Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Me (maaf) kan

Me (maaf) kan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Minggu lalu,  saya sempat berbeda pendapat dengan perempuan yang saya sayangi. Sebab ketika saya menemukan sesuatu saya tak langsung bilang. Dengan alasan agar saya sedikit bisa meredam emosi agar supaya tak langsung tersalurkan. Diam sejenak, ambil nafas dalam dalam. Sebuah  metode yang seringkali saya jalani.

 Saya dibilang sering mudah marah; meskipun marah saya bisa dikatakan standar tak seperti marahnya Shiva yang tak mau dibilang anak kecil padahal dia adalah anak kecil dengan tubuh mungil dengan sepeda listriknya bisa terbang kesana kemari mengejar penjahat mengambil alih tugasnya inspektur Ladusing. Kemarahan saya masih dalam mode wajar.

Berbuat kesalahan dan setelah itu meminta maaf itu bukan perkara mudah. Sebab setiap orang mempunyai alibi masing masing. Seringkali orang merasa dirinya paling benar, paling berpengalaman dan yang banyak terjadi yaitu merasa paling benar. Kondisi kondisi seperti itu bukanlah hal yang salah dan tak juga dibenarkan. Tak ada orang benar terus menerus, tak juga salah berkelanjutan.

Seperti kisah dua teman saya yang akan menikah, mereka sering kali berbeda pendapat yang perempuan memegang teguh prinsipnya; sedangkan laki laki bersikukuh atas jiwa melindunginya. Dan ketika mereka selesai berdebat kusir tanpa kudanya, saat selesai,  ketika sudah reda sebab kecapean energi; kedua belah pihak belum pernah saya lihat bilang maaf atau pun sejenisnya. Diam membisu, namun kemudian kembali semula seperti jurus Izanami yang di  miliki klan Uchiha dalam serial Naruto.

Melalui kisah teman saya tersebut; saya menarik benang merah yaitu kalimat sederhana akan tetapi berat untuk di ucapkan, berat untuk di jalani. Sebab untuk melakukan atau mengucapkan kata maaf dan memaafkan kita harus terbiasa dan membiasakan.  Selain itu, harus menurunkan ego pribadi. Kalau istilahnya para motivator kehidupan;  hidup itu harus saling memaafkan dengan begitu kehidupan yang kita jalani akan bahagia serta berbunga bunga.

Kembali pada yang saya jalani saat ini. Banyak yang mengatakan apabila saya itu mudah marah dan mudah memaafkan. Banyak yang mengemukakan demikian. Akan tetapi, ketika saat saya marah tentu ada alasan dan marahnya pun ada porsi porsinya, sesuai dengan koridor yang berlaku. Berbeda dengan Shiva yang langsung marah menghajar habis habisan kepada siapa saja yang mengatakan Shiva anak kecil.

Dari cerita Shiva dan teman saya tentu tak ada singkronisasi, akan tetapi keduanya mempunyai alasan berbeda-beda ketika akan mengaplikasikan sebuah kemarahan dan Shiva mudah memberikan kata maaf bagi orang yang telah dihajarnya atau melakukan kesalahan. Sedangkan teman saya tersebut masih proses menuju itu.

Meminta maaf bukan sebab salah dan benar, melainkan dikarenakan bagaimana kita mampu mengelola diri, mengurangi sifat dendam terpendam dalam hati dan sanubari diri. Bagaimana saya dan Anda mampu mengondikasikan akal pikiran,  perasaan dan tekanan darah agar tak mudah marah. Seperti halnya saya teringat dengan ucapan presiden kita ke empat yang seringkali membuat banyak orang gila yaitu maaf iya lupa tak.

Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa untuk memaafkan seharusnya itu mudah dijalankan, meskipun untuk melupakan saya dan Anda perlu waktu. Dan yang paling penting kita harus memaafkan dan meniadakan benar dan salah bagi orang yang saya dan Anda sanyangi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    3 Tips Siap Siaga Bencana

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Puluhan desa di Kabupaten Pati hingga saat ini masih tergenang banjir. Bahkan aktivitas warga menjadi tersendat. Sejumlah desa juga mengalami kelumpuhan akses. Sebab jalan utama terendam banjir. Banyak masyarakat yang terdampak banjir menggunakan sampan atau pohon pisang rakitan sebagai sarana transportasi darurat ketika beraktivitas di luar rumah. Rangkaian bencana alam yang […]

  • PCNU-PATI

    Ayo Ramaikan, Jalan Sehat PWNU Jawa Tengah Berhadiah Umroh

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan menggelar Jalan Sehat PWNU Jawa Tengah bertajuk “Santri Siap Menuju Indonesia Emas 2024” pada Ahad (27/10/2024) mendatang. Kegiatan tersebut, direncanakan akan dilaksanakan pada pukul 06.30 sampai 12.00 WIB yang berpusat di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketua Panitia Jalan Sehat PWNU Jawa […]

  • Gus Rozin; Tugas Besar Ma`arif Mencerdasakan Anak Bangsa

    Gus Rozin; Tugas Besar Ma`arif Mencerdasakan Anak Bangsa

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Semarang –  Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) memimpin doa dan pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya kantor baru Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Majapahit No.70 Pandean Lamper, Gayamsari Kota Semarang. Peresmian kantor Ma`arif merupakan rangkaian dari perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan oleh […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: antara Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan Jogja

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Setiap tempat menyimpan enigma, rasa, karsa, budaya, dan juga kata-kata. Terutama saat Ramadan seperti ini. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat, merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Jika mengingat tempat-tempat tertentu saat Ramadan, yang paling saya ingat tentu Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan […]

  • Tanggapi PPKM, PCNU : Jangan Abai, Jangan Lebay

    Tanggapi PPKM, PCNU : Jangan Abai, Jangan Lebay

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim saat menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menaati peraturan pemerintah terkait pemutusan mata rantainpenyebaran covid-19 KOTA-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang dicanangkan oleh Pemerintah berdampak besar bagi masyarakat. Sektor ekonomi, pendidikan hingga sosial keagamaan merupakan sektor yang menerima pengaruh langsung dari PPKM. Pengaruh yang didapatkan kebanyakan merupakan efek […]

  • Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Seminar Hasil Riset Dosen pada Kamis (15/8). Bertempat di Ruang Meeting Rektorat IPMAFA, acara tersebut diikuti oleh penerima Hibah Peningkatan Mutu Penelitian LPPM IPMAFA Tahun 2019 dan civitas akademika lainnya. Presentasi hasil riset dosen IPMAFA di ruang meeting IPMAFA Kamis (15/8) […]

expand_less