Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jurnal Khittah, Menjawab Kegalauan Intelektualitas NU

Jurnal Khittah, Menjawab Kegalauan Intelektualitas NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jan 2015
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
Kabar NU. Baru-baru ini, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kab. Pati melaunching JURNAL KHITTAH terbitan perdana. Acara launching Jurnal khittah dibarengkan dengan acara  Seminar Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan tanggal 16 Desember 2014, kerjasama dengan LRC-KJHAM Semarang yang bertempat di Perpustakaan Syekh Mutamakin Kajen, Margoyoso Pati.

Jurnal Khittah mengangkat tema Berefleksi Memahami Tradisi.  Tema ini diambil sebagai upaya pengejawantahan nilai-nilai Ahlussunnah wal jama’ah An Nahdliyah dalam menjaga kesinambungan tradisi dan amaliyah Nahdlatul Ulama dengan perkembangan zaman. Pada edisi perdana ini merelease beberapa tulisan para intelektual muda NU Pati yang sementara ini mengalami Kegalauan Intelektual karena tidak adanya media yang bisa dijadikan sebagai wahana aktualisasi ide, gagasan, dan keresahan intelektual yang mereka hadapi. 
Para pembaca jurnal bisa secara detail membaca kegalauan intelektual dan gagasan-gagasan brilian kader-kader muda NU dengan mengangkat permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh warga Nahdliyin. Letupan-letupan kegalauan intelektual di jurnal khittah edisi perdana ini diawali dengan tulisan R. Andi Irawan yang mengingatkan kembali kepada kita untuk Menghidupkan kembali Spirit Trilogi Gerakan Embrio NU, selanjutnya merespons permasalahan sosial di daerah pati Faiz Aminuddin mengangkat tulisan berjudul Modal Sosial NU dalam Menanggulangi HIV/AIDS di Pati. Dilanjut dengan tulisan Niken Kinanti yg berjudul “Pemberdayaan Kebangsaan Dan Realita Ekonomi Mikro NU” bersanding dengan tulisan Mirza Sastroatmodjo dg judul “Bercermin Pada Tradisi dan Semangat Menulis Ulama Ahlussunah wal Jamaah Pendahulu” dan punya mas Niam At-Majha “Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan” , tulisannya bapak Farid Abbad dg judul “Zakat dan pengentasan kemiskinan dalam perspektif KH. MA Sahal dan tulisan bapak Yusuf Hasyim Addakhil brjudul Quo Vadis pendidikan NU: membaca Problematika Pesantren dan Madrasah” dan juga ada artikel-artikel lepas tentang Potret Santri Ideal di Era Global tulisan Jamal Makmur Asmani, serta wawancara khusus dengan Rais Syuriyah PCNU Pati KH. M. Aniq Muhammadun terkait Kaderisasi organisasi NU. Jurnal khittah edisi ini ditutup dengan book review saudara Khoirun Niam dan Siswanto.
Bagi pembaca yang ingin memiliki Jurnal ” KHITTAH” edisi 1 tahun 2014 yang di terbitkan oleh LAKPESDAM NU PATI ini bisa di order dengan harga Rp. 20.000 atau bisa langsung menghubungi Saudara Siswanto ( 089654656722), persediaan terbatas. (#yusuf hasyim addakhil)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KH. Sahal Mahfudh, ulama karismatik asal Kajen Pati ini pada akhir tahun 80an pernah menulis sebuah makalah yang dengan eksplisit menunjuk pesantren sebagai tempat membina (mengajar dan mendidik) para santri agar peduli terhadap lingkungan. Kiai Sahal optimis pesantren dapat melakukan pembinaan lingkungan hidup agar tidak menyulitkan generasi masa depan. Saat ini, bencana alam yang melanda […]

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

  • PCNU-PATI

    Dosen dan Mahasiswa Prodi PGMI INISNU Borong Tujuh Penghargaan Nasional

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung mendapatkan (7) tujuh penghargaan dari Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) se-Indonesia dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-9 PD-PGMI yang diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat pada hari terakhir, Ahad […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Doa Bersama Lintas Agama di Mapolresta

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kedamaian negeri, Polresta Pati gelar doa bersama lintas agama bertempat di halaman Mapolresta, Kamis (25/4/2024) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Pati, Ketua MUI Kabupaten Pati, KH. Abdul Karim, Ketua FKUB KH. Manhajussidaf, Ketua PCNU Pati KH. Yusuf Hasyim, Ketua PD Muhammadiyah KH. Lukman Hakim, tokoh Agama Kristen […]

  • PCNU-PATI

    Puasa yang Sia-sia

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaan yang sering muncul saat Ramadan adalah apakah ada puasa yang sia-sia? Apa saja yang membatalkan puasa? Apa saja kiat-kiat agar puasa mendapatkan pahala? Tentu jawabannya beragam. Semua bergantung dalil yang digunakan. Dalam konteks ini, tradisi Nahdlatul Ulama mengacu sejumlah rujukan. Kita bisa menyimpulkan sejumlah pemetaan tersebut, ada hal-hal yang membatalkan puasa, […]

  • PCNU-PATI

    Agama Versus Agama

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Dr. Ali Syariati adalah seorang Sosiolog dan Martir yang terbunuh atas perjuangannya menyalakan api revolusi di Kerajaan Syah Pahlevi di Tanah Persia. Api revolusi yang dikobarkannya menyala terang dan berhasil meruntuhkan tembok kerajaan Syah yang sudah berumur ribuan tahun. Namun beliau tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya tersebut dikarenakan kesyahidannya tepat 3 tahun sebelum revolusi. Meskipun […]

expand_less