Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ngumbah Godhong Gedang

Ngumbah Godhong Gedang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 592
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits. 

Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum Nisfu Sya’ban, hampir dipastikan hujan datang. Mereka bilang bahwa Tuhan memberikan rahmat hujan untuk ‘ngumbah godhong gedang’ (mencuci daun pisang). Sayangnya, soal fenomena ini belum ada riset dari BMKG. 

Daun pisang memang dulunya lazim digunakan sebagai pembungkus nasi berkat dalam perayaan apa saja termasuk Nisfu Sya’ban. Maka Allah sengaja menyucikannya lewat hujan sebagai semacam penghormatan untuk Nisfu Sya’ban. 

Pedoman semacam ini, jika diinterpretasikan mentah-mentah, ujungnya adalah vonis tahayul, bid’ah, khurafat dan kafir. Namun bagi sebagian kalangan yang berfikir, fenomena ngumbah godhong gedang murni sanepa (simbol).  

Begini, Nabi Besar Muhammad sudah pernah ngendikan bahwa setiap Nisfu Sya’ban, Allah mengampuni dosa hamba-Nya kecuali dua golongan, syirik dan syahna’. 

Syirik adalah mereka yang terlibat dalam penyekutuan Tuhan. Sementara syahna’ ialah mereka yang menginvestasikan kebencian dan menabung permusuhan dalam hatinya. 

Kembali ke tema! ‘Ngumbah godhong gedang’ adalah gerakan penyucian. Godhong atau daun merupakan manifestasi qalbu yang esensinya adalah keimanan. Agar isinya bisa suci, maka substansinya perlu ‘dilaundry’, dibersihkan sampai bebas syirik dan syahna’.

Ulama jawa, khususnya pantura timur secara sadar dan sengaja menggunakan simbol godhong untuk mempresentasikan hati agar masyarakat awam tidak njumbul, terkaget-kaget dengan dakwah Islam. 

Beliau-beliau tidak memperkenalkan istilah syirik untuk menyebut persekutuan, atau syahna’ untuk menyebut kebencian. Bahkan istilah qolb, fuad, nafs ditinggal jauh-jauh dan diganti dengan diksi yang lebih membumi. 

Bahkan lagi, tazkiyatun nafs (pembersihan hati) diganti redaksinya dengan  ngumbah godong gedang. Benar saja, masyarakat tidak lari dari Islam namun justru mendekat, merapat kemudian melekat. 

Mengislamkan tanpa vonis kafir, memghantarkan keimanan dengan lembut, santai dan kejernihan fikir. Takbir!. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yudisium, Rektor Ajak Alumni S1 Lanjut Kuliah S2 di INISNU

    Yudisium, Rektor Ajak Alumni S1 Lanjut Kuliah S2 di INISNU

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.619
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.di Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar kegiatan Yudisium Mahasiswa Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (21/10/2025) bertempat di Aula KBIHU Babussalam Temanggung. Acara ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh proses akademiknya sebelum diwisuda secara resmi yang akan dilaksanakan Selasa 28 Oktober 2025 mendatang. […]

  • Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Ahmad Saiku, koordinator admin PCNU Pati sedang memberi arahan kepada para admin Ranting NU se-Kawedanan Pati kota Tambahkan tek GEMBONG-Hari ini, Rabu (19/8) untuk pertama kalinya PCNU Pati menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sensus Warga NU. Kegiatan tersebut diikuti oleh admin Pengurus Ranting NU yang ada di wilayah eks-kawedanan Pati Kota.  Sedikitnya, ada 60 peserta dari empat […]

  • Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    TAYU-Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 1 Tayu menyelenggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Agenda tersebut trlah menjadi program tahunan yang selalu diadakan oleh Rohis SMAN 1 Tayu. Pengurus IPNU-IPPNU Cabang Pati foto bersama Pengurus Rohis SMAN 1 Tayu usai kegiatan Latihan Dadar Kepemimpinan (LDK), Sabtu, (24/8) Dalam LDK tahun ini, Rohis menggandeng Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupatan […]

  • PCNU-PATI

    PAC GP Ansor Tlogowungu Gelar PKD dan Diklatsar 

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. TLOGOWUNGU – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Tlogowungu gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar). Kegiatan yang digelar selama tiga hari,  pada 24-26 Februari 2023 itu bertempat di Masjid Baitur Rohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu.  Turut hadir pada kegiatan itu, di antaranya Camat Tlogowungu Tony Romas […]

  • Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Pati memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi musim penghujan ini. Edi Fitrianto, salah satu staf di LPBINU Pati menyatakan bahwa di musim hujan, potensi bencana semakin besar. Oleh sebab itu, perlu diadakan tindakan preventif serta respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Flyer Sosialisasi Biopori yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Bayu Syaits

    Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Di era digital yang begitu pesat perkembanganya, menuntut manusia tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga berkarakter. Sebab karakter merupakan sebagai bentuk kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak untuk membedakan dengan individu lain. Adapun terbentuknya suatu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan proses yang relative lama dan terus-menerus. […]

expand_less