Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ngumbah Godhong Gedang

Ngumbah Godhong Gedang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 511
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits. 

Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum Nisfu Sya’ban, hampir dipastikan hujan datang. Mereka bilang bahwa Tuhan memberikan rahmat hujan untuk ‘ngumbah godhong gedang’ (mencuci daun pisang). Sayangnya, soal fenomena ini belum ada riset dari BMKG. 

Daun pisang memang dulunya lazim digunakan sebagai pembungkus nasi berkat dalam perayaan apa saja termasuk Nisfu Sya’ban. Maka Allah sengaja menyucikannya lewat hujan sebagai semacam penghormatan untuk Nisfu Sya’ban. 

Pedoman semacam ini, jika diinterpretasikan mentah-mentah, ujungnya adalah vonis tahayul, bid’ah, khurafat dan kafir. Namun bagi sebagian kalangan yang berfikir, fenomena ngumbah godhong gedang murni sanepa (simbol).  

Begini, Nabi Besar Muhammad sudah pernah ngendikan bahwa setiap Nisfu Sya’ban, Allah mengampuni dosa hamba-Nya kecuali dua golongan, syirik dan syahna’. 

Syirik adalah mereka yang terlibat dalam penyekutuan Tuhan. Sementara syahna’ ialah mereka yang menginvestasikan kebencian dan menabung permusuhan dalam hatinya. 

Kembali ke tema! ‘Ngumbah godhong gedang’ adalah gerakan penyucian. Godhong atau daun merupakan manifestasi qalbu yang esensinya adalah keimanan. Agar isinya bisa suci, maka substansinya perlu ‘dilaundry’, dibersihkan sampai bebas syirik dan syahna’.

Ulama jawa, khususnya pantura timur secara sadar dan sengaja menggunakan simbol godhong untuk mempresentasikan hati agar masyarakat awam tidak njumbul, terkaget-kaget dengan dakwah Islam. 

Beliau-beliau tidak memperkenalkan istilah syirik untuk menyebut persekutuan, atau syahna’ untuk menyebut kebencian. Bahkan istilah qolb, fuad, nafs ditinggal jauh-jauh dan diganti dengan diksi yang lebih membumi. 

Bahkan lagi, tazkiyatun nafs (pembersihan hati) diganti redaksinya dengan  ngumbah godong gedang. Benar saja, masyarakat tidak lari dari Islam namun justru mendekat, merapat kemudian melekat. 

Mengislamkan tanpa vonis kafir, memghantarkan keimanan dengan lembut, santai dan kejernihan fikir. Takbir!. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan Produktif Berliterasi

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.176
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Pada Kolom Ramadan 2024, saya telah menulis di Pcnupati.or.id sebuah tulisan sederhana berjudul Ramadan: Bulan Literasi dan Numerasi” pada 30 Maret 2024. Pada 5 Maret 2025, saya menulis Puasa dan Produktivitas Kerja. Pada 19 Maret 2025, saya menulis kolom berjudul Ramadan itu Bulan Produktif!. Selama Ramadan 2025 kemarin, saya menginisiasi GLM Ramadan […]

  • PCNU-PATI

    Tetes Darah Perjuangan dalam Buku Laskar Ulama-Santri

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Salah satu aspek penting dari Nahdlatul Ulama yang wajib diketahui adalah sejarah perjuangan ulama-santrinya. Bukan sejarah arus utama yang kerap dibenturkan kepentingan kelompok tertentu; bukan pula yang ditulis para generasi nasionalis, yang menonjolkan figur utama sejarah sehingga detail sejarah dan tokoh-tokoh lain yang perannya sangat besar nihil disebutkan. Tulisan ini mencoba menerangkan sisi lain sejarah […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    PATI – Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali mengukir prestasi. Ialah Ulil Albab, yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2022. IABO yang diselenggarakan oleh Indonesian Scienctific Society (ISS) dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan […]

  • PCNU-PATI

    Memasuki Tahun Politik, Rais Syuriyah PCNU Pati Ingatkan Pentingnya Berpolitik Ala Santri

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati adakan dialog kebangsaan bertajuk “Etika Santri Berpolitik Ala Imam Ghazali”. Kegiatan yang berlangsung di aula PCNU Pati, pada Sabtu (21/10/2023) pagi itu digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rais Syuriah PCNU Pati, Ketua Tanfidziyah beserta para […]

  • Rayakan Sumpah Pemuda, Band AMARO dan SMK Manba’ul Huda Gelar Festival “Youth Movement”

    Rayakan Sumpah Pemuda, Band AMARO dan SMK Manba’ul Huda Gelar Festival “Youth Movement”

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Pati – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, band pendatang baru AMARO bekerja sama dengan SMK Manba’ul Huda Kembang akan menggelar pagelaran bertajuk Youth Movement. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, bertempat di Lapangan Olahraga YPM Kembang, Dukuhseti, Pati. Festival ini mengusung tema “Bergerak Merawat Ingat”, dengan tujuan menggerakkan semangat […]

  • c

    Halal Bihalal PAC IPNU IPPNU Jakenan Dihadiri Pimpinan Pusat

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    JAKENAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Jakenan sukses menyelenggarakan Halal Bihalal di Mushola Al-Hidayah, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, pada Ahad (15/5/2022). Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIB. Halal Bihalal ini dihadiri seluruh anggota IPNU IPPNU se-Kecamatan Jakenan. Selain itu juga hadir dari Pimpinan Cabang IPPNU […]

expand_less