Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saat saya tengah bersantai dikamar, tiba-tiba muncul notifikasi dari salah satu akun media sosial saya. Seseorang membagikan postingan orang lain berisi 25 dongeng sebelum tidur untuk anak. Rasa penasaran saya membawa jemari untuk membuka postingan yang dibagikannya. Awalnya saya berpikir jika postingan tersebut hanyalah gambar judul semata, tapi saya salah. Ada cerita dongengnya juga yang turut dibagikan. Barangkali si empunya bermaksud mengabadikan setiap momen termasuk cerita-cerita dongeng pada akun sosial miliknya.

Setelah membaca salah satu dongeng dengan judul asal mula madu, saya tiba-tiba teringat dengan serial kartun Upin dan Ipin. Waktu itu kak Ros tengah bercerita tentang dongeng ular sawah yang tak memiliki bisa. Kira-kira dongeng yang dibacakan kak Ros ceritanya begini.

“Pada zaman dahulu ular sawah memiliki bisa. Karena itu, ia manfaatkan untuk memangsa ikan di sungai sebagai makanannya. Namun suatu ketika para manusia datang memburu ikan. Ular sawah tak terima karena ikan yang menjadi makanan sehari-hari diburu oleh manusia. Lantas ular sawah menggigit para manusia agar mereka jera sehingga tak memburu ikan lagi. Tapi, tiba-tiba datanglah seekor gagak membohongi ular sawah. Ia katakan bahwa tak terjadi apa-apa pada manusia. Justru mereka semakin giat memburu ikan. Ular sawah merasa malu lalu menumpahkan seluruh bisanya. Kemudian para binatang lain datang untuk menghisap bisa ular sawah. Akhirnya para binatang tersebut memiliki bisa sedangkan ular sawah tak memiliki bisa.”

Setelah cerita itu selesai, upin dan ipin manggut-manggut seolah memahami apa yang disampaikan kak Ros. Namun tiba-tiba kak Ros tertawa melihat kepolosan adik-adiknya itu. Hal itu membuat Upin dan Ipin merasa heran. Lantas mereka bertanya kepada kak Ros guna memastikan cerita yang disampaikan benar atau tak. Kak Ros pun menjawab dengan tertawa bahwa yang ia sampaikan adalah sebuah dongeng.

Bagi saya meski cerita dongeng hanya sebuah cerita fiktif, namun dibalik itu terdapat beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Setidaknya terdapat dua hal. Pertama, orang yang mendengar cerita akan mampu berimajinasi dengan setiap kata yang diucapkan si pembaca. Kedua, terdapat nilai positif baik tersirat maupun tersurat yang dapat diambil dari cerita.

Selain itu dari dongeng yang dibacakan kak ros kepada adik-adiknya tersebut, bagi kita selaku penonton seolah mendapatkan referensi cerita dongeng lain. Yang tak melulu cerita si kancil mencuri timun saja yang kita tahu.

Sependek yang saya ketahui dongeng adalah cerita fiktif dan kebenarannya belum tentu terjadi. Meski tak hanya dongeng, ada legenda, hikayat, dan cerita fiktif lainnya; turut menjadi salah satu cerita yang bisa diceritakan kepada siapa saja terlebih kepada anak-anak. Karena melalui cerita mereka akan menemukan hal-hal baru seperti kosa kata, nilai-nilai positif, dan banyak lainnya. Selain itu, anak-anak akan merasakan bahwa ayah dan ibunya begitu dekat secara emosional. Ada suasana hangat yang terjalin antara kedua orang tua dan anak.

Ketika membacakan dongeng atau cerita kepada anak-anak tentu haruslah variatif. Hal ini dimaksudkan agar sang anak tak merasa jenuh. Ayah dan ibu harus terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Yang setia setiap saat mendampingi dan mengawasi si buah hati. Jangan hanya menuntut si kecil untuk terus belajar saja tanpa mencontohkanya. Sesekali ketika si kecil rewel, ajaklah bercerita atau dibacakan cerita. Kecanduan baca buku kan lebih baik daripada kecanduan menonton gadget.

Kembali pada bahasan awal. Setelah saya telisik, si empunya memang sering membagikan konten yang berhubungan dengan parenting. Meski ada postingan lain yang turut ia bagikan, namun hal itu membuat saya merasa senang dengan apa yang dilakukannya. Karena ditengah maraknya anak-anak muda yang mengambil langkah untuk menikah dini, postingan tersebut setidaknya bisa menjadi referensi macam-macam dongeng yang siap kita bacakan kepada anak-anak saat bermain atau saat hendak menjelang tidur.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhineka Tunggal Ika tema Gelar Karya P5

    Bhineka Tunggal Ika tema Gelar Karya P5

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

      Tayu. Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tayu telah di adakan kegiatan Gelar Karya P5 Kelas X dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika” Kamis, 7 November 2024 Salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah bagaimana mengimplementasikan karakter Pancasila dalam sebuah kreativitas tertentu. Ketua P5 Agus Surono, S.Pd.I. mengemukakan bahwa kegiatan Gelar Karya P5 ini diselenggarakan dalam […]

  • Matsna Ajak Kader IPNU Sambut Bulan Ramadan dengan Kegiatan Positif

    Matsna Ajak Kader IPNU Sambut Bulan Ramadan dengan Kegiatan Positif

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pati, Matsna Zakiyyatus Salwa mengajak seluruh kader mengadakan kegiatan positif dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan. “Sebagai pelajar mari kita lebih kokohkan semangat dalam belajar berjuang dan bertaqwa yang merupakan perinsip perjuangan dan jati diri seorang pelajar,” ungkapnya. Ia mencontohkan, kegiatan yang dapat […]

  • RA. KH. Hasyim Asy’ari  Sukoharjo Gelar Parenting Ramadan

    RA. KH. Hasyim Asy’ari Sukoharjo Gelar Parenting Ramadan

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Raudhatul Athfal KH. Hasyim Asy’ari Sukoharjo mengadakan acara Buka Bersama, Kajian Ramadhan dan Parenting Bertemakan “Mengajarkan Anak Beribadah di Bulan Ramadhan Untuk Menanamkan Keimanan Sejak Dini”, dengan Nara Sumber Ustadz Syamsul Ashri, S.Pd. Dalam Kajian Ramadhan sekaligus Parenting, Ustadz Syamsul Ashri, S.Pd yang juga selaku Kepala MI Terpadu Riyadus Sholihin Kecamatan Nguter, […]

  • Resolusi Jihad NU 22 Alasan Hari Santri

    Resolusi Jihad NU 22 Alasan Hari Santri

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

     Seperti yang di agendakan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yaitu ziarah  ke makam KH. Ahmad Sahal Mahfudz dan KH. Ahmad Mutamakin Kajen.  Sebelum pergi ziarah para peserta kirab terlebih dahulu singgah singgah di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati.  Kemudian mereka membaca Ikrar Santri yang dipimpin Aizudin Abdurrahman. Aizudin atau akrab disapa Gus Aiz […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

  • PMH Al-Kautsar Gandeng LTN NU Gelar Training Jurnalistik

    PMH Al-Kautsar Gandeng LTN NU Gelar Training Jurnalistik

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pesantren Mathali’ul Huda Al-Kautsar mengadakan Training of Journalism untuk pengelola media pesantren pada Jumat (26/7) di Gedung PDF PMH Al-Kautsar. Training tersebut menghadirkan M. Sofyan Alnashr dan Arwani dari LTN NU Pati sebagai trainer. Acara training diawali dengan materi pengantar jurnalistik, tehnik reportase dan wawancara. Kemudian sesi kedua dilanjutkan dengan manajemen redaksional dan praktik penerbitan […]

expand_less