Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Satu Abad NU : Muhasabah Sego Berkat

Satu Abad NU : Muhasabah Sego Berkat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
  • visibility 513
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin* 

Tahun ini, NU telah mencapai yuswa satu abad menurut hijriyah version. Mampu survive ditengah goncangan selama seratus tahun saja sudah merupakan prestasi, apalagi bisa memberi dampak bagi ummat. 

Diiyakan ataupun diingkari, kontribusi NU untuk bangsa memang sudah tak terhitung, dan memang banyak peneliti, pengamat dan penulis yang analisa ihwal  tersebut. Mulai urusan politik ‘kahyangan’, hingga peranan NU di masyarakat akar rumput. Namun sebagai orang kampung, penulis lebih terkulik untuk membahas NU di kancah yang sangat mikro, sego berkat. 

Dalam keseharian Nahdliyyin (Warga NU), makan gedhen sudah menjadi kebiasaan, lebih tepatnya sedekah makanan berkedok ritual. Selamatan, maulidan, manaqiban, kenduren, tahlilan, yasinan, megengan pada momentum lahiran, tasyakuran, rutinan, kematian dan pola-pola perkumpulan massa lain banyak sekali ditemukan dilingkungan NU khususnya pedesaan. 

Tingkah warga NU yang seperti inilah yang banyak memberi energi positif bagi warga di berbagai ruang kehidupan. Kita ambil satu sampel, kelahiran. Mulai dari hamil sampai lahiran, setidaknya ada tiga ritus makan gedhen, mitoni, selamatan paska lahiran dan aqiqohan. 

Kita berangkat dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pati yang menyebutkan bahwa, angka kelahiran kasar pada 2021 mencapai 25.161. sementara pada 2020, angka kelahiran sebesar 15.295. Dua tahun tersebut cukup untuk mengawali mini riset tentang sego berkat. 

Memang tak ada data khusus, tapi bisa dipastikan 60% lebih dari angka tersebut adalah warga NU kultural. Nah, jika di rata-rata, kasarnya, ada 24.000 warga NU kultural yang mengalami hamil dan melahirkan di Kabupaten Pati setiap tahunnya. 

Artinya, apabila selama hamil hingga melahirkan terjadi tiga kali selamatan, maka maka ada 72.000 upacara makan gedhen. (Ini baru urusan ‘produksi’ generasi baru, lho ya. Belum menyangkut perihal lainnya). 

Dari baseline nya saja, bisa dibayangkan, berapa ton beras yang digunakan untuk upacara tersebut. Belum lagi penjualan ayam, sayur, telur hingga tempe-tahu. Penjual gula juga diuntungkan  pun para pedagang plastik salome. 

Secara sosial dan kemanusiaan, kumpul-kumpul juga bisa menambah persatuan dan kesatuan. Bapak yang pulang hajatan bawa berkat juga membuat senyum keluarga mengembang. Malahan emak yang tadinya purik, bisa kembali baikan akibat nasi uduk plus pupuk paha ayam, tempe-tahu goreng, acar labu siam, kering tempe dan pisang hasil hajatan. 

Ini baru berbicara kelahiran. Masih ada projek-projek sego berkat lain yang digalakkan oleh warga NU. Dari urusan sego berkat saja, NU sudah berkontribusi besar di sektor ekonomi, sosial, keluarga bahkan politik yang semua kena maslahat. 

Terakhir, perlu diketahui, ‘fenomena’ itu hampir terjadi di semua Nahdliyyin Indonesia dalam rentang (lebih dari) 100 tahun. Bangganya menjadi NU yang penuh sego berkat. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

      Yogyakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, resmi menjadi doktor pendidikan dasar setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Guru Sekolah Dasar Profesional dalam Pembelajaran berbasis Digital” di hadapan dewan penguji Ujian Hasil Disertasi (Ujian Tertutup) pada Jumat (16/2/2024). Dewan Penguji dalam […]

  • kh-bisri-mustofa-scaled-jpg-2

    Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

      Menulis merupakan salah satu bentuk ketrampilan dengan cara mengungkapkan gagasan, ide, perasaan melalui bentuk tulisan. Sedangkan aktivitas menulis bisa terbentuk apabila diimbangi dengan memperbanyak membaca dan terus berlatih untuk menulis. Karena esensi menulis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dengan begitu, tradisi menulis baik di sekolah, pesantren, […]

  • Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Magelang – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Magelang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding yang dilakukan oleh madrasah dan sekolah Ma’arif bukan sekadar untuk promosi namun lebih pada ideologisasi. “Kalau promosi bisa lewat iklan, advertorial, testimoni, tapi branding itu satu kesatuan gerakan untuk ideologisasi Aswaja melalui media massa, […]

  • Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Tarling (Tarawih Keliling) MWC-NU Kecamatan Gembong putaran terakhir, berlangsung malam ini. Kegiatan yang disinergikan dengan Forkopimcam tersebut finish di Masjid Fathur Rohman, Dukuh Gondoriyo, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong. Bukan hanya Tarawih, diujung acara tersebut juga diisi dengan tausyiyah dan santunan. Hal ini juga dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya. “Alhamdulillah ini berkat Lazisnu. […]

  • Sambut Putusan MK, Ketua LP Ma'arif NU Jateng: MBG Tidak Boleh "Membajak" Hak Operasional Sekolah

    Sambut Putusan MK, Ketua LP Ma’arif NU Jateng: MBG Tidak Boleh “Membajak” Hak Operasional Sekolah

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.528
    • 0Komentar

    SEMARANG — Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari porsi wajib (mandatory spending) anggaran pendidikan sebesar 20% mendapat sambutan positif dari kalangan pengelola pendidikan swasta. Langkah ini dinilai sebagai angin segar sekaligus upaya nyata penyelamatan anggaran pendidikan nasional agar tidak “terpangkas” oleh program di luar sektor pembelajaran. Dalam […]

  • Gus Rozin Fokus Mengembangkan SDM NU, Berangkatkan Siswa Kuliah di Tiongkok

    Gus Rozin Fokus Mengembangkan SDM NU, Berangkatkan Siswa Kuliah di Tiongkok

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.007
    • 0Komentar

    Semarang – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing global menjadi pilar utama kepemimpinan KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Komitmen ini dibuktikan secara nyata melalui pelepasan delapan siswa-siswi kader NU terpilih yang berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Tiongkok. Acara pelepasan peserta beasiswa berlangsung […]

expand_less