Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
  • visibility 369
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Kiai Sahal Mahfudh yang kita ketahui merupakan sosok ulama yang ‘alim dan faqih dari pelbagai fan keilmuan. Hal ini bisa dilihat dari kiprah beliau selama menjadi Rais ‘Aam PBNU, menjadi Direktur Pengururuan Islam Mathali’ul Falah (PIM), dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati. Menunjukkan kalau beliau ‘alim dari pelbagai keilmuan dan luas wawasannya.  

Untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi, tentunya melalui proses yang sangat panjang dan terjal yang dialami oleh Kiai Sahal. Sejak kecil beliau terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Sedangkan dari ayahnya dia belajar bahasa arab secara aplikatif.  Kiai Sahal belajar agama tidak lama dengan ayahnya, karena ayahnya lebih dulu meninggal di penjara Belanda Ambarawa, ketika itu Kiai Sahal baru berumur tujuh tahun, setahun kemudian ibunya Nyai Badi’ah meninggal.

Semasa hidup, ayahnya dikenang  sebagai orang tua yang disiplin dan tegas terutama dalam mendidik anaknya. Bentuk ketegasan dari ayahnya kadang terasa sebagai sesuatu yang keras. Tetapi apapun bentuk kegalakannya, ayahnya selalu mengimbanginya dengan kompensasi yang dapat membesarkan hati.

Pola pembelajaran dalam bentuk kegalakan pada satu sisi dan kompensasi pada sisi yang lain, bagi anak-anaknya setelah dewasa dirasakan sebagai sebuah pola pembelajaran yang efektif semata-mata agar anak-anaknya disiplin dan rajin belajar. Pada saat yang lain kompensasi dari ayahnya mencerminkan pencurahan kasih sayang yang tulus dan perhatian yang mendalam. Sehingga memberikan sebuah pengertian bahwa kegalakan dari sang ayah bukan karena kebencian atau berniat menyakiti melainkan bentuk lain dari kasih sayang dan kecintaan orang tua demi kepentingan anak-anaknya di masa-masa yang akan datang.

Sehingga melalui gemblengan sang ayah dan minat beliau yang tinggi akan haus ilmu, Kiai Sahal tumbuh kembang menjadi ulama besar yang disegani oleh para kiai akan luasnya wawasan keilmuannya.

Selain itu, beliau juga terkenal disiplin dan tegas dalam berbagai hal. Misalnya beliau selalu tepat waktu menghadiri sebuah undangan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Prof Mustakim saat memberikan sambutan pada waktu Haul Kiai Sahal. Dimana ada enam pelajar penting yang dapat dipetik dalam meneladani Kiai Sahal Mahfudh.

Pertama, disiplin. Kedisiplinan Kiai Sahal dalam berbagai tempat patut kita contoh. Dimana beliau selalu hadir setengah jam atau lima belas menit sebelum acara dimulai. Di sinilah beliau sangat menghargai waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan ini sangat sulit dilakukan pada kebanyakan orang.

Kedua, ketika mau mengadakan rapat, beliau minta draf rapat terlebih dahulu untuk mengetahui rencana isi rapat yang akan dibahas. Selain itu, apabila dalam draf rapat dinilai isinya cocok dengan beliau, maka sebagaian isi darf akan dicoret dan disuruh merevisi kembali.

Ketiga, memilih relasi. Dalam membangun relasi belaiu tidak membatasi relasi untuk kalangan dari NU saja, melain membangun networking dari berbagai elemen unsur masyarakat. Hal ini beliau lakukan selama menjadi Rektor di Kampus UNISNU.

Keempat, pemilihan ketenagakerjaan yang profesional. Pemilihan tenaga kerja sesuai dengan Sumber Daya Manusia yang benar-benar sesuai dengan latar belakang ketenagakerja serta memiliki skill dan kemampuan yang dibutuhkan oleh lembaga.

Kelima, pengembangan lembaga, dalam mengembangan sebuah lembaga beliau sangat hati-hati, terutama dalam manajemen keuangan. Misalnya dalam penulisan salah titik atau koma, pasti beliau akan menegur serta disuruh untuk memperbaiki kembali.

Oleh karena itu, dari kelima pelajaran penting di atas patut kita jadikan sebagai pijakan dan penyemangat dalam menjalankan roda organisasi. Agar kedepan kita selalu berbijak dan bisa meneladani apa yang sudah Kiai Sahal jalani dalam kehidupan sehari-hari. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU sebagai Civil Society

    NU sebagai Civil Society

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Sejak didirikan pada 1926, NU memiliki peran yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sosial, politik, dan budaya. Sebagai organisasi yang berbasis pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, NU tidak hanya berfokus pada pengembangan agama, tetapi […]

  • Sakomanu Jateng Masa Bhakti 2024-2029 Dilantik

    Sakomanu Jateng Masa Bhakti 2024-2029 Dilantik

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah masa bhakti 2024-2029 resmi dilantik pada Sabtu (10/5/2025) oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang. Dalam sambutannya, Ketua Sakomanu Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil Musda II […]

  • Selamat Menghadapi Hal Baru

    Selamat Menghadapi Hal Baru

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Euforia pergantian tahun telah usai. Kini saya dan anda kembali menjalankan rutinitas seperti biasanya. Bangun pagi lalu berangkat bekerja lalu pulang untuk istirahat dimalam hari. Sebetulnya tak ada hal yang baru dan istimewa, bukan. Namun mengapa momentum dan euforia tahun baru tampaknya selalu dipandang sebagai hal yang sakral dalam menyongsong pencapaian-pencapaian yang […]

  • Sidang Komisi PC IPNU-IPPNU Digelar secara Virtual

    Sidang Komisi PC IPNU-IPPNU Digelar secara Virtual

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

      Seorang pengurus IPNU sedang mengikuti sidang komisi IPNU IPPNU secara virtual PATI-PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar sidang komisi secara virtual pada Minggu (18/7) siang. Kegiatan ini dipusatkan di lantai 3 gedung PC NU Kabupaten Pati. Muhammad Balya Malkan, Ketua SC Panitia Konfercab IPNU IPPNU Kabupaten Pati menuturkan bahwa sidang komisi ini merupakan rangkaian […]

  • Ramadan Ramah Lingkungan

    Ramadan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaannya, apakah Ramadan yang selalu hadir tiap tahunnya harus dikotori dengan praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan? Kudune sih boten nggeh! Jangan ya dek, Ya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, Ramadan menjadi waktu yang sangat baik untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Selama bulan suci ini, umat Muslim […]

  • Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah vakum selama kurang lebih dua dekade, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Bermi mulai menata kembali langkah. Sebagai permulaan, para pengurusnya sowan guna memohon doa restu kepada para ulama dan masyayikh setempat. Sejak Selasa (5/7), Pimpinan Ranting GP Ansor Bermi telah menyowani beberapa kiai. Di antaranya, KH. Masruron, KH. Abdul Mu’in, Gus […]

expand_less