Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
  • visibility 475
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Kiai Sahal Mahfudh yang kita ketahui merupakan sosok ulama yang ‘alim dan faqih dari pelbagai fan keilmuan. Hal ini bisa dilihat dari kiprah beliau selama menjadi Rais ‘Aam PBNU, menjadi Direktur Pengururuan Islam Mathali’ul Falah (PIM), dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati. Menunjukkan kalau beliau ‘alim dari pelbagai keilmuan dan luas wawasannya.  

Untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi, tentunya melalui proses yang sangat panjang dan terjal yang dialami oleh Kiai Sahal. Sejak kecil beliau terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Sedangkan dari ayahnya dia belajar bahasa arab secara aplikatif.  Kiai Sahal belajar agama tidak lama dengan ayahnya, karena ayahnya lebih dulu meninggal di penjara Belanda Ambarawa, ketika itu Kiai Sahal baru berumur tujuh tahun, setahun kemudian ibunya Nyai Badi’ah meninggal.

Semasa hidup, ayahnya dikenang  sebagai orang tua yang disiplin dan tegas terutama dalam mendidik anaknya. Bentuk ketegasan dari ayahnya kadang terasa sebagai sesuatu yang keras. Tetapi apapun bentuk kegalakannya, ayahnya selalu mengimbanginya dengan kompensasi yang dapat membesarkan hati.

Pola pembelajaran dalam bentuk kegalakan pada satu sisi dan kompensasi pada sisi yang lain, bagi anak-anaknya setelah dewasa dirasakan sebagai sebuah pola pembelajaran yang efektif semata-mata agar anak-anaknya disiplin dan rajin belajar. Pada saat yang lain kompensasi dari ayahnya mencerminkan pencurahan kasih sayang yang tulus dan perhatian yang mendalam. Sehingga memberikan sebuah pengertian bahwa kegalakan dari sang ayah bukan karena kebencian atau berniat menyakiti melainkan bentuk lain dari kasih sayang dan kecintaan orang tua demi kepentingan anak-anaknya di masa-masa yang akan datang.

Sehingga melalui gemblengan sang ayah dan minat beliau yang tinggi akan haus ilmu, Kiai Sahal tumbuh kembang menjadi ulama besar yang disegani oleh para kiai akan luasnya wawasan keilmuannya.

Selain itu, beliau juga terkenal disiplin dan tegas dalam berbagai hal. Misalnya beliau selalu tepat waktu menghadiri sebuah undangan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Prof Mustakim saat memberikan sambutan pada waktu Haul Kiai Sahal. Dimana ada enam pelajar penting yang dapat dipetik dalam meneladani Kiai Sahal Mahfudh.

Pertama, disiplin. Kedisiplinan Kiai Sahal dalam berbagai tempat patut kita contoh. Dimana beliau selalu hadir setengah jam atau lima belas menit sebelum acara dimulai. Di sinilah beliau sangat menghargai waktu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan ini sangat sulit dilakukan pada kebanyakan orang.

Kedua, ketika mau mengadakan rapat, beliau minta draf rapat terlebih dahulu untuk mengetahui rencana isi rapat yang akan dibahas. Selain itu, apabila dalam draf rapat dinilai isinya cocok dengan beliau, maka sebagaian isi darf akan dicoret dan disuruh merevisi kembali.

Ketiga, memilih relasi. Dalam membangun relasi belaiu tidak membatasi relasi untuk kalangan dari NU saja, melain membangun networking dari berbagai elemen unsur masyarakat. Hal ini beliau lakukan selama menjadi Rektor di Kampus UNISNU.

Keempat, pemilihan ketenagakerjaan yang profesional. Pemilihan tenaga kerja sesuai dengan Sumber Daya Manusia yang benar-benar sesuai dengan latar belakang ketenagakerja serta memiliki skill dan kemampuan yang dibutuhkan oleh lembaga.

Kelima, pengembangan lembaga, dalam mengembangan sebuah lembaga beliau sangat hati-hati, terutama dalam manajemen keuangan. Misalnya dalam penulisan salah titik atau koma, pasti beliau akan menegur serta disuruh untuk memperbaiki kembali.

Oleh karena itu, dari kelima pelajaran penting di atas patut kita jadikan sebagai pijakan dan penyemangat dalam menjalankan roda organisasi. Agar kedepan kita selalu berbijak dan bisa meneladani apa yang sudah Kiai Sahal jalani dalam kehidupan sehari-hari. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Redaktur LTN-NU Pati 'Menyusup' di acara bukber IPNU-IPPNU.

    Redaktur LTN ‘Menyusup’ di Bukber IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    PATI – Bukber Pengurus IPNU-IPPNU se-Kawedanan Pati di warung MG, Sidokerto, berlangsung Sabtu (9/4) sore ini. Bukan hanya buka bersama, para pengurus pelajar NU dari 4 Kecamatan tersebut juga melakukan penguatan yang diisi langsung oleh Ketua PC IPNU Pati, Matsna Zakiyatus Salwa. Di sela-sela acara, salah satu Redaktur LTN-NU Pati, Angga Saputra dan Maulana Luthfi […]

  • PCNU - PATI Ilustrasi (freepik.com)

    Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

    • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang terkenal dengan kesucian dan kecintaannya kepada Allah. Ia dikenal sebagai seorang sufi yang zuhud dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah. Sehingga tidak mengherankan apabila di kemudian hari, ia tumbuh menjadi seorang sufi yang begitu dikenal, disegani, dan dihormati pada masanya. Rabiah al-Adawiyah […]

  • Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

      Prosesi kegiatan ‘Learning Together’ Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa Masa pandemi tidak lantas menyurutkan semangat Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Wedarijaksa.  Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU di kecamatan tersebut justru membuat gebrakan baru. Sebuah program yang diberi nama ‘Learning Together’ justru lahir di tengah pandemi covid-19. Dimana organisasi-organisasi lain kerepotan untuk tetap menjalankan roda organisasi.  […]

  • RMI PCNU Pati Gelar Halaqoh Pengasuh Pesantren di IPMAFA

    RMI PCNU Pati Gelar Halaqoh Pengasuh Pesantren di IPMAFA

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.075
    • 0Komentar

      ​PATI – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Pati menggelar Halaqoh Pengasuh Pesantren di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Ahad (6/9/2026). Forum ini diselenggarakan sebagai langkah konsolidasi para pengasuh pondok pesantren dalam merespons dinamika zaman tanpa merusak akar tradisi keilmuan. ​Mengusung tema “Terciptanya Pesantren Yang Ramah, Nyaman, […]

  • Harlah ke-30, MAN 2 Pati Tanam Ribuan Mangrove untuk Lestarikan Lingkungan

    Harlah ke-30, MAN 2 Pati Tanam Ribuan Mangrove untuk Lestarikan Lingkungan

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.582
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-30, Madrasah Aliyan Megeri (MAN) 2 Pati, menanam ribuan mangrove di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan bertajuk “Ekoteologi dan Konservasi 3000 Bibit Mangrove” tersebut, melibatkan berbagai pihak, di antaranya sekolah binaan yaitu MTs Negeri 2 Pati, MTs Manbaul Falah, MTs Mambaul Hidayah serta SD […]

  • Menuju Masjid Mandiri

    Menuju Masjid Mandiri

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Masjid mengemban banyak fungsi. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi untuk menggalakkan  kaderisasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi ummat. Selama ini fungsi sebagai tempat ibadah, pendidikan dan kaderisasi sudah bisa berjalan. Namun, fungsi masjid sebagai tempat pemberdayaan umat belum begitu optimal. Untuk itu, takmir masjid dan stakeholder harus memiliki jiwa entrepreneur (wirausaha) agar bisa […]

expand_less