Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Wirausaha di Masyarakat NU

Wirausaha di Masyarakat NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
  • visibility 422
  • comment 0 komentar

Sejak didirikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan beberapa Kiai karismatis di Surabaya pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama telah menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menegaskan dan menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi besar dan mewakili wajah sebagian besar rakyat Indonesia, paling tidak dalam artian relegius, sosiologis dan ekonomis.

Sedangkan menurut Alm. Gus Dur yang saat itu pernah dikatakan lebih dari 50%. Namun yang menjadi agak aneh adalah besar dan kokohnya jumlah muslim dari kalangan nahdliyin lebih 50% kata Gus Dur belum sepenuhnya didukung oleh kokohnya perekonomian. Padahal tujuan terbentuknya organisasi besar nahdlatul ulama tidak hanya sekedar berjuang dalam menegakkan syari’at yang benar dengan berpegang teguh pada madzhab sunni, namun sebagaimana yang menjadi latar belakang lahirnya NU ada tiga pilar besar penyokong. Yakni, Nahdlatul Wathan sebagai semangat nasionalisme, Tashwirul Afkar sebagai semangat keilmuan dan keagamaan, sedangkan Nahdlatul Tujjar sebagai semangat pemberdayaan perekonomiaan.

Dari gambaran diatas NU memiliki tugas sejarah yang sungguh penting. Tugas tersebut terkait dengan dua hal yang berhubungan. Pertama, terkait dengan pentingnya strategi pembangunan ekonomi rakyat berbasis sumber daya lokal. Kedua, terkait dengan konstituen NU yang mayoritas berada di pedesaan, baik desa pertanian maupun desa pesisir yang selama ini bergelut dengan ekonomi rakyat.

Dua hal tersebut mestinya bisa mendorong NU semakin berperan dalam mewujudkan ekonomi rakyat berbasis sumber daya lokal, yang sebenarnya sama saja dengan memberdayakan ekonomi konstituennya. Yakni dengan cara melakukan kegiatan wirausaha. Karena secara sederhana kegiatan kewirausahaan merupakan kegiatan untuk mengkreasikan sesuatu untuk mendapatkan value added (nilai tambah), tidak hanya sekedar menjual sesuatu akan tetapi lebih dari itu. Kegiatan untuk menjual baik itu barang maupun jasa dengan ketrampilan tertentu akan memberikan multiplayer effect ekonomi diasmping menjadikan seseorang menjadi mandiri dan tidak terpangku tangan menunggu lapangan pekerjaan yang datang dari seseorang atau dari pemerintah.

Ada beberapa alasan mengapa peluang wirausaha di Indonesia begitu besar, diantaranya adalah:
Pertama, posisi umat Islam yang mayoritas jumlah penduduk Indonesia, sekaligus memperlihatkan bahwa umat mempunyai peran atau posisi penting di sektor konsumsi dan perkembangan pasar. Ketika Indonesia mengawali kegiatan REPELITA 1, umat Islam memegang peran besar dalam mewujudkan stabilitas nasional yang memungkinkan terjadinya lonjakan raksasa dalam sektor investasi dan sektor perdagangan luar negri, terutama untuk industri yang menghasilkan barang konsumsi, dan otomotif. Mereka semua berhasil mengembangkan dan membesarkan bisnisnya karena konsumennya sebagaian besar adalah kaum muslimin. Ini semua merupakan bukti nyata bahwa kaum muslimin Indonesia merupakan sasaran pasar, yang memiliki kedudukan strategis dan menentukan dalam gerak langkah pengembangan bisnis para usahawan besar atau konglomerat.

Kedua, bangsa ini memiliki kekuatan sumberdaya alam (laut, hutan, minyak, dan tambang) yang sesungguhnya melimpah dan membutuhkan tenaga-tenaga terampil untuk dapat mengolahnya secara efektif dan produktif. Hanya saja, sumber daya manusia yang ada kurang memadai untuk mengelola kekayaan tersebut, yang pada akhirnya harus diserahkan pihak asing untuk mengelola dan menikmatinya, sementara masyarakat hanya menjadi penonton dan staf keamanan.

Ketiga, bangsa ini masih dalam taraf berkembang dan mayoritas hanya sebagai konsumen, sehingga memberikan peluang besar bagi mereka yang memiliki kemauan kuat untuk terus maju.

Disamping itu, Alqan juga menyerukan pada semua orang yang memiliki kemampuan fisik untuk bekerja atau berwirausaha mencari sarana hidup untuk dirinya sendiri. Tak seoarangpun dalam situasi normal, dibolehkan untuk meminta-minta atau menjadi beban kerabat dan Negara sekalipun. Alquran sangat menghargai mereka yang berjuang untuk mencapai dan memperoleh karunia Allah. Islam menentang segala bentuk meminta-minta, menentang tindakan cara hidup parasit yang memakan keringat orang lain. Rasulullah memaparkan pada kita bahwasanya bekerja/berwirausaha sangatlah dihargai, sedangkan pengangguran sangatlah dikutuk.

Oleh karena itu, sudah saatnya warga NU untuk berwirausaha. Karena dengan beriwarausaha langkah awal menuju pintu gerbang dalam membentuk dan menumbuhkan pribadi ulet, tanggung jawab, dan berkualitas yang bermuara pada terwujudnya kompetensi kerja yang nahdliyin. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, santuni puluhan anak yatim dan duafa, di aula PCNU Pati, baru baru ini. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati bulan Muharram 1447 Hijriah. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan, pihaknya menggandeng Bank Central Asia (BCA) dan KSPPS Artha Bahana Syariah dalam menggelar […]

  • Berpotensi Jadi Super NU, Wakil Ketua PCNU Pati Beberkan Tiga Fungsi Lakpesdam

    Berpotensi Jadi Super NU, Wakil Ketua PCNU Pati Beberkan Tiga Fungsi Lakpesdam

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id, Pati – Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Dr. Ahmad Dimyati, M.Ag menyebut Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) berpotensi menjadi ‘Super NU’. Ia pun membeberkan tiga fungsi lembaga ini. Hal ini disampaikan Dr. Ahmad Dimyati, M.Ag dalam Rapat Kerja Lakpesdam Pati di Gedung PCNU Pati, Sabtu (8/02/25). Raker […]

  • PCNU - PATI Photo by Anemone123

    (Ber) Adab; (Ber) Tetangga

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Minggu adalah hari bersantai buat saya setelah melewati hari-hari melelahkan untuk bekerja. Hari minggu selalu saya manfaatkan untuk berada di rumah. Adakalanya baca buku, bersih-bersih rumah, dan sesekali menulis perihal apa saja. Selain itu tentu hari minggu adalah hari yang selalu saya nantikan karena dapat beristirahat sepanjang yang saya mau. Kalau dalam bahasa kerennya, mager […]

  • Meriahkan Kirab Santri, PC IPNU IPPNU Pati Gelar Lomba Kreasi Pelajar

    Meriahkan Kirab Santri, PC IPNU IPPNU Pati Gelar Lomba Kreasi Pelajar

    • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.- Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2022, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati mengadakan Apel dan Kirab pada Sabtu (22/10/2022). Untuk menambah gairah semangat dalam mengikuti kirab, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama +(IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pati mengadakan Lomba Kreasi Pelajar. Peserta berasal dari Pimpinan Anak Cabang […]

  • Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati memaparkan secara garis besar tentang program program selama lima tahun mendatang pada Ahad (7/7/2019) dalam musyawarah kerja cabang. Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim mengemukakan bahwa jamaah dan jam’iyyah dalam NU harus bersinergi.”Kenapa Jamaah jamaah kita diajak bergerak kok susah, ketika kita bertanya kepada jamaah, lha pengurus […]

  • MA Manabi’ul Falah Adakan Pelatihan Manajemen Keuangan untuk Siswa Baru

    MA Manabi’ul Falah Adakan Pelatihan Manajemen Keuangan untuk Siswa Baru

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Direktur BPR Artha Mas Abadi sedang memberi pengaeahan kepada salah satu peaerta didik MA Manabi’ul Falah MARGOYOSO-Mengatur adalah hal yang terdengar mudah. Namun tidak semua orang tepat guna dalam mengelola keuangannya sendiri. Kesadaran untuk mengelola keuangan sejak dini memang perlu dilakukan untuk meciptakan kebiasaan mengelola uang dengan baik dan benar. Ini adalah salah satu tujuan […]

expand_less