Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Sekolah; Membosankan

Sekolah; Membosankan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
  • visibility 456
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saban malam tiap habis maghrib, rumah saya selalu didatangi anak-anak kecil yang ingin belajar bersama. Awalnya cuma satu anak. Tetapi semakin kesini, ia telah beranak pinak menjadi empat orang anak. Mereka semua saat ini tengah menginjak bangku kelas lima. Beragam mata pelajaran mereka tanyakan kepada saya. Rasanya hampir semua. Namun saya memberi batasan pada pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan). Sebab memang saya tak menguasai.

Kurikulum pada masa saya sekolah dulu telah berbeda dengan yang sekarang. Termasuk mata pelajaran PJOK. Dulu waktu zaman saya masih sekolah, tak ada mata pelajaran ini. Namun dulu lebih langsung pada praktiknya. Seperti bagaimana teknik bermain volly yang baik, bagaimana bermain bola kasti, dan lainnya.

Dengan kehadiran anak-anak yang hampir setiap malam ini, saya tak mengklaim bahwa telah membuka tempat les privat belajar. Hanya saja saya memang ingin belajar bersama anak-anak. Oleh sebab itu, saat pertama kali mereka datang kerumah dengan niat mau minta arahan, saya dengan senang hati menerimanya. Saya pun pada awal mengatakan jika saya hanya menemani mereka belajar. Dan yang mengerjakan soal-soal ataupun PR adalah mereka sendiri. 

Saya selalu meyakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu mengerjakan soal-soal yang tertera. Karena memang sebelumnya ada bacaan yang menjelaskan tentang bab tersebut. Namun saya melihat kemalasan diantara mereka semua. Minat baca mereka rendah sekali. Mereka selalu berusaha mencuri kesempatan agar yang mengerjakan soal-soal dan tugas adalah saya. Namun karena saya lebih lihai dari mereka, hal itu tak pernah terjadi. Kalah pengalaman mereka. Haha

Ada satu anak, laki-laki sendiri diantara ketiga teman perempuannya. Ia dengan gamblangnya mengatakan jika malas mengerjakan tugas dan soal latihan. Ia lebih memilih mendapat nilai sedikit daripada harus berfikir untuk dapat mengerjakan soal. Bahkan ia secara sadar mengatakan akan tak melanjutkan sekolah lagi. Sangat miris sekali. Kok bisa ya sekolah itu malah membuat malas. Padahal zaman saya dulu terlihat sangat menyenangkan. 

Saya beberapa kali sempat ingin mengeluh. Mengapa mereka tak bersemangat. Apa yang salah disini? Namun niat itu segera saya urungkan sebab saya meyakini bahwa setiap anak diciptakan memiliki bakat yang berbeda. Kita tak bisa mengeneralisir semua anak harus pandai pada semua mata pelajaran disekolah. 

Kiranya ini menjadi refleksi untuk kita semua khususnya untuk saya pribadi. Tentang bagaimana sebaiknya memberikan pengarahan dan ajaran yang baik untuk anak-anak sesuai usianya, yang menyenangkan dan tak membuat mereka bosan. Harus pandai berinovasi dan kreatif. Rasanya itu adalah kunci yang mujarab untuk sistem pendidikan kita saat ini. Karena tak ada anak yang bodoh. Hanya saja ia belum menemukan guru dan sistem pengajaran yang baik. Itu saja. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

      DKAC CBP KPP Kec. Trangkil sukses gelar kegiatan Pendidikan Kaderisasi tingkat pertama DIKLATAMA selama 2 hari 28-29 Januari 2021. Kegiatan yang berlokasi di TPQ Uswatun Hasanah Asempapan Trangkil Pati, di ikuti 28 peserta yang berlangsung dengan khidmat. Mengangkat tema “Refitalisasi Roh Loyalitas dan Militansi, Menyongsong Kader CBP  KPP bela NKRI” Bertujuan untuk mengkokohkan militansi […]

  • Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan. Photo by Ny Menghor on Unsplaash.

    Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* “Halah, cuma banjir ndak sampai se lutut,” celetuk seorang kawan di antara riuh hujan. Seketika telinga penulis memanas. Belum usai gemuruh dalam dada akibat ungkapan nyelekit itu, ternyata masih berlanjut. “Media terlalu membesar-besarkan.” Nah, kalau yang ini sudah ndak bisa di biarkan. Uraian ‘khotbah’ unfaedah itu harus segera di sliding […]

  • A couple of men sitting on top of a bench

    Pesantren, Pendidikan Karakter, dan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.051
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Kekerasan seksual yang terjadi di pesantren adalah anomali dari fungsi pesantren sebagai lembaga moral dan intelektual sekaligus. Pesantren yang selama ini dipandang sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan pendidikan karakter berubah menjadi tempat yang sangat menakutkan dan tidak manusiawi. Ini adalah realitas ironis yang semestinya tidak terjadi di pesantren. Pesantren adalah lembaga […]

  • Ma’arif Jateng Gelar LKTI Berhadiah Total 33 Juta

    Ma’arif Jateng Gelar LKTI Berhadiah Total 33 Juta

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    SEMARANG-Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional kembali digelar. Kali ini Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang menghelat kegiatan tersebut untuk meningkatkan budaya riset dan literasi di kalangan NU. Hal ini dipaparkan oleh ketua panitia, Hamidullah Ibda. Adapun lomba ini dibagi dalam empat kategori. Kategori pertama yaitu tingkat peserta didik MA/SMA/SMK di bawah naungan LP Ma’rif. […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Misuh-misuh

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tahun 2019, saya menulis artikel ilmiah berjudul “Penggunaan Umpatan Thelo, Jidor, Sikem, Sikak sebagai Wujud Marah dan Ekspresi Budaya Warga Temanggung” yang terbit di Ranah Jurnal Kajian Bahasa 8 (2) 2019. Dalam artikel itu, ada temuan yang saya ungkap bahwa orang misuh (mengumpat) itu boleh, karena bentuk ekspresi budaya. Namun jika sudah […]

  • PCNU-PATI

    Fiqih Penanggulangan Sampah Plastik

    • calendar_month Sel, 13 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Buku ini adalah sebuah upaya untuk memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan bahaya sampah plastik dan upaya kelestarian lingkungan melalui sentuhan Islam, khususnya fiqih. Lingkungan merupakan karunia Allah Swt. dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia. Lingkungan secara langsung menjadi hajat kebutuhan umat manusia dalam menjalani kehidupan dan mempertahankan eksistensinya. Karena itu, kehidupan umat […]

expand_less