Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
  • visibility 732
  • comment 0 komentar

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS: Ash-Shaffat:102). 

Idul Adha merupakan momen di mana umat Islam di seluruh saentero dunia mengumandangkan takbir. Makna takbir hari raya Idul Adha di sini tidak lain untuk meneledani pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Hal ini tidak lepas dari keteguhan hati Nabi Ibrahim dalam menjalankan tugasnya untuk menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail, yang dalam sejarahnya diabadikan Allah dalam surat Ash-Shaffat ayat 103-105. Yang artinya: “ Ketika mereka berdua, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah pasrah dan tatkala Nabi Ibrahim merebahkan Nabi Ismail pada wajahnya untuk dikorbankan. Kami (Allah) berseru “Wahai Ibrahim engkau telah membenarkan mimpimu!” Dan dia Ismail pun telah Kami tebus dengan seekor domba yang besar dan Kami jadikan hal itu teladan orang-orang yang datang kemudian.   

Dari ayat di atas sangat jelas menggambarkan tentang peristiwa kurban sebagai momen paling agung yang diabadikan Allah dalam Alquran. Sehingga dalam konteks ini, kita sebagai kaum muslim yang mampu secara material sangat dianjurkan (sunnah muakkad) untuk berkurban dengan memotong hewan, seperti, Sapi, Kerbau, Domba, dan Unta.

Oleh karena itu melakukan kurban, sejatinya adalah melakukan segala kebajikan amal ibadah yang bisa mengantarkan kita untuk semakin dekat dengan Allah sebagai tujuan hidup kita. Selain itu, melakukan berkurban merupakan bentuk amal ibadah untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sebagai proses untuk melatih diri menjadi pribadi yang dermawan, dan sebagai bekal pahala umat Islam kelak di akhirat.

Adapun dari maknadi atas, setidaknya ada tiga pesan moral yang bisa kita ambil hikmahnya dalam berkurban untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya Nabi Ismail.

Pertama, peristiwa kurban sesungguhnya merupakan bentuk simbolis. Artinya ketika berkurban, tujuannya tidak lain adalah untuk memperbaiki niat awal kita, bukan karena ingin dapat pujian atau mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Melainkan adalah untuk melatih diri kita, berusaha membunuh sifat-sifat rakus, buas, ambisi, dan sifat-sifat yang tidak mengenal hukum. Walaupun secara fisikal bagi yang mampu disunnahkan untuk memotong hewan kurban, tetapi pada esensinya adalah untuk mendekatkan ketaqwaan kita kepada Allah.

Itulah alasannya mengapa Allah dengan tegas mengingatkan kita semua, “Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darah hewan tersebut, tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah nilai ketakwaanmu kepada-Nya”. (QS. Al-Hajj:37).

Kedua, melalui kisan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail, kita memang harus belajar untuk berlatih iklas dan rela dalam mengorbankan apa pun yang kita miliki, bahkan sesuatu yang paling kita cintai sekalipun demi menunaikan perintah Allah.

Dalam konteks ini, Nabi Ismail merupakan putra Nabi Ibrahim yang disimbolkan sebagai orang yang paling dicintai, namun Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah. Meskipun Nabi Ibrahim masih diselimuti rasa gelisah, ragu, dan hening dihadapan latar keagungan perintah Allah. Maka Nabi Ismail memantapkan ayahnya, untuk menjalankan perintah tersebut, dan meyakinkan jangan ragu sama sekali. Begitulah keteguhan hati Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah . Dan  sebagai gantinya yang disembelih bukan putranya melainkan seekor domba yang diambil dari surga.

Ketiga, dengan berkurban, maka kita dituntut untuk muhasabah dan memiliki pandangan ke depan yang lebih baik. Agar kita tidak mudah tertipu oleh pemandangan dunia yang menggiurkan dan membuat kita lupa untuk beribadah kepada Allah.  

Oleh karena itu, makna berkurban adalah melatih kita tabah, sabar, dan ikhlas dalam menanggung segala beban berat dalam hidup kita sekarang. Sebab kita sadar dan yakin, bahwa di balik segala keglamoran panggung duniawi ini kita akan memperoleh hasil dari segala perjuangan, jerih payah, dan pengorbanan kita. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Doakan Saja, Jangan Pertanyakan. Photo by David Rodrigo on Unsplash.

    Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Selamat merayakan hari raya Idhul fitri untuk segenap umat Islam. Idhul fitri adalah hari yang ditunggu setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa. Momen hari kemenangan sekali dalam setahun digunakan untuk saling berkunjung ke sanak saudara maupun tetangga untuk saling memaafkan atas segala kesalahan disengaja atau pun tak dan saling mendoakan. Momen tersebut tak akan lepas […]

  • Ramadan itu Bulan Macul Langit

    Ramadan itu Bulan Macul Langit

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 806
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pacul itu cangkul. Tapi dalam bahasa Jawa, macul  berarti mencangkul. Lalu, bagaimana jika macul langit? Langit kok dipacul.   Sebenarnya, macul itu bermakna luas. Dalam bulan Ramadan, ibaratnya kita “banjir” pahala karena Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan peluang bagi setiap hamba untuk […]

  • PCNU- PATI

    SMPIT Al Masyhur Kayen Pati, Gelar LDK

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    OSIS Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Masyhur Kayen Pati, Bertempat di Mushola Sekolah tersebut menggelar LDK kepada Seluruh Pengurus OSIS. Sabtu (27/08/2022) kemarin. Kepala SMPIT Al Masyhur Kayen, Luluk Alfiatin, S.Pd mengatakan, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk pengurus OSIS tersebut agar para pengurus OSIS memiliki Sifat Kepemimpinan dan mampu menggerakan roda organisasi OSIS. […]

  • PCNU-PATI

    MTs Sultan Agung Sukolilo Ngaji Ramadhan bersama Santri Lirboyo

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pati –  Dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan juga pendidikan karakter Ramadhan tahun ini MTs Sultan Agung Sukolilo menggandeng santri Lirboyo Kediri yang saat ini mengadakan safari Ramadhan di ranting NU 02 Sukolilo. Pada saat pembukaan safari Ramadhan (29/3) di Masjid At-Taqwa Sanggrahan Sukolilo Ahmad Rifa’i ketua himasal […]

  • Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Semarang – Setelah dilantik oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan dikukuhkan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU pada akhir Agustus 2024 lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 terus memantabkan program kerja yang telah disusun dalam kegiatan pengukuhan pada Ahad-Senin (25-26/8/2024) di Novotel Semarang kemarin. Dalam rangka […]

  • Ribuan Guru di Pati Kampanye Anti Bullying

    Ribuan Guru di Pati Kampanye Anti Bullying

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Ribuan guru di Kabupaten Pati kampanyekan anti bullying (perundungan) terhadap anak. Aksi ini dikemas dalam acara jalan sehat, yang berpusat di Gedung Olah Raga (GOR) Pesantenan, Minggu (8/7/2023) pagi. Pada jalan sehat itu, juga terdapat sejumlah Doorprize bagi para peserta yang beruntung. Ada hadiah umroh, sepeda motor elektrik, dua ekor kambing, televisi, dan ratusan […]

expand_less