Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Sekolah; Membosankan

Sekolah; Membosankan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
  • visibility 499
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saban malam tiap habis maghrib, rumah saya selalu didatangi anak-anak kecil yang ingin belajar bersama. Awalnya cuma satu anak. Tetapi semakin kesini, ia telah beranak pinak menjadi empat orang anak. Mereka semua saat ini tengah menginjak bangku kelas lima. Beragam mata pelajaran mereka tanyakan kepada saya. Rasanya hampir semua. Namun saya memberi batasan pada pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan). Sebab memang saya tak menguasai.

Kurikulum pada masa saya sekolah dulu telah berbeda dengan yang sekarang. Termasuk mata pelajaran PJOK. Dulu waktu zaman saya masih sekolah, tak ada mata pelajaran ini. Namun dulu lebih langsung pada praktiknya. Seperti bagaimana teknik bermain volly yang baik, bagaimana bermain bola kasti, dan lainnya.

Dengan kehadiran anak-anak yang hampir setiap malam ini, saya tak mengklaim bahwa telah membuka tempat les privat belajar. Hanya saja saya memang ingin belajar bersama anak-anak. Oleh sebab itu, saat pertama kali mereka datang kerumah dengan niat mau minta arahan, saya dengan senang hati menerimanya. Saya pun pada awal mengatakan jika saya hanya menemani mereka belajar. Dan yang mengerjakan soal-soal ataupun PR adalah mereka sendiri. 

Saya selalu meyakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu mengerjakan soal-soal yang tertera. Karena memang sebelumnya ada bacaan yang menjelaskan tentang bab tersebut. Namun saya melihat kemalasan diantara mereka semua. Minat baca mereka rendah sekali. Mereka selalu berusaha mencuri kesempatan agar yang mengerjakan soal-soal dan tugas adalah saya. Namun karena saya lebih lihai dari mereka, hal itu tak pernah terjadi. Kalah pengalaman mereka. Haha

Ada satu anak, laki-laki sendiri diantara ketiga teman perempuannya. Ia dengan gamblangnya mengatakan jika malas mengerjakan tugas dan soal latihan. Ia lebih memilih mendapat nilai sedikit daripada harus berfikir untuk dapat mengerjakan soal. Bahkan ia secara sadar mengatakan akan tak melanjutkan sekolah lagi. Sangat miris sekali. Kok bisa ya sekolah itu malah membuat malas. Padahal zaman saya dulu terlihat sangat menyenangkan. 

Saya beberapa kali sempat ingin mengeluh. Mengapa mereka tak bersemangat. Apa yang salah disini? Namun niat itu segera saya urungkan sebab saya meyakini bahwa setiap anak diciptakan memiliki bakat yang berbeda. Kita tak bisa mengeneralisir semua anak harus pandai pada semua mata pelajaran disekolah. 

Kiranya ini menjadi refleksi untuk kita semua khususnya untuk saya pribadi. Tentang bagaimana sebaiknya memberikan pengarahan dan ajaran yang baik untuk anak-anak sesuai usianya, yang menyenangkan dan tak membuat mereka bosan. Harus pandai berinovasi dan kreatif. Rasanya itu adalah kunci yang mujarab untuk sistem pendidikan kita saat ini. Karena tak ada anak yang bodoh. Hanya saja ia belum menemukan guru dan sistem pengajaran yang baik. Itu saja. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

      Acara Megengan Bareng yang digelar oleh MWC NU Kayen, tepat pada malam nosfu Sya’ban KAYEN-Tradisi megengan telah melekat di sejumlah kalangan masyarakat di jawa. Upacara penyambutan bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan dengan ragam cara.  “Intinya, megengan itu ekspresi kegembiraan akan datangnya Bulan Ramadhan,” tutur K. Saeku, Sekretaris PCNU Pati.  Salah satunya, kegiatan megengan dilaksanakan […]

  • Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.769
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, kemarin dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat layak Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional karena pemikiran dan perjuangannya yang luar biasa. Dalam konteks pemikiran, banyak sekali gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur. Antara lain: Pertama, pribumisasi Islam. Islam adalah doktrin […]

  • Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kabar duka kembali menyelimuti NU. Setelah kepergian KH. Maimun Zubair (mustasyar PBNU), datang lagi berita meninggalnya salah satu Ketua PBNU. H. Sulton Fatoni berpulang ke hadirat Allah pada Kamis (8/8) pukul 00.03 WIB dini hari tadi. H. Sulton Fatoni (foto : NU Online) Kepulangannya diiringi tangis pilu keluarga dan kesedihan mendalam bagi NU. Pasalnya belum […]

  • Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Oleh: Umar Hanafi Pati – Belakangan ini publik Indonesia gemas dengan vonis terdakwa korupsi tambang timah Bangka Belitung, Harvey Moeis. Edan saja, dengan kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, suami aktris cantik Sandra Dewi itu hanya divonis 6,5 tahun penjara. Vonis Harvey Moeis menyayat rasa keadilan masyarakat.  Publik pun membanding-bandingkan dengan vonis kasus pidana lainnya. […]

  • PCNU-PATI

    MHI Gembong Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- GABUS – Keluarga MI Hidayatul Islam (MHI)  Gembong-Pati melakukan aksi sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kosekan, Gabus pada Rabu (4/1) sore. Desa tersebut menjadi salah satu langganan banjir setiap musim penghujan. Kepala MHI Gembong, Sholikhin menegaskan bahwa Desa Kosekan menjadi tujuan penyaluran bantuan karena di daerah tersebut jarang tersorot kamera.  “Dulu pernah kami […]

  • Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    PATI-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo (Jokes) Pati kembali membuka pendaftaran Pelatihan Kader Dasar (PKD). Hal ini disampaikan oleh ketua panitia PKD, Agus Ulinnuha. Flyer Pendaftaran PKD PMII Komisariat Joyo Kesumo “Pendaftaran kita buka mulai tanggal 1 sampai 25 Agustus 2019. Kami sudah menyebarkan flyer dan ada contact person-nya juga” tegas Agus, Kamis […]

expand_less