Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Lahir untuk Sepakbola

Lahir untuk Sepakbola

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
  • visibility 394
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

“Saya dilahirkan untuk sepakbola, seperti Beethoven yang dilahirkan untuk musik atau Michelangelo yang dilahirkan untuk seni rupa,”kata Pele melalui situs resmi FIFA.

“Kalau begitu, saya adalah paduan Ron Wood, Keith Richards, dan Bono (ketiganya adalah musisi dunia). Sayalah wujud dari gairah sepak bola,” kata Maradona tak mau kalah.

Dua orang tersebut adalah legenda dalam sepakbola dunia. Sepakbola tidak bisa dipisahkan dari keduanya. Pele lahir di Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja.

Di usianya yang ke-17, Pele memulai debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang sama juga Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele menjadi pemain termuda yang mampu menjaringkan 6 gol dalam ajang Piala Dunia. Dalam partai final pada Piala dunia 1970 Pele mampu melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil selama mengikuti Piala Dunia. Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times dalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana Anda mengeja Pele? G-O-D”.

Setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana. Saat ini dia  menjadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF. Pele adalah pemain paling jenius yang pernah terlahir di muka bumi.

Sedang Maradona adalah legenda dari Argentina. Dunia mengakui bahwa Maradona adalah makhluk dari planet bumi yang mempunyai tarian khas saat di lapangan. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-drible bola. Dia mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Dengan keahliannya ia mudah melewati para pemain lawan.

Hal ini dapat dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona di antaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, meski saat bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.

Ia pernah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia dua kali, yakni tahun 1978 dan 1986. Pada Piala Dunia 1986 Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton. Pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol dengan bantuan tangan, sehingga dari situ muncul istilah “Tangan Tuhan”.

Pada tahun 2001, ia dipilih FIFA sebagai “Pemain Terbaik Abad Ini” bersama dengan Pele. Golnya pada Piala Dunia 1986 terpilih sebagai “Gol Abad Ini” dalam voting yang dilakukan Fédération Internationale de Football Association.

Dari riwayat singkat di atas, tak aneh apabila keduanya dikenang hebat dalam sejarah sepak bola dunia. Hampir semua orang yang suka dengan dunia sepak bola pasti mengenalnya. Saya sendiri mendengar nama mereka ketika masih duduk di bangku MTs (setingkat SMP). Pada saat saya bermain sepak bola seringkali saya membayangkan saya adalah Maradona yang meliuk-liuk membawa bola, melewati lawan-lawan main saya. Sungguh indah rasanya. Kemampuan saya mendrible bola membuat saya bermimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Namun mimpi itu kandas pada saat saya harus pergi ke Ciamis untuk melanjutkan sekolah sambil mesantren.

Saya ingin kembali ke pernyataan Pele dan Maradona di atas. Sebagaimana halnya kedua pemain sepak bola tersebut bahwa kelahiran manusia di dunia sebenarnya mempunyai minat dan bakat yang lantas menjadi kemampuannya dalam bidang-bidang tertentu. Kemampuannya itu kemudian menjadi panggilan hidupnya. Mereka menekuninya di setiap waktu, sehingga secara tidak sadar itu menjadi pekerjaannya. Pekerjaannya itu membawa manfaat bagi banyak orang. Masing-masing orang saling mengisi satu sama lain dengan kemampuannya itu. Dengan begitu panggung kehidupan di dunia ini menjadi berjalan.

Lantas, Anda sendiri dilahirkan untuk menjadi apa? Ini sebenarnya sebuah pernyataan ketimbang pertanyaan bahwa kita hidup harus menjadi sesuatu. Tentu, sesuatu yang memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain. Tanpa menjadi sesuatu kita akan kehilangan makna. Makna dalam hidup adalah hal penting, karena kita akan menjadi berharga. Orang-orang yang putus asa dan bunuh diri adalah disebabkan kehilangan makna dan harga diri. 

Oleh karena itu, kita harus mempunyai makna hidup dan harga diri. Maksud harga diri di sini adalah bahwa keberadaan kita di dunia ini berharga bagi orang lain. Kita hidup ada artinya. Lantas bagaimana caranya agar kita memiliki makna hidup dan harga diri? Gampang saja, kita harus mempunyai misi. Dengan adanya misi kita akan mencari alasan keberadaan kita dalam hidup ini. Pencarian itu kemudian akan menemukan aktifitas apa yang dapat memenuhi misi kita.

Misi tersebut yang akan mengarahkannya hingga Anda merasa bermakna dan berharga. Misi juga yang akan memilah dan memilih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Kalau sudah begitu Anda akan habis-habisan melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. Begitu juga sebaliknya, Anda tidak tergoda untuk melakukan yang tidak boleh Anda lakukan.

Allah Swt. telah memberi misi bagi manusia yakni sebagai khalifah di muka bumi sekaligus sebagai hamba bagi-Nya. Kedua hal inilah yang harus kita pegang baik-baik. Dan Allah memberi kebebasan bagi hamba-Nya untuk “menerjemahkan” bentuk seperti apa peran khalifah manusia. Anda bisa menjadi pejabat, guru, ustadz, petani, driver, pengusaha, dan lain-lain. Intinya adalah Anda boleh menjadi apa saja sesuai kondisi yang tengah Anda tekuni. Itulah sebagian bentuk ekspresi khalifah di muka bumi.

Satu hal prinsip yang harus dipegang adalah sebagaimana sabda Nabi Saw: “Khairunnas anfa’uhum linnas—Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi lainnya.” Ya, tidak peduli apapun pekerjaan Anda, asalkan pekerjaan itu membawa manfaat bagi banyak orang. Jangan sampai pekerjaan tersebut membawa dampak negatif. Ini adalah prinsip yang harus dipegang sampai kapanpun. Ini menjadi barometer tatkala Anda hendak melakukan sesuatu.

Masing-masing manusia mempunyai misi dalam hidupnya. Misi itu pada akhirnya menghasilkan pertanyaan di akhir, Anda ingin dikenang menjadi apa? Oleh karena itu jangan sampai pertanyaan ini menjadi PR yang tidak bisa Anda jawab sampai kapan pun. Sebaliknya, semakin Anda cepat punya jawaban maka semakin Anda akan mantap dalam melakukan sesuatu. []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wedarijaksa mengadakan Festival Ramadhan yang ke-13 bertempat di Madrasah Diniyah Tibyanul Falah, Desa Sidoharjo Kecamatan Wedarijaksa. Pagelaran ini dibuka dan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah, Kiai Nabhan Ulinnuha MWC NU Wedarijaksa, Majelis IPNU-IPPNU Wedarijaksa, juga tampak hadir Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pati. Acara yang berlangsung 26-28 April 2022, […]

  • Dukung Toleransi, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama

    Dukung Toleransi, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama

    • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Ruang Zoom Meeting Webinar dengan tema ‘Menguatkan Kerukunan Beragama di Era Pandemi’ yang diselenggarakan oleh Kelompok 107 KKN RDR 77 UIN Walisongo Semarang PATI – Mahasiswa Kelompok 107 KKN RDR 77 tahun 2021 menyelenggarakan Webinar Moderasi Beragama melalui aplikasi Zoom, Minggu (31/10). Acara dengan tema ‘Menguatkan Kerukunan Beragama di Era Pandemi’ ini dihadiri oleh beberapa […]

  • PCNU-PATI

    PAC GP Ansor Tlogowungu Gelar PKD dan Diklatsar 

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. TLOGOWUNGU – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Tlogowungu gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar). Kegiatan yang digelar selama tiga hari,  pada 24-26 Februari 2023 itu bertempat di Masjid Baitur Rohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu.  Turut hadir pada kegiatan itu, di antaranya Camat Tlogowungu Tony Romas […]

  • PCNU-PATI

    PAC Muslimat NU Dukuhseti Dilantik, Ketua Bersyukur

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Hajat rutin Pelantikan PAC Dukuhseti dan PR Muslimat Se-Kecamatan Dukuhseti sukses diselenggarakan. Kegiatan sakral tersebut dihelat pada Ahad (4/12) lalu di Gedung Haji Dukuhseti.  Dalam agenda tersebut, hadir secara langsung untuk melantik, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pati, Hj. Ummu Hanik. Selain melantik punggawa Muslimat NU Dukuhseti, dia juga menitip wejangan.  “Organisasi bisa […]

  • PCNU-PATI

    Menumbuhkan Ghirah Akademik Mahasiswa Melalui Diskusi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka menumbuhkan iklim akademik mahasiswa yang dirasa mengalami kemunduruan, para mahasiswa Program Studi Pengembengan Masyarakat Islam (PMI) Isntitut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati mengadakan diskusi bertempat di kantin IPMAFA, Rabu (15/030/23). Diskusi ini dilakukan tidak lain untuk menumbuhkan ghirah mahasiswa agar tidak pudar dan kembali pada jalur yang benar, yakni mahasiswa […]

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

expand_less