Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
  • visibility 450
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Tahun ke-6 Hijriyah, terjadi kesepakatan antara Nabi Muhammad SAW. (Kaum Muslimin) dengan Kaum Kafir Quraisy di daerah Hudaibiyah, tepian Makkah. Dalam ar Rahiq wal Makhtum milik Syaikh Shafiyyur Rahman al Muarakfuri, berkisah tentang ‘puasanya’ Nabi dalam perjanjian tersebut.

Mulanya, Nabi memandatkan Ali bin Abi Thalib untuk menulis kesepakatan. Ali membuka perjanjian dengan kalimat, “bismillahirrahmaanirrahim,”

Sontak, Suhail bin Amr yang mewakili antagonis Makkah menolak mentah-mentah garapan Ali ini. Ia menepis basmallah dan meminta Ali mengantinya dengan bismika Allahumma. Sepupu nabi pun wadul ke empunya.

“Kados pundi ini Kanjeng Nabi? Suhail minta basmallahnya dihapus, je,”

“Yo wis, hapus saja, ganti bismika Allahumma. Gitu aja kok repot,” begitu kira-kira kata nabi. Ali pun mengangguk mengiyakan. Lalu nabi Muhammad mendikte Ali dengan mukaddimah, “ini adalah perjanjian yang dibuat oleh Muhammad Rasulullah.”

Saat Kembali, lagi-lagi Suhail merevisi. Ia menolak redaksi ‘Rasulullah’. Ali dengan kecewa, meminta pertimbangan Nabi Muhammad. Namun di luar dugaan, Nabi Muhammad ngglidik saja apa kata Suhail.

“Ganti saja Muhammad bin Abdullah,” kata nabi.

Nah, pada momen ini, situasi agak memanas. Kaum muslimin ‘hampir’ tidak sepakat dengan keputusan nabi. Mereka berasumsi bahwa martabat islam sedang diinjak-injak serendah-rendahnya, ambles bersama cacing-cacing. Umar bin Khotthob muntab, Abu Bakar menenangkannya. Bahkan, Ali bin Abi Thalib yang selama ini selalu manut Nabi, menolak menghapusnya. Nabi Muhammad pun menghapus redaksi ‘Rasulullah’ dengan tangannya sendiri.


Peristiwa ini memvisualisasikan bagaimana cara nabi “berpuasa”. Alih-alih nuruti ego untuk menolak semua tuntuan Suhail, Nabi Muhammd justru tidak melakukannya. Beliau puasa dari segala emosi, syahwat gelar dan kehormatan sesaat.

Hasilnya, Islam ‘menang’! Ya, manang! Selama bertahun-tahun Rasulullah dan para pengikutnya digencet habis-habisan oleh kebiadaban Kafir Quraisy. Tidak ada yang peduli dengan harga diri apalagi kemanusiaan. Hal-hal terburuk yang bisa dilakukan terhadap islam, mereka lakukan.

Akantetapi, barokah “puasanya” nabi dari segala bentuk kerakusan duniawi, legitimasi kerasulan dan egoisme agama, Kaum Kafir Quraisy akhirnya mengakui keberadaan Islam, berdiri sama tinggi dalam Perjanjian Hudaubiyah. Bahkan mereka juga memperhitungkan (aslinya takut) dengan kekuatan Islam sehingga memilih jalan islah daripada bacok-bacokan.


Nabi ‘berpuasa da’im’ selama hidupnya. Setiap harinya, derap langkahnya, bahkan setiap hela nafasnya adalah puasa. Bedanya, puasa kita hanya menghentikan makan-minum, sebat dan ah uh sama istri, tidak lebih. Sementara nabi puasa dari amarah dan doa-doa buruk untuk para rivalnya. Puasa dari angkara murka terhadap perbuatan keji yang dilakukan orang-orang kafir dan puasa dari memaksakan diri untuk dihormati orang lain.

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar NU untuk Bangsa

    Pelajar NU untuk Bangsa

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU mengadakan Pendidikan dan Latihan sebagai salah satu faktor penting dalam kehidupan dan jalannya roda regenerasi dalam sebuah Organisasi. Yang mana dalam DIKLAT tersebut terjadinya proses regenerasi dan transfer ilmu pengetahuan serta doktrin awal tentang organisasi. Tidak terkecuali Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) yang merupakan […]

  • Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Membangun organisasi itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh seorang ketua, bahkan pengurus yang dianggap paling inti, pasti banyak keterbatasan dan juga banyak tantangan. Oleh karena itu siapapun yang ada di dalam organisasi harus dijadikan unsur penting jika sebuah organisasi ingin maju, berkembang dan tumbuh kuat. Seperti halnya posisi staff yang duduk di meja […]

  • Malam Ini Gus Miftah Ngaji di Dukuhseti

    Malam Ini Gus Miftah Ngaji di Dukuhseti

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    DUKUHSETI-Malam ini, Rabu (7/8) KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah diagendakan hadir di Dukuhseti, Pati. Kiai asal Yogyakarta ini akan ‘open mic’ di Masjid Masholihul Ummah, Dukuh Cempoko, Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti ba’da isya. Persiapan pengajian Gus Miftah di Desa Ngagel, Dukuhseti Agenda tersebut diadakan oleh Ranting NU Desa Ngagel bersama dengan Banom-Banom NU […]

  • Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

    Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

    Islam itu memudahkan, bukannya malah mempersulit dan merepotkan. Karena pada prinsipnya Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, sehingga tidak akan terasa sulit apalagi merepotkan manusia itu sendiri. Namun seiring perkembangan zaman, tidak sedikit pihak yang justru mempraktekkan hal sebaliknya. Terkait dengan hal ini, KH. Bahauddin Nursalim, salah satu kyai muda ahli tafsir Indonesia, […]

  • aerial view of city buildings during daytime

    Insting Parental Pemerintah

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Setiap yang sudah menikah dan memiliki anak, akan mengalami perubahan perilaku. Lebih protektif dan bertanggung jawab adalah salah satunya. Gejala ini bernama efek parental. Efek parental akan menimbulkan insting parental seperti yang sudah penulis sebutkan. Seseorang dengan kecenderungan masa bodoh soal hajat orang lain, perlahan maupun secara drastis akan berubah setelah […]

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

expand_less