Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » (Ber) Money Politik

(Ber) Money Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
  • visibility 415
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Pada suatu hari saya pernah mengikuti seminar dengan mengambil tema besar yaitu tentang pentingnya melek politik untuk kaum muda. Dan rentetan apa yang disampaikan narasumber seakan kaum mudalah yang di tuntut untuk memahami dan mencegah money politik dan melek perpolitikan. Apakah yang selain muda tak perlu? Maka saya tak setuju dengan apa yang disampaikan narasumbernya. Tak hanya satu narasumber bahkan ketiga narasumber yang menjadi pengisi acara tersebut menyampaikan bahwa kaum muda atau pemilih pemula lah yang seharusnya memulai penertiban akan penolakan terhadap money politik.

Salah satu narasumber mengatakan bahwa sebagai kaum muda kita seharusnya paham bahwa money politik itu tak baik dan menciderai politik yang bersih. Si narasumber sangat menggebu-gebu menyampaikan target negara akan jaya dimasa mendatang jika kaum mudanya turut mengambil peran yang salah satunya dengan cara menolak money politik.

Saya berusaha menyimak dengan seksama karena pada dasarnya kita memang harus menghargai orang lain kan jika kita ingin dihargai. Namun sesekali juga saya menoleh kepada para audiens yang sebagian besar adalah teman-teman yang masih duduk di bangku SMA sederajat. Saya merasakan bahwa materi yang disampaikan sang narasumber terlihat tak masuk di mereka. Dan terkesan membosankan.

Saya pikir awalnya perasaan ini salah. Namun saat sesi tanya jawab apa yang saya rasakan mendapat kebenaran dari salah satu siswa yang bertanya apa sih money politik itu? Saya bergumam, wah berarti materi yang disampaikan narasumber tak semuanya mampu diserap oleh audiens. Pertanyaan selanjutnya mengapa bisa begitu? Apakah interaksi antara narasumber dan audiens ada yang salah? Negatif thinking saya si narasumber hanya bertugas menyampaikan isi materi setelah itu pulang. Soal paham ataupun tak bukanlah menjadi persoalan. Yang penting sudah menggugurkan kewajiban.

Kembali pada persoalan melek politik tadi. Saya menyaksikan sendiri bahwa dari lingkup kecil seperti seminar ini saja antara narasumber dan audiens belum sejalan. Narasumber menggembor-gemborkan teori tentang money politik dan tetek bengeknya, sedangkan audiens saja masih belum paham tentang dasar politik itu sendiri. Para narasumber tak menjelaskan secara detail bahwa money politik hanya sebagai salah satu instrumen yang digunakan orang-orang untuk mencapai target apa yang mereka mau. Bukan momok yang menakutkan yang harus hilang dalam dunia perpolitikan.

Saya disini bukan kok merasa benar, tetapi para narasumber tak berani menyebutkan realita bahwa jika dalam berpolitik pun memerlukan uang sebagai faktor pendukungnya. Salah satunya untuk mengurus administrasi. Bahkan untuk cek kesehatan para calon pun memerlukan biaya kan. Jika pada realitanya seperti itu, berarti berpolitik pun tak bisa dilepaskan dari uang. Pepatah mengatakan uang bukanlah segalanya akan tetapi segalanya memerlukan uang. Dan tak terkecuali dalam dunia politik.

Mengurangi adanya money politik tak hanya dibebankan kepada kaum muda saja melainkan pada semua elemen dan siapa saja. Sistem yang baik, aturan yang bagus dan orang-orang yang berintegritas lah yang akan mampu menciptakan iklim politik secara sehat. Jika yang terlihat hanya salah satunya saja maka sampai kapanpun money politik atau lainnya itu masih akan terus ada. Untuk apa sistem yang bagus dan aturan dibuat sebaik mungkin jika orang-orangnya masih suka berkonsolidasi dan bernegosiasi untuk kepentingan pribadi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking. Photo by Yudha Aprilian on Unsplash.

    Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang […]

  • Redaktur LTN NU Didaulat Pimpin Pemuda Lahar

    Redaktur LTN NU Didaulat Pimpin Pemuda Lahar

    • calendar_month Ming, 13 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Angga Saputra (kiri) menerima mandat sebagai ketua Karang Taruna Desa Lahar TLOGOWUNGU – Pengurus Karang Taruna Manunggaling Pemuda Lahar (Mandala) resmi dilantik. Pelantikan di selenggarakan di Aula Balai Desa Lahar, Sabtu (12/2) malam.   Pelantikan tersebut dihadiri oleh kepala desa setempat beserta perangkat, serta pengurus karang truna Kecamatan Tlogowungu.  Ketua Karang Taruna Manda, Angga Saputra, […]

  • Sakoma Wonosobo Gelar Kemah Perbhasama

    Sakoma Wonosobo Gelar Kemah Perbhasama

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Wonosobo – Satuan Komunitas Ma’arif (Sakoma) NU Kab. Wonosobo mengadakan Perkemahan Bhakti dan Giat Prestasi Sako Ma’arif NU (PERBHASAMA) II Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kab. Wonosobo di Bumi Perkemahan Taman Ceria Warangan Kec. Kepil, Kab. Wonosobo mulai 13-15 Agustus 2023. Dalam PERBHASAMA II yang diikuti oleh 2.384 Peserta dari tingkatan MI/SD, MTs/SMP, dan MA, […]

  • Buka Peluang Global, LP Ma’arif NU Sosialisasikan Program Magang Jepang Gratis untuk Siswa Madrasah di Sale Rembang

    Buka Peluang Global, LP Ma’arif NU Sosialisasikan Program Magang Jepang Gratis untuk Siswa Madrasah di Sale Rembang

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.897
    • 0Komentar

    REMBANG — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Rembang terus mendorong madrasah dan sekolah di wilayah pinggiran agar mampu membuka akses pendidikan dan karier hingga tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi program magang ke Jepang dan berbagai peluang pendidikan serta kerja internasional di MA Al Azhar Sale, Rembang. Kegiatan tersebut diikuti para kepala SMA, […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto,MA Pesantren sebagaimana kita pahami merupakan tempat belajar para santri yang di dalamnya terdapat kiai, santri, kitab kuning, dan bangunan. Sehingga pesantren merupakan model pendidikan tertua yang ada di Pulau Jawa-Madura. Salah satu tradisi agung (great tradition) di Indonesia adalah tradisi pengajaran agama Islam dan khazanah kitab kuning. Dimana tradisi tersebut sudah turun-temurun […]

  • PCNU-PATI

    Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Buku ini disusun oleh Tim Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU,Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) danPusat Studi dan Pelayanan Disabilitas (PSLD) Universitas BrawijayaMalang, serta didukung oleh YAKKUM dan The Asia Foundation.Kami merasakan penting untuk menyusun buku ini, karena melihatkondisi dimana para penyandang disabilitas kurang diperhatikan hakhaknya dan mereka masih banyak tantangan dan hambatan, terutamadalam menjalankan […]

expand_less