Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Des 2022
  • visibility 425
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama.

Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu.

Aksi terorisme dengan kedok agama layaknya roda yang bergulir di medan turun. Penegak hukum, tokoh agama yang penuh kesejukan bak batu kecil yang sedikit saja menghambat lajunya. 

Nyatanya, di tahun 2022 ini, masih ada, lho manusia-manusia lugu yang begitu mudahnya terkena pengaruh bahkan terinternalisasi nilai-nilai radikalis dan teroris.

Penulis cukup heran dengan mereka yang gampang diojok-ojoki untuk melakukan jihad serupa serangan senjata atau bahkan bomb bunuh diri. Padahal, nabi sudah memberi ancer-ancer bahwa ahli ibadah yang dangkal pengetahuannya kalah hebat dengan ahli ilmu. Ini kode keras!

Sampai-sampai, iblis lebih anti dengan ahli ilmu daripada kepada mereka yang mengaku cinta islam, rutin berjamaah, shalat dhuha everyday, takbir everywhere, pakaian sunnah, namun pemahaman agamanya nol besar.

Penulis tidak sedang mendiskreditkan kawan-kawan yang nilai ujian agamanya merah, toh penulis juga ndak pakar-pakar amat soal islam. Tapi mbok ya dalam beragama, selain perbanyak referensi dan belajar, logikanya juga dipakai. Sebab apapun argumennya, islam adalah agama yang logis.

Kalau si guru memerintah bunuh diri untuk memcapai surga dan kekal bersama bidadari, mengapa ia tidak melakukannya duluan?. Aneh sekali bukan?

Lagipula ini juga ajaran yang kurang pas. Pertama, ummat diajari untuk nguber surga. “Jihadlah kalian, bunuh kafir laknat dan antek-antek pemerintah thaghut, niscaya kalian akan memperoleh syurga dan dikudang oleh bidadari di sana. Takbiiirr…,” begitu kata ustadznya.

Lhoh, tuhannya kan Allah, kok yang diburu malah surga plus bidadari yang celong matanya lagi bohay body-nya. Hina sekali pemikiran semacam ini. Rendah sekali makna jihad!. Pengen jadi syahid kok masih pakai syahwat.

Kedua, doktrinasi yang sifatnya radikal integral dengan perasaan paling benar. Begini, tindakan mengintimidasi, melukai atau menghabisi orang yang tidak sejalan, biasanya didasari dua pemikiran, takut tersaingi atau perasaan benar sendiri.

Dua tukang sate yang bersebelahan, bisa jadi saling teror satu sama lain karena persaingan bisnis, soal cuan. Namun kalau sudah terlontar, “sate saya paling enak, sate kamu tidak enak, jadi gerobak kamu harus saya robohkan, Allahu akbar.” Ini adalah perasaan paling benar sendiri bahkan terkesan memaksakan selera semua orang. Padahal lidah punya interest masing-masing. Begitu pula ‘selera’ spiritual.

Kalau sudah begini, saatnya kembali pada nalar fitrah. Manusia pada umumnya tidak suka kekerasan. Ketika Nabi Muhammad mendapatkan perlakukan kasar dari penduduk kafir Quraisy, beliau tidak membalasnya saat peristiwa fathu Makkah yang agung itu. Sebab, Nabi tahu rasanya disakiti, maka beliau lebih memilih memaafkan daripada melukai.

Bibarkati amnesti ini, akhirnya banyak warga Kafir Quraisy yang simpati dan masuk islam. Bayangkan jika nabi memasuki Makkah dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Selamanya islam akan mendapatkan label agama anti kemanusiaan, agama jahat dan lain sebagainya.

Penulis jadi teringat sebuah ayat dalam kita suci al-Qur’an, “jika engkau berhati keras lagi kasar, niscaya orang-orang akan menjauh dari sekelilingmu,”.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Bahrul Ulum Fc Resmi Mewakili Kabupaten Pati Dalam Ajang Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022

    Bahrul Ulum Fc Resmi Mewakili Kabupaten Pati Dalam Ajang Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Pati-Setelah melakoni pertandingan yang cukup ketat yang digelar selama tiga hari mulai hari senin hingga hari Rabu, ahirnya terpilh satu tim terbaik yang akan mewakili wilayah Kabupaten Pati. Tim tersebut adalah dari Ponpes Bahrul Ulum Fc sore tadi berhasil mengalahan Yanbu’ul Qur’an Fc dengan skor telak 4 : 1 yang berlangsung di stadion Joyokusumo.Rabu,(22/06/2022). Hasil […]

  • Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.756
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Purworejo, 30 Oktober 2025, Sebagai wujud tanggungjawab dan bentuk dukungan konkret untuk mewujudkan visi organisasi yang berdaya dan mandiri, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Musyawaroh Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus penyerahan bantuan dana operasional kepada MKKS SMK Ma’arif NU Jawa Tengah. […]

  • A calculator sitting on top of a pile of money

    Menaikkan Pajak, Adilkah?

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Pemimpin adalah sosok yang mempunyai peran dominan-determinan dalam perjalanan bangsa. Oleh sebab itu, seorang pemimpin menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, harus mempunyai keunggulan di bidang intelektualitas (nadhari) dan aktivitas (ekonomi) (KH. Sahal Mahfudh, 2003:487). Keunggulan ini digunakan pemimpin untuk mengambil kebijakan yang harus berorientasi kepada kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya dengan mendatangkan […]

  • PAC IPNU IPPNU Kayen Gelar Sosialisasi, Komisariat Pencetak Pelajar Hebat

    PAC IPNU IPPNU Kayen Gelar Sosialisasi, Komisariat Pencetak Pelajar Hebat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PATI, – Menghadiri Peringatan Maulid Yayasan Pendidikan Islam Asyariyah Miftahul Falah Desa Talun Kecamatan Kayen, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kayen mengadakan sosialisasi mengenai Ke-IPNU-IPPNU-an bertempat di Gedung yayasan tersebut. Minggu, (01/11/2020) “Saya berharap Madrasah Miftahul Falah dapat berdiri pimpinan komisariat IPNU IPPNU yang nantinya menjadi wadah pencetak generasi muda yang hebat dan unggul dalam agama […]

  • Berkebun di Lahan Sempit

    Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Oleh : Sirril Wafa* Jeruk nipis merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku jeruk-jerukan. Nama lain buah ini di Asia dan Amerika Tengah dikenal sebagai jeruk pecel.  Menanam pohon jeruk nipis sangat perlu untuk dicoba. Sebab, selain mudah dibudidayakan, buah mungil ini juga punya segudang manfaat.  Di luar sana, tanaman yang memiliki nama beken […]

  • Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso kembali membuat harum nama Kabupaten Pati di kancah Nasional. Setelah 3 Santri MA Salafiyah yang berhasil menyabet 3 medali dalam perhelatan pencak silat Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019, kini beredar kabar dua santri MTs dan satu santri MI juga membawa pulang medali dari ajang yang sama. Para peaerta didik […]

expand_less