Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Banjir Bandang Terparah Sepanjang Sejarah, Selamatkan Diri hingga Naik ke Atas Genting

Banjir Bandang Terparah Sepanjang Sejarah, Selamatkan Diri hingga Naik ke Atas Genting

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Des 2022
  • visibility 347
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Rabu (30/11/2022) malam. Desa Sinomwidodo menjadi yang terparah akibat terjangan banjir itu. 

Akibatnya, 200-an keluarga harus mengungsi ke masjid karena rumah mereka belum bisa ditempati karena sempat tergenang air yang tingginya bervariasi, bahkan ada yang mencapai 2 meter lebih. Dapur umum dan posko tanggap bencana juga didirikan di desa tersebut.  

Tercatat, sebanyak 632 rumah yang terdampak banjir bandang di Desa Sinomwidodo. Tiga rumah di antaranya roboh, 212 rumah rusak sedang, dan 417 rumah mengalami kerusakan ringan. Itu berdasarkan laporan yang disampaikan Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat. 

Selain mengakibatkan kerusakan rumah, banjir bandang yang menerjang Sinomwidodo juga menelan korban jiwa. Dua warga setempat menjadi korban. Yaitu Sumirah (60) yang meninggal karena hipotermia, pada Rabu (30/11/2022), dan Su’ami (60) yang meninggal saat dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (1/13/2022) pagi, juga disebabkan hipotermia.

Adapun terjadinya banjir bandang di desa tersebut merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Saat banjir datang, warga pun panik dan menyelamatkan diri.

Salah satu warga Desa Sinomwidodo, Suji mengatakan, saat air datang, ia bergegas menyelamatkan diri bersama putrinya, namun ketika hendak keluar rumah, pintu rumahnya terasa sangat berat saat didorong.

“Kaca rumah juga dar-dor (diterjang air). Kemudian anak saya lari ke kamar. Kemudian saya naik ke tempat tidur dan naik ke lemari. Kemudian saya ambil genting lalu naik ke atap bersama putri saya,” kata dia saat ditemui Wartaphoto.

Wanita paruh baya ini menambahkan, dirinya bersama putrinya berada di atas atap rumah mulai sekira pukul 16.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Dia diselamatkan oleh relawan. 

Suji yang berada di atas rumah bersama  putrinya itu terekam oleh video hingga viral di media sosial. 

Dalam video yang berdurasi sembilan detik yang beredar, tampak Suji di bawah hujan yang belum reda, tengah memeluk anaknya yang masih gadis balita di atas genting rumah. Ia berkali-kali mengucapkan lafadz Allah. 

Sementara warga RT 3 RW 2, Rumiati menuturkan, ketinggian air di rumahnya mencapai 2 meter. Sehingga perabotan yang ada di dalam rumah banyak yang rusak.

“Perabotan di rumah tidak bisa diselamatkan semua, karena tidak ada antisipasi. Kirain banjir biasa. Surat-surat (KK, sertifikat, dan lainnya) juga tidak sempat saya selamatkan,” tutur dia.

Dia menyebut, pemicu banjir bandang ini karena kawasan hutan di Pegunungan Kendeng dalam keadaan gundul.

“Harapannya gunung jangan digundul, mesakke niki (kasihan ini), perhutani tolong,” tandas dia. (angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

    Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

    • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS: Ash-Shaffat:102).  Idul Adha merupakan momen di mana umat Islam […]

  • PCNU-PATI

    LKD Fatayat NU Winong Singgung Analisis Gender

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id.- WINONG Latihan Kader Dasar (LKD) memegang peran penting dalam organisasi Fatayat NU. Sebab, via LKD, Pengurus Fatayat NU dilatih untuk loyal dan militan terhadap organisasi. Hal itulah yang disampaikan oleh Lilik Khoni’ah, sekretaris PC Fatayat NU Pati kepada pcnupati.or.id.  Sebab pentingnya LKD, pihak PC Fatayat NU Pati mengimbau seluruh PAC untuk mengagendakan kegiatan tersebut. Bahkan, […]

  • MA BANIN; MADRASAH PLUS LIFE SKILL Dari Kitab Kuning Sampai Membatik

    MA BANIN; MADRASAH PLUS LIFE SKILL Dari Kitab Kuning Sampai Membatik

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Mentari di pagi itu begitu indah menampakkan wajahnya, mengiring kayuhan sepeda onthel yang sesekali menjerit-jerit karena usianya yang lapuk. Ya, pagi-pagi betul anak-anak harus sudah sampai di halaman Madrasah Tarbiyatul Banin. Tepat pukul 06.30 lantunan murotal ayat-ayat Alqur’anul Karim terdengar sayup-sayup dibacakan oleh siswa-siswi yang hari itu mendapat giliran mengiring mereka memasuki pintu gerbang madrasah. […]

  • LP Ma'arif NU PCNU Kudus Siapkan Program Peningkatan Kompetensi Jurnalistik bagi Guru

    LP Ma’arif NU PCNU Kudus Siapkan Program Peningkatan Kompetensi Jurnalistik bagi Guru

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama LP Ma’arif NU PCNU Kudus tengah menyiapkan program penguatan literasi bagi guru tingkat SMA/MA/SMK. Tim pengabdian terdiri atas tujuh orang, yaitu Abdul Arif, Edi Subkhan, Muhammad Nazil Iqdami dari Prodi Teknologi Pendidikan UNNES. Lalu Farida Rachmawati dari Prodi KPI UIN Walisongo. Serta tiga mahasiswa UNNES, […]

  • ‎IGI Sleman Tegaskan Komitmen Transformasi Pendidikan sebagai KOP Kolaborator di Belajaraya 2026

    ‎IGI Sleman Tegaskan Komitmen Transformasi Pendidikan sebagai KOP Kolaborator di Belajaraya 2026

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.072
    • 0Komentar

    ‎ ‎ ‎Jakarta — Festival pendidikan terbesar di Indonesia, Belajaraya 2026, kembali menjadi ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik bagi para pendidik di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Sabtu (2/5/2026). Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sleman turut mengambil peran strategis sebagai salah satu Komunitas Organisasi Pendidikan) (KOP) Kolaborator. […]

  • Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur.  Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil […]

expand_less