Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
  • visibility 611
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id Temanggung – Penetapan Desa Getas sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah disambut positif oleh Kepala Desa Getas, tokoh agama, sesepuh dan tokoh adat Desa Getas. Demikian ini tergambar dari forum sambung rasa lintas agama Desa Getas pada Senin (10/7/2023) kemarin di balai Desa Getas. Hadir pada kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kab. Temanggung, Pokjaluh Kabupaten Temanggung, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kec Kaloran, Camat Kaloran, Kepala KUA Kaloran, Danramil Kaloran, Kapolsek Kaloran dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kec Kaloran. Kades Getas Dwiyanto menyampaikan, guyup rukun warganya yang terdiri dari banyak agama dapat dilihat langsung pada setiap acara tradisi yang digelar di desanya. “Dari sedekah bumi, sadranan dan pagelaran tradisi lainnya, di sini melibatkan semua agama dan dihadiri oleh semua pemeluk agama juga,” tuturnya kepada awak media, Selasa (18/7/2023). Ditambahkannya, untuk menyelesaikan konflik yang muncul, digunakan pendekatan rembug kekeluargaan. “Konflik berbau agama pernah terjadi. Berangkat dari rasa kekelurgaan dan legowonya semua pihak, permasalahan selesai tanpa harus keluar desa,” imbuhnya. Selanjutnya, pihak pemerintah Desa Getas bersama seluruh tokoh agama, sesepuh dan tokoh masyarakat siap untuk bersama-sama dengan Tim Kelompok Kerja KMB Kantor Urusan Agama (KUA) Kaloran menyukseskan semua program dan kegiatan penguatan sikap dan perilaku moderasi beragama di Desa Getas. Sebagai bukti keseriusan, sekretariat rintisan KMB di diberi tempat di kantor balai desa. Desa yang berkontur perbukitan dengan mayoritas petani ini, sudah menjadi tujuan penelitian hubungan lintas agama dari pelbagai lembaga dan perorangan. Di dalamnya hidup pelbagai adat dan tradisi desa yang bersifat lintas agama. Terdapat juga destinasi wisata religi seperti dusun budhis Krecek. Karena itulah, selama ini Desa Getas dijuluki sebagai Indonesia mini-nya Kabupaten Temanggung. Ada juga yang menamakan sebagai sktesa kebhinekaan Indonesia. (oen)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Richard Stachmann

    Pesantren dan Pembangunan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagaimana kita ketahui pesantren merupkan tempat untuk menimba ilmu baik agama maupun umum, sehingga pesantren dapat diartikan sebagai pusat pendidikan bagi santri maupun masyarakat. Mengingat pesantren sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi pendidikan, gedung, dan trasformasi sosial terhadap lingkungan sekitar. Sehingga pesantren di era sekarang ini bisa disebut […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Takbiran: Suara Tak Bersuara

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Selama ini, budaya takbiran, takbir keliling di malam hari Lebaran Idulfitri selalu menggema. Namun, teknologi menggesernya. Jika dulu takbirannya adalah suara manusia, anak-anak, ibu dan bapak, kini digantikan dengan suara sound system, bahkan takbiran koplo dengan versi DJ. Ini kan Namanya “suara tak bersuara”. Rodo angel iki. Tradisi takbiran menyambut Lebaran Idulfitri […]

  • Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal  di Perpustakaan Mutamakkin

    Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Dalam rangka menggali pemikiran dan memperdalam keilmuan Almaghfurlah KH Sahal Mahfudh atau akrab dipnggil Mbah Sahal, pengurus Perpustakaan Mutamakkin menggadakan bedah buku  karya Dr. Jamal makmur, MA “Elaborasi Lima Ciri Pokok Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh”, kemarin. Menurut Jamal Makmur selaku narasumber dan penulis kebesaran KH MA Sahal Mahfudh tidak diragukan lagi di kalangan Nahdlatul […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb Saya sering minum minuman yang didalamnya terdapat semut dan kadang – kadang lalat juga yang telah mati, kata teman saya jika bangkai itu kita menceburkannya ke minuman maka tidak boleh diminum. Apakah itu benar ? mohon penjelasannya pak. Wa’alaikum salam Wr Wb Bangkai semacam semut dan lalat dalam kitab fiqih dikatakan najis […]

  • Kolaborasi Riset Dosen UNWAHAS dan INISNU Kembangkan Game Gemar Sindosu Angkat Kearifan Lokal Sindoro Sumbing

    Kolaborasi Riset Dosen UNWAHAS dan INISNU Kembangkan Game Gemar Sindosu Angkat Kearifan Lokal Sindoro Sumbing

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.383
    • 0Komentar

      Temanggung — Kolaborasi lintas perguruan tinggi kembali ditunjukkan dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis budaya lokal. Tim dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS) dan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) berkolaborasi mengembangkan game edukasi Gemar Sindosu (Game Edukasi Multimodal Anak Nusantara Sindoro Sumbing) sebagai media pembelajaran berbasis budaya lokal di wilayah Temanggung. Kolaborasi riset […]

  • Pedagang Es Kopi Keliling di Pati Ketiban Rezeki

    Pedagang Es Kopi Keliling di Pati Ketiban Rezeki

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Cuaca di Kabupaten Pati akhir-akhir ini terasa sangat panas. Namun, rupanya hal ini justru membawa keuntungan bagi penjual es kopi keliling. Salah satu pedagang es kopi keliling yang ketiban berkah adalah Eko Sulistio (30). Dagangan dia laris karena banyak masyarakat yang mencari, terutama mereka yang beraktivitas di luar rumah. Warga Desa Mulyoharjo, […]

expand_less