Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
  • visibility 372
  • comment 0 komentar
Pati, NU Online
Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU terakhir. Kedalaman ilmu dan keberpihakannya kepada masyarakat menjadi teladan bagi semua. Sulit rasanya mencari pengganti tokoh sekaliber Kiai Sahal untuk duduk di kursi Rais Aam.
Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat memberi taushiyah pada Haul ke-1 Mbah Sahal di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/01/15) malam.
Gus Mus, sapaan akrabnya, menemukan sebuah tulisan di koran yang membandingkan dirinya dengan KH Hasyim Muzadi sebagai sesama calon Rais Aam. Gus Mus kaget dan heran atas artikel tersebut.
“Ini ada orang sok tahu. Gayanya paham NU, tapi ndak paham NU. Gayanya paham ulama NU, tapi ndak paham ulama NU. Dia nulis judulnya ‘Gus Mus dan Hasyim Muzadi.’ Dia membandingkannya sebagai sesama calon Rais Aam.  Lho, sejak kapan pemilihan Rais Aam itu seperti Pilkada? Dikiranya apa Rais Aam itu,” sindir Gus Mus yang disambut tawa lepas hadirin.
Bagi kiai budayawan ini, Rais Aam terkecil dan terakhir itu Kiai Sahal. “Sejak Munas NU di Lampung sebetulnya beliau sudah jadi Rais Aam ketika Kiai Ali Yafie mundur. Jadi, mestinya beliau jadi Rais Aam karena sebelumnya sebagai wakil Rais Aam. Nah, karena Kiai Sahal ndak kerso (mau) karena satu hal, akhirnya wakil-wakil di bawah beliau ndak ada yang mau,” ungkap Gus Mus.
Untungnya, lanjut Gus Mus, ada kiai yang sangat ikhlas, yakni KH Ilyas Ruchiyat dari Cipasung Jawa Barat. “Beliau lalu bicara pelan-pelan, ‘ini kalau ndak ada yang mau kan vakum ini. Organisasi sebesar ini ndak ada pejabat Rais Aam-nya. Beliau ucapkan itu dengan ikhlas. Kalau memang ndak ada yang mau, ya sudah saya juga ndak apa-apa,” tutur Gus Mus menirukan pernyataan Kiai Ilyas.
Menurut Gus Mus, kalau bicara calon Rais Aam ternyata yang dimunculkan dirinya dan Hasyim Muzadi itu tidak tepat. “(Penulisnya) ndak paham NU sama sekali. Di NU itu masih ada KH Muchit Muzadi, santrinya Hadratusy Syaikh. Lalu, ada Kiai Tolchah Hasan yang santri Tebuireng. Masih banyak, di sini juga masih banyak kiai yang layak. Mentang-mentang namanya moncer dan sering tampil di TV, dimuat di koran lalu pantes jadi Rais Aam. Lha kok enak temen,” ujar Gus Mus.
Gus Mus menambahkan, jika standar seperti itu diterapkan bagi calon presiden, calon gubernur, dan calon bupati baru relevan. Rais Aam tidak layak dipertandingkan apalagi diperebutkan.
“Saya ini kecelakaan (saja). Saya tidak tahu kalau di AD/ART NU produk Muktamar Makassar itu ada klausul apabila Rais Aam berhalangan tetap maka Wakil Rais Aam menjabat Rais Aam. Kalau saya tau, ya ndak mau saya. Saya juga ndak tau kalau Kiai Sahal akan meninggal,” ujar Gus Mus jenaka.
Atas situasi mutakhir NU tersebut, Gus Mus berharap, semoga ormas yang didirikan para ulama ini mendapat berkah dari Kiai Sahal. “Semoga Allah menolong NU karena situasi pemilihan Rais Aam sudah kayak Pilkada. Inna lillahi wa innaa ilaihi rajiun. Ini menyedihkan sekali,” ucapnya.
Sejarah Rais Aam
Jika merunut sejarah, lanjut Gus Mus, Rais Aam pertama disebut Rais Akbar, yaitu KH Hasyim Asy’ari. Setelah Hadlratusy Syaikh wafat, digantikan Rais Aam KH Wahab Hasbullah. Pada saat Mbah Wahab sudah sakit-sakitan, para muktamirin waktu itu tak sampai hati memilihnya kembali sebagai Rais Aam.
“Sebagai gantinya, dicalonkanlah Mbah Bisri Syansuri. Lalu, Kiai Bisri pegang mikrofon, ‘Saya tidak bersedia dicalonkan selama Kiai Wahab masih ada. Saya hanya mau membantu beliau.’ Begitu kata Kiai Bisri. Nah, tak lama setelah Muktamar, Mbah Wahab wafat. Lalu, jadilah Kiai Bisri sebagai Rais Aam,” ungkap Gus Mus.
Melihat sejarah Rais Aam yang demikian, apalagi melihat sosok Kiai Sahal, Gus Mus berharap NU cerdas seperti saat memilih Kiai Sahal karena ngelmu, perhatian serta kepeduliannya kepada umat. “Ini kalau NU tidak cerdas mencari pengganti Kiai Sahal, minimal yang mirip atau setara dengan beliau, ya susah.”
Apalagi, tambah Gus Mus, Kiai Sahal juga sangat pandai membagi waktu. Ulama pencetus Fiqih Sosial ini tidak hanya Rais Aam, tapi juga kepala keluarga, pengasuh pesantren Maslakul Huda, direktur Mathali’ul Falah, rektor INISNU Jepara, juga Ketua Umum MUI Pusat. Jadi, sedemikian rupa jabatan Kiai Sahal namun semuanya terlaksana dengan baik tanpa mengurangi haknya keluarga.
“Sejatinya, laku Kiai Sahal ini merupakan laku para pendahulunya hingga Kanjeng Rasul SAW. Mudah-mudahan, para santri dan kader-kader beliau di NU sedikit banyak mengecap ilmu, kebijakan, dan kearifan beliau. Mudah-mudahan, para santri dan kader-kader beliau di NU sedikit banyak mengecap ilmu, kebijakan, dan kearifan beliau,” pungkas Gus Mus. (Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Radikus Makankakus

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Dika Angkasaputra Moerwani atau lebih dikenal dengan Raditya Dika (lahir di jakarta, 28 Desember 198. Umur 31 tahun) adalah seorang penulis, pelawak, aktor, pemeran, model dan sutradara asal Indonesia. Di indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadiny yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. […]

  • LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, santuni puluhan anak yatim dan duafa, di aula PCNU Pati, baru baru ini. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati bulan Muharram 1447 Hijriah. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan, pihaknya menggandeng Bank Central Asia (BCA) dan KSPPS Artha Bahana Syariah dalam menggelar […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh Pak kiai, bagaimanat pandangan syara’ tentang kepercayaan makna-makna tertentu dalam setiap prosesi adat seperti adat-adat dalam pernikahan dan sebagainya jika dikaitkan dengan hukum sebab-akibat ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Pandangan fiqih dalam masalah ini  adalah : Ø  Kepercayaan dihukumi tidak boleh dan menyebabkan seseorang menjadi kafir menurut ijma’, jika dia dengan […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Sukses Adakan Diklat Persidangan di 18 Kecamatan

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Pati melalui Departemen Organisasi sukses mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) persidangan kepada 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada di Kabupaten Pati, Selasa (12/7/2022). Kerja keras Departemen Organisasi PC berbuah positif. Sejak pembukaan, Minggu (29/5) hingga penutupan, (12/7), rangkain acara berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. […]

  • Imbauan PCNU Pati Terkait Takbiran dan Sholat Idul Fitri

    Imbauan PCNU Pati Terkait Takbiran dan Sholat Idul Fitri

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    PATI, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menyepakati aturan bersama Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, mengenai pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 H /2020 M, dan aturan – aturan takbir malam menjelang Idul Fitri di Masjid dan Musholla. Bersama dengan MUI, Muhammadiyah, dan FKUB, menyepakati bahwa untuk lebaran tahun ini, tidak ada […]

  • Pelantikan PAC Fatayat  NU Kec Winong

    Pelantikan PAC Fatayat NU Kec Winong

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati secara resmi melantik Pengurus Anak Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong, bertempat di Aula sekolah Tarbiyatul Banin 12/07 kemarin. Pelantikan tersebut dilakukan agar kordinasi dari tingkat Ranting hingga Cabang akan terus terjalin. “Maka sejak tahun ini pengurus cabang akan datang ke PAC Fatayat NU untuk memperbarui para pengurusnya,”ujar  Nugraini […]

expand_less