Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Hujan

Hujan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Hujan masih tetap air. Belum berubah menjadi gumpalan es. Dan hujan pun masih biasa biasa saja, tak akan membawa bencana ketika manusianya tak sewena wena. Hujan adalah anugerah bagi siapa saja yang bisa berpasrah. Hujan adalah air yang bisa mengalir, menumbuhkan rerumputan dan segala macam tanaman yang berada di permukaan bumi. Hujan adalah rejeki bagi siapa pun yang menanam padi. Hujan adalah kehidupan bagi orang yang mengerti akan arti hidup dan kehidupan.

Saya pernah berfikir, bahkan merenungkan dengan segala yang berkaitan dengan air. Salah satunya yaitu hujan. Saat hujan seringkali bermunculan berita berita di semua lini portal media baik online atau pun offline, bahkan status di Whatsapp, Twitter, beranda Facebook yang ikut serta mewartakan tentang hujan yang menimbulkan banjir. Kenapa seringkali saat hujan yang durasinya lebih dari enam jam maka setelah nya pasti dapat diperkirakan banjir, baik banjir bandang atau pun banjir sedang.

Kenapa ketika hujan harus ada banjir? Bisa dikatakan sebagai gejala tahunan, kok tak ada yang berfikir untuk memberikan penanggulangan. Ini bagaimana? Dan harus bagaimana? Padahal Negara Kesatuan Republik Indonesia hanya mempunyai dua musim saja yaitu musim kemarau dan hujan. Apabila musim kemarau datang menghadang kekeringan dimana mana, bantuan air bersih berdatangan, dengan merk tangki nya berbeda beda. Begitu pula sebaliknya ketika musim hujan datang, banjir, longsor ikut serta menyertainya. Dan kita hanya pasrah dan menunggu uluran tangan dari saudara kita, sebangsa, setanah air, sedarah yaitu tanah air Indonesia, berbeda beda tapi tetap bersama.

Kajian kajian terkait bencana banjir, longsor, kekeringan saat musim hujan hilang. Seringkali di jalankan bahkan anggaran pun di tentukan. Tapi hasilnya tetap sama yaitu banjir masih ada, ketika hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Apakah ini adalah bentuk penyeimbang dunia. Ying dan Yang. Hujan dan panas. Banjir dan kekeringan. Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang, atau bumi sudah mulai lelah dengan tingkah kita, yang bangga dengan kesombongan begitulah Ebit G Ade.

Hujan tetaplah air, akan tetapi saya sendiri tak bisa mengelola air, manusia tak bisa menciptakan air, manusia hanya bisa memanfaatkan air untuk hidup dan kehidupan selanjutnya.  Tapi kenapa saya dan Anda seringkali mengabaikan bagaimana cara agar supaya air itu bisa terawat dan hujan tak menimbulkan banjir dan kekeringan di musim kemarau dapat teratasi.

Salah satunya yaitu saya dan Anda harus menanam pohon yang bisa menyerap air hujan dan tak boleh membuang sampah yang tak pada tempatnya. Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC Lazisnu Pati Selenggarakan Santunan Yatama

    PC Lazisnu Pati Selenggarakan Santunan Yatama

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- LAZISNU Kabupaten Pati, melaksanakan pendistribusian program santunan yatim piatu pada kegiatan peringatan 10 Muharam 1446 H, Rabu (17/07). Pada kegiatan tersebut LAZISNU bekerjasama dengan Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Asempapan Trangkil. Ali Muhtarom selaku penceramah yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut menyampaikan mengenai keafdholan memberikan santunan kepada anak yatim secara terang-terangan atau di kasihkan […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran dan Bedah Novel PRASA dan KELIR Karya Yon Bayu Wahyono di PDS.HB.Jassin

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 31/10/2023. Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023). Untuk novel  PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga […]

  • PCNU-PATI Photo by Yehezkiel Gulo

    Embun yang Hinggap di Dedaunan

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan… Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil […]

  • Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    PATI – Para pengurus PC Muslimat NU dan Fatayat NU menghadiri apel Hari Ibu, Kamis (22/12) pagi. Agenda ini diadakan oleh pemerintah Kabupaten Pati dan berlokasi di halaman Pendopo Kabupaten. Kehadiran lima puluhan ibu-ibu NU tersebut atas undangan dari Pemkab Pati. Selain Fatayat dan Muslimat, turut juga ratusan kaum hawa baik dari elemen pemerintah maupun […]

  • Bahasan Suluk Maleman Kali ini Sujud di Tengah Guncangan Zaman

    Bahasan Suluk Maleman Kali ini Sujud di Tengah Guncangan Zaman

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.197
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Sujud secara semantik bermakna ketundukan mutlak, kepatuhan dan merendahkan diri baik secara jasadi mau pun ruhani. Bila Islam dimaknai penyerahan mutlak kepada Allah, maka sujud adalah manifestasi puncaknya. Bila Islam dimaknai kedamaian, maka sujud adalah bentuk paling sempurna untuk meraihnya. Ini diungkapkan Anis Sholeh Ba’asyin sebagai simpul penjelasannya dalam Suluk Maleman bertajuk “Sujud, Semesta […]

  • Awas… Bahaya Laten HTI

    Awas… Bahaya Laten HTI

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Di antara keistimewaan syari’at Islam dari agama lainnya ialah adanya sanad atau mata rantai yang berkesinambungan hingga pembawa syari’at itu sendiri; Rasulullah. Karena itulah munculnya faham-faham menyimpang yang dapat menyesatkan umat Islam sangat kecil kemungkinannya untuk tidak terdeteksi. Sanad inilah yang kemudian menjadi tradisi di kalangan Ahlussunnah untuk selalu d ilestarikan, karena dengan terus membudayakannya […]

expand_less