikan gagasan-gagasan yang Gus Dur tawarkan sebagai solusi dan sekaligus memperjuangkan keterwujudannya, sebagaimana Gus Dur dulu melakukannya, nyaris seorang diri. Ia belum sempat membangun konstruksi struktural, dan itu menjadikan daya jangkau upayanya lebih terbatas.

Adapun yang perlu kita lakukan sekarang adalah melipatgandakan energi Gus Dur dengan cara membangun konstruksi struktural. Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Kita masih memerlukan konstruksi struktural di berbagai sektor lain, termasuk di arena internasional. Hlm (143).

Dengan demikian, menghidupkan Gus Dur adalah melaksanakan gagasan-gagasan Gus Dur serta gagasan-gagasan yang menjadi solusi bagi realitas kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa.

Mari kita bangun bangsa dan hindari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

 

Judul Buku      : Judul Buku      : Menghidupkan Gus Dur; Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf

Penulis             : AS Laksana

Penerbit           : LBBooks

Tahun Terbit   : 2021

Tebal               : 158

Peresensi         : Siswanto (Penikmat Buku)

 

  

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pati Targetkan Juara Umum Porseni Jawa Tengah 2025

    Pati Targetkan Juara Umum Porseni Jawa Tengah 2025

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menargetkan kontingen dari Bumi Mina Tani menjadi Juara Umum pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Banyumas pada tanggal 27 hingga 30 Juli 2025. “Para peserta Ahad kemarin kami lepas dari pendopo kabupaten. Harapan kami Pati mendapat […]

  • Diseminasi Karya, Dosen INISNU Jadi Reviewer 31 Jurnal Scopus pada 18 Negara

    Diseminasi Karya, Dosen INISNU Jadi Reviewer 31 Jurnal Scopus pada 18 Negara

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

      Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda selama tahun 2024 didaulat menjadi reviewer (peninjau) pada jurnal internasional terindeks Scopus sebanyak 31 jurnal. Hal itu terungkap dalam Diseminasi Karya Dosen dan Mahasiswa INISNU Temanggung pada Selasa (7/1/2025). Kegiatan tersebut […]

  • Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Darul Hadlanah mengadakan bedah buku rutin setiap tiga bulan sekali, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan daya kritis para santrinya dan  menumbuhkan minat baca para santri,  bertempat di aula, pada Senin, 7/8 kemarin Bedah buku yang berjudul Zero To Hero dengan tema Mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa” ini menjelasakan bahwa menjadi orang pintar, […]

  • Lulus Doktor UIN Jogja, Fatmawati Sungkawaningrum Senyum-senyum

    Lulus Doktor UIN Jogja, Fatmawati Sungkawaningrum Senyum-senyum

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Berteman di aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam (FSHEI) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Fatmawati Sungkawaningrum berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Determinan Keputusan Masyarakat Meminjam Uang ke Renternir” pada Senin (13/1/2025). Fatmawati lulus sebagai doktor  dalam bidang […]

  • Mengenang Jejak Kyai Sahal

    Mengenang Jejak Kyai Sahal

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Pati, Ada seorang Nahdliyyin tulen yang berjasa bagi NU. Dia seorang pemikir, mastur (tertutup), tidak banyak yang tahu. Dialah dokter Fahmi Dja’far Saifuddin. Dekan sebuah fakultas ternama di Universitas Indonesia inilah yang meramal Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur jadi presiden pada tahun 2000.Putra sulung KH Saifuddin Zuhri ini tidak meramal berdasar hitungan weton atau klenik. Akan […]

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan […]

expand_less