Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
  • visibility 320
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Kiai Sahal Mahfudh yang kita ketahui merupakan sosok ulama yang ‘alim dan faqih dari pelbagai fan keilmuan. Hal ini bisa dilihat dari kiprah beliau selama menjadi Rais ‘Aam PBNU, menjadi Direktur Pengururuan Islam Mathali’ul Falah (PIM), dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati. Menunjukkan kalau beliau ‘alim dari pelbagai keilmuan dan luas wawasannya.  

Untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi, tentunya melalui proses yang sangat panjang dan terjal yang dialami oleh Kiai Sahal. Sejak kecil beliau terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Sedangkan dari ayahnya dia belajar bahasa arab secara aplikatif.  Kiai Sahal belajar agama tidak lama dengan ayahnya, karena ayahnya lebih dulu meninggal di penjara Belanda Ambarawa, ketika itu Kiai Sahal baru berumur tujuh tahun, setahun kemudian ibunya Nyai Badi’ah meninggal.

Semasa hidup, ayahnya dikenang  sebagai orang tua yang disiplin dan tegas terutama dalam mendidik anaknya. Bentuk ketegasan dari ayahnya kadang terasa sebagai sesuatu yang keras. Tetapi apapun bentuk kegalakannya, ayahnya selalu mengimbanginya dengan kompensasi yang dapat membesarkan hati.

Pola pembelajaran dalam bentuk kegalakan pada satu sisi dan kompensasi pada sisi yang lain, bagi anak-anaknya setelah dewasa dirasakan sebagai sebuah pola pembelajaran yang efektif semata-mata agar anak-anaknya disiplin dan rajin belajar. Pada saat yang lain kompensasi dari ayahnya mencerminkan pencurahan kasih sayang yang tulus dan perhatian yang mendalam. Sehingga memberikan sebuah pengertian bahwa kegalakan dari sang ayah bukan karena kebencian atau berniat menyakiti melainkan bentuk lain dari kasih sayang dan kecintaan orang tua demi kepentingan anak-anaknya di masa-masa yang akan datang.

Sehingga melalui gemblengan sang ayah dan minat beliau yang tinggi akan haus ilmu, Kiai Sahal tumbuh kembang menjadi ulama besar yang disegani oleh para kiai akan luasnya wawasan keilmuannya.

Selain itu, beliau juga terkenal disiplin dan tegas dalam berbagai hal. Misalnya beliau selalu tepat waktu menghadiri sebuah undangan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Prof Mustakim saat memberikan sambutan pada waktu Haul Kiai Sahal. Dimana ada enam pelajar penting yang dapat dipetik dalam meneladani Kiai Sahal Mahfudh.

Pertama, disiplin. Kedisiplinan Kiai Sahal dalam berbagai tempat patut kita contoh. Dimana beliau selalu hadir setengah jam atau lima belas menit sebelum acara dimulai. Di sinilah beliau sangat menghargai waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan ini sangat sulit dilakukan pada kebanyakan orang.

Kedua, ketika mau mengadakan rapat, beliau minta draf rapat terlebih dahulu untuk mengetahui rencana isi rapat yang akan dibahas. Selain itu, apabila dalam draf rapat dinilai isinya cocok dengan beliau, maka sebagaian isi darf akan dicoret dan disuruh merevisi kembali.

Ketiga, memilih relasi. Dalam membangun relasi belaiu tidak membatasi relasi untuk kalangan dari NU saja, melain membangun networking dari berbagai elemen unsur masyarakat. Hal ini beliau lakukan selama menjadi Rektor di Kampus UNISNU.

Keempat, pemilihan ketenagakerjaan yang profesional. Pemilihan tenaga kerja sesuai dengan Sumber Daya Manusia yang benar-benar sesuai dengan latar belakang ketenagakerja serta memiliki skill dan kemampuan yang dibutuhkan oleh lembaga.

Kelima, pengembangan lembaga, dalam mengembangan sebuah lembaga beliau sangat hati-hati, terutama dalam manajemen keuangan. Misalnya dalam penulisan salah titik atau koma, pasti beliau akan menegur serta disuruh untuk memperbaiki kembali.

Oleh karena itu, dari kelima pelajaran penting di atas patut kita jadikan sebagai pijakan dan penyemangat dalam menjalankan roda organisasi. Agar kedepan kita selalu berbijak dan bisa meneladani apa yang sudah Kiai Sahal jalani dalam kehidupan sehari-hari. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Juan Domenech

    Kembali Belajar

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini jadwalnya saya menulis. Awalnya ada banyak ide berseliweran yang ingin saya tuliskan, namun saya malah bingung bagaimana memulainya. Saya mengambil keputusan cerita perihal kejadian tadi pagi lah yang saya pilih untuk tulisan ini.  Pagi tadi seperti biasa setelah bangun tidur, ibu memberi pesan sebelum berpamitan berangkat bekerja. Saya dimintanya […]

  • PGSI Gandeng Fatayat-Muslimat untuk Adakan Jalan Santai Berhadiah Umroh

    PGSI Gandeng Fatayat-Muslimat untuk Adakan Jalan Santai Berhadiah Umroh

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI-PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Pati akan mengadakan kegiatan Jalan Santai dengan hadiah utama umroh. Kegiatan dalam rangka Hari Lahir PGSI ke -8 dan HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini sekaligus menggandeng Fatayat, Muslimat, dan IGPAUD Kabupaten Pati. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Ahad, 18 Agustus 2019 dengan start dan finish di Pendopo Kabupaten Pati. Rapat […]

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

  • PCNU-PATI

    MTQ ke-XXX Jawa Tengah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada 25-29 April 2024. Kompetisi MTQ kali ini terdiri atas 9 cabang dengan 24 golongan lomba yang dibagi dalam 12 Majelis. Di antaranya tilawah, hafalan, tafsir Al Qur’an, serta seni kaligrafi. Pembukaan kegiatan yang bertema […]

  • Twibon Harlah NU ke 96 PC Fatayat NU Kab. Pati

    Twibon Harlah NU ke 96 PC Fatayat NU Kab. Pati

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

       1. Klik Link https://twb.nz/twibonsharlahnu98 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

       Meriahkan harlah Fatayat NU Pati Ke 71 dengan Twibons Klik Linik       https://twb.nz/hutfatayatnuke71 Cara Memasang Foto Di Frame Twibons Harlah Fatayat NU Ke 71 1. Klik Link https://twb.nz/hutfatayatnuke71 2. Klik Pilih Foto 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas  4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons 5. Twibons sudah jadi

expand_less