Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PWNU Jateng Desak Pemerintah Tinjau Kembali Kebijakan Full Day School

PWNU Jateng Desak Pemerintah Tinjau Kembali Kebijakan Full Day School

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
  • visibility 437
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id-SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mendesak kepada otoritas pendidikan agar meninjau kembali kebijakan full day school  yang dalam beberapa tahun lalu diterapkan di satuan-satuan pendidikan (satpen) tingkat dasar dan menengah (Dasmen).

Desakan itu mengemuka dalam rapat pleno pertama PWNU Jateng tahun 2025 yang berlangsung di aula Gedung NU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Sabtu (22/3/2025). Peserta  rapat pleno yang terdiri dari  unsur mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a’wan , ketua-ketua badan otonom dan lembaga tingkat wilayah  Jateng itu  menyampaikan berbagai alasan agar kebijakan  full day school itu dihentikan.

Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin yang memimpin rapat pleno bersama rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan  full day school atau sekolah sepanjang hari yang berlangsung selama lima hari dalam seminggu dengan durasi 8 jam tiap hari (pagi-sore) itu telah memunculkan sisi-sisi negatif bagi peserta didik khususnya.

“Terutama peserta didik di satuan pendidikan yang tidak mampu menyediakan fasilitas ibadah sholat, luas tempat ibadah sholat tidak luas, sementara peserta didiknya sangat banyak, sehingga ibadah sholat dzuhur harus antri hingga beberapa gelombang,” kata Gus Rozin usai sidang pleno pertama  PWNU Jateng.

Menurutnya, ini berpotensi menjadikan peserta didik jenuh menunggu giliran sholat dzuhur  berjamaah, karena antreannya lama, sehingga lama-lama mereka tidak menjalankan sholat dzuhur, karena durasi waktu masa tunggunya habis namun  belum sempat menjalankan sholat.

Kasus semacam ini, lanjutnya, terjadi di banyak tempat, terutama di sekolah-sekolah di luar pesantren sebagaimana diinformasikan peserta pleno, karena itu kebijakan full day school perlu ditinjau kembali.

Dia menambahkan, sebagai gantinya, dikembalikan pada kebijakan sebelumnya yakni enam hari sekolah dalam seminggu, waktu sekolah tidak sampai sore.

Dengan kembali ke sistim lama itu,  peserta  didik memiliki waktu yang cukup untuk sholat dzuhur.

Selain itu, ujarnya , madrasah-madrasah diniyah   yang diselenggarakan pada siang hingga sore kembali bisa semakin berkembang. Karena peserta didik bisa pulang lebih awal atau  tidak sampai sore, maka   memiliki kesempatan untuk mengikuti pembelajaran agama di madrasah diniyah  pada siang hingga sore harinya sebagaimana sebelumnya ketika full day school  belum diterapkan.

Selain mendesak agar full day school digantikan dengan sistem sebelumnya,  PWNU Jateng juga meminta kepada pemerintah agar dalam  melaksanakan  kebijakan efisiensi anggaran pada sektor pendidikan terutama pada besaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) pada satuan pendidikan dibawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasnen) dan  yang berada dibawah Kementerian Agama (Kemenag) tidak dibeda-bedakan.

Dikatakan , saat ini yang terjadi  ada selisih besaran BOP antara satuan pendidikan dibawah Kemendikdasmen dengan  Kemenag, selisih besarannya antara Rp 400 ribu sampai Rp 450 ribu per peserta didik.

Pembedaan ini harus diakhiri alias disamakan, tidak boleh ada diskriminasi, karena semuanya sama-sama anak bangsa, orang tua peserta didik pada satuan pendidikan dibawah Kemenag  atau madrasah-madrasah juga pembayar pajak sebagaimana warga yang lain.

“Kami sangat berharap dalam menindaklanjuti  kebijakan  efisiensi tidak ada perbedaan besaran  BOP antara peserta didik dibawah Kemendikdasmen dengan Kemenag,” ujarnya

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif Jawa Tengah Inisiasi Training Program for Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Teachers

    LP Ma’arif Jawa Tengah Inisiasi Training Program for Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Teachers

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.457
    • 0Komentar

      Wuhan – Upaya peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia terus diperkuat melalui kerja sama internasional. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bersama Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah menginisiasi kegiatan Training Program for Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Teachers yang diselenggarakan di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, Tiongkok. Program pelatihan ini […]

  • PWNU Sambangi NU Pati untuk Bahas SISNU

    PWNU Sambangi NU Pati untuk Bahas SISNU

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Bimtek Sisnu di aula PCNU Pati bersama tim Sensus warga NU dari PW-NU Jateng PATI-PC NU Kab. Pati bersama PW NU JATENG, melaksanakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) mengenai sensus warga NU berbasis SISNU di Aula PCNU Pati, Sabtu (22/8).  Sedikitnya 21 orang delegasi MWC NU se-kabupaten Pati beserta perwakilan oprator dari ranting NU di masing-masing MWC […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    SEKITAR KEGELISAHAN ROHANI      Sekitar tahun 50-an atau 60-an (waktu yang tepat belum bena-benar diketahu) konon beliau mengalami kegelisahan yanh hebat,hingga konon beliau pernah tidak keluar rumah sampai hampir 3 bulan . Sejak itu beliau sering  ketempat KH.Abdul Hamid ,Pasuruan.Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH.Abdul Hamid inilah,beliau merasa menemui sesuatu yangmampu meredam kegelisahannya. Akibatnya beliau sering ke […]

  • Bib Bidin Meriahkan Pelantikan MWC NU Gunungwungkal

    Bib Bidin Meriahkan Pelantikan MWC NU Gunungwungkal

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Ucapan selamat terlontar dari berbagai pihak atas terpilihnya KH. M. Faishol dan KH. Ahmad Mustain sebagai Ketua Tanfidziyah dan Ro’is Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gunungwungkal. Turut memberikan selamat adalah Habib Ali Zainal Abidin (Jepara) dan K. Yusuf Hasyim, ketua PC NU Pati yang hadir dalam acara pelantikan pada Senin (15/7) malam. Acara […]

  • Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.724
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Siapa sangka rumah kuno di Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang disulap jadi kedai kopi kini menjadi tempat favorit para pemuda untuk bersantai. Kedai itu bernama Seruput Kopi. Di sana menyajikan aneka makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau. Terletak dekat dengan Desa Kajen yang merupakan kota santrinya Bumi Mina […]

  • PCNU-PATI Photo by Muhammad Qayyum Abdul Rahman

    Rakyat

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari ini saya membaca berbagai postingan terkait matinya televisi analog. Hiburan sederhana untuk rakyat pun telah tiada, bergantikan dengan hiburan yang berbayar. Televisi analog telah tiada, tepatnya di tiadakan. Rakyat di paksa untuk berubah ke televisi digital, yang mana alat dan prasarananya belum mencukupi di pasaran. Kalau teman saya mengatakan. […]

expand_less