Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Love Is Stupid

Love Is Stupid

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
  • visibility 515
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

Part : 5
Shanaya geleng-geleng mendengar cerita Nikhil. Ia kini tahu lelaki asal Banjarnegara ini adalah putra dari sahabat kental Ayahnya. Persahabatan yang membawa petaka bagi Shanaya—yang bahkan bisa bertindak konyol mengadakan pernikahan dalam sehari.

Sungguh di luar nalar. Dan yang paling tidak rasional menurut Shanaya adalah lelaki di hadapannya.

Shanaya juga takut membayangkan kehebohan para tetangganya. Bagaimana kalau mereka mengira putri Pak Kades menikah dadakan karena hamil duluan? Karena pada umumnya seperti itulah sabab musabab dihelatnya pernikahan super kilat dengan persiapan ala kadarnya.

Berita pernikahan itu juga kemungkinan besar sudah sampai ke telinga keluarga Juan. Sepanjang-panjang tali, tidak sepanjang mulut orang. Berita yang dari luar negeri saja bisa cepat melesat ke negara lain, apalagi rumahnya dan rumah Juan hanya beda kecamatan.

“You are stupid. Ough, aku nggak percaya pernah jadiin dia visual,” gumam Shanaya.

“Kenapa?”

“Kamu nanyea? Kamu bertanyea-tanyea? Sini aku kasih tahu yea. Kalau kamu masih cinta itu cewek, kenapa nggak berusaha dulu buat memperjuangkannya, hem? Kenapa dengan mudahnya putus asa lalu membuat keputusan bodoh ini? nambah masalah jadi rumit aja,” omel Shanaya.

Nggak dia, nggak Juan sama aja. Kenapa aku selalu dipertemukan lelaki cemen dan konyol? racau Shanaya dalam hati. Jika tidak ingat sedang jam berapa dan ada dimana, ingin rasanya ia berteriak kencang agar beban yang menindih hatinya sedikit berkurang.

“Kamu pikir aku nggak berusaha memperjuangkan dia? ini nggak semudah yang kamu bayangkan, Naya. Mereka adalah orang-orang ningrat yang menjunjung tinggi adat istiadat pernikahan sekufu.”

Shanaya mendecih. Entah kenapa ia merasa Nikhil jadi sok kenal dan sok dekat dengannya. Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu, tapi Nikhil seolah sudah mengenalnya lama. Apa tadi? lelaki itu memanggilanya Naya?

“Belagu amat. Banyak noh artis-artis keturunan bangsawan yang nikahnya sama orang biasa. Cewek kamu aja tuh yang lebay. Cemen,” seloroh Shanaya sebal.

“Jangan ngatain dia, Naya. Kamu nggak kenal dia, ” sahut Nikhil tak terima.

Secara reflek, dua pasang mata itu saling membidik tajam. Shanaya mengalihkan pandangan setelah merasa tak nyaman disorot oleh Nikhil dengan ekspresi sebal.

“Iya deh. Terus gimana nih? Aku juga udah punya pacar. Gimana kalau dia tahu aku nikah diam-diam? Kami bahkan udah menjalin hubungan tujuh tahun dan berencana menikah.”

“Tujuh tahun?” Nikhil terhenyak dengan mata membesar. Tenyata ia tak ada apa-apanya dengan Shanaya.

“Iya! Sejak kami SMA.”

Shanaya menajamkan ucapannya. Kedua mata itu berkaca-kaca. Hatinya perih mengingat sikap sang Ayah yang selalu antipati dengan Juan, kekasihnya. Ia juga sedih dengan Juan yang tak berani maju memperjuangkan cintanya. Lalu sekarang, masa depan bersama Juan semakin terasa suram. Sesuram garasi RB saat malam menjelang. Tapi kemudian perkataan Nikhil bagai cahaya yang mampu mengubah kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

“Kita buat kesepakatan bagaimana?” tanyanya setelah berdeham dua kali.

“Maksudmu?” Ekspresi Shanaya masih diliputi putus asa.

Nikhil menarik napas dan membenahi letak duduknya. “Begini, pernikahan ini bagai nasi yang sudah jadi bubur. Tapi tak menutup kemungkinan bubur pun bisa dirubah menjadi nasi lagi.”

“Kok bisa?”

“Bisa,” jawab Nikhil dengan ekspresi haqqul yakin.

“Bubur bisa dirubah menjadi nasi dengan cara meletakkan selembar roti tawar di atas permukaannya. Setelah didiamkan beberapa saat, si roti ini akan menyerap kandungan air berlebih pada butiran nasi, membuat teksturnya jadi lebih padat dan kering. Dari lembek seperti bubur, jadi pulen kembali selayaknya nasi normal,” lanjutnya bagai seorang chef yang sedang mendemonstrasikan eksperimennya. Sedang Shanaya seperti penonton yang exciting dengan temuan baru itu. Ia jadi tak sabar ingin membuktikan sendiri bahwa bubur bisa dirubah menjadi nasi lagi. Secara reflek mulut itu masih menganga denga

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.834
    • 0Komentar

      PATI — Memperingati Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-92, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pati sukses menggelar Turnamen Futsal Antar-Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pati. Kompetisi yang berlangsung di GOR Pesantenan pada 28–30 April 2026 ini menjadi ajang unjuk sportivitas sekaligus penguat solidaritas kader. ​Turnamen ini diikuti oleh perwakilan PAC dari berbagai […]

  • PCNU-PATI Photo by geralt

    Celeng, Babi, dan Anjir

    • calendar_month Sel, 25 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Tiga bentuk umpatan di atas sengaja saya jadikan judul pada artikel ini. Mengingat, ragam bahasa yang digunakan anak-anak dan remaja kita, sekarang ini memprihatinkan. Di semua level. Entah pra sekolah, SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Di kota dan desa sama. Meski bentuk umpatannya berbeda. Umpatan ditinjau dari bentuknya pun beragam. Pertama, nama binatang seperti […]

  • Kunjungan Syaikh Fadi Alamuddin Lebanon di MTs dan MA NU Miftahul Huda

    Kunjungan Syaikh Fadi Alamuddin Lebanon di MTs dan MA NU Miftahul Huda

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Pati. Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasanya, akan tetapi ada sesuatu berbeda  di MTs dan MA NU Miftahul Huda  di desa Sugihrejo Kec. Gabus karena mendapatkan tamu istimewa yaitu Syaikh Fadi Alamuddin dari Global University Lebanon,13/8 kemarin, bertempat di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Dukuh Pasinggahan, acara berlangsung mulai pukul 07.00 – 09.00 wib. Maka dari […]

  • PCNU-PATI

    Islam Kemodernan dan Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Banyak sekali tokoh-tokoh agama kita yang sangat alergi dengan modernisasi karena dipelopori oleh orang-orang Barat. Cak Nur, dalam buku tersebut, membedakan kemodrenan dengan budaya yang datang dari Barat (Westenisasi). Baginya, kemodernan itu sesuatu yang harus diterima karena dia tidak bertentangan dengan Islam. Kemodernan adalah suatu kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, di mana apabila kemajuan ini […]

  • Dari Pojok Pati hingga ke Panggung TV - PCNU PATI

    Dari Pojok Pati hingga ke Panggung TV

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Pati – Lolos di panggung semegah AKSI Indosiar masih menjadi kabar yang cukup mengejutkan bagi Alif Silfia Luthfiyah. Pasalnya, dara asal Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati itu menganggap bahwa AKSI berisi orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Ia masih tak menyangka mampu lolos menjadi 24 besar. “Persaingannya sangat ketat. Semua peserta memiliki ciri khas dan dukungan yang […]

  • Semangat Kaderisasi jadi Tema Besar Pelantikan IPNU IPPNU Pasuruhan

    Semangat Kaderisasi jadi Tema Besar Pelantikan IPNU IPPNU Pasuruhan

    • calendar_month Sel, 26 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

      Para pengurus IPNU Desa Pasuruhan, Kayen usai dilantik KAYEN – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Pasuruhan resmi dilantik di Padepokan Ansor Pasuruhan, minggu (24/10). Acara tersebut sekaligus menjadi puncak serangkaian Acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan Menggandeng grup rebana Al-Ma’wa, acara berjalan dengan meriah.  Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Pasuruhan dan Banom- Banom […]

expand_less