Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jalan Kaki

Jalan Kaki

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
  • visibility 445
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Dear kawan.

Ada sebuah buku yang menurut saya layak Anda baca. Judulnya A Philosophy of Walking karya Frederic Gros. Jangan-jangan Anda sudah membacanya? Syukurlah jika sudah baca. Tapi anggap saja Anda belum membacanya biar saya punya alasan untuk menulis ini.

Buku ini sudah diterjemahkan oleh penerbit Renebook dan terbit pada Februari 2020. Saya membelinya sekitar dua minggu lalu. Hingga saat ini saya baru membacanya sampai halaman 44 dari total 271. Saya tidak ingin buru-buru mengkhatamkannya. Saya ingin menikmatinya. Di samping itu saya memang sedang membaca dua buku lainnya juga.

Buku ini masih terkait dunia filsafat, meskipun bukan soal teori kefilsafatan. Anggap saja ini remah-remahnya di dunia filsafat. Tapi jangan salah, meskipun hanya remah-remah, konsep-konsep filsafat muncul dari sebuah aktivitas sebagaimana yang diceritakan dalam buku ini. Bahkan, bisa dikatakan aktivitas ini juga menjadi kunci produktivitas mereka dalam berkarya.

Dengan membaca buku ini saya harap Anda punya kebiasaan para filsuf yang disebutkan di dalam buku ini. Apa sih kebiasaan mereka? Jalan kaki. Ya, betul, jalan kaki. Sepele ya?

Mereka senang berjalan kaki, bahkan bisa berjam-jam. “Aku berjalan rata-rata satu jam di pagi hari, tiga jam di sore hari,” ujar Nietzsche.

Ide-ide mereka muncul pada saat jalan kaki. Saya berhusnuzan Anda pun punya kebiasaan jalan kaki. Mungkin pagi atau sore hari suka berjalan kaki. Selain menyehatkan, jalan kaki juga memunculkan ide-ide yang bisa ditulis. Buktinya para filsuf itu. Konsep-konsep filsafat mereka dapatkan pada saat berjalan kaki. Tokoh-tokoh filsafat yang disebutkan dalam buku ini yaitu Nietzsche, Rimbaud, Rousseau, Thoreau, Gerard de Nerval, dan Immanuel Kant. Satu lagi Mahatma Gandhi, meskipun dia tidak disebut sebagai filsuf.

Saya akan mengutipkan perkataan Nietzsche yang semoga Anda tergerak untuk segera berjalan kaki mulai sore ini atau esok pagi. Begini ucapannya:

“Kita menulis hanya dengan tangan; tetapi tulisan yang baik akan tercipta melalui kaki-kaki kita.”   

Penulis buku ini sendiri juga seorang filsuf yang barang tentu menyukai aktivitas jalan kaki. Dia mengatakan begini: Berpikirlah sembari berjalan, dan berjalanlah selagi berpikir, dan biarkan menulis menjadi jeda ringan, sementara tubuh yang berjalan beristirahat dalam perenungan ruang-ruang yang luas terbuka.

Saya sendiri meskipun bukan filsuf senang dengan jalan kaki, terutama di pagi hari. Selepas subuh biasanya saya jalan kaki sampai ke area persawahan. Kadang selepas mengantar anak-anak dan istri ke sekolah, saya menuju lapangan untuk mengitarinya dengan jalan kaki. Tidak lama-lama, hanya lima belas sampai tiga puluh menit. Badan saya terasa bugar.

Tapi beberapa kali pernah pula saya jalan kaki dengan durasi lama dan cukup jauh. Salah satunya ke desa Pakis. Desa ini tidak begitu jauh dari desa tempat saya tinggal. Pas sampai di desa ini cuaca sudah agak terang, sekitar pukul 05.30 WIB. Di desa Pakis ini terdapat pabrik gula yang berdiri sejak zaman Belanda. Tidak aneh jika di desa ini banyak bangunan peninggalan Belanda yang masih terawat. Ada yang dijadikan rumah dinas pegawai pabrik, bank, maupun sekolah taman kanak-kanak.

Saya terus menyusuri jalan raya Pati – Tayu km. 3 yang membelah desa Pakis ini. Tak jauh dari pabrik ada Pasar Pakis yang letaknya  di depan kantor Desa. Dan di samping kantor tersebut ada Perguruan Islam Raudlatut Tholibin. Setelah melewati Pasar terdapat dua gereja yang hampir berhadapan yang dibatasi oleh jalan raya. Untuk level desa yang jauh dari perkotaan terdapat gereja—bahkan lebih dari satu—itu sungguh luar biasa. Setahu saya di sekitar alun-alun Tayu sendiri ada dua gereja juga. Jadi tingkat kecamatan saja empat gereja. Menarik untuk ditelusuri lebih lanjut, bagaimana awal mula banyak gereja di kecamatan Tayu, khususnya di desa Pakis. Dugaan sementara saya sih faktor adanya pabrik gula yang berdiri sejak zaman Belanda.

Hal yang menarik lainnya lagi di desa Pakis ini adalah irigasinya sangat berfungsi. Saya lihat aliran airnya begitu dirawat. Airnya mengaliri persawahan yang ada di desa Pakis. Tak aneh jika di sisi-sisi jalan raya di desa ini begitu rimbun dengan pepohonan. Di ujung desa menuju Tayu terdapat RS Sebening Kasih. Rumah Sakit ini cukup diandalkan oleh masyarakat sekitar Kecamatan Tayu. Bahkan dari kecamatan lain sering berobat dan rawat inap ke sini.

Ya bonus jalan kaki rupanya memberi jeda bagi kita untuk menikmati dengan saksama hal-hal yang sering kita lewati.

Begitu dulu, kawan. Selamat berjalan kaki.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Joyo Kesumo Gelar Pelatihan Penyususnan Makalah, Tekankan Anti Plagiat

    PMII Joyo Kesumo Gelar Pelatihan Penyususnan Makalah, Tekankan Anti Plagiat

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Sejumlah mahasiswa baru Staip antusias mengikuti pelatihan penulisan makalah yang digelar oleh PMII Komisariat Joyo Kesumo di SMK NU Pati, Sabtu (2/10) PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo, Stai Pati menggelar pelatihan untuk mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (2/10) sore tersebut dihadiri sedikitnya lima puluh mahasiswa Baru Staip.  Mendatangkan Maulana […]

  • Lakpesdam PWNU Jateng dan UIN Sunan Kudus Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan IV, Soroti Peran Strategis NU di Era Demokrasi

    Lakpesdam PWNU Jateng dan UIN Sunan Kudus Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan IV, Soroti Peran Strategis NU di Era Demokrasi

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.349
    • 0Komentar

    RILIS PERS – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, berkerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, akan menyelenggarakan Muktamar Ilmu Pengetahuan IV pada 26–27 Juni 2026 di Kudus. Dengan mengusung tema “Nahdlatul Ulama sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan: Konsolidasi Gerakan, Kemandirian Organisasi, dan Transformasi Sosial”, kegiatan […]

  • JQHNU Pati Gelar Khatmil Quran Serentak di 33 Lokasi

    JQHNU Pati Gelar Khatmil Quran Serentak di 33 Lokasi

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Suasana Pembukaan majelis khatmil qur’an PC. Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kab. Pati yang acaranya dilaksanakan serentak di 33 lokasi yang berbeda, Ahad 22 Agustus 2021 (foto: istimewa) WINONG – Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Pati menggelar acara khatmil quran serentak di 33 lokasi yang berbeda, Ahad, 22 Agustus […]

  • PCNU-PATI

    Harlah ke-6, PIAUD STAINU Purworejo Gelar Webinar Digital Parenting

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Digital parenting adalah sebuah konsep yang melibatkan penggunaan teknologi dan media digital  dalam pengasuhan dan Pendidikan anak. Metode Itu dapat membantu anak dalam mengembangkan pengetahuan dalam perkembangan dunia digital.  Hal itu diungkap oleh Prof. Dr. Sigit Purnama, dalam sebuah webinar digital patenting yang digelar belum lama ini.   Menurut dia, dalam melakukan praktik digital parenting […]

  • Indeks Potensi Radikalisme Jawa Tengah Turun, BNPT: Kewaspadaan terhadap Radikalisme Digital Harus Terus Dijaga

    Indeks Potensi Radikalisme Jawa Tengah Turun, BNPT: Kewaspadaan terhadap Radikalisme Digital Harus Terus Dijaga

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Bogor – Provinsi Jawa Tengah kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya pencegahan radikalisme. Berdasarkan Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 yang dipublikasikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), nilai IPR Jawa Tengah turun menjadi 10,9, dari 11,4 pada tahun 2024. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan tingkat potensi radikalisme terendah di […]

  • Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma'arif Sapuran

    Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma’arif Sapuran

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.553
    • 0Komentar

    WONOSOBO – MTs Ma’arif Sapuran menggelar acara pelantikan Kepala Madrasah baru pada Sabtu (1/8/2026). Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi dilantik sebagai Kepala MTs Ma’arif Sapuran, menggantikan Arif Muchtar, S.E. yang telah menuntaskan masa khidmahnya selama dua periode atau delapan tahun. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Sapuran KH. Yahya, […]

expand_less