Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id Temanggung – Penetapan Desa Getas sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah disambut positif oleh Kepala Desa Getas, tokoh agama, sesepuh dan tokoh adat Desa Getas. Demikian ini tergambar dari forum sambung rasa lintas agama Desa Getas pada Senin (10/7/2023) kemarin di balai Desa Getas. Hadir pada kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kab. Temanggung, Pokjaluh Kabupaten Temanggung, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kec Kaloran, Camat Kaloran, Kepala KUA Kaloran, Danramil Kaloran, Kapolsek Kaloran dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kec Kaloran. Kades Getas Dwiyanto menyampaikan, guyup rukun warganya yang terdiri dari banyak agama dapat dilihat langsung pada setiap acara tradisi yang digelar di desanya. “Dari sedekah bumi, sadranan dan pagelaran tradisi lainnya, di sini melibatkan semua agama dan dihadiri oleh semua pemeluk agama juga,” tuturnya kepada awak media, Selasa (18/7/2023). Ditambahkannya, untuk menyelesaikan konflik yang muncul, digunakan pendekatan rembug kekeluargaan. “Konflik berbau agama pernah terjadi. Berangkat dari rasa kekelurgaan dan legowonya semua pihak, permasalahan selesai tanpa harus keluar desa,” imbuhnya. Selanjutnya, pihak pemerintah Desa Getas bersama seluruh tokoh agama, sesepuh dan tokoh masyarakat siap untuk bersama-sama dengan Tim Kelompok Kerja KMB Kantor Urusan Agama (KUA) Kaloran menyukseskan semua program dan kegiatan penguatan sikap dan perilaku moderasi beragama di Desa Getas. Sebagai bukti keseriusan, sekretariat rintisan KMB di diberi tempat di kantor balai desa. Desa yang berkontur perbukitan dengan mayoritas petani ini, sudah menjadi tujuan penelitian hubungan lintas agama dari pelbagai lembaga dan perorangan. Di dalamnya hidup pelbagai adat dan tradisi desa yang bersifat lintas agama. Terdapat juga destinasi wisata religi seperti dusun budhis Krecek. Karena itulah, selama ini Desa Getas dijuluki sebagai Indonesia mini-nya Kabupaten Temanggung. Ada juga yang menamakan sebagai sktesa kebhinekaan Indonesia. (oen)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

  • PAC IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa Ganti Nahkoda Baru

    PAC IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa Ganti Nahkoda Baru

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Prosesi pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa telah resmi dilantik pada Jum’at (18/10). Ada sebanyak 90 Pengurus PAC yang dilantik, terdiri dari 45 IPNU dan 45 IPPNU. Acara pelantikan tersebut berlangsung dengan khidmat di gedung PGRI, Wedarijaksa. Dihadiri oleh segenap banom NU Wedarijaksa, perwakilan PC IPNU IPPNU Pati, beberapa PAC IPNU IPPNU […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Serius Kawal Kaderisasi

    PC IPNU IPPNU Pati Serius Kawal Kaderisasi

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

      Salah satu prosesi dalam kaderisasi IPNU IPPNU PATI – Masna Zakiyyatus Salwa, Ketua PC IPNU Pati mengungkapakan, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah memberikan amanah besar kepada IPNU IPPNU untuk mengembangkan kaderisasi. Hal ini karena tumbuh berkembangnya NU berada ditangan pengkaderan pertama yaitu dari banom IPNU IPPNU. “Amanah serius ini yang selalu membuat segenap pengurus […]

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Pelatihan Pengelolaan Masjid

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Pelatihan Pengelolaan Masjid

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa, Minggu (22/9) pagi memenuhi ruangan gedung NU yang baru selesai di renovasi. Gebrakan baru mulai digencarkan pengurus MWC NU Wedarijaksa dengan mengadakan acara Pelatihan Muharrik masjid, khatib dan pengelolaan ZIS (Zakat, Infaq dan Shodaqoh). Acara tersebut dihadiri oleh seluruh khatib di masing-masing masjid se-kecamatan Wedarijaksa. Diikuti pula […]

  • Komentar PCNU tentang Pembongkaran Mandiri Bangunan di Kawasan LI

    Komentar PCNU tentang Pembongkaran Mandiri Bangunan di Kawasan LI

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

      Sosok Rodhi, pemilik bengkel di kawasan LI yang membongkar sendiri bangunannnya (foto : modess) PATI – PCNU mengapresiasi positif para pemilik bangunan di kawasan Lorok Indah (LI) yang secara sukarela membongkar sendiri bangunan yang tersisa pasca pembongkaran yang dilakukan Pemda Pati tgl 3 Pebruari 2022 lalu. “Seperti yang dilakukan oleh Rondli pemilik bengkel yang […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.302
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

expand_less