Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Des 2022
  • visibility 364
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama.

Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu.

Aksi terorisme dengan kedok agama layaknya roda yang bergulir di medan turun. Penegak hukum, tokoh agama yang penuh kesejukan bak batu kecil yang sedikit saja menghambat lajunya. 

Nyatanya, di tahun 2022 ini, masih ada, lho manusia-manusia lugu yang begitu mudahnya terkena pengaruh bahkan terinternalisasi nilai-nilai radikalis dan teroris.

Penulis cukup heran dengan mereka yang gampang diojok-ojoki untuk melakukan jihad serupa serangan senjata atau bahkan bomb bunuh diri. Padahal, nabi sudah memberi ancer-ancer bahwa ahli ibadah yang dangkal pengetahuannya kalah hebat dengan ahli ilmu. Ini kode keras!

Sampai-sampai, iblis lebih anti dengan ahli ilmu daripada kepada mereka yang mengaku cinta islam, rutin berjamaah, shalat dhuha everyday, takbir everywhere, pakaian sunnah, namun pemahaman agamanya nol besar.

Penulis tidak sedang mendiskreditkan kawan-kawan yang nilai ujian agamanya merah, toh penulis juga ndak pakar-pakar amat soal islam. Tapi mbok ya dalam beragama, selain perbanyak referensi dan belajar, logikanya juga dipakai. Sebab apapun argumennya, islam adalah agama yang logis.

Kalau si guru memerintah bunuh diri untuk memcapai surga dan kekal bersama bidadari, mengapa ia tidak melakukannya duluan?. Aneh sekali bukan?

Lagipula ini juga ajaran yang kurang pas. Pertama, ummat diajari untuk nguber surga. “Jihadlah kalian, bunuh kafir laknat dan antek-antek pemerintah thaghut, niscaya kalian akan memperoleh syurga dan dikudang oleh bidadari di sana. Takbiiirr…,” begitu kata ustadznya.

Lhoh, tuhannya kan Allah, kok yang diburu malah surga plus bidadari yang celong matanya lagi bohay body-nya. Hina sekali pemikiran semacam ini. Rendah sekali makna jihad!. Pengen jadi syahid kok masih pakai syahwat.

Kedua, doktrinasi yang sifatnya radikal integral dengan perasaan paling benar. Begini, tindakan mengintimidasi, melukai atau menghabisi orang yang tidak sejalan, biasanya didasari dua pemikiran, takut tersaingi atau perasaan benar sendiri.

Dua tukang sate yang bersebelahan, bisa jadi saling teror satu sama lain karena persaingan bisnis, soal cuan. Namun kalau sudah terlontar, “sate saya paling enak, sate kamu tidak enak, jadi gerobak kamu harus saya robohkan, Allahu akbar.” Ini adalah perasaan paling benar sendiri bahkan terkesan memaksakan selera semua orang. Padahal lidah punya interest masing-masing. Begitu pula ‘selera’ spiritual.

Kalau sudah begini, saatnya kembali pada nalar fitrah. Manusia pada umumnya tidak suka kekerasan. Ketika Nabi Muhammad mendapatkan perlakukan kasar dari penduduk kafir Quraisy, beliau tidak membalasnya saat peristiwa fathu Makkah yang agung itu. Sebab, Nabi tahu rasanya disakiti, maka beliau lebih memilih memaafkan daripada melukai.

Bibarkati amnesti ini, akhirnya banyak warga Kafir Quraisy yang simpati dan masuk islam. Bayangkan jika nabi memasuki Makkah dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Selamanya islam akan mendapatkan label agama anti kemanusiaan, agama jahat dan lain sebagainya.

Penulis jadi teringat sebuah ayat dalam kita suci al-Qur’an, “jika engkau berhati keras lagi kasar, niscaya orang-orang akan menjauh dari sekelilingmu,”.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    ‎LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.931
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV Tahun 2026. Ajang kompetisi akademik bergengsi tingkat provinsi ini mengusung tema “OSKANU 2026: Unggul dalam Sains, Teguh dalam Ke-NU-an, Terdepan dalam Kompetisi” serta slogan semangat “Ma’arif Hebat, Nusantara Kuat, Prestasi Dahsyat!”. ‎ ‎Penyelenggaraan OSKANU IV […]

  • Mahasiswa IAIN Kudus Kolaborasi Karang Taruna Bulumanis Kidul Tanam Pohon Mangrove

    Mahasiswa IAIN Kudus Kolaborasi Karang Taruna Bulumanis Kidul Tanam Pohon Mangrove

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Dua orang mahasiswi peserta KKN IAIN Kudus Margoyoso sedang menanam pohon mangrove di bibir pantai Bulumanis Kidul. MARGOYOSO – Untuk melestarikan ekosistem pantai, Karang Taruna Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso Pati rutin seminggu sekali melaksanakan pembersihan sampah. Bukan hanya itu, para pemuda ini juga aktif malkukan pengecekan dan penanaman mangrove di pesisir pantai Desa Bulumanis Kidul. […]

  • MKKS Ma'arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    MKKS Ma’arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.855
    • 0Komentar

      Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop Branding pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bertempat di Aula Polewali SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh 29 pengurus MKKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Agenda […]

  • PCNU- PATI

    PC Fatayat NU Pati Komentari Launching MLU MWCNU Winong

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    WINONG – Launching Mobil Layanan Ummat (MLU) MWC NU Kecamatan Winong yang telah berlangsung Minggu (21/8) lalu mendapatkan apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat.  Salah satunya datang dari PC Fatayat NU Kabupaten Pati yang juga hadir pada saat acara launching tersebut. Menurut Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah, agenda tersebut selain meriah juga sangat memggugah […]

  • a table topped with lots of papers on top of a wooden table

    Penulis dan Pejalan Kaki

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Aku, yang selalu terpaku pada layar dan tumpukan buku, menyulam kata demi kata, sering kali lupa bahwa tubuh ini juga butuh gerak dan ruang untuk bernapas. Hari demi hari, aku terjebak dalam rutinitas yang sama: duduk berjam-jam, mengolah pikiran yang tak pernah berhenti berputar, mencoba menerjemahkan kerumunan ide menjadi kalimat-kalimat yang […]

  • Haul Sesepuh Al Ma'arif Gembong Berbarengan dengan Hari Santri

    Haul Sesepuh Al Ma’arif Gembong Berbarengan dengan Hari Santri

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    GEMBONG – Haul KH. Muhammad Karim yang berlangsung sejak Kamis (20/10) lalu baru saja usai. Acara pamungkas kegiatan tahunan keluarga Yayasan Al Ma’arif Gembong ini tepat pada saat peringatan Hari Santri, Sabtu (22/10) pagi. “Tepat Hari Santri, acara Haul ke-38 Mbah Muhammad Karim,” terang Kiai Sholikhin, Wakil Ketua Yayasan Al Ma’arif Gembong. Pada penutup acara […]

expand_less